NovelToon NovelToon
PUTRI TERKUTUK DAN KESATRIANYA

PUTRI TERKUTUK DAN KESATRIANYA

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Romansa Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:7.5k
Nilai: 5
Nama Author: Archiemorarty

Tiga tahun setelah perang besar melawan Abyss, dunia tak pernah benar-benar pulih.

Retakan neraka muncul di berbagai penjuru benua, memuntahkan monster, iblis, dan roh-roh jahat yang merasuki manusia.

Rowan Desmond, kesatria terkuat dari Kerajaan Aurelius telah menghabiskan tiga tahun memburu petaka yang tak kunjung berakhir.

Sampai suatu malam Rowan menangkap seorang pencuri bernama Cecilia Landon yang mencuri relik kuno milik kerajaan. Namun Cecilia menyimpan kemampuan besar, dimana ia dapat melihat roh, mendengar bisikan arwah, dan memurnikan kegelapan yang sangat dibutuhkan oleh Rowan.

Rowan akhirnya membuat sebuah perjanjian; Ia akan membantu Cecilia mengumpulkan relik-relik yang diburunya. Sebagai gantinya, Cecilia harus membantu Rowan menghadapi roh-roh yang mengancam seluruh benua.

Namun semakin jauh perjalanan mereka, semakin banyak rahasia yang terkuak, tentang Cecilia yang ternyata terkutuk.

Akankah mereka mampu menyelamatkan dunia atau justru kehilangan satu sama lain

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Archiemorarty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 14. HEBOH

Count Diego Zarovich berdiri membeku di tengah aula.

Untuk pertama kalinya sejak pesta dimulai, pria yang biasanya selalu penuh percaya diri itu kehilangan kata-kata terutama dengan segala tuduhan tadi.

Keringat dingin mulai muncul di pelipisnya.

Pewaris takhta dan Putri pertama kerajaan. Status itu bukan sesuatu yang bisa dianggap remeh dan bisa dipermalukan tanpa konsekuensi yang berarti.

Jika dibandingkan dengan dirinya yang hanya seorang Count, maka perbedaan kedudukan mereka bagaikan langit dan bumi. Bahkan jika seluruh keluarga Zarovich digabungkan, mereka tetap tidak memiliki kedudukan yang setara dengan seorang pewaris kerajaan.

Suasana aula menjadi sunyi.

Tidak ada seorang pun yang berani berbicara.

Mereka semua menunggu bagaimana Count Diego akan keluar dari situasi memalukan yang ia ciptakan sendiri.

Rowan masih berdiri santai. Satu tangannya tetap melingkar di pinggang Cecilia. Protektif tanpa sadar.

Posisi yang membuat wajah banyak wanita muda semakin pucat karena idola mereka kini bersama perempuan yang tidak bisa mereka jadikan saingan.

Tatapan biru Rowan kini tertuju lurus pada Count. Tenang namun penuh tekanan.

"Jadi? Ada yang ingin Anda katakan lagi, Count?" ulang Rowan.

Diego membuka mulut, menutupnya kembali, lalu membuka lagi. Namun tidak ada satu pun kalimat yang keluar.

Yang muncul hanya wajah pucat dan ekspresi panik. Pada akhirnya pria itu menundukkan kepala.

"Tidak ada." Suaranya jauh lebih kecil dari sebelumnya. "Maaf atas kelancangan saya, Marquess. Saya bicara tanpa berpikir panjang dan mempermalukan Anda."

Rowan mengangkat alis, kemudian Rowan tersenyum tipis. Senyum yang justru membuat banyak orang merasa lebih takut.

Diego membeku.

"Kurasa. Bukan kepada saya Anda harus meminta maaf, Count," kata Rowan.

Wajah Diego berubah semakin buruk. Ia memahami maksudnya. Dan itulah yang paling membuatnya tidak nyaman. Karena meminta maaf kepada Rowan masih bisa ia lakukan dengan menjaga sedikit harga dirinya. Namun meminta maaf kepada Cecilia berarti mengakui secara terbuka bahwa dirinya telah menghina seorang putri kerajaan.

Tetapi ia tidak memiliki pilihan karena ini akan berdampak pada nama baik keluarganya. Bahkan Kaisar sedang memperhatikan.

Dengan tubuh yang terasa berat, Diego berbalik. Kemudian membungkukkan badan ke arah Cecilia dengan sisa harga dirinya.

"Saya meminta maaf atas ucapan saya sebelumnya, Yang Mulia Putri Cecilia. Saya telah bersikap lancang." Nada suara Count terdengar dipaksakan. Namun tetap cukup sopan.

Cecilia menatap pria itu beberapa saat, kemudian mengangguk kecil.

