NovelToon NovelToon
KITAB SENJA SEMBILAN LANGIT

KITAB SENJA SEMBILAN LANGIT

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Seratus ribu tahun setelah Perang Senja yang memusnahkan para Dewa Asli dan Iblis Primordial, para "Penguasa Abadi" di Sembilan Langit menjadikan dunia fana sebagai ladang ternak spiritual yang dipanen setiap sepuluh ribu tahun. Lin Xuan, seorang murid yatim piatu dari Sekte Pedang Awan Biru yang dikhianati dan diambil Akar Spiritualnya demi menghidupkan putra mahkota sekte, dibuang ke dasar Jurang Tulang Iblis. Di ambang kematian, darahnya menyalakan Lentera Abu Senja—pusaka terlarang peninggalan Dewa Senja terakhir—yang membentuk kembali tubuhnya dengan Meridian Kembar Dewa-Iblis. Dengan menggenggam pedang di satu tangan dan api senja di tangan lain, Lin Xuan merangkak naik dari dasar jurang untuk menumbangkan sekte-sekte munafik, menyatukan ras Iblis dan Manusia, serta meruntuhkan takhta palsu di Sembilan Langit.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 6: Lorong Tulang Purba dan Sarang Laba-Laba Wajah Hantu

​Semakin jauh Lin Xuan menyusuri tepian sungai bawah tanah, lorong Jurang Tulang Iblis semakin melebar menyerupai dunia bawah tanah yang terlupakan.

​Di Lapisan Kedua jurang ini, langit-langit gua yang tingginya ratusan tombak dipenuhi oleh batu-batu kristal pendar berwarna ungu redup, memberikan penerangan remang-remang yang membuat suasana tampak semakin mencekam. Yang lebih mengerikan, tanah yang dipijak Lin Xuan bukanlah batu biasa, melainkan hamparan kerangka raksasa dari makhluk-makhluk purba yang ukurannya sebesar bukit kecil, bercampur dengan tulang-belulang para kultivator manusia dari zaman ribuan tahun silam.

​Miasma Iblis Kuno di Lapisan Kedua ini tiga kali lipat lebih pekat daripada di tempat Lin Xuan jatuh tadi. Kultivator Pemurnian Qi Lapisan Kesembilan biasa tidak akan sanggup bertahan lebih dari setengah jam di sini. Namun bagi Lin Xuan, setiap langkah yang ia ambil justru memperkuat fisiknya karena dua belas Meridian Iblis di sisi kiri tubuhnya terus-menerus menghisap miasma tersebut secara otomatis.

Setelah berjalan sejauh sepuluh mil menelusuri tepian sungai, langkah kaki Lin Xuan tiba-tiba berhenti di depan sebuah percabangan lorong yang menyerupai hutan stalaktit tulang.

Di sela-sela pilar tulang raksasa itu, membentang ribuan helai benang sutra berwarna perak keabu-abuan setebal jari kelingking.

Srak... srak... srak...

Suara gesekan ratusan kaki berbulu yang merayap di atas batu terdengar dari balik kegelapan langit-langit gua. Lin Xuan mendongak dan melihat pemandangan yang mampu membuat bulu kuduk kultivator mana pun merinding:

Di atas jaring-jaring raksasa itu, bergelantungan lebih dari seratus ekor laba-laba hitam seukuran roda kereta kuda! Di punggung setiap laba-laba itu terdapat corak alami berwarna putih pucat yang persis menyerupai wajah manusia yang sedang menangis dan menyeringai bersamaan.

"Laba-Laba Wajah Hantu, mata Lin Xuan menyipit mengenali binatang buas iblis tersebut dari catatan perpustakaan sekte. "Setiap ekor laba-laba dewasa setara dengan kultivator Pemurnian Qi Lapisan Kelima hingga Ketujuh, jaringnya sekeras kawat baja, dan racunnya dapat melumpuhkan saraf dalam tiga detik."

Biasanya, seorang kultivator yang waras akan langsung memutar balik begitu melihat sarang koloni Laba-Laba Wajah Hantu sebesar ini. Namun pandangan Lin Xuan justru tertuju pada sebuah altar batu tua yang berada tepat di tengah-tengah hutan jaring tersebut.

