NovelToon NovelToon
Keluargaku Adalah Hama

Keluargaku Adalah Hama

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Nikah Kontrak / Balas Dendam
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ummu Umar

Aminah dipaksa Bekerja banting tulang untuk kesejahteraan semua anggota keluarganya tapi tak pernah dianggap sama sekali.

Bahkan lelaki yang dia cintai dan dia bantu mencapai cita-cita nya pun menusuknya dari belakang dengan memanfaatkan dirinya,

Mampukah dia bangkit setelah semua kesakitan yang dia terima

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Umar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 14

Aminah duduk termenung setelah jam bekerjanya, kini dia tengah beristirahat dan menatap kearah jendela luar sambil memakan bekal makan siangnya, dia merasa sangat hidup tinggal dirumah sendirian, dia tidak harus bangun terlalu pagi untuk mengurus rumah dan memasak, dia juga tidak harus berkejaran dengan waktu agar tidak terlambat tapi dari semua itu ada ruang kosong dihatinya yang entah terasa tidak bisa terisi.

"Kamu kenapa Aminah?".

Sang bos duduk disampingnya membawa makan siangnya untuk bisa makan bersama dengan karyawannya yang dia yakin akan merasa bersalah karena kejadian tadi.

"Eh bos maaf aku tidak lihat". Jawabnya tidak enak.

Dia melamun dan tidak menyadari jika bosnya duduk disamping dirinya seperti ini.

"Tidak apa, kamu kenapa?". Tanyanya dengan lembut

Aminah menghela nafas pelan, namun menatap sang bos dengan mata berkaca-kaca.

"Aku hanya malu dan merasa tidak enak bos pada semua teman-teman dan juga bos sendiri karena orang-orang yang berhubungan denganku malah membuat masalah disini bahkan hampir merusak toko bos, aku merasa ingin pindah kerja saja agar mereka semua tidak datang membuat keributan disini".

Sang bos hanya mengulum senyum maklum, setiap orang pasti akan merasa bersalah jika itu terjadi padanya.

"Saya tidak terlalu memikirkan hal itu Aminah, hanya saja yang kamu katakan benar adanya, mereka memang sudah berulang kali membuat masalah dan karena itu toko mengalami pendapatan yang menurun drastis, itu bukan kesalahan mu tapi tindakan mereka membuat toko menjadi tercoreng".

Dia memang mengakuinya secara jujur, walau dia yakin jawabannya itu akan membuat Aminah semakin merasa tidak enak.

"Tapi bukan berarti kamu harus keluar dari sini, kita bisa mencari alternatif lain selain kamu mengundurkan diri, saya tahu kamu membutuhkan pekerjaan untuk melanjutkan hidupmu".

Airmata yang sejak tadi ditahannya akhirnya tumpah juga, melihat orang lain begitu memperhatikan dan memberi dukungan padanya membuatnya semakin tidak enak.

"Tapi apa bos, aku tidak tahu harus melakukan apa, aku keluar dari rumahku pun mereka masih terus meneror aku bahkan sampai kesini, aku rasanya sudah tidak kuat".

Sang bos hanya menghela nafasnya, dia memegang tangan Aminah untuk memberinya dukungan dan kekuatan

"Saya akan tetap mempertahankan kamu untuk bekerja Aminah, tapi mungkin bukan ditempat ini, kamu akan saya pindahkan ketempat lain agar keluargamu tidak bisa menemukanmu, kamu kan tahu toko kita punya beberapa cabang, bagaimana menurutmu?".

Baginya dia bukan hanya sekedar bos tapi juga ibu bagi semua karyawannya, dia sudah merasakan bagaimana pahitnya berjuang ditengah gempuran keluarga seperti keluarga Aminah itu maka dari itu dia ingin melindungi Aminah dan juga teman-teman nya yang lain.

Aminah berdiri dari duduknya kemudian memeluk sang bos dengan tangis haru, selama ini tak ada yang bisa memberinya perhatian dan kebaikan seperti bosnya ini begitu juga dengan kawan-kawannya disini yang menganggap dirinya seperti saudara.

"Ya Tuhan terima kasih bos, aku tidak tahu harus mengatakan apa tentang semua ini".

Sang bos hanya mengulum senyumnya, dia senang jika Aminah merasa terbantu seperti ini.

