Rara terpaksa tinggal dirumah kakaknya untuk sementara waktu. Ia terpaksa karena ada masalah financial yang menimpanya.
Ia adalah wanita yang manis, menarik dan menggoda. Tak ada satu pun pria yang bisa memalingkan wajah saat melihatnya.
Sejak Rara melihat malam yang penuh gairah dikamar kakaknya. Ia perlahan mulai ada ketertarikan dengan suami dari kakaknya. lambat laun perasaan yang seharusnya tak ia selami terlalu dalam, berubah menjadi keinginan untuk memikat pria yang atletis itu.
Lalu gimana dengan perjalanan rumah tangga kakaknya ?. Ikuti kisahnya disini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon B.E.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#Bab 13
Hari berganti hari. Waktu berjalan begitu cepat. Tepat hari ini adalah hari terakhir dibulan september. Artinya tepat 30 hari kepergian Rio keluar kota dan dipastikan besok pagi ia akan pulang.
Nadia baru saja menerima panggilan dari suaminya. Ia mengabarkan kalau akan pulang sampai rumah sekitar pukul 9 pagi. Hati Nadia langsung bahagia, ia tak sabar untuk memeluk suaminya. Kerinduan yang selama 30 hari menyelimutinya setiap malam, kini akan segera berubah menjadi kebersamaan yang penuh keromantisan.
Pukul 9 malam. Rara melangkah keluar dari kamar dengan penampilan memikatnya. Seperti biasa ia akan pergi ke kelab malam Velvet & Gold. Ia menuruni anak tangga satu per satu, suara sepatu high heels terdengar di setiap langkahnya.
Nadia menoleh setelah mendengar langkah Rara. Ia memalingkan wajahnya dari tayangan televisi yang ada di hadapannya. Dua menit lalu, ia baru saja selesai berbicara dengan suaminya dan ponselnya ia letakkan dimeja ruang tamu.
"ra besok pagi Mas Rio pulang. Ingat ya pesan kakak. Jangan pakai baju ketat lagi. Terutama didepan suami kakak," kata Nadia. Berharap adiknya ingat batasannya di rumah ini.
Rara menghentikan jalannya saat masuk ke area ruang tamu.
"iya kak. Aku ngerti. Besok Mas Rio pulang jam berapa ?" kata Rara.
"katanya tadi jam 9 pagi sudah sampai sini. Ya mudah-mudahan aja nggak macet. Kalau macet pasti lebih dari jam 9," jelas Nadia.
"oh gitu kak," Rara mengangguk paham. "aku pergi dulu ya kak," ia melanjutkan langkahnya kembali. Namun, belum dua langkah ia ambil, Nadia menghentikannya.
"tunggu ra. Ingat ya ra, setelah Mas Rio ada di rumah, kamu nggak boleh pakai pakaian seksimu dari rumah," kata Nadia sambil memandang Rara dengan penampilannya yang menunjukkan siluet tubuhnya yang memikat.
Rara menghela napas. Batinnya berbisik kalau kakaknya ini sangat cerewet. Padahal ia selalu mengerti apa yang diinginkan olehnya. Rasanya ingin berdebat, tapi ia tak mau menguras energinya hanya untuk hal yang sepele.
"iya kak. Aku paham situasinya," Jawab Rara pelan dan sedikit ada perasaan berat hati harus mengulang jawaban yang sama.
"baik ra. Hati-hati dijalan ya. Ingat jaga harga dirimu sebagai wanita," kata Nadia.
"iya kak," jawab Rara. Ia langsung melangkah kembali menuju pintu utama. Sementara Nadia melanjutkan kembali menonton tayangan televisi.
Seperti biasa Rara menghabiskan waktu malam di Velvet & Gold sampai larut malam. Tepatnya ia sampai rumah pukul 1 lebih 30 menit dini hari. Ia masuk ke kamar dengan tatapan yang berat. Ia langsung merebahkan tubuhnya ke kasur dan tak sempat berganti pakaian tidur. Rasa ngantuknya sudah semakin berat, memaksanya menutup mata dan tertidur lelap.
Matahari perlahan terbit. Embun pagi yang berada di tanaman depan teras dan dihalaman belakang rumah mulai menetes ke tanah.
Nadia mulai sibuk merapikan rumah dan membersihkan kamar. Ia juga siap memasakkan makanan paling disukai suaminya. Disisi lain, ratu kecantikan yang menawan dan memikat, adiknya, Rara, masih tertidur lelap dikamar.
Jam di dinding menunjukkan pukul 8 pagi lebih 45 menit. Nadia sudah selesai memasak dan sudah ia tata rapi diatas meja makan. Sementara Rara, yang sudah terbangun 30 menit yang lalu, kini mulai melangkah turun ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya agar kelihatan lebih segar.
Letak kamar mandi, dekat dengan dapur. Rara hanya memandang kakaknya yang sibuk mencuci alat makan dengan terus berjalan mendekat ke pintu kamar mandi. Makanan diatas meja makan juga tak luput dari pandangan matanya. Ia tersenyum melihat kakaknya sangat antusias pagi ini.
Suara deru mobil terdengar masuk ke depan garasi. Nadia langsung berjalan keluar. Ternyata itu adalah mobil Pajero putih milik suaminya.
Rio keluar dari mobil dan berjalan mendekati istrinya yang menunggunya di teras. Ia langsung memeluk hangat Nadia, untuk melepas kerinduannya setelah terpisah oleh jarak antar kota. Kebahagiaan sama-sama mereka rasakan.
Tepat saat momen itu, Rara baru saja keluar kamar mandi dan sudah berganti pakaian, menggunakan kaos dan celana pendek katun. Rambutnya ia usap beberapa kali dengan handuk agar cepat kering.
Ia ingin melangkah kembali ke kamar. Namun, ia terhenti sebelum menginjakkan kaki ke lantai tangga. Ia memandang momen hangat kakaknya di depan pintu utama. Ia lalu berjalan mendekat ke pintu ingin bersalaman dengan Rio.
Rara bersalaman dengan kakaknya. Tak lupa ia menanyakan kabar dan berterima kasih telah diperbolehkan tinggal di rumah ini.
"iya sama-sama ra. Lagian kamu kan adik dari istri aku, nggak mungkin kalau kamu aku larang tinggal bersama Nadia. Semoga betah ya," ucap Rio lembut dan baik hati.
Setelah mendengar ucapan dari Rio, Rara kembali ke kamar. Beberapa saat kemudian ia kembali turun untuk makan bersama.