NovelToon NovelToon
Mahkota Kedua Adelia

Mahkota Kedua Adelia

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ragan Fian

Selama 15 tahun, Adelia Zuri Latisha mengabdi penuh sebagai istri, melepas karier dan tampil sederhana demi menghemat pengeluaran keluarga. Namun, pengorbanannya dibalas pengkhianatan menyakitkan. Sang suami, Arkananta Ethan Pradana, berselingkuh dengan Clara Selvania, rekan kerjanya yang muda dan menawan. Arkananta menceraikan dan mengusir Adelia tanpa harta sedikit pun, mencapnya "ketinggalan zaman" dan tidak selevel lagi. Dihina oleh mantan mertua, Adelia menolak terpuruk. Mengandalkan keahlian menjahitnya di masa muda, ia bangkit merintis bisnis hingga bertransformasi menjadi pemilik butik ternama yang anggun dan berwibawa. Saat roda berputar, Arkananta bangkrut akibat ulah Clara yang boros. Ketika sang mantan suami datang bersimpuh memohon rujuk, ia harus menelan pil pahit. Adelia telah menemukan kebahagiaan sejati bersama pria mapan lain yang jauh lebih menghargainya, sementara karma instan bersiap meruntuhkan kesombongan mantan mertuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ragan Fian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rumah Baru

"Bagaimana, Kenzie? Kunci Pintunya sudah pas belum?" tanya Adelia sambil menaruh kardus pindahan terakhir di atas lantai ruang tamu.

Kenzie, yang berdiri di teras rumah baru berhalaman rumput hijau itu, memutar anak kunci di lubang pintu utama dengan senyum lebar terkembang di wajahnya. "Pas banget, Bu! Pintunya mulus, nggak macet sama sekali."

Hari itu menjadi momen yang paling ditunggu-tunggu oleh keluarga kecil tersebut. Adelia membelikan sebuah rumah baru yang asri dan luas untuk Kenzie dan Kayla dari hasil usahanya sendiri selama membangun label Zuri Couture.

Setelah bertahun-tahun hidup dalam tekanan, diusir tengah malam, dan tinggal di ruko sempit penuh keterbatasan, kerja keras Adelia akhirnya membuahkan hasil nyata berupa tempat tinggal yang nyaman, aman, dan jauh dari bayang-bayang masa lalu.

Kayla berlari kecil masuk ke dalam rumah sambil melompat kegirangan, menjelajahi setiap sudut ruangan yang bercat warna krem lembut. "Ibu! Kamar Kayla besar banget! Ada jendela besarnya menghadap ke taman depan!" seru gadis kecil itu kegirangan.

Adelia menyusul langkah putrinya, tersenyum hangat melihat binar kebahagiaan di mata kedua anaknya. "Suka, sayang? Nanti kita atur sama-sama ya mau diisi furniture warna apa kamarmu."

Kenzie berjalan mendekati ibunya, lalu memeluk pundak wanita paruh baya itu erat-erat. Tidak mampu menahan gejolak emosi di dadanya, anak-anak menangis terharu melihat perjuangan luar biasa dari ibu mereka tercinta yang banting tulang siang dan malam tanpa kenal lelah demi masa depan mereka.

"Terima kasih banyak, Bu... Kenzie benar-benar tidak menyangka kita bisa punya rumah sendiri sebagus ini," ucap Kenzie dengan suara bergetar haru, menyembunyikan wajahnya di bahu ibunya.

Adelia mengelus punggung putranya dengan penuh kasih sayang, matanya sendiri ikut berkaca-kaca menahan haru.

"Sama-sama, Nak. Ini semua berkat doa kalian juga yang selalu sabar nemenin Ibu waktu kita susah dulu."

Di ambang pintu utama, suara deru mesin mobil SUV hitam yang berhenti di halaman menghentikan obrolan mereka. Rayhan keluar dari balik kemudi sambil membawa beberapa kotak kardus besar berisi peralatan dekorasi taman.

Pria itu melangkah masuk ke dalam rumah dengan senyum ramah menyapa Kenzie dan Kayla. "Wah, rumahnya asri sekali. Pintar sekali memilih lokasi,Del!"

"Eh, Om Faris! Ayo masuk, Om!" sambut Kayla antusias sambil menarik ujung kemeja pria itu.

Tanpa canggung sedikit pun, Faris langsung menggulung lengan kemejanya dan ikut terjun membantu keluarga itu.Faris membantu proses pindahan rumah dan memasang dekorasi taman bersama anak-anak di halaman belakang.

Pria itu dengan telaten menanam beberapa pot bunga mawar merah dan menyusun batu kerikil putih di sepanjang jalan setapak taman.

"Kenzie, coba pegang sisi kiri pot ini biar tidak miring waktu diisi tanah," instruksi Faris sambil mengangkat kantong kompos bersama remaja tersebut.

"Siap, Om! Biar Kenzie yang ratakan tanahnya," jawab Kenzie sigap, bekerja sama dengan Faris layaknya seorang ayah dan anak kandung.

