NovelToon NovelToon
Akhirnya Ku Menemukan Mu

Akhirnya Ku Menemukan Mu

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Tamat
Popularitas:70k
Nilai: 5
Nama Author: Tarti

Akhirnya ku menemukanmu
Saat hati ini mulai merapuh
Akhirnya ku menemukanmu
Saat raga ini ingin berlabuh
Ku berharap engkau lah
Jawaban sgala risau hatiku
Dan biarkan diriku
Mencintaimu hingga ujung usiaku

Jika nanti ku sanding dirimu
Miliki aku dengan segala kelemahanku
Dan bila nanti engkau di sampingku
Jangan pernah letih tuk mencintaiku

Sepasangan kekasih yang harus terpisah karena keadaan. Namun, dengan berbagai cobaan yang datang, akhirnya mereka di pertemukan kembali dan di satukan dengan keadaan yang berbeda pula.

Raditya Purnomo ♥️ Winda Wulandari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tarti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

Mobil Adi memasuki sebuah halaman rumah bercat biru muda. Begitu turun dari mobil, dia di sambut oleh seorang laki-laki paruh baya. Dia adalah pak Asep, tukang kebun di rumah itu.

"Selamat sore, mas Adi. Baru datang lagi." sapa pak Asep dengan ramah. Adi tersenyum.

"Iya, pak Asep. Akhir-akhir ini lagi sibuk dengan pekerjaan. Oh iya, Radit ada?"

"Ada."

"Saya masuk dulu ya pak."

"Silahkan."

Adi segera masuk ke dalam rumah. Pintu rumah memang sedikit terbuka. Di lihatnya Tante Ami, mama dari Radit sedang duduk di ruang tamu sambil membaca majalah.

"Assalamualaikum, Tante...." sapa Adi. Tante Ami menoleh.

"Waalaikumssalam...eh Adi. Baru kelihatan lagi."

"Iya, Tante."

Adi Salim sambil mencium punggung tangan Tante Ami.

"Tante sehat?"

"Alhamdulillah sehat. Kamu sendiri bagaimana. Kemana saja kamu. Sudah lama tidak kesini."

"Maaf Tante lagi sibuk dengan urusan yang lain. Oh iya Radit ada?"

"Ada. Lagi di kamarnya.."

"Adi ke atas ya Tan."

"Iya."

Adi segera menaiki anak tangga menuju lantai dua, di mana kamar Radit berada. Adi mengetuk pintu.

"Masuk." seru Radit. Adi masuk dan duduk di samping Radit yang tengah menatap serius ke layar ponselnya.

"Eh, loe Di. Kemana aja baru datang lagi?"

"Biasalah lagi sibuk. Loe lagi ngapain?"

"Lagi merindukan kekasih hati gue."

Adi mengernyitkan dahinya.

"Kekasih hati? Siapa maksud loe?"

Rafit menyodorkan ponselnya ke Adi. Adi terkejut melihat ponsel Radit. Di situ terpampang foto Winda.

"Dia kekasih hati loe? Memangnya loe kenal dengan dia?"

"Ya kenal lah. Dia kan Winda anak pak Kirno dari kota Gudeg."

Adi terkejut mendengar perkataan Radit, Radit tetawa melihat ekspresi Adi. Di tepuknya bahu sepupunya itu.

"Biasa aja dong terkejutnya."

"Berarti loe...?"

"Iya gue udah ingat semuanya. Ingatan akan masa lalu gue udah balik."

Adi memeluk Radit. Dia sampai meneteskan air mata karena bahagia. Adi memang belum tau jika Radit sudah kembali ingatannya.

"Selamat ya bro. Loe udah balik ke dunia loe yg sebenarnya. Berarti tugas gue jaga Winda udah selesai."

Radit melepaskan pelukan Adi.

"Terimakasih ya. Bagaimana kabar Winda selama ini?'"

"Dia baik-baik aja. Tapi gue kasihan sama dia. Tiap ketemu gue, nanyain loe terus. Sepertinya dia rindu berat sama loe."

Radit menghembuskan nafas pelan.

"Apakah dia masih akan menerima gue kalau gue menemuinya?"

