NovelToon NovelToon
Cinta Bertepuk Sebelah Tangan

Cinta Bertepuk Sebelah Tangan

Status: sedang berlangsung
Genre:Ketos / Idola sekolah / Bad Boy
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: Aliya sofya Putri

Novel ini menceritakan tentang seorang gadis yang mencintai seorang teman kelas nya, namun cinta nya hanya bertepuk sebelah tangan, dan novel ini juga menceritakan tentang perubahan sikap kedua orang tua nya yang berubah semenjak kedatangan sepupu nya yang ikut tinggal bersama keluarga nya, ia sangat sakit dan terluka namun ia di sambut dengan hangat oleh lelaki yang selama ini melindungi nya dari kejauhan dan ia pun pergi tinggal bersama laki laki itu, ternyata laki laki itu adalah seorang CEO dan MAFIA, pada akhirnya laki laki yang ia cintai dan orang tua nya menyesal

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aliya sofya Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 14 AWAL PENDERITAAN LO

Bukan hanya Disha saja yg terkejut, tentu saja yg lainnya juga sama terkejut nya.

"(Len gw tau Lo suka sama Nathanael, tapi jangan sampe ngehayal kayak gini juga)." Pesan Disha di grup

"(Loh suka boleh si Len, tapi kalau nglantur kayak gitu mending jangan deh, Nathanael org nya ngeri ah, serem kalau marah, jadi mending jangan cari masalah deh)." Balas Irma

"(Iya tuh Len, suka si boleh aja,

tapi jangan sampe ngehayal kejauhan kayak gini, tiba tiba banget yg di jodohin sama elo itu Nathanael, kan gak mungkin)." Balas Oliv

Aletha yang melihat pesan pesan yg di kirimkan teman teman nya ini pun menghela nafas nya pelan, dan kembali mengetik.

"(Gw gak boong, suwer deh, gw awalnya juga kaget saat papah mamah gw ngejelasin ke gw, kayak GK percaya aja gitu)." balas Aletha

"(Apa loh punya bukti)." Balas Disha

"(Besok gw kasi bukti bukti nya, kan besok Minggu tuh, jadi kita jalan jalan aja yok ke Sarolangun)."

Balas Aletha dengan enteng nya, ia tidak tahu kalau kawan kawan nya saat ini sedang pusing antara percaya dan tidak.

"(Aduhh Lena, kita butuh nya sekarang, bukan besok)." Balas Irma sebal

"(Iya nih, kita kepo ni, kita takut Lo nya boong)." Balas Oliv

"(Sudah sudah kita tahan aja dulu kekepoan kita malam ini, besok baru kita lihat sama sama)." Balas Disha lagi

 

"Ahkkkk kenapa harus diaaa." Teriak Nathanael di dalam kamar nya dengan penuh emosi.

Lalu beberapa menit kemudian ia pun tersenyum sinis.

"Tidak apa apa, ada permainan baru ni." Ucap nya lagi

"Lihat saja, INI AWAL PENDERITAAN LO." Ucap Nathanael tersenyum sinis dan sedikit menakutkan.

Ntah mengapa dia sangat tidak menyukai Aletha.

Nathanael pun mengotak atik ponsel nya dan mencari sesuatu di dalam nya.

 

Aletha yang sedang asik scroll tiktok sambil tersenyum sedari tadi, ia sangat sangat senang org yg ia cintai ternyata di jodohkan dengan nya.

"Owh iya, aku lupa, kan nomor henphone Nathanael ada di dalam grup kelas." Gumam Aletha

Dan ia pun mencari nomor handphone Nathanael dan langsung di save oleh nya.

Ingin rasa nya Aletha mengirim pesan kepada Nathanael, namun ia takut, karna ia tahu saat ini mungkin Nathanael sedang tidak ingin di ganggu, ia sadar hanya dia yg menerima perjodohan ini, tetapi tidak dengan Nathanael.

Namun saat ia sedang sibuk dengan fikiran nya, ada pesan masuk di WhatsApp nya, ia pun mengernyit heran, karna pesan tersebut dari nomor yg tidak ia kenal.

"Ini nomor siapa ya." Gumam Aletha

Ia pun membuka isi pesan dari nomor yg Tidak ia kenal tersebut.

'(TUNGGU PERMAINAN DAN PENDERITAAN YANG AKAN KU BERIKAN UNTUK MU)'

Ya itu lah isi pesan dari nomor asing tersebut.

Aletha yg membaca nya pun seketika langsung takut, dan membuang ponsel nya ke kasur.

"Apa maksud org ini, siapa dia." Gumam Aletha panik

Ia berfikir fikir, apakah ia memiliki musuh di sekolah?

