NovelToon NovelToon
DATAR

DATAR

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Contest / Cintamanis / Tamat
Popularitas:14.7k
Nilai: 4.7
Nama Author: dionesia

Bercerita tentang Dian cewek SMA yang di panggil Datar oleh cowok yang dia suka.

Bermula dari ,
*sabuk pengaman yang lepas,
*ledekan yang tiada habisnya,
*bantuan konyol,
*suka,
*cemburu,
*salah paham,
*Jatuh cinta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dionesia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pusat Perhatian

Angin berhembus menjatuhkan daun pohon yang sudah kecokelatan ke kepipi Dian. Membuatnya terbangun dari tidurnya dengan mata yang mengerjap-ngerjap. Ia merasakan deru nafas Rifki di menyentuh keningny.

Dian mendongak memastikan yang membuat keningnya terasa hangat.

"******! kenapa aku bisa ketiduran dipelukannya." gumam Dian dalam hati melihat Rifki yang masih tertidur.

Dengan sangat hati-hati Dian menarik setengah tubuhnya yang bersandar didada Rifki. Lalu ia menggeser sedikit pantatnya menjauh dari posisi duduk keduannya.

"Kacamataku dimana?" tanya Dian lirih dengan kedua telapak tangan menyentuh wajahnya. Ia menoleh pada Rifki dan melihat kacamatanya ada di kantong baju cowok itu.

Dian bangkit berdiri dari kursi dan melangkah kedepan Rifki. Ia membungkukkan sedikit tubuhnya dengan jari telunjuk dan ibu jari yang menarik pelan kacamata keluar dari sana.

Setelah berhasil mendapatkan kembali kacamatanya Dian memakainya dengan posisi yang sama. Ia mengernyit ketika menyadari bulu mata Rifki yang panjang dan lentik di hadapannya.

"Aku lagi ngapain sih?" tanya Dian dalam hati yang hendak menyentuh bulu mata Rifki dengan jari telunjuknya. Ia menegakkan tubuhnya dengan melipat kedua tangan didada.

"Kalau aku tinggal begini gak pa-pa kali ya?" tanya Dian pada dirinya sendiri membuat Rifki terbangun.

"Atau aku bangunin aja kali ya." ucap Dian lagi pada dirinya. Sementara itu pura-pura seolah masih tidur dengan mata yang masih terpejam.

"Ya udahlah! entar juga bangun sendiri." ujar Dian berbalik badan sambil mengenakan ranselnya.

Rifki membuka matanya lalu berdiri sekejam dengan tangan yang meraih ransel Dian membuat Dian kehilangan keseimbangan.

"Bukannya terimakasih malah mau ninggalin ya!" ujar Rifki spontan menangkap Dian yang hampir jatuh.

"Ng-Enggak kok!" jawab Dian merasakan beha yang ia kenakan terasa longgar.

"Terus kalau gak ninggalin apa?" tanya Rifki membantu Dian berdiri tegap.

"A-Aku..."

"Aku apa?"

"Lagian kamu juga! kenapa gak bangunin aku?malah ikut tidur." jawab Dian berbalik menyalahkan Rifki.

"Oh itu."

"itu apa?" Tanya Dian yang balik ngegas Rifki dengan pertanyaannya dengan salah satu tangannya meraba punggungnya memeriksa apa Behanya benaran lepas.

"Yah..aku kecapean jugalah." jawab Rifki mengambil ranselnya dari kursi. Ia berjalan lebih dulu didepan melewati Dian yang masih meraba punggungnya dari luar.

Dengan wajah memerah Rifki malu mengingat yang sebenarnya terjadi. setengah jam lalu Rifki membangunkan Dian dengan mencubit hidung cewek itu. Namun,hasilnya Dian malah tak kunjung bangun dari tidurnya. Ia malah melingkarkan tangannya dileher Rifki seolah pria itu sebuah guling untuknya. Rifki kembali membangunkan Dian dengan mencubit halus pipinya dan lagi-lagi gadis itu tak bangun.

Terakhir Rifki malah terlena memainkan pipi Dian. Ia mencubit halus berkali-kali pipi itu yang makin lama membuat dirinya gemas. Ia juga sesekali mengusap pipi Dian dengan lembut menggunakan punggung jarinya yang tanpa sadar membuatnya akhirnya ikut tertidur.

"Datar." panggil Rifki lirih yang hampir tiba digerbang.

"Datar." panggilnya sekali lagi namun sama seperti sebelumnya tidak ada jawaban.

Rifki berbalik badan dan melihat Dian sedang meraba menjulurkan kedua tangannya ke balik ransel.

"kok aku ngerasa deja vu ya dengan pemandangan ini." gumam Rifki menghampiri Dian yang tidak menyadari kedatangannya.

