NovelToon NovelToon
Benih Jenderal Di Rahim Istri Sang Mafia

Benih Jenderal Di Rahim Istri Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mafia / Identitas Tersembunyi
Popularitas:11.4k
Nilai: 5
Nama Author: Phopo Nira

Sadhana Abhiseva, seorang Jenderal muda yang mendapat misi atau tugas besar Negara yang sangat berbahaya begitu selesai melaksanakan proses pelantikannya. Hampir 4 tahun lamanya, ia menyamar sebagai salah satu anggota klan mafia tersebut. Akan tetapi, ia tidak pernah menggapai inti klan mafia tersebut.

Hingga akhirnya ia terpilih menjadi salah satu orang kepercayaan yang akan selalu berada di sisi Revaldo Arsenalio, sang pemimpin atau ketua klan mafia Black Gold. Namun, rupanya harga kepercayaan itu begitu mahal untuk ia bayar.

"Untuk menjadi salah satu tanganku. Aku ingin kau melaksanakan sebuah tugas khusus untukku."

"Saya siap."

"Aku ingin kau menghamili istriku."

“….”

Ya, ia diperintahkan untuk menghamili istri sah Reval, Jenara Elendria. Saat itulah, untuk pertama kalinya Dhana ragu untuk melanjutkan misinya atau memilih berhenti.

Akankah Dhana melaksanakan perintah Reval dan menyelesaikan misi Negaranya? Atau mungkin sebaliknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Phopo Nira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

29. Backingan Utama Yang Kuat

Fero kembali duduk. Loreana mengambil tempat di sebelah kiri Reval, sementara Dhana berdiri tidak jauh dari meja, mengamati keadaan. Sekaligus menyimak informasi penting yang mungkin bisa ia dapatkan dari pembicaraan mereka.

"Mulai."

Fero membuka sebuah map tebal. "Wilayah selatan masih berada dalam kondisi stabil. Pendapatan dari pelabuhan meningkat sekitar delapan persen dibandingkan periode sebelumnya. Jalur distribusi darat juga masih berjalan sesuai target."

Ia membalik halaman. "Namun ada perubahan pada alur pengiriman."

Reval mengangkat pandangan. "Jelaskan."

"Pemerintah memperketat pemeriksaan di tiga jalur utama. Dua di antaranya merupakan jalur yang biasa kita gunakan untuk memindahkan barang dari pelabuhan menuju gudang transit."

Fero menunjuk beberapa titik pada peta. "Pos pemeriksaan baru muncul di sini, di sini, dan di dekat perbatasan wilayah selatan. Mereka tidak hanya memeriksa kendaraan, tetapi juga mencatat nomor pengangkut, asal barang, serta tujuan distribusi."

Dhana memperhatikan peta tersebut. "Militer?"

"Gabungan," jawab Fero. "Kepolisian, bea cukai, dan beberapa satuan pemerintah."

Dalam hatinya Dhana mulai bertanya, “Apakah mereka mulai bergerak dengan memanfaatkan informasi yang telah aku kirimkan sebelumnya? Lalu kenapa mereka secara terang-terangnya menghentikan bisnis milik Reval. Bukankah ini sama saja menunjukan keberadaan diriku sebagai mata-mata di sini? Sialan, sebenarnya apa rencana mereka sebenarnya?”

Reval bersandar. "Seberapa besar dampaknya?"

"Jika kondisi ini berlanjut, pengiriman kita akan terlambat. Biaya operasional meningkat dan beberapa klien mulai mempertanyakan kepastian waktu."

"Kerugian?"

"Belum ada kerugian besar." Fero berhenti sejenak. "Tapi kalau dibiarkan selama dua bulan, kita bisa kehilangan sekitar lima belas persen dari pendapatan jalur selatan."

Ruangan mendadak sunyi. Reval mengetuk permukaan meja dengan satu jari. Sekali… dua kali hingga kemudian berhenti. Seakan Reval tidak memerlukan waktu yang lebih lama untuk memikirkan jalan keluar dari masalah tersebut.

"Bagaimana dengan jalur laut?"

"Masih aman. Tetapi pengawasan pelabuhan mulai meningkat."

"Jalur udara?"

"Terlalu mahal untuk menutup volume pengiriman kita."

Reval menatap peta. Tidak ada yang berbicara, karena semua orang menunggu keputusannya. Namun bukannya memberikan perintah untuk mencari jalur baru, Reval justru tersenyum tipis.

"Kita tidak akan melawan pemerintah. Akan tetapi, kita akan meminta pemerintah mengubah arah perhatiannya."

Loreana langsung memahami maksudnya. "Maksudmu melalui Ayah mertuamu itu?"

