NovelToon NovelToon
Rumah Di Samping Kuburan

Rumah Di Samping Kuburan

Status: tamat
Genre:Horor / Tamat
Popularitas:273.2k
Nilai: 5
Nama Author: Rosa_Nanda

Semalaman suara gaduh di atas genteng itu membuat bulu kuduk merinding.
Entah apa yang tengah ribut di atas genteng sana. Karena, tak terlihat wujudnya.

Karena gangguan itu, akhirnya yang punya rumah membiarkan rumahnya kosong. Namun, Bu Heni tidak membiarkannya kosong begitu saja. Dia menawarkan rumah itu untuk di kontrakan dengan harga yang sangat murah.

Setiap Orang yang menempati rumah itu selalu merasakan hal-hal yang aneh dan tidak masuk akal. Seperti munculnya bayangan hitam yang tinggi besar di ujung teras.

Terror bercak darah di sekeliling rumah membuat bulu kuduk merinding. Apalagi tengah malamnya muncul Makhluk aneh yang menyeramkan. Pundak terasa di tindih balok es yang super dinginpun di rasakan oleh Bunga, orang yang kesekian yang menempati rumah itu.

Bunga dan Angga tetap mencoba untuk bertahan, hingga akhirnya mereka kalah dan mundur dari rumah itu. Setelah Bunga melihat Makhluk aneh yang berwujud ular berkepala manusia yang berambut panjang serta memakai mahkota.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosa_Nanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Serasa ditimpa balok es

Tinggal beberapa menit lagi menuju pukul dua belas.

"Uaah..." Bunga sudah menguap lagi untuk kesekian kalinya.

Walaupun sudah cuci muka, matanya terasa rapat, terasa susah untuk di buka.

"Neng... Jangan sampai tidur!" Angga mengingatkan.

Walaupun dirinya juga sudah sangat ngantuk.

Namun, dia sekuat tenaga mencoba untuk memelototkan kedua bola matanya, supaya tidak terpejam.

"Uaaah... Allahuakbar" Bunga menguap lagi.

"Uaaah... Allahuakbar... Astaghfirulahaladziiim. Kenapa ini mata terasa berat banget, ngantuknya bukan main." Angga pun tak luput dari serangan rasa kantuk itu.

"Teruskan wiridnya! Sebentar lagi jam dua belas! Kita jangan sampai kalah!" Bunga kini yang berteriak memberikan semangat.

Dia bangun dari duduknya.

Dia berdiri sambil menahan rasa kantuk yang teramat sangat.

Mulutnya tak berenti melapalkan ayat-ayat suci Al-Qur'an.

Ayat Qursi dia lafalkan secara terus-menerus, dan berulang-ulang.

Tepat jam dua belas malam.

Tiba-tiba....

"Aaagh..... Apa ini?..." Bunga berteriak dengan suara yang tercekat.

Di pundaknya, terasa ada sesuatu yang sangat dingin sedingin es, dan... Sangat berat.

Tubuhnya tak kuat menopangnya, diapun lalu terduduk, dan... Tidak sampai di sana,

Beban yang begitu berat di pundaknya, memaksanya untuk posisi bertiarap.

Pundak dan lehernya sudah sampai di lantai, menahan beban yang sangat berat dan sangat dingin sekali.

"Aaaargh... Abang... I... Ni... Ba... Ba... Bagaimana?... Be... Berat se... Se... Sekali...!" Ungkap Bunga terbata-bata.

Karena, menahan beban yang begitu berat di pundak dan lehernya.

Sekujur tubuhnya terasa kaku, bulu kuduknya terasa meremang.

Angga terperanjat sangat kaget! Melihat keadaan Istrinya yang tengah kesakitan dan tak berdaya, dengan beban yang begitu berat di leher dan pundaknya itu.

"Terus berdo'a! Jangan berhenti!" Angga berteriak.

"Allohu lailahailahualhayul qoyum....

Angga membacakan ayat Qursi dengan sangat kencang, setelah selesai lalu di tiupkannya ke arah Bunga yang masih tersungkur.

Bunga meringis, menahan sakit dan berat serta dinginnya sesuatu yang menimpanya.

Hingga Kepalanya jatuh tersungkur.

Mulutnya masih komat-kamit, mencoba untuk terus melafalkan ayat Qursi, walaupun dengan terbata-bata, karena, lehernya tercekik sesuatu yang sangat berat, dan sangat dingin.

Bibirnya seakan menebal dan bergetar kedinginan.

"Heeh!... Siapa kamu?... Jangan ganggu Isteriku! Kalau kamu berani, ayo! Tunjukkan wujudmu! Ayo lawan aku!" Teriak Angga menantang makhluk yang tak kasat mata itu, yang kini tengah menindih leher dan pundaknya Bunga, isterinya.

"Aaaaaargh.... Uuuh..." Bunga sepertinya mencoba untuk bangkit.

Namun....

Makin dia bergerak, makin berat terasa beban yang menindih leher dan pundaknya itu.

Rasa dinginpun merambah ke bagian tubuh yang lain, badannya terasa dingin dan membeku.

