Bercerita tentang CEO dingin yang menikahi gadis cantik 19 tahun. Awal pernikahan yang tak diinginkan, karena pernikahan yang hanya sebuah tuntutan dari ibu Kenan. Ya dia adalah Kenan Adnanjaya, pengusaha muda yang sukses dan seorang king mafia. Seiring berjalannya waktu mereka saling mencintai. Dan konflik mulai terjadi diantara keduanya, tiba-tiba musuh Kenan yang sesama anggota mafia mulai melakukan penyerangan dan masa lalu Kenan mulai hadir kembali membawa kisah lama mereka.
Kenan akan dihadapkan dengan musuh dan kisah masa lalu.
sanggupkah Kenan memilih? bertahan atau meninggalkan.
jangan lupa like dan coment guys!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hera Hera, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 14
Kenan dan Rara makan dengan penuh canda dan tawa. Mereka terlihat seperti keluarga yang sangat harmonis dan yang pastinya pasangan yang serasi. Setelah selesai dengan acara makan, Rara membereskan piring-piring bekas mereka makan.
"Sayang jangan biarkan pelayan saja yang membereskan nya kamu temani aku ke kamar" ajak Kenan
"Tunggu sayang ini cuman sebentar kok, kamu ke atas saja duluan ya" tolak Rara halus
"Aku maunya sama kamu aja sayang" Kenan mulai mengeluarkan sifat manjanya
"Ia nanti ya tunggu sebentar sayang"
"Baiklah" Kenan akhirnya mengalah saja daripada nanti apa yang telah direncanakannya gagal.
Setelah membereskan meja makan Rara langsung menuju suaminya.
"Ayo sayang" ajak Kenan dengan mengulurkan tangannya
"Ayo.." Rara menyambut uluran tangan suaminya itu.
Mereka berjalan bergandengan tangan menuju kamar mereka sambil tersenyum.
Kenan membuka pintu kamar mereka dan langsung memeluk istrinya itu.
"Sayang.." rengek Kenan manja
"Kenapa suamiku" Rara membelai tangan suaminya yang berada di pinggangnya itu.
"Bolehkah aku meminta hakku malam ini" tanya Kenan
"Emmm..." Rara bingung mau menjawab pertanyaan suaminya
"Tapi..." Baru saja Rara ingin membantah Kenan langsung membungkam bi*** se** istrinya
Awalnya Rara ragu tapi lama kelamaan dia ikut terhanyut dalam buaian lembut suaminya itu.
Dan terjadilah malam yang indah bayangkan aja sendiri ya guys.. hihihi
Pagi yang cerah menyambut hari yang indah ini. Pagi ini sepasang insan masih bergeming di bawah selimut yang menutupi tubuh mereka. Ya tadi malam telah terjadi badai yang indah. Rara mulai mengerjakan mata indahnya. Cahaya matahari yang menembus di celah-celah gorden rumahnya terpaksa membangunkan wanita itu.
"Uuuhh.. jam berapa ini" Rara menyipitkan matanya karena merasa silau dengan cahaya matahari tersebut
Rara melihat jam dinding dan terlihat pukul 11 siang. Sontak saja Rara terkejut dengan angka yang ditunjukkan jarum jam tersebut.
Ia mencoba bangun tapi,
"Astaga dimana pakaianku?" Rara bingung. Dia menoleh ke samping dan melihat suaminya juga tidak memakai pakaiannya.
"Hissss.. bagaimana ini, aku malu" cicit Rara
Bagaimanapun tadi malam ia juga terlibat atas badai yang mereka ciptakan di atas rang ini. Rara mencoba bangkit, tetapi baru saja ingin berdiri
Bruk..
Rara sontak saja terjatuh\, dia merasa kakinya sangat lemas dan se****nya terasa sakit. Kenan sontak saja bangun dan langsung duduk dengan wajah khas bangun tidurnya. Dia menoleh ke samping dan melihat Rara terduduk di lantai.
"Sayang" Kenan langsung saja bangkit dan segera membantu Rara duduk di ranjang mereka. Saat ini Rara tidak menggunakan apa** tapi itu tidak diperdulikan Kenan dia hanya mengkhawatirkan kondisi Rara saat ini. Bagaimanapun istrinya bisa terjatuh.
"Sayang apa yang kamu lakukan, mengapa terjatuh?" Tanya Kenan dengan ekspresi khawatirnya.
Rara hanya menunduk tidak mau melihat wajah Kenan. Bagaimanapun ia malu saat ini.
"Sayang kamu marah?" Tanya Kenan lagi karena Rara tidak menjawab pertanyaan nya itu
"Bukan begitu sayang" Rara berbicara sangat pelan bahkan hampir tidak terdengar oleh Kenan.
"Lalu?"
"Aku mencoba bangkit tetapi tiba-tiba saja kakiku lemas dan akhirnya begini" Rara mulai menceritakan kronologi jatuh bangunnya.