Adelia yang sedang merapikan tirai jendela ruang tamu memerhatikan interaksi hangat di halaman belakang dari balik kaca. Suasana hangat penuh kasih sayang kini menyelubungi kehidupan baru keluarga kecil Adelia, menghapus seketika sisa-sisa trauma dan rasa lelah yang sempat menumpuk di pundaknya selama bertahun-tahun. Tidak ada lagi ketakutan akan diusir tengah malam atau ancaman dari orang-orang masa lalu; yang ada hanyalah ketenangan dan tawa renyah anak-anaknya.

Menjelang sore hari, pekerjaan merapikan rumah dan menata taman selesai dengan sempurna. Keempatnya duduk bersila di atas karpet ruang keluarga yang baru, menikmati hidangan kue basah dan teh hangat yang disiapkan Adelia di atas meja kayu minimalis.

"Capek ya, Mas Faris? Terima kasih banyak,sudah repot-repot bantu seharian dari pagi," ucap Adelia tulus sambil menyodorkan cangkir teh hangat ke hadapan pria itu.

Faris menerima cangkir tersebut dengan senyuman ramah. "Sama sekali tidak repot,Del. Saya justru senang bisa ikut merayakan hari penting kalian. Rumah ini nyaman sekali, auranya positif."

"Iya dong, Om! Nanti sore-sore kita bisa ngopi atau ngeteh di taman belakang bareng Om Faris terus!" seru Kayla bersemangat, membuat Kenzie tertawa kecil menggoda adiknya.

Adelia tersipu malu mendengar celetukan polos putrinya, sementara Faris tertawa renyah menanggapinya dengan santai. Di dalam keheningan hatinya, Adelia mengucap syukur mendalam atas takdir manis setelah badai besar dalam hidupnya.

Ia tidak pernah menyangka bahwa di balik reruntuhan rumah tangganya yang dulu hancur lebur, Tuhan menyiapkan jalan hidup yang jauh lebih indah, damai, dan penuh penghormatan.

Namun, di tengah gelak tawa dan kehangatan sore itu, nada dering ponsel pintar Adelia yang tergeletak di atas meja mendadak berdering nyaring memecah keheningan ruangan.

Adelia melirik layar ponselnya sekilas, dan keningnya langsung berkerut dalam. Nama nomor tak dikenal dari kantor kepolisian wilayah kota tertera jelas di layar panggilan.

 

1
sunaryati jarum
Mantaaap /Good//Good//Good/
sunaryati jarum
Enak saja minta rujuk, setelah melihat Adel sukses coba jika tidak sukses apa minta rujuk
sunaryati jarum
Rasain Arkananta
sunaryati jarum
, Clara dasar orang iri sudah dalam sel ,masih tidak merasa salah
sunaryati jarum
Semoga toko barumu juga banjir pelanggan,Adel.Heran emak yang jalang itu Clara kok neriakin orang lain, sebagai jalang
sunaryati jarum
Memangnya apa yang kau berikan pada istri dan anak -anakmu Arkananta.Mereka kamu usir, anakmu kamu menggelar pesta.Setelah kamu jatuh baru ingat mereka
sunaryati jarum
Selamat menempati rumah barumu Adel
falea sezi
laki g tau diri🤣
sunaryati jarum
Suka
sunaryati jarum
🤣🤣🤣🤣
sunaryati jarum
Selamat Adelia pemeran busana kamu sukses
sunaryati jarum
🤣🤣🤣🤣 itu wanita pilihan kamu, Arkananta.Wanita yang kau puja hingga menelantarkan anak istrimu,bahkan saat putramu dirawat di rumah sakit kamu malah pesta dengan selingkuhan kamu itu.Terima dan nikmati hasil keputusan kamu.
sunaryati jarum
Sudah punya anak remaja tapi Yuri masih muda dan cantik,mungkin dulu nikah muda ,ya.
sunaryati jarum
Istrimu Clara yang kau bela mati- matian itu yang menjual ke perusahaan lain demi gaya hidupnya.
sunaryati jarum
Walau bertolak belakang dari kemanusiaan tindakan kalian sudah benar.Apalagi masih mengungkit tentang balas budi.Istri dan anak itu wajar di rumah suami harus bukan hutang budi.
sunaryati jarum
Selamat Yuri semoga makin berkembang
sunaryati jarum
Sifat iri dengki yang direalisasikan dengan merusak barang milik orang lain harus diganti berlipat ganda.
Semoga usaha butik semakin berkembang dengan dukungan Pak Faris ,Adel
ginevra
kamu ngak ingat ya habis bentak2 anak-anak kamu dan memperlakukan ibunya kasar di depan matanya. begitukah kamu masih mau dipanggil ayah?
Pencari Cerita
baru sebulan udh berasa kan Arkan, udh bagus adelia yang setia.malah cari mafia😄
iorlif
bakalan cepat nih cerai mereka, terus menyesal arkananta menyesal karena menceraikan Adelia
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!