Di atas altar batu itu, duduk sebuah kerangka manusia berjubah hitam kusam yang sudah tidak membusuk meski telah mati ratusan tahun. Tulang-belulang kerangka itu berwarna perak kehitaman—tanda bahwa semasa hidupnya, orang tersebut setidaknya adalah kultivator tingkat akhir Pembangunan Fondasi atau bahkan Inti Emas yang telah menempa tulangnya!

Di pangkuan kerangka perak itu, terletak sebuah gulungan bambu giok hitam dan sebuah cincin perunggu kuno.

"Warisan kultivator kuno..." bisik Lin Xuan. Saat ini, meskipun ia memiliki Kitab Sutra Dewa-Iblis Sembilan Putaran sebagai teknik kultivasi inti, ia belum memiliki teknik gerak kaki dan jurus serangan jarak dekat yang sepadan dengan kekuatan meridian kembarnya.

Namun sebelum ia bisa mendekati altar itu, ratusan Laba-Laba Wajah Hantu di langit-langit gua telah mencium aroma darah manusia yang segar!

KIIIIIEEEEEK!

Namun sebelum ia bisa mendekati altar itu, ratusan Laba-Laba Wajah Hantu di langit-langit gua telah mencium aroma darah manusia yang segar!

KIIIIIEEEEEK!

Puluhan Laba-Laba Wajah Hantu di barisan terdepan menjatuhkan diri dari langit-langit sambil menyemburkan jaring perak beracun dari mulut mereka, menutup seluruh ruang gerak di sekitar Lin Xuan!

"Kebetulan sekali. Dua butir Pil Darah Senja di kantongku masih kurang untuk menembus Lapisan Kedelapan," senyum tipis terukir di sudut bibir Lin Xuan.

Ia tidak menggunakan pedang patahnya terlebih dahulu, melainkan mengangkat tangan kirinya ke depan. Di dalam lautan kesadarannya, Lentera Abu Senja bergetar, mengalirkan seberkas tipis Api Abu Senja ke telapak tangan kiri Lin Xuan!

"Bakar!"

Lin Xuan mengibaskan telapak tangan kirinya. Seberkas gelombang api abu-abu yang tampak tenang namun mengandung panas pemusnah dari zaman purba menyapu jaring-jaring perak yang melesat ke arahnya.

ZRRRRTTTT!

Jaring Laba-Laba Wajah Hantu yang terkenal tidak mempan dibakar api biasa itu langsung terbakar habis bagaikan kertas kering begitu tersentuh Api Abu Senja! Api abu-abu itu bahkan merambat balik melalui benang jaring dengan kecepatan kilat, langsung membakar belasan Laba-Laba Wajah Hantu di barisan depan hingga menjerit-jerit dan jatuh menjadi abu!

Melihat api misterius yang sanggup membakar jaring koloni mereka dengan begitu mudah, ratusan Laba-Laba Wajah Hantu lainnya sempat mundur ketakutan. Kesempatan tiga detik itu langsung dimanfaatkan Lin Xuan untuk melesat bak anak panah menembus celah pilar tulang dan melompat naik ke atas altar batu tempat kerangka perak itu duduk!

1
Aman Wijaya
mantab Thor lanjut terus
Aman Wijaya
jooooz kotos kotos pooolll lanjut terus
Aman Wijaya
gaaas pooolll Thor 💪💪💪
Ilham Yono
mulai terkuak...jadi diri
Ilham Yono
hem....good jobs boys
Ilham Yono
ketakutan?¿!
Ilham Yono
wkwkwkwk ...ketemu pengkhianat
Ilham Yono
teror awal dii mulai
Ilham Yono
mati saja kau
Ilham Yono
bantai bantai
Ilham Yono
lengkap sudah boys
Ilham Yono
menarik....👻
Ilham Yono
bantai.. bantai
Ilham Yono
berjuang boys
Ilham Yono
pembantaian di mulai
Ilham Yono
nice kontrak
Ilham Yono
wadidaw....sekali liat langsung serang...betina sadis 👻
Ilham Yono
lanjut thor
Ilham Yono
nice
Ilham Yono
balas dendam di mulai
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!