Empat tahun lamanya Arunika mengalah dan hidup sebagai istri pajangan, demi menghormati amanah almarhum ayahnya. Namun, segalanya hancur saat ia mendengar rencana kejam Saka. Pria itu berniat menikah lagi dengan kekasihnya, namun menolak menceraikan Arunika hanya karena butuh statusnya demi warisan keluarga Daniswara. Saka mengira Arunika wanita lemah yang akan pasrah dipoligami.
Kekecewaan mendalam itu justru membangkitkan sisi cerdas yang selama ini Arunika sembunyikan. Tanpa labrakan histeris, Arunika menyusun skenario skakmat dalam senyap. Tepat di hari pernikahan megah Saka, ia melangkah pergi membawa dokumen cerai dan menayangkan video perselingkuhan suaminya di gedung pesta. Sebuah langkah sunyi yang tidak hanya menyelamatkan harga dirinya, tetapi juga menjadi awal runtuhnya seluruh takhta palsu yang Saka banggakan.
Ingin tahu kisah selengkapnya? Yuk ikuti cerita Langkah Sunyi Arunika hanya di NovelToon
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 1 Hadiah di Hari Pernikahan
Malam ini, hujan mengguyur Jakarta dengan lebat, seolah menyamarkan langkah kaki Arunika yang bergerak dalam sunyi. Hawa dingin masuk, hingga ke dalam kamar yang Arunika tempati. Bukan kamar utama, namun interiornya tidak kalah lengkap dengan kamar utama yang ditempati Saka, suaminya. Setidaknya Saka masih memikirkan kenyamanan Arunika selama tinggal di rumah mewah itu. Rumah yang menjadi tempat tinggal Arunika selama empat tahun terakhir ini.
Rumah ini masih sama sejak Arunika menempatinya hingga malam ini, sunyi dan sepi. Arunika lebih sering sendiri, menjelaskan statusnya sebagai istri yang diabaikan.
Arunika berdiri dengan tenang di depan cermin, merapikan hijab segi empat polos yang dia kenakan malam ini. Di dekat tempat tidur, sebuah koper berukuran sedang terkunci rapat.
Malam ini adalah malam pernikahan Saka dengan Valerie. Saat ini, di sebuah hotel bintang lima di kawasan elite, suaminya pasti sedang tersenyum bangga di atas pelaminan yang megah. Saka mengira Arunika sedang mengurung diri di rumah karena sedih. Pria itu yakin bahwa, sebagai gadis yatim piatu yang tidak punya siapa-siapa lagi, Arunika tidak punya pilihan selain pasrah menerima takdir dipoligami.
Saka salah besar. Lemah lembut bukan berarti bodoh.
Arunika berjalan mendekati meja rias. Di sana, ia meletakkan cincin pernikahannya di atas sebuah amplop cokelat tebal. Amplop itu berisi salinan dokumen gugatan cerai yang sudah sah ia tanda tangani. Di samping amplop itu, terdapat sebuah diska lepas berwarna merah, replika kado pernikahan spesial yang sudah ia pastikan sampai ke tangan operator multimedia gedung pesta Saka, beberapa jam yang lalu.
Arunika tersenyum tipis. Saka dan ibunya selalu mengira dia adalah wanita lembut yang penurut. Tipikal gadis yatim piatu lulusan SMA yang bisa mereka setir sesuka hati. Mereka lupa satu hal. Lemah lembut tidak sama dengan bodoh.
Ingatan Arunika mundur ke satu bulan yang lalu. Di rumah utama keluarga Daniswara. Malam ketika ia berdiri di balik pintu ruang kerja lantai dua. Pintu yang sedikit terbuka, menjadi awal dari akhir pernikahan mereka.
Malam itu, Arunika tidak sengaja mendengar percakapan Saka dan ibu mertuanya.
"Saka akan tetap mempertahankan Arunika sebagai istri pertama di atas kertas demi wasiat Papa dan warisan. Tapi Valerie yang akan memegang kendali penuh sebagai istri yang Saka cintai. Arunika tidak akan menolak, dia butuh Saka untuk bertahan hidup. Dan yang paling penting, dia mencintai Saka."
Saka sangat yakin dengan yang dia sampaikan, terutama cinta Arunika terhadapnya. Tapi Saka tidak tahu, kalimat itu, malam itu, dunia Arunika runtuh. Empat tahun lamanya Arunika mengalah, menelan seluruh sikap dingin Saka dan hidup sebagai istri pajangan demi menghormati amanah almarhum ayahnya, agar ia menyelesaikan kuliahnya. Ternyata bagi Saka, dirinya hanyalah sebuah kontrak bisnis berjalan. Syarat sah di atas kertas demi harta.
Tapi Arunika tidak menangis ataupun melabrak mereka. Dia justru menarik napas dalam-dalam, berbalik arah dengan tenang, dan kembali ke ruang keluarga seolah tidak mendengar apapun. Kekecewaan mendalam malam itu, justru membangkitkan sisi cerdas yang selama ini dia sembunyikan. Dalam senyap, Arunika menyusun skenario kehancuran untuk Saka, Valerie dan Lina ibu mertuanya.
Selama satu bulan terakhir, Arunika diam-diam menjual seluruh tas-tas bermerk miliknya. Begitu juga dengan perhiasan mahal pemberian Saka, yang harganya ratusan juta. Saka memang dingin, tapi dia tidak pernah perhitungan setiap kali memberikan hadiah. Saka juga memberinya uang nafkah bulanan yang tidak sedikit. Arunika bahkan tidak tahu dengan cara apa dia harus menghabiskan uang bulanan pemberian suaminya itu. Semua kebutuhannya sudah terpenuhi, kecuali nafkah batin. Sejak awal menikah, mereka tidur terpisah.
