♡LOVE IN VALMOR♡
2 Hati
2 Kutukan
2 Jiwa
2 Galaxi
Semuanya sangatlah berbeda dibandingkan dengan Cinta dan Benci...
sehingga aku merasa bahwa Cinta itu adalah Benci dan Benci itu adalah Cinta...
Karena keduanya mengalir dalam darahku...berhembus dalam nafasku...dan berdetak dalam jantungku...
Namun...seluas jagat raya dan dengan jarak 300 juta tahun cahayalah aku mencintaimu...hingga pada akhirnya salah satu galaxi kita menyerah akan Cinta kita...
Menyatukan kita dengan kebencian, air mata dan bahkan kutukan yang berubah menjadi sebuah Cinta abadi...karena Valmor dan Bumi...adalah bukti Cinta kita...
"Bumi atau Valmor?...dimanakah tempatku yang sebenarnya?...begitu banyak Benci yang kuterima namun hanya ada 1 Cinta yang kuterima...Cinta yang berubah menjadi Benci akan selalu menjadi momok yang menyakitkan dan memunculkan sebuah kutukan atas hancurnya hati seorang Cinta...begitulah aku terlahir...Alena Vins seorang gadis terkutuk yang membenci kutukannya" (Alena Vins)
"Kita berbeda dan tak akan mungkin bersama...2 dunia dan 2 kutukan yang sulit disatukan...yang hanya akan berakhir air mata...jangan berlari...jangan menghilang dan jangan pergi...biar aku yang berlari...menghilang dan pergi...seperti angin yang berhembus tanpa meninggalkan jejak...agar penyesalan tak lagi meliputiku dengan gelapnya kutukan" (Avan Valmor)
⚠️Jangan lupa Bintang 5, Like, Komen & Vote nya ya🤗💜
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NAHDA_SHANIA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Epilog page 7
♡LOVE IN VALMOR♡
Saat tabib Nars meninggalkan Alena dikamarnya, terlihat Alena termenung menatapi bekas sayatan pada pergelangan tangannya yang di liliti oleh kain putih.
Lilitan kain putih tersebut pun ia buka.
"[Sahabat?...apakah yang dimaksud tabib Nars sahabat itu adalah ayah?...lalu...kenapa tabib Nars mengatakan hal ini kepadaku?...seakan ayah dan tabib memiliki hubungan yang sangat baik...tapi kenapa?...bukankah rakyat Valmor sangat membenci ayah...dan...apakah tabib tidak mencurigaiku?...bahwa sebenarnya aku adalah putri Vicentius...siapa tabib Nars sebenarnya?...apakah aku bisa mempercayainya?...aku benar-benar tidak mengerti...yang manakah sisi tabib Nars sebenarnya!]" (Ujar Alena didalam hatinya sambil mengelus lembut bekas sayatan pada pergelangan tangannya)
Beberapa lama kemudian, ditempat lain yaitu Istana Valmor, tampak pangeran Avan terlamun menatapi bayangan dirinya dihadapan cermin besar pada kamar pribadinya.
Pikirannya tak lagi bisa ia kontrol, sedari tadi dia hanya bisa memikirkan Alena, semua kejadian tentang pertemuan ia dengan Alena seakan terputar ulang oleh pikirannya.
Sentuhan bibir Alena mengingatkan ia tentang hari dimana ia menyelamatkan Alena didanau Xeverania, dan tentu saja saat ia menghisap darah yang keluar dari goresan pada pergelangan tangan Alena.
"Alisnya mengkerut sama seperti saat didanau Xeverania...apakah dia sedang sakit?...ataukah...dia ketakutan?...apa yang membuatnya sakit?...dan apa yang membuatnya takut?...apakah dia takut padaku?...apakah dia sudah tau bahwa aku adalah Xavanmor?...apakah dia akan membatalkan rencananya untuk menikah denganku karena dia takut pada monster ini??...atau...apakah dia...dia merasa jijik denganku???" (Ujar Avan dengan nada tingginya)
Mendengar suara Avan, seketika Bara pun masuk dan menatap cemas kearah Avan yang tampak kebingungan dan juga frustasi.
