Fb : Wulandari
Ig : mommy_mikayla
Squel Terpaksa Menjadi yang ke 2.
#Bijaklah dalam membaca.
Ini kisah dari KEYRA ANDIRA MAHENDRA putri pertama dari pasangan Andin Arindra dan Kenan Mahendra.
Keyra gadis cantik yang berusia 18 tahun, dengan terpaksa menikah muda dengan seorang pengusaha muda yang bernama Pasha Wiliam Smith yang usianya sudah 27 tahun. Keyra TERPAKSA menikah karena dirinya tidak mau melihat perusahaan yang di kelola oleh ayahnya (Kenan Mahendra) mengalami kebangkrutan.
Pasha menikahi Keyra secara SIRI saja alasannya Pasha tidak mau sampai rekan-rekan bisnisnya ada yang mengetahui kalau dirinya sudah menikah. Apakah alasan Pasha masuk akal?
Sanggupkah Keyra menghadapi Pasha yang terlihat baik, ramah ternyata malah sebaliknya?
Keyra juga selalu di perlakukan buruk oleh mertuanya. Kedatangan Keyra di keluarga SMITH tidak disambut baik.
Penasaran sama kisah Keyra?
Hanya di Terpaksa Menikah.
Rate : 21+
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TM~14
#Bocah di larang baca 😂😂😂
"Mau ngapain Tuan kok ajak-ajak aku ke kamar mandi?" tanya Keyra dengan wajah polosnya. Keyra masih di tarik-tarik satu tangannya oleh Pasha agar Keyra mengikuti langkahnya.
"Kita main burung," jawab Pasha datar.
Bruk!
Pasha menutup pintu kamarnya lalu menguncinya.
"Burung apaan Tuan?" tanya Keyra polos.
"Banyak tanya! Ayo ikut saja," sentak Pasha. Keyra mengangguk saja.
Setelah tiba di dalam kamar mandi, Pasha menutup pintunya. Lalu Pasha membuka seluruh pakaiannya hingga yang tersisa cel4n4na d4lamnya saja.
"Aduh... " Keyra menutup wajahnya dengan menggunakan kedua tangannya. Keyra baru pertama kali melihat tubuh suaminya secara jelas. Saat malam pengantin, Keyra tidak berani melihatnya. Saat Pasha menyentuhnya, Keyra selalu buang muka sambil menangis menahan sakit.
"Tuan katanya mau main burung. Sekarang burungnya mana Tuan?" tanya Keyra yang polosnya kebangetan. Membuat Pasha terus menahan tawa dan semakin gemas karena Keyra yang polos banget.
"Ini burungnya, coba buka matamu. Lihat deh burungnya sangat indah dan gantengnya sama sepertiku," ucap Pasha. Kini Tubuh Pasha sudah polos. Pasha menyentuh dan memainkan si ganteng yang sudah bangun.
Perlahan-lahan Keyra membuka kedua tangan yang kini menutupi wajahnya. Perlahan-lahan Keyra juga membuka matanya. Keyra begitu penasaran dengan burung yang katanya indah dan ganteng.
"Aww... " Keyra kembali menjerit dan langsung memutar tubuhnya membelakangi Pasha.
"Tuan apa maksudnya. Itu kenapa jadi memanjang seperti itu. Tuan pake pakaianmu. Aku ngeri. Dan mana burungnya kok gak ada." Pasha semakin gemas dengan kepolosan istrinya. Ini baru pertama kali Keyra melihat si ganteng kalem.
Pasha menghampiri Keyra. Pasha meraih tangan Keyra untuk menyentuh si ganteng, "Ini burungnya Keyra. Ayo kamu mainkan burung yang indah ini."
"What??" Keyra terbelalak. Tubuh Keyra gemeteran rasanya Keyra ingin mengguyur tubuhnya dengan air. Apalagi tangannya yang masih menyentuh itu.
"Ayo mainkan Key," bisik Pasha lembut. Lalu Pasha menggig1t daun telinga istrinya dengan pelan-pelan. Semakin membuat Keyra merasa panas dan merinding.
"Jangan di pegang terus Key. Ayolah... kita main burung. Semalaman aku menahannya. Sekarang kamu harus tanggung jawab. Ayolah manjakan dia," Pasha kembali berbisik. Kini mulut Pasha mencium jenjang leher istrinya lalu menghis44pnya dengan pelan tapi menghasilkan tanda cinta.
"Aaaaaahhhhh... " Refleks Keyra mengeluarkan desah suaranya hingga membuat Pasha semakin ingin lebih dari ini.
"Aku tidak akan main kasar. Ayolah Key, mainkan dia jangan di pegang saja," pinta Pasha dengan lembut.
"T-tuan kenapa dengan tubuhku. Kenapa panas! Waktu malam pengantin tubuhku tidak merasakan yang aku rasakan saat ini. Ahhhhh... " Keyra kembali mengeluarkan suara itu. Pasha semakin semangat lagi. Keyra masih membelakangi Pasha.
"Itu artinya kamu sudah mulai ingin bermain. Ayolah, mainkan Key."
Dengan memberanikan diri, Keyra memutar tubuhnya menghadap Pasha. Keyra baru kali ini merasakan panas yang membara di tubuhnya. Keyra memainkan si ganteng itu hingga membuat Pasha merem-melek.
