NovelToon NovelToon
Berbagi Cinta Pada Mantan Ketua Gangster

Berbagi Cinta Pada Mantan Ketua Gangster

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Action / Contest / Dendam Kesumat / Tamat
Popularitas:15k
Nilai: 5
Nama Author: Ligar Cahyadi

Alex Zenifer adalah seorang ketua gengster White Tiger yang dikenal dengan julukan raja dari para gengster.

Alex berhenti menjadi ketua gengster White Tiger karena ibunya meminta dia untuk berjanji padanya.

Perjanjian yang harus diwujudkan oleh Alex adalah melanjutkan sekolah di akademi elite untuk menjadi orang yang baik.

Di Akademi Alex tidak sengaja bertemu dengan lima gadis kembar.

Alex selalu fokus dalam belajar karena ingin mewujudkan janji yang tertanam pada jiwa dan pikirannya.

Orang tua dari ke lima gadis kembar adalah teman baik ayah dan ibu Alex sebelum mereka berdua meninggal.

Alex diminta untuk mengajari mereka berlima sekaligus juga melindungi mereka semua dari bahaya, karena kedua orang tua dari lima gadis kembar mengetahui Alex adalah ketua gengster terkuat di indonesia.

Apakah Alex bisa mengubah semua sifatnya?

Apakah Alex bisa mengajari dan melindungi mereka berlima?

Apakah Alex bisa merasakan cinta dari lima gadis tersebut?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ligar Cahyadi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#14 Ajakan Ke Taman Bermain

...*Selamat membaca*...

Pada akhirnya, Alex berhasil lolos dari orang-orang yang mengejarnya, lalu melanjutkan kembali tujuannya untuk pergi ke panti asuhan. Di dalam perjalanannya, dia berpikir kalau orang-orang tersebut ada sangkutannya dengan Flora.

Namun karena tidak memiliki bukti apapun, Alex berhenti memikirkan kejadian tersebut dan memfokuskan dirinya pada anak-anak yang sedang menunggunya.

"Tuan, kita sudah sampai ditempat tujuan anda." ucap seorang supir taksi tersebut.

"Ahh... Iya, terimakasih pak." jawab Alex sambil memberikan ongkos pada supir taksi, lalu dia segera turun dari mobilnya.

"Tunggu tuan, ini kembaliannya!" panggil sopir taksi tersebut dengan menyodorkan uang kembalian.

"Ambil saja pak, maaf aku sedang terburu-buru." jawab Alex sambil berjalan memasuki gerbang masuk ke panti asuhan.

"Terimakasih tuan, semoga panjang umur." ucap sopir taksi dengan tersenyum.

Setelah itu, Alex bergegas memasuki ruangan utama yang berada di panti asuhan. Namun sebelum itu, suasana di dalam ruangan utama sangatlah Damai, akan tetapi ada salah seorang anak yang bertanya pada pengurus di dalam ruangan tersebut.

"Bu, kapan kak Alex mampir kesini? Bukankah akan selalu datang pagi di setiap tanggal 10." keluh kesal seorang anak berkarakter perempuan, karena lelah menunggu dari jam 7 pagi hingga jam 11 siang.

"Iya benar, di dalam ruangan terus terasa sangat bosan. Aku ingin segera bermain sama kak Alex." sambung dari seorang anak berkarakter laki-laki.

"Tenanglah anak-anak. Setiap orang pasti mempunyai kesibukannya masing-masing, dan salah satunya adalah kak Alex. Meskipun kak Alex menjanjikan akan selalu datang setiap pagi pada tanggal sekarang, namun mau bagaimana lagi bila dia memiliki urusan yang sangat penting yang tidak bisa ditinggalkan. Jadi alangkah baiknya kita harus tetap bersabar, dan jangan dulu berpikir yang tidak-tidak. Apakah kalian mengerti?" jawab salah satu pengurus panti asuhan, sembari menjelaskan sedikit mengenai kesibukan dari setiap orang.

"Iya bu, kami mengerti." jawab serentak semua anak-anak yang berada di dalam ruangan.

Tidak lama setelah itu, terdengar seseorang yang mengetuk pintu dari luar.

"Tok... Tok... Tok..."

Mendengar suara ketukan pintu tersebut, semua anak-anak berharap kalau Alex yang melakukannya. Akan tetapi, ketika salah satu pengurus membukakan pintunya, ternyata ibu Kepala panti asuhan.

"Selamat siang anak-anak." sapa ibu kepala panti asuhan sambil tersenyum.

"Selamat siang juga untuk ibu kepala" jawab anak-anak secara serentak, lalu mereka semua menundukkan kepalanya.

Hal ini tentu saja membuat ibu kepala kebingungan, melihat tingkah laku anak-anak yang tidak seperti biasanya. Lalu ibu pengurus yang berada di dalam ruangan tersebut menjelaskan kepadanya, kalau hal ini karena Alex masih belum datang.

