Tiga tahun lalu, Ye Chen, pewaris tunggal klan misterius terkuat di Yanjing sekaligus penguasa Kuil Naga Langit (Tianlong Dian)—organisasi militer, finansial, dan medis paling ditakuti di dunia—diserang oleh pengkhianat internal hingga mengalami luka dalam yang melumpuhkan meridiannya. Dalam kondisi sekarat dan hilang ingatan sementara di pinggiran Kota Jiangcheng, ia diselamatkan oleh seorang gadis berhati lembut bernama Su Qingxue.
Demi membalas budi sekaligus memulihkan kekuatannya secara diam-diam sesuai petunjuk mendiang kakeknya, Ye Chen bersedia masuk ke Keluarga Su (keluarga kelas tiga di Jiangcheng) sebagai menantu numpang hidup. Selama tiga tahun pernikahan di atas kertas, Ye Chen menyembunyikan taringnya: ia memasak, mencuci pakaian, dan menerima segala hinaan dari ibu mertua yang matre, ipar yang sombong, serta kerabat Keluarga Su yang memandangnya tak lebih dari sampah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27: Pesta Pindah Rumah & Berdirinya Grup Qingchen
Pukul dua belas siang, pelataran parkir di depan gerbang Vila Nomor Satu Puncak Awan dipenuhi oleh deretan mobil.
Nyonya Besar Su beserta seluruh kerabat Keluarga Su melangkah masuk ke halaman istana megah itu dengan langkah kaki yang gemetar dan kepala tertunduk hormat—sama sekali tidak ada lagi kesombongan yang biasa mereka tunjukkan kepada keluarga Su Dahai.
Sementara itu, Liu Lanfang mengenakan gaun sutra termewah yang baru ia beli, duduk di kursi utama teras taman sambil menyeruput teh sarang burung walet dan menerima kotak-kotak hadiah dari tangan Nyonya Besar Su dan kakak iparnya!
"Aduh, Kakak Ipar Pertama, sandalmu itu agak kotor ya? Sebelum masuk ke ruang tamu marmer Italia milik menantuku Ye Chen, tolong pakai pembungkus sepatu dulu supaya lantainya tidak tergores!" perintah Liu Lanfang sambil menunjuk Su Guoliang dan Su Meimei dengan dagu terangkat tinggi.
Wajah Su Meimei dan orang tuanya memerah menahan malu yang luar biasa, namun mereka hanya berani menunduk patuh: "Baik, Adik Ipar Kedua! Kami pakai pembungkus sepatunya sekarang!"
Su Haoran bahkan hanya berani berdiri di sudut halaman dekat kolam ikan seperti seorang pelayan, tidak berani mendekati meja utama tempat Ye Chen duduk.
Namun kejutan bagi Keluarga Su siang itu baru saja dimulai.
Tepat pukul setengah satu siang, suara deru iring-iringan mobil mewah terdengar dari gerbang luar!
Satu per satu tokoh raksasa Kota Jiangcheng melangkah masuk ke halaman Vila Nomor Satu dengan membawa karangan bunga emas dan hadiah bernilai jutaan yuan: Pertama, Kepala Keluarga Song, Song Zhentian, bersama ayahnya Kakek Song Tianming! Kedua, Tabib Ilahi Gu Changsheng dari Provinsi Jiangnan! Ketiga, Presiden Grup Shengshi, Qin Wan'er! Keempat, Direktur Grup Otomotif Hongda dan pemilik Klub Royal Gold, Bos Hu Biao!
Melihat deretan tokoh puncak yang biasanya hanya bisa dilihat di layar televisi lokal itu berbaris rapi dan membungkuk hormat memberi selamat kepada Ye Chen dan Su Qingxue, Nyonya Besar Su hampir pingsan karena syok!
Di hadapan seluruh tamu terhormat yang hadir di taman Vila Nomor Satu siang itu, Qin Wan'er dan Song Zhentian maju memberikan pengumuman resmi:
"Hadirin sekalian, hari ini selain merayakan kepindahan Tuan Ye dan Nyonya Su ke Istana Puncak Awan, kami dari Grup Shengshi dan Grup Song secara resmi mengumumkan berdirinya perusahaan mandiri milik Nona Su Qingxue—yaitu Grup Qingchen (Qingchen Group)!"
Qin Wan'er menyerahkan dokumen lisensi bisnis dan kunci gedung kantor baru setinggi dua puluh lantai di pusat kawasan bisnis Jiangcheng kepada Su Qingxue. "Mulai hari ini, baik proyek Kota Baru Jiangnan maupun divisi farmasi kosmetik baru Nona Su akan beroperasi penuh di bawah bendera Grup Qingchen, dengan dukungan modal awal sebesar dua ratus juta yuan dari konsorsium kami!"
Prok! Prok! Prok!
Tepuk tangan membahana di atas puncak bukit tertinggi Kota Jiangcheng!
Su Qingxue berdiri di samping Ye Chen, menatap nama "Qingchen"—gabungan dari satu kata namanya (Qing) dan satu kata nama suaminya (Chen)—dengan mata berkaca-kaca penuh kebahagiaan. Dalam waktu kurang dari satu minggu sejak ulang tahun neneknya, hidupnya yang tadinya penuh tekanan kini telah berbalik seratus delapan puluh derajat bak mimpi indah!
Tiga hari berlalu sejak kepindahan mereka ke Vila Nomor Satu Puncak Awan.
Di laboratorium utama gedung Grup Qingchen, Su Qingxue bersama tim peneliti farmasi dan Tabib Ilahi Gu Changsheng—yang secara sukarela mengajukan diri menjadi Kepala Penasihat Medis Grup Qingchen demi bisa belajar dari Ye Chen—sedang melakukan uji klinis tahap akhir terhadap produk perdana mereka: Salep Giok Salju.
Untuk membuktikan khasiat salep tersebut secara langsung, Su Qingxue mengundang sepuluh jurnalis kecantikan terkemuka dan seorang sukarelawan wanita yang memiliki bekas luka bakar sepanjang lima sentimeter di pipinya sejak lima tahun lalu.