NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Putri Terbuang: Pelayan Itu Ternyata Suamiku

Reinkarnasi Putri Terbuang: Pelayan Itu Ternyata Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / CEO / Putri asli/palsu / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Reinkarnasi / Mengubah Takdir
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

​"Buang mayatnya! Jangan sampai bau busuk anak angkat ini merusak pesta putri kandungku."
​Sepuluh tahun menjadi "boneka" sempurna keluarga Lynn, Nerina Aralynn justru mati dikhianati di gudang lembap demi memberi tempat bagi si putri asli, Elysia. Namun, maut memberinya kesempatan kedua. Nerina terbangun di masa lalu, kali ini dengan duri mawar hitam yang mematikan.
​Satu per satu kekayaan keluarga Lynn ia preteli. Namun di balik balas dendamnya, Nerina menemukan satu rahasia: Satu-satunya pria yang menangisi kematiannya adalah Ergino Aldrich Leif—kepala pelayan misterius yang aslinya adalah penguasa dunia bawah.
​"Aku adalah pedangmu, Nerina. Katakan, siapa yang ingin kau hancurkan lebih dulu?"
​Saat sang putri terbuang mulai berkuasa, mampukah ia menuntaskan dendamnya, atau justru terjerat obsesi gelap sang pelayan yang melindunginya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 14: SERIGALA DI BALIK AMBANG PINTU

​"Hanya asisten pemasaran? Ayah, bukankah kita sudah sepakat bahwa Elysia perlu memahami struktur operasional secara menyeluruh?"

​Suara Nero bergema di ruang rapat eksekutif yang kedap suara. Di kursi utama, Elyas Lynn memijat pelipisnya yang berdenyut. Di hadapan mereka, Elysia duduk dengan wajah yang dipoles sesedih mungkin, sementara Nerina duduk di seberangnya, tampak acuh tak acuh sembari memeriksa laporan di tabletnya.

​"Nerina benar, Nero," suara Elyas terdengar letih. "Elysia belum punya pengalaman. Membiarkannya langsung memegang divisi operasional di tengah krisis audit ini sama saja dengan memberikan pedang pada anak kecil. Pemasaran adalah tempat yang paling aman untuknya belajar."

​Elysia meremas ujung roknya di bawah meja. Matanya berkilat kebencian saat melirik Nerina, namun suaranya tetap lembut saat bicara. "Aku mengerti, Ayah. Aku tidak keberatan memulai dari bawah. Aku hanya ingin membantu Kak Nerina agar dia tidak terlalu lelah mengurusi semuanya sendirian."

​Nerina mendongak, memberikan senyum tipis yang tidak mencapai mata. "Terima kasih atas perhatianmu, Elysia. Tapi aku tidak merasa lelah. Mengelola perusahaan ini jauh lebih mudah daripada mengelola... tikus-tikus jalanan yang mencoba menghalangi jalanku pagi tadi."

​Suasana ruangan mendadak membeku. Nero mengernyit. "Apa maksudmu, Nerina? Tikus jalanan?"

​"Hanya masalah lalu lintas kecil, Kak Nero," sahut Nerina santai. Ia melirik Ergino yang berdiri diam di dekat pintu keluar ruang rapat. "Gino membereskannya dengan sangat baik. Bukankah begitu, Gino?"

​Ergino membungkuk formal. "Hanya kerikil kecil di jalan raya, Nona. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan oleh Tuan Elyas."

​Elyas menatap Ergino dengan curiga. "Gino, kudengar mobil sedan perusahaan masih ada di garasi rumah. Nerina bilang kalian memakai SUV hitam. Dari mana mobil itu? Aku tidak ingat pernah membelinya untuk operasional rumah."

​Nerina sempat terdiam, namun Ergino menjawab dengan kecepatan yang mengagumkan.

​"Itu adalah mobil pinjaman dari vendor keamanan yang sedang bekerja sama dengan departemen logistik, Tuan," ujar Ergino tanpa nada. "Mengingat ancaman yang diterima Nona Nerina belakangan ini, saya berinisiatif meminta fasilitas tambahan demi keselamatan ahli waris Lynn."

​"Inisiatif yang berlebihan untuk seorang pelayan," gumam Nero sinis.

​"Tapi sangat berguna untuk menjaga agar perusahaan tidak kehilangan Direktur Operasionalnya di hari pertama sang putri kandung masuk kerja," balas Nerina tajam. Ia berdiri, merapikan setelan birunya. "Rapat selesai. Elysia, meja kerjamu ada di lantai lima, departemen pemasaran. Nero akan mengantarmu. Aku punya janji temu dengan pihak bank."

