NovelToon NovelToon
Transmigrasi Santriwati Jago Silat Dalam Obsesi Sang Pengusaha Dunia

Transmigrasi Santriwati Jago Silat Dalam Obsesi Sang Pengusaha Dunia

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Romansa Fantasi / Balas Dendam
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: namice

“Benciku adalah candu, dan obsesinya adalah penjara paling mematikan.”

Ceisya, seorang santriwati tengil sekaligus hacker cerdas, tiba-tiba terbangun dalam tubuh Ceisyra Valenor—tokoh antagonis yang seharusnya mati tragis.

Namun takdir berubah…
Kaelthas Virelion, penguasa dunia bawah yang dingin dan kejam, justru terobsesi padanya—bahkan menikahinya secara rahasia.

Di tengah fitnah licik sang adik, Clarisse, serta ancaman Axton—rival berbahaya yang mulai kehilangan kendali karena dirinya—Ceisya terjebak dalam permainan yang mematikan.

Haruskah ia melarikan diri dari sangkar emas itu…
atau bertahan dalam perlindungan berbahaya dari pria posesif yang siap menghancurkan dunia demi dirinya?

“Kamu adalah napasku, Ceisyra. Dan aku tidak akan membiarkan siapa pun merebutmu dariku.”

Takdir, obsesi, dan kekuasaan bertabrakan.

Mampukah Ceisya mengendalikan nasibnya sendiri… atau justru tenggelam dalam obsesi yang semakin dalam?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon namice, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penaklukan Sang Penguasa

​​Kaelthas melepaskan kemeja hitamnya yang kini ternoda debu dan percikan darah, membuangnya ke lantai tanpa sedikit pun mengalihkan pandangan dari Ceisya. Tubuh atletisnya yang kokoh terpampang di bawah temaram lampu tidur yang berwarna keemasan. Otot-ototnya masih menegang, sisa dari adrenalin pertempuran dan amarah yang belum sepenuhnya padam.

​Ceisya meringsut mundur hingga punggungnya menyentuh sandaran ranjang yang empuk. Jantungnya berdegup begitu kencang hingga ia merasa bisa mendengarnya di telinganya sendiri. "Kael... jangan seperti ini. Aku... aku masih takut," bisik Ceisya, suaranya bergetar.

​Kaelthas merangkak naik ke atas ranjang, gerakannya pelan namun pasti seperti predator yang sedang memojokkan mangsanya. Ia mencengkeram kedua tangan Ceisya dan menguncinya di atas kepala gadis itu, menekan tubuhnya hingga Ceisya bisa merasakan panas tubuh Kaelthas yang luar biasa.

​"Takutlah pada dunia luar, Ceisyra. Takutlah pada Axton atau siapa pun yang ingin merenggutmu dariku," bisik Kaelthas dengan suara bariton yang serak dan penuh gairah. "Tapi di sini, di bawah tubuhku... kau hanya perlu menyerah. Kau hanya perlu sadar bahwa kau adalah milikku seutuhnya."

​Kaelthas kembali menyerang bibir Ceisya. Kali ini tidak ada lagi kekerasan, namun ciuman itu jauh lebih mematikan karena penuh dengan pemujaan yang posesif. Ia melumat bibir Ceisya dengan lembut namun menuntut, seolah ingin menghapus memori tentang sentuhan kasar Axton di dagu Ceisya tadi. Tangan Kaelthas yang besar mulai menjelajahi lekuk tubuh Ceisya melalui kain tuniknya yang lembut.

​"Mmph... Kael..." Ceisya mengerang lembut. Rasa perih di punggungnya mulai tertutupi oleh sensasi panas yang menjalar ke seluruh tubuhnya. Jiwa santriwatinya yang suci merasa kewalahan menghadapi gairah Kaelthas yang begitu dominan, namun ia tidak bisa memungkiri bahwa perlindungan pria ini—meski bersifat obsesif—membuatnya merasa aman untuk pertama kali.

​Kaelthas melepaskan ciumannya sesaat, menatap mata Ceisya yang kini mulai berkabut oleh gairah. "Aku akan membakar siapa pun yang berani melihatmu dengan tatapan yang sama seperti pria tadi. Aku akan memastikan nama 'Virelion' terukir di setiap sel tubuhmu."

​Tangan Kaelthas dengan perlahan namun pasti mulai melepaskan jilbab Ceisya, membiarkan rambut hitam gadis itu terurai di atas sprei sutra hitam. Kaelthas tertegun sejenak, menatap keindahan yang selama ini tersembunyi itu dengan tatapan yang sangat haus. "Sangat indah. Dan semua ini... hanya untukku."

