Kebun jagung milik Bu Sarah selalu berbuah lebat setiap saat, dengan luas yang begitu luar biasa sehingga bila tidak tau jalan maka akan tersesat di dalam sana.
Namun kabar yang beredar mengatakan bahwa kebun jagung itu memang meminta tumbal nyawa manusia, kebun milik janda cantik itu memang sudah di jauhi oleh para warga karena Mereka sangat takut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 6. Cincin Alia
Saat sudah pergi dari kebun jagung itu maka Digo segera mengeluarkan sesuatu dari dalam saku celana dia, yang lain sama sekali tidak mengetahui bahwa pemuda ini telah menemukan sesuatu yang menurut dia agak aneh, emang mata calon menantu Pangeran ular ini cukup jeli sehingga dia menemukan barang yang menurutnya pantas untuk di selidiki lebih lanjut.
Namun Digo masih ada rasa ragu karena takut nanti Arya tidak percaya dengan apa yang dia katakan saat ini, sebab secara tidak langsung purnama dan Arya sudah mendatangi kebun jagung milik Bu Sarah itu dan sama sekali tidak menemukan ada yang aneh di sana sehingga jelas ada rasa tidak percaya.
Tapi kabar yang beredar sudah semakin kuat bahwa kebun jagung itu telah menyimpan sesuatu yang sangat mengerikan untuk para manusia, walau mereka tidak bertemu secara langsung dengan hantu kebun agung itu namun kabar yang mengatakan bahwa hantu di kebun jagung akan meminta nyawa manusia di dalam sana.
Sampai saat ini belum ada orang yang bertemu lagi dengan hantu kebun jagung itu, jadi terasa aneh ketika ada gosip saja yang mengatakan bahwa kebun jagung milik Bu Sarah telah menyimpang sesuatu yang sangat misterius sehingga bisa menghilangkan nyawa manusia yang tidak sengaja tersesat masuk ke dalam kebun tersebut.
Memang kebun yang begitu luas sehingga bila dipandang mata manusia biasa pasti akan terlihat begitu angker, terutama bila di malam hari maka mereka pasti akan bingung untuk mencari jalan keluar ketika tidak sengaja tersesat masuk ke dalam kebun jagung itu, oleh sebab itu mungkin orang terus mengatakan bahwa ada hantu di kebun jagung milik Bu Sarah.
Purnama sudah berusaha mengatakan kepada seluruh warga yang ada di desa pandan Arum bahwa tidak ada yang aneh dari kebun jagung milik Bu Sarah itu, dia juga meminta agar para warga tutup mulut dan tidak terus membicarakan hal buruk seperti itu karena nanti akan menyinggung perasaan Bu Sarah itu sendiri.
"Di sana juga sama sekali tidak ada, jadi ke mana ini Imron dan sang istri pergi?" Amir benar-benar gelisah.
"Ah mau dihubungi juga tidak bisa, seolah sudah mati akal ini mau mencari mereka." Ridwan juga sibuk.
"Kok bisa sih ponsel mereka berdua tidak bisa dihubungi begini, apa mungkin karena orang kota ya jadi lupa mencharger ponsel." ujar Arya.
"Mereka ini sebenarnya agak angkuh dan sulit sekali untuk berbicara dengan orang biasa, mungkin karena itu Allah memberikan mereka cobaan sehingga bangkrut seperti sekarang." Amir berkata terus terang.
"Ya manusia pasti akan begitu kalau banyak harta, kalau sudah jatuh maka baru kemudian akan insaf." sambung Arya dan dia sama sekali tidak kaget.
"Enak bisa insaf, ini kadang walau sudah jatuh miskin tapi tetap saja banyak tingkah sehingga membuat orang lain merasa kesal saja." Ridwan sebenarnya juga tahu bagaimana tabiat Imron dan sang istri itu.
"Ini pasti mereka juga bingung mencari keberadaan rumah kita." lirih Amir.
"Salah sendiri sengaja memilih rute malam seperti itu, sudah pasti ini mereka kesasar sehingga tidak kunjung sampai ke rumah kita." Ridwan yakin sekali akan hal tersebut.
"Eh tadi saat di kebun jagung aku menemukan sesuatu ini." Digo akhirnya memutuskan untuk membicarakan kepada Arya.
