NovelToon NovelToon
Terikat Darah Dengan Tuan Muda

Terikat Darah Dengan Tuan Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Teen / Action
Popularitas:502
Nilai: 5
Nama Author: Rhea Vey

Clara hanyalah seorang gadis penderita anemia kronis yang terjebak utang almarhumah ibunya. Demi melunasi utang tersebut, ia terpaksa menjadi asisten pribadi sekaligus "penawar tidur" bagi Arsen Baskara—Tuan Muda yang dingin, kejam, dan menderita insomnia parah.
Di bawah satu atap, Arsen bertindak sangat posesif dan mendominasi Clara. Namun anehnya, setiap kali Arsen berhasrat melangkah lebih jauh, benteng penolakan ghaib di dadanya selalu bergejolak. Rasa penasaran berlanjut ketika orang-orang di sekitar mereka menyadari kemiripan garis wajah dan kebiasaan refleks yang ganjil di antara keduanya.
Saat Baskara—sang penguasa kejam klan Baskara—pulang untuk memburu dokumen masa lalu, terungkaplah rahasia terlarang yang paling mendalam: Clara bukan sekadar pelayan, melainkan adik kandung Arsen yang dulu melarikan diri bersama ibunya demi menghindari paksaan aborsi akibat fitnah perselingkuhan.
Di antara jeratan posesif sang Tuan Muda, ancaman pembunuhan dari ayah mereka sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rhea Vey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 4: BATAS-BATAS KEKUASAAN

Cengkraman jemari Arsen di pergelangan tangan Clara terasa dingin dan teramat tegap. Tanpa mengindahkan pandangan penuh tanda tanya dari murid-murid lain di sepanjang koridor, Arsen menyeret langkah Clara menuju area belakang gedung sekolah—sebuah area sepi di dekat tangga darurat yang jarang dilalui orang.

"Arsen, lepas! Sakit!" meringis Clara berusaha menghempaskan tangannya.

Efek anemia yang diidapnya membuat dorongan fisik Clara tak berdampak apa pun pada Arsen. Begitu sampai di sudut koridor sepi, Arsen melepaskan cengkeramannya dan membalikkan badan secara mendadak. Ia menghimpit tubuh Clara ke dinding, menguncinya dengan kedua lengan tegapnya.

Napas Arsen yang hangat bertabrakan dengan hembusan napas Clara yang memburu. Matanya yang tajam bagai bilah pisau menatap lurus ke dalam manik mata Clara yang bergetar ketakutan.

"Sudah kubilang, bukan?" suara Arsen rendah, penuh penekanan yang menakutkan. "Di sekolah ataupun di rumah, kamu adalah milikku. Siapa yang memberimu izin tertawa dan bicara sedekat itu dengan Dion?"

Clara berusaha menahan degup jantungnya yang maraton. "Dion itu teman lamaku, Arsen! Dia cuma khawatir dengan keadaanku—"

"Aku tidak peduli!" potong Arsen cepat, suaranya naik satu oktav. "Kamu ada di sini karena utang ibumu yang kulunasi. Kamu bekerja padaku! Jangan pernah mencoba menjalin hubungan dengan laki-laki lain di belakangku, apalagi memanfaatkan Dion untuk mencari simpati!"

"Aku tidak mencari simpati siapa pun!" Clara memberanikan diri menatap mata Arsen, meski keberanian itu tertatih-tatih di balik fisiknya yang rapuh. "Aku tahu diri, Arsen. Aku tahu aku hanya pelayan pribadi yang kamu bayar untuk melunasi utang. Tapi Dion cuma teman. Kamu tidak punya hak melarangku bicara dengan siapa pun!"

Tatapan Arsen kian menggelap. Ada gejolak amarah yang mendidih di dadanya, namun di saat yang sama, melihat mata Clara yang memancarkan keteguhan di balik bibirnya yang pucat, ada rasa kagum aneh yang menyelinap. Gadis ini tidak seperti pelayan-pelayan di rumahnya yang selalu gemetar dan menangis histeris. Clara bertahan dan melawan.

Arsen memajukan wajahnya sedikit lagi. Untuk sekejap, matanya turun menatap bibir tipis Clara yang agak kering. Dorongan aneh dari dalam dirinya seolah membisikkan perintah untuk menyatukan bibir mereka, mengklaim gadis itu sepenuhnya agar tidak ada laki-laki lain yang berani menyentuhnya.

Arsen mulai memiringkan kepalanya, mendekatkan wajahnya.

Namun, tepat saat jarak di antara mereka tinggal beberapa senti, sebuah sensasi aneh mendadak menghantam dada Arsen. Hatinya seperti bergejolak hebat, diiringi rasa penolakan batin yang mendalam—seolah ada garis batas ghaib yang tebal membentang di antara mereka, berteriak melarangnya untuk melangkah lebih jauh.

Niat Arsen mendadak runtuh begitu saja. Tangannya yang semula mengunci dinding mengepal erat, lalu secara refleks ia menarik tubuhnya mundur dua langkah.

Arsen mengepalkan tangannya di saku celana, mencoba menutupi kebingungan atas reaksi tubuhnya sendiri. Kenapa? Kenapa rasanya salah sekali? batinnya gusar.

"Ingat batasanmu, Clara," ucap Arsen dingin, membelakangi Clara untuk menyembunyikan raut wajahnya yang terusik. "Sekali lagi kulihat kamu dekat-dekat dengan Dion, aku tidak akan segan-segan membuat Dion dan keluarganya menanggung akibatnya."

Tanpa menunggu balasan Clara, Arsen melangkah pergi meninggalkan gadis itu yang bersandar lemas di dinding koridor, mengelus pergelangan tangannya yang memerah.

Sementara itu, di sudut tangga darurat lantai atas, Dion berdiri diam. Ia memperhatikan seluruh interaksi antara Arsen dan Clara dari balik bayangan.

Mata Dion menyipit tajam. Ia mengenali tatapan ketakutan di mata Clara. Ada ikatan dan tekanan tak wajar yang mencengkeram gadis itu. Dion mengepalkan jemarinya kuat-kuat.

"Apa yang sebenarnya kamu sembunyikan, Clara?" bisik Dion lirih. "Aku pasti akan mencarinya tahu."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!