"Saya menerima permintaan maaf Anda, Count Zarovich." Suara gadis itu lembut.

Namun justru kelembutan itulah yang membuat banyak orang merasa malu.Karena bahkan setelah dihina berkali-kali Cecilia tetap menjaga sikapnya dan memberi maaf.

Sementara Diego yang lebih tua justru kehilangan kendali lebih dulu. Beberapa bangsawan mulai berbisik.

"Kelas seorang putri memang berbeda."

"Tak heran Kaisar dan Lord Rowan menghormatinya."

"Count benar-benar mempermalukan dirinya sendiri."

Joanna Zarovich menggigit bibirnya keras. Matanya tidak pernah lepas dari Cecilia.

Rasa malu, iri, marah. Semuanya bercampur menjadi satu. Selama bertahun-tahun ia selalu percaya bahwa dirinya adalah wanita paling cocok untuk Rowan.

Cantik. Berasal dari keluarga terhormat. Dihormati oleh kalangan sosialita dan menjadi pusat perhatian di mana pun ia berada.

Namun malam ini semua yang ia bangun runtuh dalam beberapa menit. Karena wanita yang berdiri di samping Rowan ternyata seorang putri kerajaan. Dan bukan sembarang putri melainkan pewaris takhta.

Status yang bahkan membuat Joanna tidak memiliki kesempatan untuk bersaing.

Sementara itu Rowan tampak cukup puas. Namun pria itu belum selesai. Ia memandang para bangsawan yang memenuhi aula.

"Dan mungkin. Ada satu hal lagi yang perlu saya sampaikan," ujar Rowan dengan nada tenang.

Entah kenapa kalimat sederhana itu membuat seluruh aula kembali tegang. Karena pengalaman beberapa menit terakhir sudah mengajarkan satu hal.

Jika Rowan membuka mulut malam ini. Biasanya akan ada seseorang yang terkena serangan jantung.

Kaisar bahkan terlihat sedikit mencondongkan tubuhnya. Jelas tertarik.

Caelum menahan senyum. "Aku punya perasaan ini akan membuat keributan," gumamnya pelan.

Kaisar mengangguk setuju. "Benar."

Rowan menghela napas ringan, lalu kembali mengeratkan lengannya di pinggang Cecilia.

Gadis itu langsung menoleh, matanya menyipit curiga. Instingnya mengatakan bahwa Rowan sedang merencanakan sesuatu. Setelah mengenal Rowan selama dua minggu, Cecilia tahu apa pun yang direncanakan oleh Rowan ... itu akan berakhir tidak baik untuk dirinya.

"Karena itu. Mungkin kalian semua harus berhenti mengirimkan lamaran kepadaku." Kalimat pertama saja sudah membuat beberapa wanita muda menegang. "Juga berhenti mengurusi siapa pasangan yang kupilih," sambungnya.

Keheningan memenuhi aula. Kemudian Rowan menatap lurus ke depan dengan ekspresi santai seolah ia sedang membicarakan cuaca.

"Karena gadis yang berdiri di sampingku ini ..." Tangan Rowan sedikit menarik Cecilia semakin dekat. "... adalah tunanganku."

Sunyi. Benar-benar sunyi.

Tidak ada suara.

Tidak ada bisikan.

Seluruh aula membeku.

Bahkan musik yang sudah berhenti sejak tadi terasa semakin jauh.

Lalu ....

"APAAAAAAAAA?!"

Ledakan keterkejutan memenuhi aula.

Beberapa wanita muda langsung memegangi dada. Ada yang hampir jatuh. Ada yang benar-benar harus ditopang temannya. Seorang gadis bangsawan bahkan terlihat seperti hendak pingsan.

"TUNANGAN?!"

"ROWAN DESMOND BERTUNANGAN?!"

"TIDAK MUNGKIN!"

"SEJAK KAPAN?!"

"KENAPA TIDAK ADA YANG TAHU?!"

Aula berubah menjadi lautan kekacauan.

Bahkan para bangsawan tua tampak terkejut karena berita ini terlalu besar dan terlalu mendadak.

Sementara Cecilia membeku. Ia perlahan menoleh. Lalu menatap Rowan.

"Huh?" Hanya itu yang keluar dari mulut sang gadis. Satu kata sederhana. Namun cukup menggambarkan isi pikirannya saat ini.

Rowan menatap Cecilia, lalu tersenyum lebar. Senyum yang membuat Cecilia ingin melemparkan sesuatu ke wajahnya.

Kaisar menutup mulutnya, berusaha keras agar tidak tertawa.

Caelum bahkan harus memalingkan wajah. Bahu Putra Mahkota itu bergetar jelas sedang menahan tawa atas drama yang Rowan buat ini.