"Pangeran!...pangeran harus menahan amarah!!...sebentar lagi acara Qresta akan dimulai" (Ujar Bara dengan cemas)
"Lihat aku!!...lihat aku Bara!!...apakah aku mengerikan??...apakah?...apakah aku menjijikan??...katakan padaku yang sejujurnya!!...apakah aku...sangat mengerikan??" (Teriak Avan sambil membuka jubah yang ia pakai)
"Pangeran...apa yang pangeran katakan?...itu tidak benar!...yang kutahu pangeran Avan adalah pangeran terbaik yang Syaro berikan untuk negeri Valmor!!...tidak ada pangeran lainnya yang lebih mementingkan rakyat Valmor dibandingkan pangeran Avan!!...tidak ada pangeran lainnya yang selalu membuka telinga dan matanya untuk rakyat Valmor!!...lalu siapa yang bisa mengatakan pangeran Avan mengerikan??...hanya morman hinalah yang bisa mengatakan hal itu!!!" (Ujar Bara dengan berlutut dihadapan Avan)
"Lalu...bagaimana dengannya?...dia mengatakan kata Monster dengan bahasa negerinya!!...yang dia katakan pasti tertuju padaku!!...dan apa kau tidak lihat tatapan matanya??...dia sangat ketakutan menatapku!!...dia takut padaku!!!" (Ujar Avan dengan menatap Bara)
Tiba-tiba...
"Dia memang ketakutan pangeran!..." (Saut tabib Nars yang tiba-tiba masuk kedalam kamar Avan)
"Dia takut padaku!" (Gumam Avan dengan menatapi tubuhnya dicermin besar)
"Saat itu Alena memang sangat ketakutan...tapi bukan karena dirimu pangeran!"
"Apa maksud tabib?"
"Alena...memiliki kehidupan yang sangat rumit dibumi...gadis itu adalah seorang artis dibumi...artis adalah seseorang yang sangat dikagumi dan juga terkenal seperti halnya seorang pangeran dinegeri Valmor...namun...seorang artis dibumi dan bahkan pangeran diValmor pun juga bukan hanya mendapatkan kekaguman dan ketenaran...melainkan juga kebencian...saya sangat yakin...saat itu yang membuat gadis itu ketakutan adalah kenangan hidupnya selama dibumi...bukan seperti yang pangeran pikirkan" (Ujar tabib Nars dengan menatap Avan)
"Bagaimana bisa...tabib berpendapat seperti itu?..."
"Apakah pangeran ingat saat pangeran menolongnya di danau Xeverania?...pada pergelangan tangannya tergores dan mengeluarkan darah...dan setelah kuperiksa...rupanya luka itu ada sebelum luka baru tergoreskan kembali saat perjalanan antar galaxy ia ke negeri Valmor...saya berpendapat bahwa kehidupan gadis itu pastilah sangat berat untuknya...sampai-sampai ia menggoreskan beberapa sayatan pada pergelangan tangannya...sama seperti Morman...tampaknya manusia memiliki kebiasaan untuk mengakhiri hidupnya dengan menggoreskan urat nadi pada pergelangan tangannya...ini semua sudah menjadi bukti...bahwa yang dipikirkan pangeran tidaklah benar...gadis itu...tidak takut kepada pangeran sebagai Xavanmor...melainkan ia takut apa saja yang terjadi padanya dibumi...bisa terjadi kembali dinegeri ini" (Ujar tabib Nars)
"[Kebencian?...mengakhiri hidupnya?...sayatan?]" (Ujar Avan didalam hatinya)
》》》》》》》
jangan 2 2 nya di embat dong.
serakah banget
berasa anak dan orang tua muka muda semua
apa lagi anak nya
oh..akuu irii