"Behanya lepas lagi?" tanya Rifki menepuk pundak Dian membuat gadis itu menoleh.

"Ng-Enggak kok!" jawab Dian menepis tangan Rifki dari pundaknya.

"Makanya itu dada dibesarin." Ujar Rifki meraih pergelangan tangan Dian. Ia menarik gadis itu pergi.

"Kita mau kemana?" tanya Dian.

"Ngebesarinlah!" jawab Rifki menarik Dian kearah toilet.

"Jangan macem---."

"---masuk gih!" potong Rifki mendorong Dian masuk ke toilet.

"jadi dia cuma mau bantuin aku. kirain mau ngelakuin yang aneh-aneh." gumam Dian dalam hati masih berdiri didepan pintu toilet.

"Tutup pintunya datar." perintah Rifki yang dibalas anggukan oleh Dian sambil menutup pintunya.

Beberapa detik kemudian Dian keluar dari toilet dan mendapati Rifki berdiri sambil memainkan hapenya.

"hm?dia bukan lagi nungguin aku 'kan." gumam Dian dalam hati.

"Rifki!" panggil Dian mendekat pada laki-laki itu.

"Udah selesai?" tanya Rifki yang dibalas anggukan oleh Dian.

"Kamu bukan lagi nungguin aku 'kan?" tanya Dian penasaran.

"Iya bukan! aku disini diri nungguin setan!" jawab Rifki kesal.

"Setan?" tanya Dian.

"Ya enggaklah." jawab Rifki meranggkul Pundak Dian.

"Ah!"

"Aku nungguin kamulah." melepas rangkulan dan merah tangan Dian.

"Eh?"

"Ah uh eh, Mulu." sahut Rifki menarik Dian pergi meninggalkan sekolah.

Dian menuruti kemanapun tangannya ditarik oleh Rifki. Entah sejak kapan laki-laki itu terbiasa dengan menggenggam pergelangan tangan Dian. Rifki membawa Dian berjalan menelusuri trotoar.

Setiap berpapasan dengan cewek-cewek dijalanan Dian mendengar kekaguman mereka terhadap pesona yang dipancarkan Rifki. Ya wajah tampan dan postur tubuh yang keren saat mengenakan atasan terbuka menghanyutkan siapapun yang melihat.

Dalam sekejap mereka jadi pusat perhatian! Dian tidak menyukai itu.

"Kita mau kemana?" tanya Dian menghentikan langkahnya.

"Ngambil motor." jawab Rifki ikut berhenti. Ia menoleh pada Dian.

"Aku pulang dari sini aja." pinta Dian melepas tangan Rifki dari pergelangan tangannya.

"Kenapa?" tanya Rifki.

"Aku mau pulang." jawab Dian. Ia benar-benar terganggu dengan pandangan orang pada mereka. Ia gak suka menjadi pusat perhatian.

"Yaudah kita ambil motor dulu. terus Aku antar kamu pulang." Ujar Rifki kembali meraih tangan Dian untuk ia genggam.

"Jangan pegang tangan aku tapi." Ujar Dian.

"Eh?!"

"Aku gak suka!" Ujar Dian.

"Oke." sahut Rifki melepas tangan Dian.

"Kamu jalan duluan. Nanti aku nyusul dari belakang." pinta Dian.

"Oo..Oke." Sahut Rifki dengan raut wajah bingung menanggapi permintaan Dian yang aneh.

Setelah mengambil motornya dari tempat bengkel Rifki memarkirkannya didepan minimarket yang berjarak dua toko dengan bengkel.

"Ayo masuk!" Ujar Rifki menarik tangan Dian.

"Aku---"

"---Oh iya!Maaf aku lupa." potong Rifki melepas tangannya dari pergelangan tangan Dian.

"Maksud aku bukan itu." Gumam Dian dalam hati mengikuti Rifki dari belakang masuk ke mini market.

Lagi dan lagi sikap Rifki pada Dian membuat mereka jadi pusat perhatian beberapa prngunjunga dan pekerja didalam. Rifki berdiri dibelakang Dian yang sedang berada didepan rak minuman. Yang menjadi topik pembicaraan mereka ketika Rifki meletakkan tangannya dipundak Dian.

"Kamu mau yang rasa apa?" tanya Rifki.

"Aku gak mau rasa apapun." jawab Dian lirih. Ia ingin sekali menepis kedua tangan Rifki yang mendarat dipundaknya.

"Gimana kalau susu rasa stroberry?biasanya cewek suka rasa itu."

"Terserah." jawab Dian membuat Rifki bingung.

"Apa aku melakukan kesalahan lagi?" tanya Rifki dalam hati sambil memperhatikan Dian yang pergi menyelonong keluar meninggalkannya.