Reval menoleh kepadanya."Mmm, siapkan pertemuan."

Fero terdiam, tidak meragukan sedikitpun keputusan Reval. Sementara Dhana hanya mengamati, ia tidak bicara banyak walau dalam hatinya ia sangat penasaran seberapa besar hubungan Reval dengan Kepala Kementerian Koordinasi Bidang Politik dan Keamanan itu.

Reval berdiri dan merapikan manset kemejanya."Karena aku akan menemui ayah mertuaku."

Fero menutup map perlahan. "Kepala Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan?"

"Siapa lagi?"

Nada Reval terdengar ringan. Namun semua orang di ruangan itu tahu bahwa pertemuan dengan Adrian Elendria bukan perkara sederhana. Adrian bukan sekadar pejabat tinggi. Ia adalah salah satu orang paling berpengaruh di lingkaran pemerintahan. Seorang pria yang memiliki akses terhadap informasi, kebijakan, dan orang-orang yang dapat mengubah arah sebuah keputusan hanya dengan satu percakapan. Dan lebih dari itu… Ia adalah ayah dari perempuan yang menjadi bagian terpenting dalam hidup Reval.

"Apakah Anda ingin saya mengatur pengawalan?" tanya Dhana berinisiatif menempatkan keamanan untuk Tuannya.

"Tidak perlu." Reval mengambil jasnya. "Kita pergi sebagai keluarga, sekaligus untuk memberitahunya bahwa ia akan segera menjadi Kakek."

Ia kemudian menoleh kepada Loreana. "Dan satu lagi."

"Ya, Tuan?"

"Aku tidak akan datang dengan tangan kosong."

Loreana tersenyum tipis. "Hadiah?"

"Hadiah istimewa yang pantas untuk seorang ayah mertua yang sebentar lagi akan segera menjadi seorang Kakek."

Jelas sekali Reval melirik ke arah Dhana saat membahas tentang kehamilan Jenara. Seolah lirikan mata itu mengisyaratkan kepada Dhana bahwa sudah saatnya ia menemui kakek dari calon anaknya dengan Jenara. Itulah kebenaran yang hanya ketahui Reval dan beberapa orang kepercayaannya saja.

Fero tertawa kecil, tetapi segera menahan ekspresinya ketika melihat tatapan Reval.

"Seberapa istimewa?"

Reval berjalan menuju pintu. "Sedemikian istimewa hingga Adrian tidak bisa menolaknya."

Loreana mengikuti. "Kalau begitu, saya akan menyiapkannya sendiri."

"Pastikan kau melakukannya dengan baik."

Reval berhenti sesaat sebelum keluar. "Aku tidak ingin sesuatu yang sekadar mahal." Tatapannya mengeras. "Aku ingin sesuatu yang membuatnya sadar bahwa aku datang bukan untuk meminta belas kasihan."

Loreana mengangguk. "Dimengerti, Tuan."

Reval kemudian melangkah pergi, diikuti Loreana dan Dhana. Di belakang mereka, Fero masih memandangi pintu yang telah tertutup. Ia tahu Reval baru saja memilih jalan yang jauh lebih berbahaya daripada sekadar mencari jalur pengiriman alternatif. Karena kali ini, Ketua Black Gold hendak mengetuk pintu pemerintahan untuk memperlancar bisnisnya. Dan ia akan melakukannya melalui keluarganya sendiri.

...****************...

Setibanya di mobil yang sudah dipersiapkan, Dhana segera bergegas mengambil alih kemudi setelah memastikan Reval dan Loreana masuk ke dalamnya. Mobil itu melaju meninggalkan Markas wilayah Utara.

Sepanjang perjalanan Loreana menjelaskan laporan demi laporan yang masuk dari berbagai wilayah kekuasaan Reval yang memiliki masalah yang serupa. Hingga Reval menyimpulkan bahwa pihak pemerintah berniat membatasi dirinya.

Beruntung tindakan itu tidak sampai menimbulkan kecurigaan adanya mata-mata pemerintah dalam klannya. Seakan Reval yakin bahwa ia bisa menemukan setiap semut yang berniat menyusup ke dalam klannya dengan mudah.

“Tuan, haruskah aku menemani anda menemui Adrian besok?” tanya Loreana yang selalu dilibatkan dalam setiap pertemuan penting sebagai garda atau pelindung terdepan Reval.

“Tidak perlu.,” tolak Reval dengan santainya.

Kemudian kembali berkata, “Aku akan pergi bersama Dhana. Karena setidaknya ia harus tahu dan bertemu dengan calon kakek dari anaknya, bukan?”

