NovelToon NovelToon
Hello Panda

Hello Panda

Status: sedang berlangsung
Genre:SPYxFAMILY / Anak Genius / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:431
Nilai: 5
Nama Author: Dena Tan

Di mata dunia, mereka hanya keluarga kecil yang bahagia: Chiko si karyawan kantor yang penakut, Mila si ibu rumah tangga yang lembut, dan Lala si kecil berusia empat tahun yang konyol dan menggemaskan.


Namun, di balik pintu rumah mereka, kebenaran tersembunyi dengan rapat:


Chiko Leonhart: CEO miliarder yang sedang menyamar untuk menghancurkan musuh bisnisnya.


Mila Leonhart: Viper, ketua mafia legendaris yang menguasai dunia bawah tanah.


Lala Leonhart: Subjek eksperimen rahasia ber-IQ 210 yang menyembunyikan kejeniusannya di balik kecintaannya pada biskuit panda.


Disatukan oleh ketidaksengajaan dan takdir yang rumit, ketiganya saling menyembunyikan identitas asli demi menjaga misi masing-masing.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dena Tan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Strategi Dua Sisi di Balik Layar

Siang harinya, atmosfer di Kota Jakarta dan sekitarnya berubah menjadi sangat tegang di tingkat bawah tanah, meskipun jalanan umum tetap terlihat padat dan normal seperti biasa.

Di lantai paling atas Leonhart Tower, Chiko berdiri di depan layar holofit raksasa yang menampilkan peta tiga dimensi wilayah perkotaan. Kemeja kerjanya kini tergulung rapi hingga siku, menyisakan aura dingin seorang Mastermind siber.

"Pak Chiko, armada laut tak dikenal yang diduga membawa Ketua Dewan Proyek Pandora baru saja memasuki perairan luar," panggil Rendy seraya menyerahkan laporan analisis siber. "Mereka menggunakan teknologi siluman kuantum terbaru."

Chiko menyipitkan mata di balik kacamatanya, mengulas senyum tipis yang amat berbahaya.

"Teknologi siluman kuantum?" Chiko terkekeh dingin. tangannya menari lincah di atas konsol hologram. "Aktifkan Satelit Leonhart-01. Alihkan seluruh frekuensi radar satelit untuk membias pembelok gelombang mereka. Buat kapal mereka terlihat jelas di radar kepolisian laut dan radar pelabuhan swasta."

"Baik, Pak! Eh... tapi Pak, pelabuhan swasta yang paling dekat dengan jalur mereka baru saja diambil alih oleh konsorsium Black Crimson tadi pagi," ujar Rendy sedikit heran.

Chiko tertegun sejenak, lalu tawa kecil renyah lolos dari bibirnya.

‘Bunda benar-benar luar biasa... Dia mengunci Pelabuhan Timur secara fisik, sementara aku mengunci mereka dari luar angkasa,’ batin Chiko bangga luar biasa pada "istri rumah tangga biasa"-nya itu.

"Biarkan saja," perintah Chiko tegas. "Kirim koordinat kapal musuh langsung ke jalur navigasi Pelabuhan Timur. Mari kita lihat bagaimana 'pintu jebakan' ini bekerja."

Sementara itu, di sebuah markas tersembunyi yang terselubung sebagai galeri seni mewah di pusat kota, Mila berdiri anggun mengenakan gaun hitam elegan. Di tangannya, sebilah pisau titanium berputar cepat di antara jemari lentiknya dengan presisi tanpa celah.

Puluhan komandan lapangan Black Crimson berbaris kaku di hadapannya, menunduk penuh hormat pada sang Ratu Viper.

"Bunda Ratu, kapal utama Proyek Pandora diperkirakan berlabuh dalam waktu dua belas jam," laporkan komandan divisi tempur. "Namun anehnya, sistem teknologi siluman kapal mereka tiba-tiba mati total di tengah laut. Seolah-olah ada satelit raksasa yang sengaja 'memadamkan' perisai gaib mereka!"

Mila menghentikan putaran pisaunya, matanya yang tajam berkilat penuh keheranan.

‘Ada yang sengaja mematikan perisai siluman mereka dari satelit luar angkasa?’ batin Mila tertegun. ‘Siapa pun pemilik satelit itu... dia benar-benar jenius. Dia sengaja menggiring kapal musuh tepat ke dalam pelukanku di Pelabuhan Timur!’

Mila menyunggingkan senyuman paling mematikan.

"Bagus," ucap Mila dingin. "Siapkan pasukan eksekusi di dermaga empat. Begitu kapal itu bersandar, kunci seluruh akses keluar-masuk. Kita tidak boleh membiarkan satu pun dari mereka menginjakkan kaki di perumahan Griya Indah Permai."

Di St. Starling Academy, jam istirahat siang terasa begitu damai.

Lala duduk bersila di bawah pohon rindang bersama Arka. Di pangkunyaan Lala, terdapat kotak pensil panda raksasa yang terbuka. Namun, bukannya berisi pensil warna, bagian dalam kotak pensil itu memproyeksikan radar mikro tiga dimensi yang menampilkan pergerakan kapal Laboratorium Utama di laut, serta pergerakan satelit Chiko dan pasukan Mila!

Arka yang duduk di sampingnya terkagum-kagum. "Wah, Lala! Game kapal-kapalan kamu keren sekali! Gambarnya seperti beneran!"

Lala menoleh, menyunggingkan senyuman paling imut dengan bando pandanya yang berayun.

"Iya dong, Arka! Ini game Pahlawan Panda Lawan Paman Jahat!" sahut Lala riang dengan suara anak-anak yang menggemaskan. "Lihat deh, Kapal Paman Jahatnya sengaja dijepit sama Satelit Papa dan Pisau Bunda!"

Lala mengetuk tombol kecil di ujung kotak pensilnya.

BZZZZT!

Sebuah perintah siber rahasia terkirim otomatis, menyusup ke dalam sistem kemudi kapal Laboratorium Utama tanpa disadari oleh siapa pun.

‘Sip! Lala sudah ubah rute kemudi kapal Paman Jahat supaya langsung parkir tepat di tengah-tengah jangkauan tembak Papa dan Bunda!’ batin Lala tertawa cerdik di dalam hati. ‘Biar Papa dan Bunda tidak capek-capek cari tempat bertarungnya!’

Lala lalu mengambil satu biskuit panda dari kantongnya dan mengunyahnya dengan gembira. Puk-puk-puk.

Tiga pihak di dalam keluarga kecil Leonhart itu kini telah menyelesaikan persiapan mereka. Tanpa disadari oleh Chiko maupun Mila, putri empat tahun mereka telah merangkai jaring jebakan sempurna, siap menyambut pimpinan Proyek Pandora dalam pertempuran puncak yang paling megah!

Bersambung..

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!