NovelToon NovelToon
Sistem Dewa Kekayaan Tanpa Batas

Sistem Dewa Kekayaan Tanpa Batas

Status: sedang berlangsung
Genre:System / Sistem
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: KenzieAR

Mengisahkan seorang pemuda tampan yg sering dihina sama keluarga sendiri. Hingga suatu hari memutuskan untuk kabur dari rumah karena sudah capek dengan hinaan dari keluarganya, dan mendapatkan sistem yg akan merubah nasibnya.

Bagaiman kisah nya setelah mendapatkan sistem?

Ikuti Kisahnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KenzieAR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14: Perang Konglomerat dan Serangan Balik Raja Kekayaan

Malam itu.

Setelah berpisah dengan Aurelia, Alviano langsung kembali ke penthouse pribadinya.

Namun ia tidak beristirahat.

Karena sejak menerima Misi Epik dari sistem, pikirannya mulai bekerja dengan kecepatan penuh.

Grup Pratama bukan lawan seperti Richard Santoso.

Ini adalah konglomerasi raksasa yang telah berdiri selama puluhan tahun.

Memiliki jaringan bisnis luas.

Hubungan politik kuat.

Dan aset ratusan triliun rupiah.

Jika ingin mengalahkan mereka.

Ia harus melakukannya dengan sempurna.

Tanpa kesalahan.

Begitu memasuki ruang kerja.

Alviano mengaktifkan Mata Dewa Analisis Lv.3.

Puluhan laporan yang dikirim Aurelia mulai dianalisis.

Data demi data muncul di hadapannya.

Lalu sistem mulai menyusun semuanya.

━━━━━━━━━━━━━━━

Analisis Lengkap Grup Pratama

Total Aset:

Rp420 Triliun

Kekuatan:

• Energi

• Infrastruktur

• Logistik

• Properti

Kelemahan Tersembunyi:

• Utang Proyek Energi Timur

• Manipulasi Nilai Anak Perusahaan

• Ketergantungan Investor Asing

Peluang Serangan Balik:

97,8%

━━━━━━━━━━━━━━━

Senyuman muncul di wajah Alviano.

Akhirnya.

Ia menemukan titik lemah lawannya.

Keesokan paginya.

Rapat darurat berlangsung di kantor pusat Nebula Capital.

Larissa.

Direktur Star Dragon Indonesia.

Manajer investasi.

Dan beberapa petinggi perusahaan berkumpul.

Mereka semua memandang Alviano.

Menunggu instruksi.

Alviano berdiri di depan layar.

"Mulai hari ini."

"Kita masuk perang bisnis."

Ruangan langsung hening.

Karena semua orang tahu apa arti kalimat itu.

"Target?"

tanya Larissa.

"Grup Pratama."

Beberapa orang langsung menarik napas.

Karena itu berarti mereka akan menghadapi salah satu konglomerat terbesar Indonesia.

Namun tidak ada yang menentang.

Karena selama ini.

Setiap keputusan Alviano selalu menghasilkan kemenangan.

"Langkah pertama."

ucap Alviano.

"Putuskan akses pendanaan mereka."

Seketika para direktur saling berpandangan.

Karena strategi tersebut sangat agresif.

Alviano melanjutkan.

"Grup Pratama memiliki utang besar yang belum diketahui publik."

"Jika investor mengetahui fakta itu."

"Kepercayaan pasar akan turun."

Larissa mengangguk.

Ia mulai memahami rencananya.

"Dan ketika harga saham mereka turun..."

"Kita membeli."

Senyuman muncul di wajah seluruh peserta rapat.

Mereka akhirnya mengerti.

Alviano tidak berniat sekadar menyerang.

Ia berniat mengambil keuntungan sambil menghancurkan lawan.

Sementara itu.

Di kantor pusat Grup Pratama.

Leonard sedang menikmati kopi pagi.

Suasana hatinya sangat baik.

Karena laporan terakhir menunjukkan tekanan terhadap Grup Wijaya semakin besar.

Namun pintu ruangannya tiba-tiba terbuka.

Seorang direktur masuk dengan wajah pucat.

"Tuan Leonard."

"Ada masalah."

Leonard mengernyit.

"Masalah apa?"

Direktur itu menyerahkan tablet.

Leonard membaca beberapa baris.

