NovelToon NovelToon
LOLIPOP MANIS

LOLIPOP MANIS

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Dunia Masa Depan
Popularitas:679
Nilai: 5
Nama Author: nila edrina

PERNAHKAH KALIAN MEMAKAN LOLIPOP?
BAGAIMANA RASANYA MANIS?

Eirina karamyka Aldirck seorang gadis manis yang menyukai lolipop.

MAU TAU KENAPA SUKA LOLIPOP?

NONTON LOLIPOP MANIS BY NILA EDRINA

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nila edrina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 14 — JEJAK KENANGAN

BAB 14 — JEJAK KENANGAN

Suasana di rumah keluarga Axlarta kembali tenang setelah kejadian di pusat perbelanjaan.

Mahendra duduk di ruang keluarga sambil membersihkan luka di siku Eiri dengan hati-hati.

"Eiri."

"Iya?"

"Lain kali jangan bertindak gegabah."

Eiri tersenyum kecil.

"Kalau aku tidak menolong anak itu, mungkin dia yang terluka."

Mahendra menghela napas panjang.

"Aku tahu."

"Tapi aku juga tidak ingin kamu terluka."

Ucapan itu membuat Eiri terdiam.

Ia memperhatikan wajah Mahendra yang begitu serius membalut lukanya.

Tangannya begitu lembut.

Seolah-olah...

Ia sudah terbiasa merawatnya.

"Sudah selesai."

Mahendra menempelkan plester kecil di siku Eiri.

"Terima kasih."

Mahendra hanya mengangguk pelan.

Malam harinya.

Eiri masuk ke kamar lebih awal.

Saat hendak mengambil pakaian dari lemari...

Matanya tertuju pada sebuah kotak kayu kecil di sudut rak.

"Apa ini?"

Ia membuka kotak tersebut perlahan.

Di dalamnya terdapat beberapa bungkus lolipop rasa stroberi yang masih baru.

Di bawahnya tersimpan sebuah gelang benang berwarna biru.

Eiri mengambil gelang itu.

"Lucunya..."

Saat jemarinya menyentuh gelang tersebut...

Kepalanya kembali terasa nyeri.

"Aah..."

Sebuah bayangan muncul.

Seorang remaja laki-laki sedang mengikatkan gelang itu di pergelangan tangan seorang gadis.

"Jangan dilepas, ya."

"Kalau gelang ini putus, aku akan membuat yang baru."

Bayangan itu kembali menghilang.

Eiri memegang kepalanya.

"Siapa..."

"Siapa sebenarnya dia...?"

Air matanya menetes tanpa ia sadari.

Di ruang kerja.

Asisten 01 masuk membawa beberapa berkas.

"Tuan."

"Ada perkembangan?"

"Asisten berhasil mengetahui asal foto lama itu."

Mahendra langsung berdiri.

"Dari mana?"

"Asisten menemukan bahwa foto tersebut dicetak di sebuah studio foto lama yang sudah tutup hampir sepuluh tahun."

"Masih ada pemiliknya?"

"Ada."

Mahendra mengambil jasnya.

"Kita ke sana besok pagi."

"Baik, Tuan."

Keesokan harinya.

Mahendra berpamitan kepada Eiri.

"Aku ada urusan sebentar."

"Baik."

"Kalau bosan, jalan-jalanlah di taman."

Eiri mengangguk sambil tersenyum.

Setelah mobil Mahendra keluar dari gerbang...

Melveri menghampiri.

"Eiri."

"Iya, Kak?"

"Aku ingin menunjukkan sesuatu."

Mereka berjalan menuju gudang kecil di belakang rumah.

Gudang itu dipenuhi barang-barang lama peninggalan keluarga Axlarta.

"Aku sedang mencari album foto."

kata Melveri.

"Mungkin ada di sini."

Eiri membantu membuka beberapa kardus.

Tiba-tiba...

Sebuah kotak tua terjatuh.

Bruk!

Foto-foto berserakan di lantai.

"Ehh, maaf."

Eiri segera memungutnya.

Saat melihat salah satu foto...

Ia membeku.

Di foto itu terlihat Mahendra saat masih remaja.

Di sampingnya...

Ada seorang gadis yang wajahnya tertutup cahaya matahari.

"Aneh..."

gumam Eiri.

"Kenapa wajah gadis ini terasa sangat familiar?"

Melveri ikut melihat foto tersebut.

"Itu..."

"Tunggu."

"Kenapa aku tidak pernah melihat foto ini?"

Mereka saling berpandangan.

Sebelum sempat melihat lebih jelas...

Seorang pelayan datang tergesa-gesa.

"Nona Melveri!"

"Ada apa?"

"Ada tamu yang ingin bertemu."

Melveri meletakkan kembali foto itu.

"Ayo."

Tanpa sadar...

Foto yang tadi dilihat Eiri tertinggal di bawah meja.

Di sebuah studio foto tua.

Mahendra dan Asisten 01 bertemu dengan seorang pria tua.

"Selamat datang."

Mahendra mengeluarkan foto yang diterimanya.

"Apakah Anda mengenali foto ini?"

Pria tua itu memakai kacamatanya.

Beberapa detik kemudian...

Wajahnya berubah terkejut.

"Foto ini..."

"Masih kusimpan salinannya."

Mahendra mengernyit.

"Benarkah?"

"Iya."

Pria tua itu masuk ke ruang penyimpanan.

Tak lama kemudian ia kembali membawa sebuah album lusuh.

Mahendra membukanya perlahan.

Halaman pertama...

Berisi foto keluarga kecil.

Halaman kedua...

Foto tiga anak kecil sedang bermain.

Halaman ketiga...

Mahendra membeku.

Di sana terlihat dirinya yang berusia enam belas tahun.

Sedang tersenyum bersama seorang gadis yang memegang lolipop rasa stroberi.

Wajah gadis itu terlihat jelas.

Itu...

Eiri.

Mahendra menggenggam album itu erat.

"Terima kasih..."

gumamnya pelan.

Setidaknya kini ia memiliki bukti bahwa semua kenangan itu benar-benar pernah ada.

Sementara itu...

Di luar studio.

Seseorang memperhatikan Mahendra dari kejauhan.

Rivan.

Ia tersenyum tipis.

"Sepertinya..."

"Takdir mulai membawa kalian kembali ke masa lalu."

Namun...

Di balik bangunan seberang jalan...

Seorang pria lain sedang berbicara melalui telepon.

"Target sudah mulai menemukan petunjuk."

Suara dari seberang telepon menjawab singkat.

"Kalau begitu... singkirkan semua bukti sebelum mereka mengetahui kebenarannya."

Pria itu menutup telepon.

Tatapannya dingin mengarah ke arah Mahendra.

Sebuah bahaya baru mulai mengincar mereka.

Bersambung ke BAB 15 — Album Kenangan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!