"Ternyata kak Alex sedang sibuk, akan tetapi kita bisa menunggu kembali di tanggal yang sama pada bulan depan." ucap salah seorang anak-anak yang bernama Olivia, sembari mencoba untuk menghibur teman-temannya supaya tidak bersedih.

"Tidak perlu menunggu pada bulan berikutnya, karena kakak kalian baru saja tiba." ucap Alex sambil berjalan memasuki ruangan.

Semua anak-anak langsung berdiri, ketika orang yang mereka tunggu akhirnya datang. Mereka langsung berlarian menghampiri Alex, sambil berebutan untuk memeluknya dan mengucapkan namanya berulang-kali.

"Anak-anak, tenangkan diri kalian! Jangan membuat kak Alex tiba-tiba kelelahan, karena baru saja tiba disini." pinta ibu kepala panti asuhan.

"Tidak apa-apa ibu kepala, sudah seharusnya mereka seperti ini karena aku datang terlambat berjam-jam." jawab Alex sambil menatap semua anak-anak yang memeluk dirinya.

Namun salah satu anak yang bernama Olivia masih berdiri tanpa menghampiri dirinya. Hal ini tentu saja membuat Alex bertanya-tanya di dalam hatinya, lalu tanpa berpikir panjang dia mencoba untuk menghampirinya dan menanyakan apa yang terjadi dengannya.

"Hmmm... Olivia, kenapa wajahmu terlihat sedih? Apakah ada yang terjadi padamu?" tanya Alex sambil berjongkok dihadapannya.

Setelah Alex bertanya seperti itu, secara tiba-tiba Olivia langsung menangis.

"Huaaa..."

Tangisan Olivia terdengar cukup nyaring, dan hal ini membuat Alex sangat terkejut.

"Hah? Kenapa dia langsung menangis ketika aku bertanya seperti itu!? Apakah perkataan ku ini sangat keterlaluan!?" gumam Alex dalam hatinya dengan sangat kebingungan, dan mencari cara untuk meredakan tangisannya. "Olivia, Olivia, sebenarnya apa yang..." lanjutnya dengan bertanya kembali, namun perkataannya tidak dilanjutkan karena Olivia secara tiba-tiba memeluknya.

"Hiks... Hiks... Aku pikir, kak Alex tidak akan bisa datang kesini dan... Dan kemungkinan besar kak Alex pasti bosan setiap bulan mengunjungi kami semua." jawab Olivia sambil memeluk Alex dengan tangannya yang pendek.

"Hah... Aku kira kenapa, ternyata itu alasannya." gumam Alex dalam hatinya, lalu dia merangkul Olivia untuk menggendongnya. "Mana mungkin kakak bosan pada kalian semua, alasan kaka terlambat karena ada suatu hal yang harus dikerjakan terlebih dahulu. Maaf karena hari ini kakak datang terlambat." lanjutnya sambil menundukkan kepalanya pada semua orang yang berada di dalam ruangan.

"Tidak... Tidak... Kakak seharusnya tidak perlu meminta maaf... Justru Kami yang harus bilang seperti itu karena selalu merepotkan kakak." jawab Olivia sambil menghentikan tangisannya.

"Ahh, kamu ini ternyata sudah bisa berbicara seperti orang dewasa." ucap Alex sambil menyentil hidung kecilnya dengan pelan. "Baiklah, karena kakak sudah janji akan membawa kalian ke taman bermain, mari kita semua bersiap untuk pergi." lanjutnya dengan mengajak semua orang.

"Asyik, kakak memang yang terbaik." jawab anak-anak secara serentak dengan riang gembira.

Tidak lama setelah itu, semua yang berada di panti asuhan mulai bersiap-siap untuk pergi ke taman bermain. Alex yang sedang berdiri melihat semua anak-anak berat wajah gembira membuat dirinya mengingat masa lalunya.

*masa lalu Alex*

Ketika Alex masih kecil, dia sama sekali belum pernah pergi bertamasya bersama keluarganya, baik ke tempat-tempat indah, makan-makan, ataupun yang lainnya. Hal ini dikarenakan kondisi perekonomian keluarganya tidak memadai, sehingga membuat dirinya harus bekerja keras membantu kedua orang tuanya.

Meski dari awal kedua orang tuanya melarang untuk membantunya, namun karena Alex bersikeras mereka membiarkannya melakukan pekerjaan yang ringan. Terkadang, dia sengaja bekerja paruh waktu di malam hari, tanpa sepengetahuan kedua orang tuanya.

Dia juga belajar menabung uang sedikit demi sedikit dari hasil kerja kerasnya, hanya untuk meraih harapannya supaya bisa bertamasya seperti keluarga lainnya yang sering dilakukan setiap hari minggu.

Namun harapannya telah sirna, setelah kematian ayahnya yang terbunuh ketika habis kerja pada malam hari. Hal ini membuatnya sangat syok akibat kepergian ayahnya secara tiba-tiba.