Karena mereka berdua tahu tidak ada pembicaraan pertunangan sebelumnya.

Rowan baru saja melempar bom ke tengah aula. Dan Cecilia adalah korban pertama.

"Rowan, apa yang kau lakukan?" gumam Cecilia melalui sela giginya.

"Tolong tersenyum. Aku sedang menyelamatkan kita dari lamaran para bangsawan," balas Rowan pelan.

"Itu bukan cara menyelamatkan!" bisik Cecilia geram.

Kedua orang itu beradu mulut dalam bisikan-bisikan mereka, namun para bangsawan melihatnya seperti pasangan yang mesra. Hal yang membuat para bangsawan semakin yakin bahwa pertunangan itu nyata.

Joanna sendiri tampak seperti baru saja disambar petir. Wajahnya pucat, matanya membesar. Tubuhnya sedikit gemetar karena tidak mau menerima kalau Rowan yang ia inginkan bersama dengan perempuan lain.

"Tidak. Tidak," gumam Joanna tak terima. Marah atas pengumuman itu.

Selama bertahun-tahun. Ia bermimpi menjadi wanita yang berdiri di sisi Rowan.

Menjadi Marchioness Desmond.

Menjadi istri pahlawan terbesar Aurelius.

Namun sekarang mimpi itu hancur di depan matanya, karena wanita lain telah mengambil tempat tersebut. Dan yang lebih menyakitkan lagi. Wanita itu adalah seseorang yang tidak mungkin ia kalahkan.

Perlahan, kemarahan mulai tumbuh dalam hati Joanna menjadi kebencian yang kental. Tatapannya terkunci pada Cecilia.

Sementara itu Rowan yang sama sekali tidak menyadari atau tidak peduli pada perasaan Joanna, kembali menatap para bangsawan.

"Sekarang. Kurasa semuanya sudah jelas," kata Rowan santai.

Tidak. Sama sekali tidak jelas.

Justru semakin membingungkan. Namun tidak ada seorang pun yang cukup berani untuk membantah.

Karena mereka baru saja melihat Count Zarovich dipermalukan di depan umum. Lalu sesuatu yang lebih mengejutkan terjadi atas pengumuman pertunangannya dengan Cecilia.

Rowan menoleh ke arah Cecilia. Mata birunya dipenuhi kilatan jahil. Kilatan yang membuat insting Cecilia menjerit bahaya.

"Jangan berani-"

Belum sempat Cecilia menyelesaikan kalimatnya. Rowan membungkuk kemudian mengecup lembut pipi sang gadis.

Cup!

Waktu seolah berhenti.

Mata Cecilia membelalak.

Seluruh aula membeku untuk kedua kalinya malam itu.

Lalu jeritan histeris hampir meledak dari seluruh penjuru ruangan.

"AAAAAAAHHHH!"

"AKU MELIHATNYA!"

"ROWAN MENCIUMNYA!"

"DEMI PARA DEWA!"

"AKU AKAN PINGSAN!"

Beberapa wanita benar-benar harus ditangkap oleh keluarga mereka agar tidak jatuh.

Bahkan beberapa pria bangsawan terlihat syok, pemandangan itu lebih mustahil dibanding naga muncul di aula pesta.

Rowan Desmond. Pria yang selalu menjaga jarak dari wanita baru saja mencium pipi seorang gadis di depan seluruh bangsawan Aurelius. Dan melakukannya tanpa sedikit pun rasa malu.

Sementara Cecilia wajahnya perlahan memerah. Bukan karena malu melainkan karena marah.

Matanya menatap Rowan seperti seekor kucing liar yang siap menerkam.

Jika pandangan bisa membunuh maka Rowan sudah mati berkali-kali detik ini.

Pria itu justru tersenyum semakin lebar. Kemudian berbisik di dekat telinga Cecilia.

"Kurasa setelah ini kau tidak akan bisa menikmati ketenangan lagi, Tuan Putri," kata Rowan.

Cecilia menggertakkan gigi. "Oh, aku akan membunuhmu."

"Sopan sekali," balas Rowan dengan senyum semakin lebar.

"Aku serius. Aku akan membunuhmu," ancam Cecilia.

"Aku juga serius sebagai TUANGANMU," tantang Rowan dengan memberikan penekanan pada kata yang akan membuat Kerajaan Aurelius gempar setelah ini.

Cecilia hampir kehilangan kesabarannya namun ia harus menahan diri karena masih berdiri di depan para banyak orang.

Sementara di sekitar mereka. Para bangsawan masih berusaha menerima kenyataan bahwa malam ini mereka bukan hanya mengetahui identitas asli Cecilia. Tetapi juga menyaksikan secara langsung sesuatu yang tidak pernah mereka bayangkan.