Tangan dan kakinya, kaku. Susah untuk di gerakan.

Melihat keadaan Istrinya yang makin tidak berdaya, Angga segera melafalkan ayat Qursi lagi dengan lebih khusu. Dia tatap isterinya dengan perasaan Khawatir.

Setelah selesai, dia tiupkan ke arah pundak dan leher isterinya hingga berkali-kali.

Dia berharap...

Makhluk yang tak kasat mata, yang tengah mengganggu isterinya itu segera pergi dari tubuh isterinya.

Sekali.... Duakali.... Tigakali...

Angga terus mengulanginya.

Dia pegangi pundak isterinya, dia coba mengusap-usapnya. Sambil terus melafalkan ayat Qursi.

Leher dan pundak Bunga sangat dingiiiin sekali. Itu terasa oleh tangannya Angga juga, yang terus  mengusap-usapnya, sambil membaca ayat Qursi.

"Aaargh... " Suara Bunga makin terdengar samar-samar.

Nafasnya terdengar turun naik, karena menahan rasa takut yang tengah menderanya.

Melihat Bunga makin tak berdaya, timbul nekat dalam hatinya Angga.

Diapun berdiri, tepat di hadapan Bunga, yang tengah tersungkur tak berdaya, sejak setengah jam tadi.

Dia bertolak pinggang, mulutnya berteriak keras, menantang makhluk yang tak kasat mata, yang ada di depannya itu.

"Ayo!... Tunjukkan wujudmu!! Pengecut! Kalau berani, ayo lawan aku, dan tunjukkan wujudmu!" Teriak Angga, berkoar menantangnya untuk berduel.

Setelah Angga selesai meneriakkan tantangannya.

Tiba-tiba....

Dari leher Bunga yang tengah tersungkur itu, muncul Sesuatu... Seperti asap hitam yang bergulung.

Perlahan-lahan...

Asap hitam itu kian jadi tebal, dan... Bergulung menyelimuti setengah tubuhnya Bunga.

"Aaaaaargh.... Aaaaaargh...."

Terdengar suara serak Bunga dari dalam gulungan asap yang hitam pekat itu.

"As... Astag... Astaghfirulahaladziiim!" Masih dengan suara yang tercekat, Bunga mengucapkan Istighfar.

Dengan nafas yang terengah-engah.

Seperti yang tengah di kejar sesuatu yang sangat menakutkan.

Sosok yang seperti asap hitam yang tebal dan  menggulung itu, perlahan-lahan berinsut dari leher dan pundaknya Bunga.

Kemudian....

Berubah menjadi makhluk yang sangat tinggi besar, seperti raksasa.

Tingginya sampai ke plafon rumah.

Dengan badan yang sangat besar dan hitam legam.

Matanya besar dan merah menyala...

Lubang hidung yang sangat besar, dengan nafas yang memburu...

Bibirnya tebal, dengan kedua taring yang muncul di sudut kiri dan kanan bibir.

Daun telinganya lebar dan meruncing.

Rambut yang gimbal dan acak-acakan, dengan rambut bagian depannya, sebagian menutupi jidatnya.

Perutnya besar membuncit...

"Heeeeeuuuhhh..." Deru nafasnya terdengar jelas memburu.

"Astaghfirulahaladziiim... Ya Allah... Makhluk apa itu?..." Angga tersentak kaget, dia mundur beberapa langkah.

"Ya Allah.... " Bungapun berteriak ketakutan.

Kini, dia bisa duduk lagi, leher dan pundaknya sudah tidak terasa berat lagi.

Diapun segera bangun dan berlari mendekati Angga.

Matanya melotot, dengan gigi yang gemeretak menahan rasa takut.

Rahang terasa kaku, tak bisa berkata-kata.

Degup jantung seakan memburu... Tak beraturan.

Sekujur tubuh terasa kaku untuk di gerakan.

Keduanya berdiri mematung di sudut ruang tamu.

Keringat dingin membasahi seluruh tubuh mereka.

Baru kali ini mereka berhadapan dengan makhluk seperti itu, dalam satu ruangan yang luasnya hanya tiga kali empat meter.

"Baca ayat Qursi lagi!" Terdengar gemetar suara Angga di telinga Isterinya.

Bunga tak mampu berkata-kata, untuk menganggukkan kepalanya juga, terasa sangat berat.

"Audzubilahiminnasyaitonirroziim... Bismillahirrahmanirrahim...

Allahulaillahailahualhayulqoyum...

Bunga dan Angga mencoba melafalkan ayat Qursi lagi.

Kedua pasangan suami istri itu, mencoba untuk khusu.

Matanya tidak menatap makhluk aneh itu,

Dengan seluruh tubuh yang bergetar, keduanya terus membacakan ayat Qursi, walau kadang belepotan.

"Heerrrgggghhh.... " Terdengar suara makhluk itu, Suaranya menderu memekakkan telinga, kedua Suami-istri itu.

"Heeeerrrrgggghhhh.... !" Sosok makhluk itu mengerang lagi.

Matanya yang besar, melotot ke arah Bunga dan Angga.