"Datar!" panggil Rifki setelah keduannya diluar. "kamu kenapa?" tanya Rifki.

"Aku mau pulang." jawab Dian mendongak pada Rifki yang jauh lebih tinggi darinya.

"Bukan itu yang kumaksud."

"Semua orang disekitar kita memuji ketampananmu. Mereka memandang tanpa henti. Aku gak suka!" Ujar Dian menjelaskan.

"Kamu cemburu?"

"Bukan."

"lalu?"

"Keberadaamu membuat aku ikut jadi pusat perhatian. Aku gak suka jadi pusat perhatian orang banyak." jawab Dian membuang muka pada Rifki.

****

Berikan cinta yang banyak untuk penulis dengan memberikan Vote,Like dan Komentar ♥️♥️♥️♥️

1
Nala
Thor makasih sudah membuat cerita yang bagus saat diluar sana bertebaran cerita ceo ceo terus yg alurnya gitu-gitu aja,,,
cerita dian sama rifki ini benar-benar penyegaran bagi aku.
aku juga uda baca novel "Bukan suami pengganti" novel aksi yng bagus.... dan smpai sekarang nunggu up keduanya.

aku tunggu selalu lanjutan karya ini 😊😊 sehat sehat y author
Nur Kayati
Endi Yo r up up....
Nala
tapi jujur aq masih menunggu datar 😬 walaupun lama gpp wes
Nala
wah kelihatannya seruuu
💙 Ɯιʅԃα 🦅™📴
Semangat thor👍
Nala
kapan sih thor up lagi... aq tunggu loh kabarnya dian
Nala: kaka author,,, ini aq masih mode menunggu loh,,, semangat up yaaa 😁🤗👍🏻
total 2 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNOL💘 ¢ᖱ'D⃤
Dian... Rifki.... kalian kemana???
knp blum hadir?? bukankah kita dh janjian... bwt ketemu lg secepatnya... di sini???
lm
lama nian tak jua kembali. ... rindu hadirmu...
₱Ø₱🅳🅴🆅🅸🍁: maaf yaaa...Lg ada kesibukan tapi bakal diusahin🙏🙏
total 1 replies
Nala
dug dug ser
₱Ø₱🅳🅴🆅🅸🍁: okey hari ini yaaa wkwk
total 3 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNOL💘 ¢ᖱ'D⃤
oh no... oh no... oh no no no no... 🤣🤣🤣
₱Ø₱🅳🅴🆅🅸🍁: maaf ya belum update 🙏 besok diusahan
total 1 replies
Nala
up up... se. ma. ngat ya thor
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNOL💘 ¢ᖱ'D⃤
Disaasssssnnnnnnnn!!!!!!!
knp sih kmu itu lola???
Nala
semangat author,,, jan ndak ketebak alurnya,,
cepet lanjut yak,,,
ceritamu bikin mood booster bagiku,, like, like, like
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNOL💘 ¢ᖱ'D⃤
oke thor, semangat up!!! 👌💪
Nala
ayo thor up up again
₱Ø₱🅳🅴🆅🅸🍁: okey cintahhh
total 1 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNOL💘 ¢ᖱ'D⃤
assshhhhh.... lagi....!.... lg....!!!... lg...!!! 😁😁😁😄😄😄😄
yg bnyk dong thor upnya.... biar revisinya sekalian.... 😅😇
kangen tau sm mrk yg dh alpa bbrp hr... rasanya dh setahun gk jumpa... rindu berat... 😘😘😘😛😛
🍾⃝ ͩSᷞɪͧᴠᷡɪ ͣ
dian ma rifki lama lama jadian ni🤣
₱Ø₱🅳🅴🆅🅸🍁: masih panjang kak😂
total 1 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNOL💘 ¢ᖱ'D⃤
Thor... jgn lupakan Datar yups!!! ttep ditungguin lho.... yg unboxing jg sih... sukses 👍👍
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNOL💘 ¢ᖱ'D⃤: owalaaaahh-hhhh😁😁😁
total 4 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNOL💘 ¢ᖱ'D⃤
emang ngapa, gk boleh??? Denis sj bs seenaknya keluar masuk rumah gtu..
₱Ø₱🅳🅴🆅🅸🍁: hahahaha
total 3 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNOL💘 ¢ᖱ'D⃤
bner tuh. mang... 🤣
₱Ø₱🅳🅴🆅🅸🍁: okay yuhuu
total 4 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNOL💘 ¢ᖱ'D⃤
thor... jgn menggantung hatiku trlalu lama... aku takut ketinggian... 😁
₱Ø₱🅳🅴🆅🅸🍁: okay!okay! wkwkkw
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!