Dhana seketika diam membeku. Ia jelas sedikit terkejut dengan tujuan Reval membawa dirinya dalam pertemuan yang sangat penting itu. Bahkan para pemimpin wilayah kekuasaannya tidak ada yang pernah menemani Reval dalam setiap pertemuan penting dengan pejabat pemerintah yang bekerjasama dengannya. Hanya Loreana yang selalu mendampingi, bahkan wanita itu juga terlihat terkejut dengan keputusannya.

“Tuan….”

Loreana berniat untuk protes, tetapi Reval sudah lebih dulu menyela. “Dhana, bagaimana menurutmu?”

“Jika itu perintah anda, maka saya akan melakukannya, Tuan!” jawab Dhana, meski sejujurnya merasa tidak nyaman tapi demi misi negaranya itu adalah kesempatan terbaik untuk mendapatkan bukti pengkhianatan Adrian sebagai pejabat tinggi Negara. Ia jelas tidak akan menyia-nyiakan kesempatan langka ini berlalu begitu saja di depan matanya.

“Bagus! Rea, jadwalkan pertemuannya saat jam makan siang besok,” perintah Reval.

“Baik, Tuan!” Loreana hanya bisa menuruti perintah.

Waktu berlalu begitu cepat, waktu pertemuan itu akhirnya tiba. Pertemuan itu berlangsung di sebuah ruangan tertutup yang bahkan tidak tercatat dalam agenda resmi siapa pun. Benar-benar hanya pertemuan keluarga biasa antara menantu dan mertuanya. Meski tujuan dalam pertemuan itu jelas berbeda untuk saling mendapat keuntungan satu sama lain.

Bersambung….

1
Sri Yatun
semoga bisa ngomong setelah ada pergerakan penyerangan atau sudah d mulai dan berakhir dia baru sadar bahwa teman teman nya sudah kalah dan Reval terluka parah kalah
Fahmi Ardiansyah
semoga yg lain gak mengetahuinya klu jenara masuk ke ruang kerja.
Fahmi Ardiansyah
jgn sampai reon di bawa ke markas bisa bahaya tu.semiga bian n Reno bisa atasi ni wanit
Sri Yatun
semoga kakek Arga tidak menaruh curiga y,, biar jenara lolos
Sri Yatun
aduh kalo sampai d bawa bakal celaka semuanya, semoga loren jg lengah biar bisa d pukul dri belakang biar pingsan barengan
Fahmi Ardiansyah
bagus jenara semoga kau bisa merahasiakan tentang dhana
Fahmi Ardiansyah
iya katakan iya tpi bilng sama jenara jgn sampai memberitahu reval
Fahmi Ardiansyah
iya karna bawaan bayinya jadi jenara sellu bertanya tentang dhana.coba klu kmu yg jdi ayahnya pasti jenara n bayinya tambah sayang sama kmu.
Fahmi Ardiansyah
Thor buat Dhana seakan 2 masih membela Reval supaya Dhana TDK di curigai n secara langsung bisa selamatin jenara n bayinya.
Fahmi Ardiansyah
Waaah mereka cepat sekali menyerang Reval apakah jenara bisa di selamatkan atau tidak ya semoga dhana bisa berakting untuk membawa jenara pergi.
Fahmi Ardiansyah
semua pasti berjln sesuai rencana.dhana pasti berhasil melindungi jenara n anaknya.
Sri Yatun
jangan sampai gagal kalo gagal kasian Dhana sudah berusaha 4 th g ada hasil syukur syukur Revan meninggal atau cacat lah klan nya berpecah belah
Fahmi Ardiansyah
ya Krn Dhana sangat mengkhawatirkan jenara n bayinya.krn jenara hanya di manfaatin aja
Fahmi Ardiansyah
oooh Dhana benar benar mau mengambil jenara dari tangan Reval Krn jenara pantas bersanding dgn dhana.
Fahmi Ardiansyah
mereka pasti bersiap akan menyerang org itu n aku kira org itu Erlangga yg ingin menangani langsung.
Fahmi Ardiansyah
asal kamu tau klu reon bisa juga tertangkap oleh zion teman Dhana Krn coba2 melaporkan Dhana tentang identitasnya.
Fahmi Ardiansyah
👍👍👍👍 benar benar thenest kak author yg bikin cerita bikin pembacanya dah Dig dug.aku kira mereka di suruh Reval untuk membunuhnya eee trnyata teman pembasmi n pemberantas jual barang elegal 💪💪💪 terus kalian pasti berhasil.
Sri Yatun
wah pasti si siapa y yg menyamar JD tukang kafe,yg sllu dana datangin lupa namanya pasti dia
Fahmi Ardiansyah
empat orang itu berarti org itu empat sekawan pengawal Reval tu pasti
Fahmi Ardiansyah
kira kira kejutan apa ya yg di maksud argan.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!