Cerita ini mengisahkan tentang dua wanita (GxG, Lesbian ) jangan di baca kalau tidak suka, skip saja... 🥰🥰
Eli Sharafina seorang gadis berusia 18 tahun, dengan sifat rendah hati, ceria dan baik. ia memiliki Sahabat yang sangat baik yaitu Cherly Angeline seusianya dari keluarga orang kaya, Dengan sifat pendiam, baik dan datar.
Saat Eli dengan sahabat baiknya, Cherly. di sekolah yang sama kehidupan mereka berdua terasa baik-baik saja. Tidak ada yang membuat mereka pecah dengan orang ketiga. namun saat kelulusan sekolah sudah selesai. Eli dapat kabar bahwa Cherly akan pergi keluar negeri untuk melanjutkan sekolahnya masuk kuliah universitas kedokteran. setelah dapat kabar itu, kehidupan Eli terasa kosong, hampa dan kesepian, tidak ada ketawa ceria, bercanda dan kebersamaan.
5 tahun kemudian saat Eli usia 23 tahun di kaget kan berita heboh di televisi, ia terkejut melihat sahabatnya, Cherly. bertunangan dengan seorang pria pilihan ayahnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon as2357zzjdj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 9 Dengarkanlah sayang hidupku hanya kamu
langit cerah terlihat indah suasana seruan kendaraan mendengar suara Kelakson terhenti di lampu merah pertigaan jalan, sebuah gedung apartemen yang di tempati cherly tampak mewah dan megah hanya kusus untuk orang kaya seorang elit. suasana hening di rasakan cherly saat melangkah mendekat meja makan, sempat berfikir mungkin saja eli sudah pulang ke rumahnya.
dengan sudah mengenakan pakaian dress sexynya ia duduk di kursi depan meja, ramput terurai panjang sepungung halus lembut berwarna hitam dengan wangi segar bunga mawar rosa spp aroma khas semerbak yang sudah semprotan parfum di tubuh bajunya.
di luar pintu tampak eli terbangun dari tidurnya saat mencium aroma parfum begitu khas, semalaman dirinya tidur di luar duduk depan pintu ia masih menunggu cherly untuk bisa tinggal bersamanya, tapi semalam tertidur tanpa ia sadar. saat ingin beranjak.
Bung...
Suara benturan di punggung Eli cukup keras
"aduhhh" seketika tercengan hingan terbaring dengan menahaan sakit di punggung tiba-tiba saja pintu terdorong kebelakang hinga jatuh.
cherly terkejut melihat eli masih ada di luar pintu dengan raut wajah heran.
"hay...." sapa eli senyum manis masih terbaring dengan ekpresi baik-baik saja.
cherly tidak menyangka ternyata masih menunggu dan masih tetap di pintu, dengan nafas berat melirik ke samping
eli beranjak berdiri, aroma wangi parfum ternya berasal dari cherly tentu membuat eli sangat suka apa lagi tampilan cherly terlihat cantik dan sexy semakin tergoda melihatnya. Eli memperhatikan tampilan Cherly hanya terdiam bengong ternyata terlihat dewasa dan sempurna
"tidur di luar!?" tanya cherly sinis
"iya..lah..kamu tega padaku..tidak izinin aku tinggal terpaksa deh...aku tidur di sini" ucap eli hanya beralasan
Cherly menggeleng kepala tangan yang masih pegang gagang pintu (Pull Handle) ingin menutup namun\_\_\_\_
"etttthh.... jangan di tutup dong... ". Eli mencegahnya sambil ekpresi cemberut
Cherly pun berhenti terdiam
" Ayolah... izinin aku tinggal dengan mu... boleh iya... Satu bulan... aja.. ko... enggak lama... boleh iya... iyya... " Eli memohon dengan telapak tangan menyatu menempel sambil berekspresi memohon manis pada Cherly.
Sesuatu di perasaan Cherly melihat wajah Eli terlihat manis hingga terdiam terpaku godaan Eli yang sangat tidak bisa Cherly tolak yaitu ekpresinya yang imut manis. Berlahan menghela nafas dengan berat hati di sertai penjamkan mata, kembali terbuka dengan perasaan lapang dada menerima Eli tinggal di apartemen mengganguk pelan.
"Aaaah... Makasih. ". langsung subringah senang memeluk Cherly. Eli bahagia perjuangannya tidak sia-sia.
" Lepaskan ". Minta Cherly dengan kesal mendorong tubuh Eli dengan pelan.
" Terimakasih... aku janji tidak akan menyentuh apapun". Ucapnya langsung melangkah masuk sambil membaw kopernya.
"Huuffftt.. " Dengan rasa khawatir Cherly berlahan menutup pintu berbalik melangkah menghampiri Eli.
Eli bahagia akhirnya bisa bersama Cherly tanpa harus menyamar apa pun. setidaknya kali ini berhasil, ia duduk di sofa dengan santai, Cherly datang dengan kedua tangan melipat di bawah dadanya.