"Gue yakin masih."

"Kalau begitu antar gue ke tempat Winda sekarang."

"Sekarang? Mau ngapain?"

"Ya ketemu Winda lah."

"Loe mau ketemu Winda sebagai pacar atau boss nya?"

"Aneh pertanyaan loe. Sebagai pacarnya lah."

Adi tertawa mendengar perkataan Radit. Dia meninju lengan sepupunya itu.

"Sakit, tau. Kok loe malah ketawa sih."

"Loe aneh. Dengar ya Raditya Purnomo. Pacar Winda itu Gito bukan Radit. Kalau loe datang sebagai Radit terus mengaku sebagai pacarnya Winda, yang ada loe malah di usir. Paham?"

"Terus gue harus gimana dong?"

"Jadilah Gito. Setelah itu datangi dia. Sekarang dia tinggal bersama Septi."

"Septi yang office girl di kantor kita itu?"

"Iya."

"Oke deh. Loe tunggu sini dulu ya."

Radit pergi menemui kakak nya di ruang kerja.

"Kak, bantuin aku dong." kata Radit sambil duduk di samping Vika.

"Bantu apa?" tanya Vika sambil terus menatap laptopnya

"Sulap aku jadi Gito."

Vika menatap adiknya itu dengan dahi berkerut.

"Kenapa mau jadi Gito lagi?"

"Aku mau ketemu Winda."

"Kamu kan bisa ketemu tanpa menjadi Gito."

"Kalau aku ketemu Winda sebagai Radit, berarti aku adalah atasannya. Berbeda jika aku datang sebagai Gito."

Vika terdiam sejenak lalu mengangguk.

"Ya udah kamu tunggu dulu. Kakak ambil peralatan makeup di kamar."

Vika berjalan menuju kamarnya dan kembali ke ruang kerja dengan membawa sekotak alat makeup. Dia pun mendandani Radit hingga berubah menjadi Gito.

"Sudah selesai."

Radit menatap wajahnya di cermin. Dia tak bisa membayangkan betapa bahagianya Winda bertemu dengannya.

"Udah bengongnya." celetuk Vika. Radit tersenyum.

"Terimakasih ya kak..."

Radit berlalu kembali menuju ke kamarnya. Adi terkejut melihat perubahan Radit.

"Udah jalan yuk. Anterin gue ke tempat Winda.' kata Radit sambil melempar kunci mobil ke arah Adi.

"Naik mobil?"

"Lha iya lah naik mobil masa jalan kaki."

Adi menepuk dahinya.

"Eh babang ganteng, dengerin. Winda taunya Gito itu orang miskin sederhana enggak punya apa-apa. Masa iya baru beberapa bulan gak ketemu, tau-tau muncul bawa mobil. Apa kata Winda nantinya."

"Terus, gue naik apaan?"

"Naik taksi, angkutan umum atau kalau gak loe pinjam motor pak Asep."

Radit terdiam.

"Ya udah gue naik taksi aja. Mana alamat rumah Winda?"

Adi menuliskan alamat rumah Winda. Bersamaan dengan Radit, dia ke lantai bawah. Mama Ami masih ada di ruang tamu.

"Ma, Radit pergi dulu ya."

Radit mencium punggung tangan mama Ami yang terheran-heran melihat penampilan Radit.

"Mau kemana kamu sore-sore begini?" tanya mama Ami.

"Mau ketemu calon menantu mama."

Radit segera berlalu. Mama Ami masih dengan rasa herannya. Sementara itu Adi hanya senyum-senyum saja.

"Adi sekalian pamit pulang ya Tan."

"Kok buru-buru?"

"Iya, Tante. Assalamualaikum..."

"Waalaikumssalam."

Adi mencium punggung tangan mama Ami dan segera keluar rumah. Dia mencari Radit, tapi tak di temukannya. Pak Asep yang melihatnya segera menghampiri Adi.

"Cari siapa, mas?". tanya pak Asep.

"Ah, enggak, pak. Saya permisi pulang ya pak. Assalamualaikum..."

"Waalaikumssalam."