​Begitu mereka keluar dari ruang rapat dan masuk ke lift pribadi, Nerina mengembuskan napas panjang. Begitu pintu lift tertutup, ia berbalik menatap Ergino yang berdiri di sudut.

​"Vendor keamanan? Kamu pandai berbohong, Gino," bisik Nerina.

​"Itu bukan kebohongan sepenuhnya, Nona. Saya memang memiliki... koneksi dengan pihak keamanan," jawab Ergino datar.

​"Koneksi macam apa yang memiliki SUV antipeluru dengan sistem peluncur minyak? Aku mulai berpikir kamu adalah agen rahasia yang sedang menyamar, atau mungkin buronan internasional," Nerina menatap mata Ergino, mencoba mencari celah di balik wajah tanpa ekspresi itu.

​Ergino terkekeh rendah, suara yang selalu membuat bulu kuduk Nerina meremang. "Jika saya buronan, Nona adalah orang pertama yang akan saya jadikan sandera. Tapi tenanglah, identitas saya tidak sepenting keselamatan Anda."

​Lift berdenting terbuka di lantai dasar. Saat mereka berjalan menuju lobi, seorang pria berpakaian rapi dengan jam tangan mewah mencegat mereka. Dia adalah Adrian, kepala auditor eksternal yang dikenal sangat kaku.

​"Nona Nerina, ada yang harus saya bicarakan terkait temuan di akun cadangan Andrew Fidelis," ujar Adrian dengan wajah serius.

​"Bicara sekarang, Adrian," kata Nerina.

​Adrian melirik Ergino dengan ragu. "Ini sangat rahasia, Nona. Apakah pelayan Anda harus ada di sini?"

​"Gino adalah orang kepercayaanku. Bicaralah."

​Adrian menghela napas. "Andrew tidak bekerja sendirian. Kami menemukan aliran dana masuk ke akun pribadinya dari sebuah perusahaan cangkang di perbatasan. Yang mengejutkan, nama pemilik perusahaan itu memiliki keterkaitan dengan latar belakang Elysia Lynn sebelum dia kembali ke sini."

​Nerina membeku. Jadi, Elysia memang sudah merencanakan ini bahkan sebelum dia menginjakkan kaki di rumah Lynn?

​"Berapa jumlahnya?" tanya Nerina.

​"Cukup untuk membeli setengah saham Lynn Tower jika digabungkan dengan milik Andrew," jawab Adrian. "Jika ini terungkap ke publik, posisi keluarga Lynn sebagai pemegang saham mayoritas akan goyang."

​Nerina mengepalkan tangannya. "Simpan dokumen itu. Jangan berikan pada siapa pun, termasuk Ayah atau Nero, sampai aku memberimu perintah."

​"Baik, Nona."

​Setelah Adrian pergi, Nerina menoleh pada Ergino. "Kamu dengar itu? Elysia bukan sekadar gadis desa yang beruntung ditemukan. Dia membawa 'bom' ke dalam rumah kita."

​"Saya sudah menduganya, Nona," ujar Ergino. Ia membukakan pintu mobil untuk Nerina. "Elysia adalah pion yang digerakkan oleh tangan yang lebih besar. Dan Andrew hanyalah alat yang kebetulan bisa ia manfaatkan."

​"Lalu siapa yang menggerakkan Elysia?"

​Ergino terdiam sejenak sebelum menutup pintu mobil. "Itu adalah bagian yang sedang saya selidiki. Namun untuk saat ini, fokuslah pada jabatan Anda. Di departemen pemasaran, Elysia akan mencoba mencuri hati para klien. Jangan biarkan dia membangun panggungnya di sana."

​Di lantai lima, suasana departemen pemasaran mendadak heboh. Elysia, dengan senyum manisnya, sedang membagikan kopi mahal kepada para staf.

​"Aku sangat senang bisa bekerja sama dengan kalian," ujar Elysia dengan nada rendah hati. "Aku tahu aku masih baru, jadi tolong bimbing aku ya? Aku ingin memberikan yang terbaik untuk Ayah."

​Nero yang berdiri di sampingnya tampak sangat bangga. "Elysia akan memegang proyek peluncuran kosmetik bulan depan. Pastikan kalian memberikan dukungan penuh padanya."

​Beberapa staf wanita berbisik-bisik. "Dia sangat ramah ya, beda sekali dengan Nona Nerina yang selalu dingin."

​"Iya, dia benar-benar putri kandung yang lembut. Kasihan ya, dia harus berbagi posisi dengan anak angkat yang ambisius itu."