"Kamu masih sangat belia Arunika. Usia kamu bahkan belum dua puluh tahun. Aku tidak ingin merusak masa depan kamu. Kita akan bersama, setelah kamu benar-benar sudah dewasa."
Arunika tidak pernah lupa dengan alasan Saka yang meminta mereka tidur di kamar yang berbeda. Arunika yang polos menganggap Saka peduli padanya, pria itu menghormatinya. Arunika juga merasa Saka sayang dan perhatian, setiap kali pria itu memberikan hadiah padanya.
Namun, percakapan Saka dan ibunya malam itu, membuat Arunika mengerti. Saka memberikan kemewahan itu untuk memperdaya dirinya, untuk melancarkan rencananya berpoligami. Dan tidur di kamar yang terpisah bukan karena Saka peduli dan menghormatinya. Melainkan karena ada wanita lain yang Saka cintai.
Saka boleh berpikir dia bisa membeli izin berpoligami dengan hadiah-hadiah mahal itu. Sementara Arunika akan memanfaatkan hadiah-hadiah itu untuk bekal hidupnya setelah keluar dari rumah mewah Saka. Dia bukan gadis bodoh, yang pergi tanpa memikirkan masa depan, membuat sengsara dirinya. Semua hadiah itu sudah atas nama Arunika. Jadi, dia bebas melakukan apa saja pada hadiah-hadiah mahal itu. Uang miliaran hasil penjualan itu, kini sudah aman di rekening barunya. Setidaknya Arunika bisa bernapas dengan uang itu.
Kemarin, Arunika juga resmi dinyatakan lulus sidang skripsi sebagai sarjana berotak encer. Tugasnya pada amanah sang ayah telah lunas. Namun sayang, tidak ada perayaan untuk pencapaiannya tersebut, tidak ada ucapan selamat dari keluarganya. Saka dan ibu mertuanya terlalu sibuk menyiapkan pernikahan Saka dan Valerie malam ini.
Dan malam ini, di saat Saka merayakan penghianatannya secara megah, Arunika memilih untuk menarik pelatuk bom waktunya. Arunika melirik jam tangannya. Tepat pukul delapan. Sesuai jadwal yang sudah dia susun bersama timnya, di gedung hotel mewah itu, proyektor raksasa pasti sedang meredup. Alih-alih menayangkan video romantis, ratusan tamu undangan, dewan komisaris, dan relasi bisnis papan atas Jakarta, kini pasti sedang menyaksikan kado kirimannya. Sebuah video ucapan selamat tinggal dari Arunika yang langsung disusul oleh kompilasi rekaman perselingkuhan, foto mesra, dan mutasi rekening pesiar mewah Saka dan Valerie selama dua tahun terakhir, dimana Saka masih terikat pernikahan sah.
Arunika tersenyum tipis, sangat anggun. Ia tahu betul Saka adalah pria yang gila hormat dan sangat menjaga reputasi bisnisnya. Dengan diputarnya video itu, di depan publik, nama baik Saka sebagai CEO muda yang bersih telah hancur lebur dalam hitungan menit.
Arunika meraih tangkai kopernya. Ia tidak perlu mengotori tangannya dengan melabrak atau menangis histeris di gedung pesta. Ia membalas dendam dengan cara yang paling elegan, membiarkan sang lawan menghancurkan dirinya sendiri di hadapan dunia, sementara dia melangkah menjemput kemerdekaannya.
Arunika mematikan lampu kamar, menutup pintu tanpa suara, dan melangkah turun ke lantai satu. Saat pintu utama rumah Saka terbuka, sebuah mobil SUV hitam sudah terparkir di dekat pagar dengan lampu dekat yang menyala.
Seorang gadis bermata tegas menurunkan kaca jendela mobil, melambaikan tangan dengan senyum penuh arti. Dia Dinda, sahabat karib Arunika sejak masa SMA, sekaligus orang yang membantunya mencairkan semua tas dan perhiasan mahal itu dalam satu bulan terakhir. Arunika bersyukur sahabatnya itu berasal dari keluarga konglomerat, memiliki banyak koneksi dengan ibu-ibu sosialita yang membeli barang-barangnya.
"Semua aman, Nika. Videonya sudah mulai diputar," ucap Dinda begitu Arunika masuk ke dalam mobil dan menaruh kopernya di kursi belakang. "Ayo kita tinggalkan tempat ini."
Arunika mengangguk, menyadarkan punggungnya pada jok mobill, saat Dinda mulai menginjak pedal gas, membelah hujan Jakarta, menuju masa depan yang baru. Tidak ada yang tahu, Langkah sunyi Arunika malam itu menjadi awal runtuhnya seluruh takhta palsu yang selama ini Saka banggakan.
yang pastinya mau balikan agar bisa jadi orang kaya lagi 🤣🤣🤣🤣
d kira gmpng gt buat ktmu sm nika.....🙄🙄🙄
stlh mnyesal krna udh mnykti arunika,sbntr lg bkln d ksih kjutan yg lain dr istri trcnta.....🙄🙄🙄
senengnya kalo arunika tetap di kelilingi org2 baik ,,
gx perlu km ketemu lgi dg saka ,, biar laa dy hdup yg telah di pilih ny ,,
slain kluarga,ada jg mas mahen yg diam2 prhtian....mnimal yg onoh ga bkln brani ngusik lg....
Lanjut thor👍👍