Arya segera menoleh karena dia tadi tidak paham kenapa Digo memilih untuk diam saja dan sama sekali tidak mengajak dia berbicara, namun dari gelagat nya saja Arya sudah bisa menebak bahwa Digo sedang memiliki sesuatu untuk di katakan kepada dia namun belum ada nyali saja untuk membuka suara.
Baru sekarang Digo mengeluarkan sesuatu dari dalam saku celana dia, sebuah cincin berwarna kuning yang Digo temukan ketika dia berada di kebun jagung tadi, warna yang berkilau itu membuat Digo bisa melihat bagaimana bentuk cincin yang sangat mengkilat sehingga dia tertarik dan mengambil cincin itu agar mereka bisa meneliti.
"Kau dapat cincin emas milik siapa ini?" Arya agak kaget sambil melihat Digo.
"Ya aku tidak tahu karena tadi aku menemukan saat sedang mengambil jagung." jawab Digo.
"Lalu Kenapa tidak kau katakan kepada bu Sarah? siapa tahu saja itu milik dia yang terjatuh loh." Ridwan juga ikut menoleh untuk melihat cincin itu.
"Aku tadi tidak kepikiran demikian, tapi kita bisa lihat dulu cincin ini dan bila tidak ada bersangkutan dengan sepupu kalian maka kita akan kembalikan cincin tersebut." Digo sudah berpikir panjang tentang hal itu.
"Apa hubungan cincin ini dengan saudara Ridwan dan Amir?" Arya menatap Digo dengan pandangan bingung.
"Ih pantas aja Mbak Purnama selalu emosi kalau berbicara dengan Arya ini, ternyata dia sangat lelet dan sulit berpikir dengan cepat!" batin Digo di dalam hati.
"Coba lihat bagaimana bentuk cincin yang kau temukan itu!" Ridwan juga penasaran dan mengambil cincin dari tangan Digo untuk meneliti lebih jauh lagi.
Cincin emas itu memang terlihat begitu mungil sehingga pasti milik seorang wanita, Ridwan memperhatikan dengan seksama dan ketika dia melihat sebuah nama yang tertulis di dalam cincin itu maka hati Ridwan menjadi tidak karuan, untuk memastikan lebih jauh maka dia membaca kembali agar tidak ada rasa ragu dan juga nanti malah salah sangka.
"Alia!" Ridwan seolah tidak percaya dengan huruf yang sudah dia baca.
"Alia apa?" Amir tidak paham dan dia menoleh kepada saudara dia sendiri.
"Ini tertulis nama Alia di dalam cincin ini." Ridwan menunjukkan kepada sang adik agar Amir bisa membaca.
"Mana sih?!" Amir juga agak kaget dan segera menerima cincin itu.
Amir memperhatikan juga bentuk dari cincin tersebut dan di sana dia melihat bagaimana sebuah huruf terukir dan memang itu adalah nama Alia, kini pikiran mereka semakin berkecamuk tidak karuan karena saudara mereka yang hilang bernama Alia dan cincin ini memiliki nama yang sama sehingga sudah pasti rasa takut dan juga penasaran semakin menjadi.
"Ar ini jadi gimana?" Amir langsung menoleh kepada Arya untuk meminta pertimbangan.
"Berikan padaku dulu." Arya meminta cincin itu dan dia juga memperhatikan apa memang itu adalah nama Alia.
"Kalau memang benar itu cincin milik Alia maka pasti tadi malam mereka tersesat di kebun jagung itu." Ridwan sudah berpikir ke sana.
"Jadi gimana kita mau mencari mereka berdua sekarang?" tanya Amir meminta pendapat Ridwan.
Arga yang duduk di kursi belakang masih diam saja karena dia belum bisa mengambil keputusan untuk mencari tahu, nama Alia yang tertulis dalam cincin ini memang sangat jelas sehingga pantas saja saat Amir merasa ketakutan seperti sekarang ini.
Selamat siang besti, jangan lupa like dan komen kalian semua ya.
benar-benar lucknut 🤬
dan mobil yg ada di gudang yg di tutupin terpal hitam psti mobil nya si Imron 😱😱
semuanya psti ada hubungannya dg Bu Sarah 😡😡
mknya buruan donk Kendal kamu cari pasangan biar gak jomblo trs 🤣🤣
apakah itu iblis peliharaan nya Bu Sarah ❓❓