Pahlawan terbesar Aurelius.

Kesatria nomor satu kekaisaran.

Marquess Rowan Desmond.

Akhirnya memiliki seseorang yang ia pilih untuk berdiri di sisinya.

Dan sejak malam itu nama Cecilia De Landon Donovan akan menjadi topik pembicaraan seluruh kekaisaran.

Baik di ruang teh para bangsawan.

Di pesta-pesta sosialita.

Maupun di setiap sudut istana.

Karena satu hal kini telah jelas; Gadis dari Donovan itu tidak lagi sekadar tamu kerajaan. Ia telah menjadi pusat badai baru di Aurelius.

Dan di antara kerumunan yang gempar itu. Joanna Zarovich berdiri diam, tatapannya tidak pernah lepas dari Cecilia.

Senyum tipis perlahan muncul di bibirnya. Namun senyum itu tidak mengandung kehangatan sedikit pun. Hanya kebencian, kecemburuan, serta obsesi yang semakin membesar.

Dan jauh di dalam hatinya Joanna membuat sebuah janji;

Apa pun yang terjadi, aku akan merebut kembali Rowan Desmond. Dan jika Cecilia menjadi penghalang, maka Cecilia harus disingkirkan.

1
Nisfu Romadhon
aishh,,, musuh kembali datang
Nisfu Romadhon
aihh aihh,,,baru sadar udah dapat kissing aja Cecil,,, dasar Lowan mengambil kesempitan dalam kesempatan,,, ehh /Chuckle/
Nisfu Romadhon
g sadar bacanya sambil nahan nafas,,,huft,,,baru dihela nafas nya kalo bab nya selesai 🤦🫣
Nisfu Romadhon
Rowan kah yang memanggil?
serius,,, seperti nonton film kolosal,,, KEREN k Othor,,, lopiyu muachh /Kiss/
Archiemorarty: Hahaha...kolosal nggak tuh 🤣
total 1 replies
Nisfu Romadhon
aduh,,,aduh,,, gimana ini gimana ini,,,/Gosh//Gosh//Gosh/menghilanglah Cecil,,,🫣🫣🫣
Nisfu Romadhon
aihh,,, merinding guys,,,/Panic//Panic//Panic/
Nisfu Romadhon
aisshh,,,gegara kesibi duta,,,aku telat tegang nya /Facepalm/
Siti Nurjanah
oh berati arwah yg ngikutin rowan itu paman colton mungkin
Archiemorarty: Bisa jadi 🤭
total 1 replies
Hary Nengsih
kaya nya ia
Eli Rahma
apa cecil dirasuki roh nya paman colton..hingga dia bisa menghadapi monster....cecil kan pernah melihat satu roh yg selalu mengikuti Rowan....iyaaa..pasti itu rohnya paman colton..iyaa kan thor??😆
Archiemorarty: Bisa jadi 🤭
total 1 replies
Nisfu Romadhon
cari in jodoh nya Evan k Othor,,, please /Whimper//Whimper//Whimper/
Archiemorarty: Abis Rowan ntar buat Evan yak 🤭
total 1 replies
Nisfu Romadhon
siapa si pengkhianat ini?🤔
Hary Nengsih
yg d imcar cecilia kayanya
Archiemorarty: Yeps 🤭
total 1 replies
Nisfu Romadhon
wow,,, Great Job Lowan👏👏👏/Kiss//Kiss//Kiss/
Nisfu Romadhon
ehh pak Diego,,, logikanya ya kalo Lowan suka sama Joanna,,dia g akan nunggu hari ini datang bersama Cecilia pasti dari dulu sudah bersama Joanna paling tidak bertunangan,,,ya g netizens 🤔,,, berhubung Lowan g suka sama anakmu Yo wes tho terima nasibmu /Chuckle//Chuckle//Chuckle/
Archiemorarty: Nggak mau terima dia makanya begitu 🤭
total 1 replies
Nisfu Romadhon
udah nasibnya orang ganteng digilai cewek-cewek lah ya /Drool//Drool//Drool/
Archiemorarty: Hooh 🤭 mana kaya lagi
total 1 replies
Nisfu Romadhon
aisshh,,, horor banget ini mah🫣
Archiemorarty: Fantasy horor kali ini tema nya 🤭
total 1 replies
Eli Rahma
serem bgt mbayanginya...
Jelita S
lanjut thor 😍
Archiemorarty: Siap kakak 🥰
total 1 replies
Eli Rahma
eaaalaahhh main tiyum² ajaaaaa..😅
Nisfu Romadhon: kan Lowan tuka k🫢🫢🫢🤫
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!