Sampai hari ini pun, Alex mencari siapa yang telah membunuh ayahnya namun dia sama sekali tidak menemukan petunjuk apapun. Dan pada akhirnya dia mencoba untuk melupakan kejadian tersebut, dan bertekad supaya kejadian seperti itu tidak terulang kembali pada semua orang yang dia sayangi.

***

"Alex, Alex..." panggil ibu kepala panti asuhan, ketika melihatnya sedang melamunkan sesuatu.

"Ahhh iya ibu kepala." jawab Alex dengan sedikit tertawa.

"Apakah kamu baik-baik saja?" tanya ibu kepala panti asuhan.

"Aku baik-baik saja ibu kepala, hanya saja ketika melihat semua anak-anak sibuk membereskan persiapannya, aku teringat masa kecilku dulu." jawab Alex dengan tersenyum sambil menatap anak-anak.

"Ternyata begitu, aku mengira kamu kerepotan terus menerus melakukan hal ini di setiap bulannya." ucap Ibu kepala dengan nada rendah.

"Tidak tidak tidak. Hal seperti ini sama sekali tidak merepotkan ku ibu kepala. Bila anak-anak disini merasa senang, aku pun juga ikut senang." jawab Alex.

"Kalau begitu terimakasih atas segala bantuan yang telah diberikan pada panti asuhan ini. Bila kamu tidak ada, mungkin dari dulu panti asuhan ini sudah digusur." ucap Ibu kepala sambil membungkukkan setengah bagian tubuhnya.

Namun dengan cepat Alex memegang bahu ibu kepala panti asuhan, dan menahannya supaya tidak terlalu menghormatinya.

"Tolong jangan berbuat seperti itu ibu kepala, sudah semestinya aku menolong sesama. Hal ini aku lakukan supaya anak-anak selalu merasa bahagia, meskipun kedua orang tuanya telah tiada." ucap Alex sambil melepas kedua tangannya dari bahu ibu kepala panti asuhan.

"Kakak, kami semua telah selesai. Kapan kita berangkat?" panggil Olivia secara mendadak, lalu menanyakan keberangkatannya.

"Ahhh iya, kebetulan bus jemputan kita sudah tiba. Mari kita berangkat." ajak Alex pada anak-anak. "Kami semua pergi dulu ibu kepala." lanjutnya dengan mencium tangan ibu kepala pati asuhan, selayaknya seperti ibu kandungnya sendiri.

"Baiklah, hati-hati. Dan untuk anak-anak, jangan buat kakakmu ini kerepotan ya." jawab Ibu kepala panti asuhan dengan tersenyum, lalu mengingatkan anak-anak untuk tidak menyusahkan Alex.

"Baik ibu kepala." jawab anak-anak dengan serentak.

Tidak lama setelah itu, Alex beserta anak-anak dari panti asuhan mulai memasuki mobil sambil di absensi oleh salah satu pengurus. Disisi lain, ibu kepala panti asuhan sangat bersyukur atas apa yang sudah dilakukan oleh Alex.

...Bersambung......

...{Pemberitahuan Update}...

...Untuk sementara up eps terbaru tidak menentu, jadi author berharap untuk menjadikan novel ini favorit supaya kelanjutannya tidak ketinggalan....

...Jika berkenan dan bersedia jangan lupa untuk dukung author dengan Like, Komen, Vote, Rate novel ini serta saran dan bantuannya agar lebih semangat untuk crazy up. Pendapat anda sangat berharga bagi pemula seperti saya....

...Terimakasih 🙏...

1
Kezia
semangat thor
Kezia
aduuhh setelah sekian lama
Ahmad Najib
kenapa gak dilanjutin sih 😒
Ahmad Najib
author ingkar janji ih hampir 1 tahun gak di up episode nya
Ahmad Najib
astaga udah lama kok gak dilanjutin padahal cerita gak gak terlalu ngebosenin
Ahmad Najib
mana lanjutnya woi
Kezia
lanjuuuttt
⍣☙𝐶𝑙𝑙𝑎𝑠𝑠𝑖𝑐☕︎⍣
assalamualaikum, hadir kak..
semangat ya👏👏
🎱YenZ🍒
Mangatz Bang Boz 🏇🏇🏇
Ibn Edy
lanjut terus thor
system terkuat
lanjut
system terkuat
lanjut thor dan semangat terus
boy 🤦
ok thor
Ibn Edy
semangat terus thor
𝑳 𝑪: terimakasih support nya kak... 1 bab lagi sedang di review 🙏
total 1 replies
Nurul
bantai!!!bantai!!!
𝑳 𝑪: siap kak, nanti malam keluar 2 bab
total 1 replies
system terkuat
ok lanjut
𝑳 𝑪: siap kak, nanti malam keluar 2 bab
total 1 replies
boy 🤦
ok thor
boy 🤦: yap 🙏
total 2 replies
system terkuat
lanjut
𝑳 𝑪: siap kak, seperti biasa jam 21.00 wib 😇🙏
total 1 replies
boy 🤦
ok, tetap semangat
boy 🤦: ok 💪🙏
total 2 replies
boy 🤦
ok thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!