​Ia mencium leher jenjang Ceisya, memberikan tanda kemerahan yang lebih banyak dan lebih dalam. Kaelthas seolah sedang melukis di kulit Ceisya, menandai wilayah yang tidak boleh disentuh siapa pun. Suara napas mereka yang memburu memenuhi ruangan, menciptakan harmoni yang gelap namun penuh hasrat.

​"Kael... berjanjilah padaku satu hal," ucap Ceisya dengan suara yang hampir habis.

​"Apa?" Kaelthas berhenti sejenak, menatap Ceisya dengan mata yang menggelap.

​"Jangan pernah... membiarkanku kembali ke rumah itu. Jangan biarkan mereka menyentuhku lagi," pinta Ceisya dengan sisa kekuatannya.

​Kaelthas menyeringai, sebuah ekspresi yang sangat berbahaya. Ia mendekatkan bibirnya ke telinga Ceisya, membisikkan janji yang terdengar seperti kutukan sekaligus perlindungan abadi. "Bukan hanya tidak membiarkanmu kembali, Ceisyra. Besok pagi, saat kau bangun, kau akan mendengar berita bahwa keluarga Valenor tidak lagi memiliki apa pun untuk dihina. Aku akan meratakan harga diri mereka dengan tanah karena sudah berani melukaimu."

​Kaelthas kembali membungkam bibir Ceisya dengan ciuman yang lebih intens, membawa mereka berdua tenggelam dalam malam pertama yang dipenuhi oleh gairah posesif yang absolut. Di bawah naungan penthouse lantai 88, Kaelthas resmi menaklukkan bidadarinya, menjadikan Ceisya satu-satunya pusat dari dunianya yang gelap.

​Pukul 03:00 Dini Hari.

​Penthouse itu kini sunyi. Sisa-sisa pertempuran di luar kamar mulai dibersihkan oleh tim Guntur dalam keheningan total. Di dalam kamar, di atas ranjang besar Ceisya tertidur lelap dalam dekapan erat Kaelthas. Tubuhnya terbaring setengah miring. Kepala Ceisya bersandar di dada bidang Kaelthas, napasnya lembut, wajahnya terlihat damai-terlsku damai untuk seseorang yang baru saja melewati malam yang penuh kekacauan dan emosi yang bertabrakan.

Sementara itu, Kaelthas belum memejamkan mata sedikit pun. Dia bersandar di kepala ranjang, satu tangannya masih melingkar protektif di pinggang Ceisya. Seolah takut gadis itu akan menghilang jika ia melonggarkan pelukannya sedikit saja.​ Ia menatap wajah tenang istrinya dengan tatapan yang sangat dalam dan obsesif. " Sekarang... kau tidak bisa lari lagi," gumamnya pelan, nyaris tak terdengar

Ia meraih tablet di nakas, tanpa melepaskan pelukannya, lalu mengetik perintah singkat—dingin, mematikan dan menghancurkan.

​"Guntur, eksekusi tahap akhir untuk Valenor Corp. Miskin-kan mereka dalam satu jam. Kirim bukti transfer palsu atas nama Clarisse ke media. Aku ingin mereka membusuk."

​Kaelthas mematikan layar tabletnya, kaelthas kembali membungkuk, kembali memeluk Ceisya, menghirup aroma tubuh gadis itu yang kini bercampur dengan aromanya. "Tidurlah... Nyonya Virelion," bisiknya. "Kau sudah aman sekarang. Di dalam genggamanku, tidak ada neraka yang bisa menyentuhmu... kecuali aku."

Pagi Hari…

Cahaya matahari pagi perlahan menyusup melalui celah tirai kaca besar, memantulkan kilau lembut di seluruh ruangan.

Ceisya bergerak pelan. Alisnya sedikit berkerut sebelum akhirnya matanya terbuka perlahan. Pandangannya masih buram, tubuhnya terasa berat… namun hangat. Sangat hangat.

Beberapa detik, ia hanya diam, merasakan, mengumpulkan ingatan. Lalu semuanya kembali sekaligus.Nafasnya tertahan.

“Kael…” Suaranya lirih, hampir seperti bisikan.

Ia menoleh ke samping—kosong.

Ranjang itu masih hangat, tapi sosok pria yang semalam memeluknya begitu erat sudah tidak ada.

Perasaan aneh langsung menyelinap ke dadanya.

Bukan takut. Bukan juga lega, melainkan… kehilangan yang tiba-tiba.

Perlahan, Ceisya bangkit duduk. Selimut sutra yang membungkus tubuhnya merosot sedikit, dan ia refleks menariknya kembali, seolah mencoba melindungi dirinya dari sesuatu yang bahkan tidak terlihat.