Lalu wajahnya berubah.

━━━━━━━━━━━━━━━

Breaking News

Investor Asing Mulai Menarik Dana dari Grup Pratama

━━━━━━━━━━━━━━━

"Apa?!"

Leonard langsung berdiri.

Ini terlalu mendadak.

Terlalu cepat.

Seolah seseorang sudah mengetahui kelemahan mereka.

Dalam beberapa jam berikutnya.

Situasi semakin buruk.

Media ekonomi mulai memberitakan masalah utang tersembunyi Grup Pratama.

Investor panik.

Harga saham turun.

Kepercayaan pasar melemah.

Semua terjadi secara beruntun.

Dan yang paling mengerikan...

Tidak ada yang tahu siapa dalangnya.

Di sisi lain.

Alviano sedang duduk santai di ruang kerjanya.

Sambil melihat laporan terbaru.

━━━━━━━━━━━━━━━

Operasi Tahap Pertama

Status:

Berhasil

Kerugian Grup Pratama:

Rp12 Triliun

Keuntungan Nebula Capital:

Rp3,4 Triliun

━━━━━━━━━━━━━━━

"Baru permulaan."

gumamnya.

Malam hari.

Di mansion keluarga Wijaya.

Rendra sedang membaca laporan terbaru.

Semakin ia membaca.

Semakin terkejut dirinya.

Dalam waktu kurang dari satu hari.

Tekanan terhadap Grup Wijaya berkurang drastis.

Bahkan beberapa investor yang sebelumnya pergi mulai kembali.

"Aurelia."

ucapnya.

"Ya, Ayah?"

"Ini ulah Alviano?"

Aurelia tersenyum kecil.

"Mungkin."

Rendra menggeleng pelan.

Karena kecepatan serangan balik tersebut bahkan membuatnya kagum.

Pemuda itu benar-benar luar biasa.

Hari kedua perang bisnis.

Situasi semakin memanas.

Harga saham Grup Pratama kembali turun.

Kali ini lebih parah.

Investor mulai kehilangan kepercayaan.

Media terus menggali informasi baru.

Dan semuanya mengarah ke kelemahan yang selama ini disembunyikan.

Di kantor pusat Grup Pratama.

Suara pecahan kaca terdengar.

PRANG!

Leonard baru saja melempar gelas ke dinding.

Wajahnya dipenuhi kemarahan.

"Siapa pelakunya?!"

Tidak ada yang berani menjawab.

Karena semua orang memiliki dugaan yang sama.

Namun tidak ada bukti.

Leonard mengepalkan tangan.

Nama Alviano terus muncul dalam pikirannya.

Entah kenapa.

Instingnya mengatakan bahwa semua ini adalah ulah pria itu.

Malam itu.

Suara sistem kembali terdengar.

DING!

━━━━━━━━━━━━━━━

Misi Epik Update

Kemajuan:

45%

━━━━━━━━━━━━━━━

Hadiah Tambahan Dibuka:

• Rp10 Triliun

━━━━━━━━━━━━━━━

Alviano tersenyum tipis.

Kemajuan hampir setengah jalan.

Lebih cepat dari perkiraannya.

Namun saat itulah Mata Dewa Analisis Lv.3 tiba-tiba aktif sendiri.

Sebuah informasi baru muncul.

━━━━━━━━━━━━━━━

Peringatan

Target:

Surya Pratama

Status:

Menyiapkan Serangan Balasan

Tingkat Bahaya:

★★★★☆

━━━━━━━━━━━━━━━

Mata Alviano menyipit.

Tampaknya konglomerat tua itu akhirnya mulai bergerak sendiri.

Dan jika seorang veteran bisnis puluhan tahun turun langsung ke medan perang...

Maka pertarungan berikutnya akan jauh lebih berbahaya.

Namun Alviano tidak takut.

Justru senyumannya semakin lebar.

Karena semakin kuat lawan yang ia hadapi...

Semakin besar hadiah yang akan diperoleh.

Dan jauh di dalam hatinya.

Ia mulai menyadari satu hal.

Dirinya yang dulu dihina dan diusir keluarga sudah benar-benar menghilang.

Sekarang.

Yang berdiri di puncak dunia bisnis Indonesia adalah seseorang yang bahkan konglomerat lama mulai takuti.

[Tamat Bab 14]

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!