"Setahuku aku tidak memiliki

musuh di sekolah, tapi apa ini." Ucap Aletha pelan sambil menggigit kuku jari nya pelan

Ada raut ketakutan di wajah nya, namun ia berusaha untuk tetap tenang.

"Mungkin hanya org iseng." gumam nya pelan

"Tapi kalau itu benaran bagaimana, apa aku kasi tau saja ke papah." Ucap Aletha bimbang

"Berfikir lah positif Aletha." Gumam Aletha pelan

"Tidak tidak, aku gak mau papah sama mama jadi khawatir, mungkin ini hanya org iseng saja, ya pasti hanya org iseng." Ucap nya, dan langsung tiduran di kasur nya

tersebut.

Aletha berusaha untuk memejamkan mata nya, namun tidak bisa, karna ia memikirkan pesan dari nomor asing tersebut.

Ia melirik ke arah ponsel nya yg ada di pinggir kasur nya tersebut, namun ia tidak berani untuk membuka ponsel nya tersebut dan langsung saja ia mematikan data ponsel tersebut.

Ia pun berjalan ke arah meja belajar dan duduk di sana, ia membuka laptop nya, saat ini ia ingin menonton saja, agar fikiran nya sedikit tenang.

.....

Tak terasa jam sudah

menunjukkan 02.00 dan Aletha tetap fokus nonton Drakor di laptop nya.

"Haaa kenapa aku jadi takut begini." Gumam nya pelan

Ia berjalan ke arah meja di samping tempat tidur nya, untuk mengambil air minum, namun ternyata sudah habis,,,, Aletha pun akhirnya keluar dari kamar nya dan menuruni tangga, pelan, untuk mengambil air di dapur.

Saat ia sudah hampir sampai di depan pintu dapur, ia di kejutkan oleh suara mamah nya.

"Loh Aletha, kamu belum tidur." Ucap Bu iris yg kebetulan terbangun dari tidurnya dan merasakan haus.

Aletha yg mendengar kan itu pun terkejut.

"Astaghfirullah mamah, ihhh ngagetin Aletha aja." Ucap Aletha cemberut

"Hehe maaf sayang, tadi mama nya, apa kamu belum tidur, liat ni mata udah sedikit hitam begitu." Ucap Bu iris dengan penuh tanya

Aletha menghela nafas pelan.

"Aletha GK bisa tidur mah." Ucap Aletha

Bu iris yg mendengar kan itu pun merasa kaget, karna tidak biasa nya Aletha seperti ini, pasti ada sesuatu yg sedang anak nya sembunyikan.

"Kok bisa sayang, biasanya kamu tidak pernah seperti ini." Tanya Bu iris khawatir.

"Aletha tadi keasikan nonton Drakor mah hehe." Ucap Aletha cengengesan, tentu saja ia tidak ingin memberitahukan kepada mamah nya ini, karna Tidak ingin membuat mamah nya khawatir.

Bu iris yg mendengar kan penjelasan dari Aletha pun tetap saja ia merasa ada yg janggal, namun ia tidak ingin menanyakan lebih dalam, karna takut anak nya marah.

"Kalau ada apa apa bilang sama papah dan mamah, biar org tua mu ini tidak khawatir." Ucap Bu iris lagi

"Iya mah." Ucap Aletha, dan

mereka pun memasuki dapur dan mengambil air minum.

Saat mereka ingin keluar dari dapur mereka di buat terkejut oleh penampakan.

"Astaghfirullah." Ucap Aletha dan Bu iris serempak

"Eh eh maaf nya, maaf non, mbo GK tau kalau kalian ada di dapur." Ucap mbo Jum

Aletha dan mamah nya mengelus dada mereka untuk berusaha sabar.

"Mbo ngapain pake masker wajah jam 02 kayak gini." Tanya Aletha heran, ia sedikit jengkel namun mbo Jum jauh di atas umur nya

"Iya mbo, bikin kaget aja." Ucap Bu iris

"Waduh maaf nya, mbo tadi ketiduran, jadi lupa deh lepasin masker nya." Ucap mbo Jum

"Haaa." Helaan nafas Aletha dan mamah nya

"Terus mbo ngapain ke dapur." Tanya Bu iris

"Ini nya, mau minum." Ucap mbok Jum sopan

"Owh ya sudah, saya duluan dulu ya mbok." Ucap Bu iris lagi

"Iya mbo saya mau ke kamar dulu." Ucap Aletha

"Oh iya nya, non, silahkan, sekali lagi maaf ya nya." Ucap mbok

Jum dan di angguki oleh Bu iris

 

💬

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!