Adi segera masuk mobil dan melakukannya menuju rumahnya. Sementara itu, Radit telah sampai di rumah Winda. Radit menarik nafasnya dalam-dalam.

"Assalamualaikum...."

Gito mengucapkan salam sambil mengetuk pintu rumah Winda. Winda yang sedang menonton tv bersama Septi, terkejut.

"Mbak, ada yg mengetuk pintu ya?" tanya Winda

"Iya. Biar aku aja yang buka pintunya."

Septi membukakan pintu. Dia terkejut melihat sosok Gito.

"Assalamualaikum, mbak." sapa Gito.

"Waalaikumssalam. Ada yang bisa saya bantu?"

"Benar ini tempat Winda Wulandari?"

"Iya benar."

"Bisa saya bertemu dengan Winda?"

"Maaf, mas siapanya Winda?"

"Saya...saya temannya."

"Kalau begitu saya panggil Winda dulu. Silahkan duduk."

Gito mengangguk dan duduk di bangku yang ada di teras rumah itu. Septi segera masuk menemui Winda.

"Win, ada teman kamu tuh."

"Teman? Siapa, mbak?"

"Gak tau. Cowok."

Winda mengerenyitkan dahinya.

"Udah buruan temui sana. Dia ada di teras."

Winda bangkit menuju pintu. Mendengar suara pintu terbuka, Gito menoleh ke arah pintu. Dia segera bangkit hendak menghampiri Winda. Tetapi di urungkannya niatnya karena dia melihat Winda hanya tertegun di depan pintu.

'Mas Gito?' kata Winda dalam hati.

"Mba Septi, kesini sebentar deh..."

Tiba-tiba Winda berteriak memanggil Septi. Septi pun keluar menghampiri Winda.

"Ada apa, Win?" tanya Mbak Septi.

"Coba mbak Septi cubit lengan aku."

"Kenapa?"

"Cubit aja."

Septi mencubit lengan Winda. Winda meringgis menahan sakit. Ternyata dia tidak bermimpi. Sosok di depannya adalah Gito, lelaki yang sangat di rindukannya. Matanya berkaca-kaca menatap sosok laki-laki yang berdiri di teras. Winda berlari menghambur ke pelukan Gito. Tanggisnya tak bisa dia bendung lagi.

1
Hap£!π
bagus ka, alur cerita dg konflik ringan jd bacby santai enak g pk emosi/Facepalm/
Tarti Rizky: terimakasih atas apresiasinya. terimakasih pula sudah mampir untuk baca. semoga terhibur
total 1 replies
Wina Winarsih
tetap semngat yaa Thor 🥰
Wina Winarsih
jadi penasaran Winda Nerima lamaran Radit gak yah 🤗lanjut Thor 🥰
Wina Winarsih
lanjut kak seru juga
Wina Winarsih
Terharu baca novel ini, semangat terus ya ka Thor 🥰
ria
galau nich mas radit
Jejak SND
bom like mendarat dari Jodoh Cinta Pertama kak
Tarti Rizky
terimakasih kak atas apresiasinya. Alhamdulillah jika suka
Reni Apriliani
Terimakasih thor ceritanya.. syukaaa ❤❤❤
meluncur ke cerita lainnya
Zia
aku hadir bawa boom like kak, jangan lupa mampir di karyaku ya "my husband is his uncle" 🤗
Nur Jannah
radit yg katanya lagi sakit pasti adalah gito yg menyamar deh,🤔🤔🤔
yetege
trimakasih..telah up..selamat tahun baru..semoga d tahun baru ini tambah banyak pembacaya semangat
Tarti Rizky: aamiin.
total 1 replies
Tarti Rizky
terimakasih kakak. selamat tahun baru untuk kakak
Nak Wi
lanjut semangat thor di taun baru ini 👍
yetege
next Thor semangat 💪❤️
yetege
next Thor semangat 💪💪❤️
Darah Biru (Bangsawan)
Favorit ♥️ rate bintang 🌟🌟🌟🌟🌟 saling mendukung 👍🏻💕
Darah Biru (Bangsawan)
mantap
Darah Biru (Bangsawan)
👍🏻👍🏻👍🏻
Darah Biru (Bangsawan)
👍🏻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!