Tangannya tanpa sadar menyentuh lehernya.

Jejak samar yang tertinggal di sana membuat jantungnya kembali berdegup.

Semua itu nyata. Semua itu… benar-benar terjadi.

Sebuah suara tiba-tiba memecah keheningan.

Televisi menyala otomatis.

“Berita Utama: Valenor Corp dinyatakan bangkrut total! Aset keluarga disita dan Clarisse Valenor terjerat skandal pencucian uang!”

Mata Ceisya membelalak, tubuhnya menegang.

“Cepat sekali…” gumamnya pelan. Ada sesuatu yang menggetarkan dalam dirinya—campuran antara puas… dan ngeri.

Kaelthas benar-benar melakukannya. Tanpa ampun, tanpa ragu. Senyum tipis sempat terukir di bibirnya… namun perlahan memudar saat pandangannya jatuh ke sisi bantal.

Di sana. Sebuah mawar hitam, dan secarik kertas kecil. Tangannya sedikit gemetar saat mengambilnya. Tulisan itu tegas. Dingin. Sangat… Kaelthas.

​“Aku pergi ada meeting penting, Jangan keluar dari penthouse ini. Pintu terkunci dengan sensor suaramu dan sidik jariku. Kau aman di sini, di penjara indamu. - K”

​Namun, saat Ceisya hendak bangkit, ia melihat sesuatu yang mengerikan di layar televisi. Di antara kerumunan wartawan yang mengepung rumah keluarganya, ada satu pria dengan tato ular di leher yang melambaikan tangan ke arah kamera.

"Aston," desis Ceisya dingin.

1
Wahyuningsih
💪💪💪 dlm upnya yg busnyk n hrs tiap hri jgn lma2 up thor tk enak menunggu sehat sellu n jga keshtn
namice: terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku dan supportnya 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Atik R@hma
mantapp,double up dong🤣🤣
namice: 😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
vew
thor banyakin upnya ,, suka sama ceritanya .. semangat 💪💪
namice: 😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku dan support-nya 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
yang pasti harus ikut bertarung dong Cey
namice: 😁😁, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
lahh, ini sebenarnya ortu kandung gak sih
kok kejam amat
namice: 😁😁, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
tupai dong dia 🤣
namice: 🤣🤣, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
siap² aja kalian semua, nunggu emak singa yang cantik akan beraksi
namice: 🤣🤣, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
sippp Cey, banting aja mereka 1 per 1
namice: 🤣🤣, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Wahyuningsih
💪💪💪💪 thor dlm up yg buanhk n hrs tiap hri jgn lma upnya thor tk enak menunggu sehat sellu n jga keshtn
namice: terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku dan supportnya 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Wahyuningsih
💪💪💪💪💪💪💪💪 thor jgn ampe kendor kolor kli y thor 😁😁😁
namice: 🤣🤣, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku dan suporternya 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Intan Aprilia Rahmawati
next dong
namice: 😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Wahyuningsih
thor novel yg kmaren aja nggantung gk up2 eeeeh udah ada yg bru di tamatin dlu lah thor novel yg kmaren syg critanya bagus klau gk dterusin
namice: 😄, iya kak novel yang kemarin terkontrak tapi gak dapat reward kak, jadi cuma kontrak ga di gaji, karena pembacanya sedikit kak 😔😔.. terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
CaH KangKung,
lanjut
namice: terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku, aku akan update lagi satu 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 2 replies
CaH KangKung,
like...🥀🥀
namice: 😘😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
CaH KangKung,
👣👣
namice: 😘😘 terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku, love you sekebon untukmu 😘😘😘🌹🌹🌹🩷🩷🩷
total 1 replies
azka aldric Pratama
hadir
namice: love you sekebon untukmu kak 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Yuni Alyssa
jangan buat gampang dapetin cwe nya tor... jangan lp ya bales dendam nya yg sadis ama keluarganya 🤣🤣🤣
༻♛A̷͙ͭͫ̕ḑ̴̞͛̒ỉ͔͖̜͌r̴̨̦͕̝a̤♛༺
seru ni novel 😁
menarik banget alurnya 😃
seperti biasa kutunggu cerita tamat dulu baru ku baca
namice: iya kak tidak apa-apa kak😘
total 1 replies
Yuni Alyssa
klo aku punya keluarga begitu... aku nikah sm cowo nya truz ku ancurin bapak emaknya apalagi si pick me... sebar dulu biar jadi bulan2an netizen 🤣🤣🤣....
namice: 🤣🤣🤣, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku😘😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Wahyuningsih
mampus kau
namice: 😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca Novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!