Makhluk aneh itu melotot seperti yang marah kepada Bunga dan Angga.

"Teruskan wiridnya... " Bisik Angga bergetar.

Begitu pula dengan keadaan Bunga, tangan dan seluruh tubuhnya bergetar hebat.

"Heeeerrrggghhhh.... Heeeerrrggghhh....!!!" Sosok Makhluk yang tinggi besar itu mengerang lagi beberapa kali, nampaknya seperti yang merasakan sesuatu yang tidak nyaman di tubuhnya.

Mungkin, karena merasa kepanasan mendengar ayat Qursi yang di bacakan Bunga dan Angga secara terus-menerus.

Bunga melirik ke arah makhluk aneh itu, dengan sudut matanya, dia ingin memastikan, bagaimana pengaruh ayat Qursi baginya.

Dengan sudut matanya, Bunga melihat makhluk itu seperti yang gelisah, dan tidak nyaman mendengarnya.

Mengetahui hal itu, Bunga semakin semangat dalam membacakan ayat Qursi itu.

Kini... Dia tidak belepotan lagi karena takut.

Dia lantang membacanya.

Dia ingin mengetahui bagaimana kelanjutannya.

Bagaimana makhluk aneh itu bereaksi...

Akhirnya....

"Heeerrrrggggghhhh....!!!" Raungan keras yang meremangkan bulu kuduk terdengar dari mulut makhluk aneh itu.

Seiring dengan terdengarnya bunyi raungan itu, perlahan..

Sosok makhluk aneh itupun berubah kembali menjadi gulungan asap hitam yang tebal, untuk kemudian, asap itu perlahan-lahan memasuki lubang ventilasi rumahnya.

Dan akhirnya...

Hilang tak berbekas...

Hilang entah kemana...

Menyisakan bau bangkai yang menusuk hidung.

1
Ira Noviana
ada bagian yg typo
Rosananda: iya, kak ma'af🙏 maklum baru belajar hehe.
Makasih kak sudah mampir, dan makasih pula komennya.
Salam kenal
total 1 replies
Siti Arbainah
trus si Bu Mar jdi bikin usahanya Bunga dan Angga bermasalah gak thor
Siti Arbainah: iya kak😊
total 5 replies
Siti Arbainah
boleh gak sih curiga sama si Eyang Kurdi itu kan dia pernah bilang klo penghuni pohon beringin itu minta tumbal jangan" itu cma rencana dia aja dan skarang rumah itu bnyak teror jga gara" dia lgi
Irka NaArra
nurustunjung aki aki teh,,
Irka NaArra
semangat,,next bikin cerita horror lgi y,
Rosananda: InsyaAllah, terimakasih sudah mampir... dan makasih juga jejaknya.
total 1 replies
Rosananda
makasih sudah mampir
Kak Ya
sukurin kurdi
Kak Ya
jgn d ksh bu 🤭😁
Kak Ya
hindun nya cengeng bgt thorr .. takut dikit nangis. balapan nangis ma anak nya kalo lg ketakutan.
Alief As Syaikh
kok namanya ganti ganti lurr
Jhulie
wah suka nih ma novel horor, aq masukin rak dulu
Rosananda: makasih sudah mampir.
total 1 replies
Bayu Ridwan
mudah"an si kurdi kecebur got kepalanya dulu
Putri Handayani
aku mampir di sini ya kak, semangat upnya 💪💪💪
Edi yuzzardy
action nya kurang...jdi bnyak d skip n males baca lagi,banyak obrolan2 yg gk ke inti cerita...
Rosananda: ma'af kak 🙏 bukannya nyeleweng ke cerita majalah hidayah, tapi itu kan salah satu tokoh yang pernah menempati rumah di samping kuburan itu, dan meninggalnya dengan cara seperti itu. Begitu ceritanya kaka... Terimakasih sudah mampir.
total 2 replies
Edi yuzzardy
jadi nyeleweng ke cerita majalah hidayah ya wkwkwkw..pdhal tema rmh smping kuburan..apa hubungannya...ni jdul nya jgn rmh samping kuburan tp yg lain aza seauai cerita di mjlh hidayah,eyang kurdi susah di kubut hahahahaa....anehhh....jdi gk penting ke isi cerita
Nova Marlina
maaf thor nma ustadz ny soleh apa sulaiman ?
Rosananda: ma'af salah nulis.
total 1 replies
Yuzu💕
semangat thor..

salam dari "Ternyata aku keturunan RPD" mampir kak
Rosananda: makasih sudah mampir.
Salam kembali 🙏
total 1 replies
Dhina ♑
maaf 🙏🙏

"Tak mungkin... Semua rompi kan di jepit, Enggak mungkin fi terbangkan angin.

itu ☝️☝️ ga mungkin di terbangkan angin 🤔🤔
Dhina ♑: semangat berkarya, pantang menyerah
total 2 replies
Nova Marlina
ini nama suaminya anjar ap angga sih ?☺️
Rosananda: terimakasih koreksinya 🙏
total 2 replies
Nova Marlina
suka deh ceritanya..😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!