"Aahhhhh... Key. Terus Key! Percepat."
Keyra menurut dan langsung mempercepat. "Tuan ternyata begini rasanya main burung," kata Keyra dengan polosnya.
Pasha tidak menyahut. Pasha masih merem-melek merasakan nikm4tnya tiada tara kala tangan Keyra memainkan si ganteng.
"Keyra, cukup! Sekarang aku yang main."
"Main apa Tuan? Aku tidak punya burung," kata Keyra.
"Iya! Tapi kamu punya gunung kembar dan mahkota Key, aku ingin bermain di sana." Pasha membantu Keyra melepas seluruh benang yang menempel. Pasha tak berkedip melihat dengan jelas dan terpampang nyata. Waktu malam itu tidak jelas karena Pasha mematikan lampu kamarnya.
"Waw... Key sangat indah ternyata," jari jemari Pasha meraba-rab4 tubuh Keyra.
"T-Tuan j-jangan seperti ini," pinta Keyra.
"Kenapa?"
"Geli Tuan!"
Pasha tersenyum dan langsung_____ (")
2 jam telah berlalu. Pasha dan Keyra sudah selesai memanjakan burung ganteng itu. Kini keduanya sudah sama-sama mandi dan sudah memakai pakaiannya. Pasha sudah memakai pakaian kerjanya. Pasha hari ini masuk agak siang. Keyra duduk menunduk di depan cermin seraya menyisir-nyisir rambutnya. Kayra merasa malu karena teringat kejadian saat di kamar mandi. Keyra akhirnya merasakan rasa surga dunia yang sesungguhnya.
"Bagaimana? Apakah kamu suka main burungnya?" tanya Pasha yang sedang memasangkan dasinya.
"Enggak!" jawab Keyra singkat. Namun, tidak jelas.
"Enggak apa?" tanya Pasha.
"Enggak enak terlalu sebentar. Padahal tadi lagi seru," jawabnya polos.
"Hahaaa... " Pasha ketawa renyah. "Nanti, aku harus kerja. Nanti malam lanjut lagi kalau tidak capek."
"Tidak mau! Kalau malam dingin," jawab Keyra tanpa malu-malu lagi.
"Nanti rasa dingin itu akan jadi hangat."
"Hemmm... aku harus belajar dari sekarang bagaimana caranya bermain agar permainannya semakin panas dan memuaskan suami. Jika suatu saat nanti, aku di hempas. Dan aku jadi janda. Jika aku punya suami baru. Aku tidak sepolos tadi. Aku sudah pintar," ujar Keyra yang masih menyisir rambutnya yang basah.
Deg~
Pasha sangat tidak suka atas perkataan Keyra yang seperti itu. Pasha mendekati Keyra dan berlutut.
"Jadi kau sudah berniat mencari suami baru? Dan ingin menjadi janda?" tanya Pasha dengan tatapan seperti biasa. Membunuh dan sangat menyeramkan.
"Hemmm... Wanita yang Tuan cintai kan bukan aku. Tapi Mba Adel. Jadi Keyra sudah yakin 100% kalau suatu saat nanti Keyra akan di hempas jauh-jauh sampai ke samudra hindia," seloroh Keyra.
Pletak
Pasha memukul jidatnya Keyra, "Lebay! Aku tidak akan menghempas kamu. So... nikmati saja. Jangan berharap terlalu tinggi ingin punya suami baru!" tegas Pasha.
"Jadi selamanya Keyra akan terjerat pernikahan ini." Keyra tepuk jidat. Keyra sebenarnya senang. Keyra masih punya banyak kesempatan untuk membuat Pasha jatuh cinta padanya. Jika gagal, Keyra akan meminta ayah dan bundanya untuk menebusnya agar dirinya tidak terjerat pernikahan dengan Pasha.
"Key, aku tidak akan melepaskan kamu sampai aku benar-benar bosan," batin Pasha.
"Nanti jam 12 kamu ke kantor. Antarkan makan siang untukku," ketus Pasha.
"Aku capek ah! Mau bobo. Mau mempersiapkan untuk nanti malam main burung lagi," ucapnya enteng dan tanpa rasa malu lagi.
"Key," sentak Pasha.
"Pokoknya aku tunggu jam 12 siang di kantor," tegas Pasha.
"Baiklah," ucapnya pasrah.
"Tapi sekarang antar aku menemui bunda. Key masih kangen sama bunda," pinta Keyra.
"Baik! Tapi jangan sampai ngadu," ujar Pasha memperingati Keyra agar tidak mengadu kepada Bundanya.
"Kalau tidak lupa," jawabnya enteng.
"Keyra," sentak Pasha.
"Iya apa Tuan aku tidak tuli jadi jangan teriak-teriak seperti itu. kenapa sih?" ketus Keyra.
"Aaarrghhh... " geram Pasha.
"Ya sudah ayo! Katanya mau kerumah Bunda. Aku akan antar. Tapi jam 12 teng kamu harus sampai tepat waktu di kantor. Kalau tidak-?"
"Kalau tidak, kita main burung lagi ya Tuan."
"Keyra!"
"Hehehee... " (Nyengir kuda)
a delay ngk jelas aja, udh matre, tatakan lendir beikas aja bikin jijei