NovelToon NovelToon
Manusia Vs Setan

Manusia Vs Setan

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Horor
Popularitas:551
Nilai: 5
Nama Author: David Purnama

Setan adalah musuh yang nyata bagi manusia. Maka jadikanlah mereka sebagai musuh mu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon David Purnama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PENTOK

Pentok adalah nama sebuah kota kecil setara dengan kecamatan.

Dinamakan Pentok karena riwayatnya dilahirkan paling akhir di pojok daerah.

Dahulu ketika pusat kota sudah terlalu sesak.

Penuh dengan orang-orang yang datang dan menetap tapi tidak memiliki kejelasan hidup.

Mereka dibuatkan ladang baru untuk tinggal. Lengkap dengan agenda hidup yang akan mereka kerjakan sampai masa tua.

Namanya kota Pentok ini.

Sekarang Pentok sudah tidak lagi ketinggalan dari daerah lain yang sudah lebih dulu maju.

Pentok berkembang dengan pelan dan pasti. Sampai berhasil bersinar di berbagai bidang.

Berkat tata ruang yang terstruktur dan dukungan masyarakat yang harmonis.

Pentok menjadi salah satu kawasan pilihan untuk tinggal.

Mulai dari segi ekonomi, peluang mengembangkan usaha, sarana dan prasarana penunjang kehidupan. Semuanya sudah berjalan dengan mulus.

Dan yang paling terkenal adalah lingkungan yang bersih dan nyaman.

"Mas, kardus yang isinya botol adek mana?",

"Aku taruh di atas meja dapur",

Sebuah keluarga ideal baru saja merampungkan pindahan.

Dari tempat tinggal yang sebelumnya mereka pindah ke Pentok.

Membeli sebuah rumah yang hangat di perumahan asri.

Keluarga bahagia itu adalah Samuel, Wina, dan bayi mereka yang sedang lucu-lucunya.

Danial satu setengah tahun.

"Sayang... ",

"Kamu yakin tidak mau pakai ART?",

"Rumah ini dalamnya lumayan luas",

"Tidak usah",

"Aku masih sanggup",

"Mama juga hampir setiap hari datang",

Danial adalah cucu pertama untuk keluarga Samuel.

Mama mertua Wina selalu menyempatkan berkunjung demi menimang buah kesayangan.

"Assalamualaikum",

Belum kering bibir pasangan muda itu bicara.

Mama Samuel datang.

"Waalaikumsalam",

"Bagaimana pindahannya?",

"Sudah beres?",

"Tinggal bongkar kardus kecil",

"Mama nyetir sendiri?",

"Iya",

"Hati-hati Ma, jalannya banyak kelokan",

"Mama sudah lebih lama nyetir daripada kamu",

"Cucu Mama mana?",

"Di kamar, baru saja tidur",

Mama Samuel menunggu Danial sampai bangun.

Setelah ikut memandikan lalu bermain sampai kecapekan.

"Mama pulang dulu ya",

"Besok Mama ke sini lagi",

"Kenapa tidak nginep saja Ma?",

"Mama tidak bisa tidur kalau nginep",

"Hati-hati ya Ma",

"Pelan-pelan saja bawa mobilnya",

"Kalian jangan lupa kunci pintu",

Datang siang hari. Nenek Danial pulang menjelang magrib.

Hari kesekian di rumah baru.

Wina sudah terbiasa dengan yang namanya sendiri.

Selama hidupnya, itu yang sering ia lakukan.

Penyendiri bukan berarti kesepian.

Bahkan ketika sudah menikah dan punya baby. Wina tetap kekeh mengerjakan semuanya seorang diri.

Samuel bekerja lima hari seminggu masih di kota tempat tinggal mereka yang kemarin.

Jaraknya tidak begitu jauh. Paling lama satu jam.

Hari ini Wina dan Danial hanya berdua di rumah.

Pagi tadi nenek Danial menelpon hari ini tidak datang.

Danial sedang tidur di ruang TV.

Wina pergi ke halaman depan untuk menyapu daun-daun kering yang terbawa angin ke rumah mereka.

Wina membiarkan pintu depan rumahnya terbuka.

Daun-daun ini seperti mau bertamu.

Pohon besar itu ada di seberang jalan tanah rumahnya.

Wina hampir selesai.

Di sapuan yang terakhir.

Wina menemukan sesuatu.

Sebuah telur di halaman rumahnya?

Tapi telur itu terlihat sudah kusam. Warna kulitnya gelap.

Wina menyentuhnya dengan ujung sapu.

Telur itu pecah.

Dalamnya sudah busuk.

Dan sangat bau.

Wina membuangnya ke tempat sampah pinggir jalan.

Di hari yang sama Samuel pulang malam karena lembur.

"Apa ini?",

Samuel tidak jadi membuka pintu karena tepat di depan pintu.

Ia melihat ada sebuah telur.

Beruntung tidak terinjak kaki yang sudah melepas sepatu.

Telur itu warnanya hitam.

Samuel mengambil telur itu dengan sapu tangan.

Lalu membuangnya ke tempat sampah yang ada di pinggir jalan.

Telur itu pecah begitu Samuel melemparnya ke dalam bak sampah.

Baunya sangat menusuk.

Malamnya di atas ranjang.

Samuel dan Wina saling bercerita tentang bagaimana mereka melalui hari ini.

Mereka berkata-kata lirih dengan Danial yang sudah lelap tertidur di tengah hangat pelukan.

Ada sebuah cerita yang sama yang keluar dari mulut mereka berdua.

Tentang telur busuk.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!