"Kamu bisa bicarakan pada teman-teman mu setelah ini mungkin mereka bisa membantumu mendapatkan tempat tinggal dikota sebelah agar kamu mudah mengakses jalan untuk bekerja dikantor cabang sana".

"Terima kasih bos, aku tidak akan pernah melupakan kebaikan bos kepadaku selama ini, aku beruntung sekali bisa bekerja disini dengan ijazah SMA saja".

"Sama-sama Aminah, kamu nanti akan saya bantu untuk mencari tempat tinggal juga, ingat pastikan keluargamu tidak tahu soal kepindahan mu agar mereka tidak mengganggu kamu disana nanti".

"Iya bos terima kasih".

Dia melepaskan pelukannya dan menghapus airmatanya itu, kini dia sudah punya jalan keluar agar bisa menghindari keluarganya yang seperti Hama yang menggerogoti dirinya untuk tumbuh.

Sedangkan Fadil yang merasa sangat terhina akhirnya pergi menuju rumah Aminah untuk meminta pertanggungjawaban, dia sangat kesal karena dipermalukan habis-habisan oleh aminah dan juga teman-teman nya itu.

Dia mengetuk pintu rumah keluarga Aminah dengan nada yang sangat tidak sopan.

Halimah yang berada didalam rumah akhirnya berlari pelan membuka pintu karena ketukan pintu itu seperti gedoran orang yang mau menagih hutang

"Loh nak Fadil ngapain kesini?". Tanya Halimah dengan heran

Dia mengangkat alisnya melihat mantan kekasih anaknya itu datang kerumahnya sambil menggedor-gedor pintu seperti itu.

"Saya marah Tante sama anak Tante yang sialan itu, bisa-bisanya dia dengan teman-temannya serta bosnya itu mempermalukan saya , saya tidak terima". Jawabnya dengan penuh emosi

Halimah memiringkan kepalanya berusaha mencerna perkataan lelaki ini, kalau anaknya mempermalukan dirinya lantas apa hubungannya dengan kejadian itu sampai lelaki ini datang membuat keributan dirumahnya.

"Memang apa yang nak Fadil lakukan, kan Tidka mungkin bosnya akan sampai turun tangan seperti itu jika nak Fadil tidak membuat keributan disana". Jawabnya enteng.

Walau dia tidak terlalu memperhatikan anak sulungnya itu, tapi dia sangat tahu jika anaknya itu tidak pernah memperlakukan orang buruk jika dia tidak diganggu lebih dulu dan dia baru sadar kalau dirinya sendiri yang mencari gara-gara sehingga tadi dia hampir ditangkap polisi.

Melihat sikap ibu Aminah yang terkesan menyudutkannya membuatnya geram tapi dia juga tidak mungkin mengatakan hal yang terjadi disana, bisa dilabrak dia habis-habisan karena kenyatannya dia memang salah

"Saya tidak mau tahu Tante, Tante harus peringatkan Aminah untuk kembali sama saya, dan meminta maaf atas apa yang terjadi". Ucapnya memerintah.

Dia bersikap seolah dirinya bos dan lebih tinggi dari keluarga Aminah karena gajinya besar dan juga berasal dari keluarga mampu.

"Lah itu tidak ada hubungannya dengan kami nak Fadil, kamu urus saja sendiri, kami saja susah untuk bertemu dengan Aminah karena dia tidak mau bertemu dengan kami, ini kami juga harus mengurus masalahmu dengan nya, maaf tapi tidak bisa".

Fadil mengeram kesal, matanya menatap tajam perempuan parubayah itu .

"Satu keluarga sama saja, sudah miskin banyak tingkah, menyebalkan". Umpatnya dengan emosi.

Mendengar hal itu Halimah meradang, dia tidak suka dihina seperti itu oleh orang lain apalagi lelaki sialan yang hanya bisa memanfaatkan uang anaknya sehingga apa yang diberikan Aminah selalu kurang padanya.

Plak..

"Jaga mulutmu, jangan kurang ajar disini". Bentak Halimah dengan suara menggelegar.

Mata Fadil membesar sempurna, dia tidak pernah menyangka akan ditampar seperti ini oleh ibu Aminah itu.

"Pergi dari sini, kamu pikir kamu siapa berani menghina keluarga saya, kamu itu cuma lelaki parasit yang bergantung pada anak saya jadi jangan sok menghina kami kalau kamu sendiri benalu".

1
Anime aikō-kā
Keluargaku Adalah Hama
Test Baru
kak kok belum up lagi 🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!