​Elysia mendengar bisikan itu dan tersenyum dalam hati. Ini baru permulaan, Nerina, batinnya. Setelah aku mendapatkan hati para karyawan dan klien, kamu akan menjadi orang asing di gedung ini. Dan pelayan pribadimu yang tampan itu... aku akan memastikan dia melihat siapa ratu yang sebenarnya di sini.

​Elysia kemudian melirik jam tangannya. Ia sudah membuat janji temu rahasia dengan seseorang di kafetaria gedung. Seseorang yang ia harap bisa membantunya menyingkirkan Ergino.

​Sore harinya, saat Nerina sedang meninjau dokumen di kantorku, ia melihat melalui jendela kaca besar ke arah area parkir. Ia melihat Ergino sedang berdiri di samping mobil, bicara dengan seseorang melalui ponsel.

​Nerina menyipitkan mata. Cara Ergino bicara tidak terlihat seperti seorang pelayan yang sedang menerima instruksi belanja. Gestur tubuhnya penuh otoritas, dan orang-orang yang lewat di sekitarnya tampak segan untuk menatap matanya.

​"Gino... kamu ini siapa sebenarnya?" bisik Nerina pada dirinya sendiri.

​Tiba-tiba, ponsel Nerina bergetar. Sebuah pesan dari nomor tak dikenal.

​Nomor Tak Dikenal: "Mawar hitam tidak akan bertahan di tengah ladang duri. Jika kamu ingin tahu siapa pria di belakangmu, datanglah ke dermaga lama jam 9 malam ini. Jangan bawa dia."

​Nerina menatap pesan itu dengan jantung berdebar. Jebakan? Atau petunjuk?

​Ia menatap Ergino yang baru saja kembali masuk ke lobi. Pria itu menengadah dan seolah tahu Nerina sedang memperhatikannya, ia memberikan anggukan kecil yang sopan.

​Nerina menghapus pesan itu. Ia tahu, jika ia pergi sendirian, itu adalah tindakan bunuh diri. Tapi jika ia terus berada dalam kegelapan tentang identitas Ergino, ia tidak akan pernah benar-benar bisa memercayai siapa pun.

​"Nona?" suara Ergino terdengar dari ambang pintu. "Sudah jam lima sore. Tuan Elyas meminta Anda pulang lebih awal untuk makan malam keluarga. Ada pengumuman penting terkait posisi Elysia."

​Nerina berdiri, mencoba menyembunyikan kegugupannya. "Ayo pulang, Gino. Mari kita lihat drama apa lagi yang sudah disiapkan 'adikku' tercinta."

​Sepanjang perjalanan pulang, Nerina tetap diam, sementara Ergino terus mengemudi dengan waspada. Nerina tidak tahu, bahwa di dermaga lama nanti malam, bukan hanya identitas Ergino yang dipertaruhkan, tapi juga nyawanya yang kedua kalinya.

1
Ariska Kamisa
/Shhh//Shhh//Shhh//Shhh//Shhh/
aditya rian
burulah dinikahin nerina nya gino
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
aditya rian
anak angkat seakan sengaja dibuang agar bisa hidup
Ariska Kamisa: 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
aditya rian
wow/Scare/
Ariska Kamisa: 🤔🤔🤔🤔🤔
total 1 replies
aditya rian
mulai babak drak romance
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
aditya rian
rahasia terbaru👍
Ariska Kamisa: 👍👍👍👍👍
total 1 replies
aditya rian
gino tidak mati dulunya? apakah time traveler?
Ariska Kamisa: ikuti terus ya🤭🤭🤭
total 1 replies
aditya rian
👍👍👍👍👍👍
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
aditya rian
ergino keren amat
Ariska Kamisa: terimakasih🙏🙏🙏
total 1 replies
aditya rian
cettaass
aditya rian
wow tentara bayaran
Ariska Kamisa: 👍👍👍👍👍👍
total 1 replies
aditya rian
💪💪💪💪💪💪
Ariska Kamisa: 💪💪💪💪💪
total 1 replies
aditya rian
👍👍👍👍👍
Ariska Kamisa: 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
aditya rian
sepertinya ergino terobsesi 🤭
Ariska Kamisa: yes👍👍👍👍
total 1 replies
aditya rian
ini mulai babak baru , misteri ibu kandung nerina.
Ariska Kamisa: betul
total 1 replies
aditya rian
gob**k elysia 🤣
aditya rian
ibu kandung nya hidup???
aditya rian
dibutakan oleh rasa bersalah karena telah terpisah lama ini orang tuanya jadi anak salah geh kaya ga mau salah🤭
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
aditya rian
rame👍
Ariska Kamisa: 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
aditya rian
siapa gino sebenarnya, begitu kuat kah sehingga di takuti
Ariska Kamisa: 💪💪💪💪💪
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!