HAH HAHA HAHA... ADA ADA SAJA MIMIN NIH JATUH BANGUN UDAH KAYAK LAGU AJA
"Mengapa tidak membangunkanku sayang?" Kenan bertanya sambil mencoba memeriksa kaki istrinya
"Coba sini aku lihat kakimu" Kenan menarik kaki istrinya ke pangkuannya.
"Jangan" Rara cepat cepat menarik kakinya
"Bantu aku ke kamar mandi saja sayang" Rara malu lama lama berhadapan dengan Kenan tanpa pakaian begini. Kenan langsung saja menggendong istrinya menuju kamar mandi mereka.
"Sekarang keluar sayang aku ingin mandi" usir Rara halus
"Tapi sayang aku ingin mandi juga" Kenan mulai merencanakan rencana liciknya. Ia masuk ke dalam bathtub mereka dengan Rara yang berada didalamnya.
"Keluar sayang aku malu" wajah Rara mulai memerah karena malu dengan tingkah mesum suaminya ini.
"Aku hanya ingin membantumu mandi sayang" Kenan tetap kekeh dengan maksud terselubungnya ini. Kenan mulai menggosok punggung istrinya hingga.
Jreng jreng terjadilah ronde ronde.
Setelah acara mandi yang memakan waktu hingga 2 jam lamanya itu. Rara kini tengah membantu suaminya bersiap-siap. Ya hari ini ada meeting penting dengan Klien di salah satu restoran.
"Ingat jangan keluar kamar, jika butuh sesuatu telpon saja pelayan" Kenan mulai memberi larangan ini itu untuk istrinya ini. Bagaimanapun istrinya seperti sangat kelelahan karena dirinya yang tidak berhenti meminta haknya itu.
"Baiklah suamiku yang paling tampan" Rara berkata sambil merapikan dasi suaminya
"Maaf.. aku tidak bisa menemani dirimu hari ini sayang" Kenan mulai menampilkan wajah sedihnya, seharusnya hari ini ia memanjakan istrinya yang telah memanjakannya tadi malam.
"Kamu nggak makan dulu?" Tanya Rara dia dan suaminya tentu belum makan dari tadi pagi.
"Aku makan di restoran saja sayang" Kenan berlalu dari hadapan istrinya itu tidak lupa memberikan ci**an di kening dan bi**r istrinya.
"Aku pergi sayang, ingat tetap di kamarku" Kenan memperingatkan Rara
"Ia suamiku cintaku"
Kenan pergi meninggalkan mansion menuju restoran bersama asistennya itu yang sudah siap siaga di dalam mobil menunggu tuannya itu. Tidak lupa ia memberitahu kepada para pelayan di rumahnya untuk menjaga istrinya itu. Ya semenjak tadi malam keposesifan dan over protective seorang Kenan semakin bertambah kepada istrinya itu. Bagaimanapun ia berharap semoga Rara cepat hamil dan melahirkan anak-anak yang lucu. Dan dia akan berusaha keras untuk itu.
GAYA MAS KENAN BERUSAHA KERAS, ITUSIH MAUNYA AJA. MIMIN MAU DIKADALIN
Kini sampailah Kenan di sebuah restoran mewah, ia langsung menuju ruang VVIP tempat bis akan melakukan meetingnya kali ini.
"Selamat siang tuan Adnanjaya" sapa Klien bisnisnya dengan menjabat tangan Kenan
"Selamat siang tuan William. Maaf saya terlambat istri saya sedang tidak enak badan" Kenan memberikan alasan mengapa ia terlambat.
"Tidak apa-apa tuan saya mengerti" tuan William memakluminya.
Meeting itu pun berlangsung dengan lancar dan akhirnya mencapai kesepakatan untuk menjalin kerjasama.
"Saya harap proyek ini akan membawa keuntungan besar untuk perusahaan kita tuan" ucap tuan William
"Tentu saja tuan William. Saya pastikan ini akan menjadi keuntungan besar.
Mereka saling berjabat tangan. Kenan dan asistennya berlalu meninggalkan restoran tersebut.
"Hari ini aku ingin pulang cepat kau wakili saja pertemuan dengan Klien yang lain" Kenan tidak sabar untuk pulang ke rumah dan bertemu istrinya itu.
"Baik tuan" asistennya hanya bisa mengiyakan perintah bosnya.
Mobil mewah itu melaju dengan kecepatan tinggi, seolah penumpang dalam keadaan darurat saja. Ya memang keadaan darurat, karena Kenan sangat merindukan istrinya itu. Kini sampailah ia di mansion tempat kekasih hatinya itu, ia tergesa-gesa menaiki anak tangga demi anak tangga untuk segera berjumpa dengan istri yang paling dirindukannya itu.
"Sayang..."
TBC//
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN GUYS
yg sabar yah Ra.
qu pada mu ...😊😊😊
lagi seru" nya nih.
pasti Rara sedih,karna suaminya lupa sama Rara.😭
tapi gk bisa harus nunggu episode 11 doloe ..
semangat kk yaa ..