"Dengar iya... jangan macam-macam di apartemen ini. Kalau sampai kamu lakukan kekacauan di apartemen... saya tidak akan membiarkan kamu bisa tinggal di sini lagi, Mengerti!! ". Tegas Cherly
" Siap Bos" tangan nya Hormat dengan serius.
Eli tahu tempat gedung apartemen ini Cherly yang memilikinya dia adalah CEO. entah beberapa perusahaan di miliki Cherly selain rumah sakit dan apartemen. dia sangat luar biasa dan bukan orang sembarangan. Dan sejujurnya Eli sangat penasaran tempat tinggal asli Cherly yaitu rumah\_\_\_\_seperti apa rumah yang di miliki keluarga Cherly mungkin mewah dan besar tidak sebesar apartemen ini pastinya.
******
******
******
Kemudian beberapa menit, tampak Eli menyalakan musik di sepiker sambil menari-nari senang. Setelah Cherly pergi berangkat ke rumah sakit, Eli langsung bersenang-senang di dalam apartemen Cherly, terlihat bahagia menikmati suasana apartemen mewah ini. Sambil bernyanyi menari bahagia seruan musik keras di dalam ruangan apartemen berjalan dengan senang bahagia. Eli memutuskan untuk mandi setelah menari sambil bernyanyi ia mencium ketiak\_\_\_
"hemmmm!! Asem.... ". Ucapnya
Setelah melepaskan baju kini dirinya memakai juba handuk dari Cherly, melangkah menghampiri bak mandi besar berwarna putih halus dekat dengan jendela kaca. Ia pun melepaskan ikatan pingang melepaskan juba handuk di tubunnya terlihat kulit mulus, putih dengan rambut di gulung ikat kebelakang kaki kanan masuk ke dalam bak mandi ia duduk dengan berlahan menyalakan kera air berlahan belakang punggung menempel dengan santai
"Aaaaah... nyamannya". Senyum bahagia Eli menikmati dengan nyaman.
Sementara itu, Cherly lupa ponselnya tertinggal di apartemen, dengan terpaksa ia harus kembali ke apartemen untuk mengambil ponsel, berjalan cepat di lorong apartemen langkah kaki terdengar di lorong yang kosong.
Sesampainya di depan pintu terdengar suara musik cukup keras membuatnya kesal, ia dorong pintu melangkah masuk, terdiam sejenak saat melihat sekeliling namun tidak ada Eli hanya musik keras di sepiker nya. Cherly pun melangkah menghampiri sepiker langsung ia tekan stop. Ia heran kemana Eli berada kenapa sepikernya dia biarkan menyala.
Cherly memasuki kamar namun tidak ada siapapun terlihat kosong dan hening, ia melangkah ke pintu kamar mandi, saat hendak buka pintu.
"Aaaaaggrrrhhh!! ". Terkejutnya Eli melihat Cherly ada di depannya saat pintu di buka
busss
Handuk yang ia pegang seketika lepas dan jatuh kebawah.
Cherly yang lihat hanya terdiam kaku
" Aaarrgghh!! ". Eli teriak kaget lagi bergegas ambil handuk yang jatuh langsung ia pakai menutup tubuhnya
Cherly pun penjamkan mata dengan hembuskan nafas
"Heuyy... bikin kaget" Ucap Eli
"Lagian kenapa menyalakan sepiker sangat keras"
"Hanya cuman senang-senang, apa tidak boleh". Ucap bete
" Bukan begitu... kalau lagi mandi setidaknya matikan lebih dulu".
"iya maaf lupa aku... terus kenapa balik lagi!? ".
" ponsel ku tertinggal, aku cuman mengambil ponsel ".
" Terus kenapa ke kamar kalau hanya sekedar ponsel ".
" Musik menyala tapi tidak ada orangnya hanya memastikan".
"ouuhn... aku kira kamu kangen sama aku".
" apaan sih... "
Cherly berbalik saat hendak ingin melangkah
"Ettt... ". Eli pegang pergelangan tangan Cherly langsung ia tarik dan peluk Cherly dengan erat
Cherly terkejut dirinya peluk erat terkunci.
" Apa-apaan sih... lepaskan!! "Minta tegas Cherly
Kedua tangan Cherly berada di dada Eli mencoba dorong kuat namun ternyata peluk kan Eli sangat terkunci kuat tidak segampang ia bayangkan. Cherly terus dorong dan bergerak
" Percuma... Lebih baik dia saja". Senyum Eli mengoda
"Kamu mau apa sih... jangan main-main..". tegas Cherly sambil gerakan tubuhnya agar bisa lepas
" Hemmm. ayolah... Cherly apa kamu tidak rindu padaku!? ". Eli cukup sedih melihat Cherly tidak pernah peduli
Cherly terdiam berfikir sejenak kalau jujur sebenarnya sangat merindukan sosok Eli tapi Cherly tidak bisa mengatakannya sesuatu yang harus ia jaga.
hai kak, mampir juga di novelku ya,😊