NovelToon NovelToon
"STERILIZED SECRETS: MY HYGIENIC MAFIA HUSBAND"

"STERILIZED SECRETS: MY HYGIENIC MAFIA HUSBAND"

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:598
Nilai: 5
Nama Author: RAYAS

Arkan Alesandro Knight adalah seorang King Mafia dari organisasi Black Eclipse yang memiliki reputasi mematikan, namun ia menyimpan satu rahasia konyol: ia menderita Mysophobia akut. Baginya, kuman lebih berbahaya daripada peluru. Hidupnya yang steril dan kaku berubah total ketika ia terjebak dalam sebuah perjodohan dengan gadis pilihan ayahnya, Evelyn Valentina Grant.

​Evelyn tampil sebagai sosok "My Nerdy Wife"—gadis culun dengan kacamata tebal, daster bunga-bunga yang aneh, dan sifat ceroboh yang luar biasa. Namun, di balik penyamaran konyolnya, Evelyn sebenarnya adalah Queen EVG, seorang peretas kelas dunia dan pemimpin organisasi spionase yang sangat tangguh. Ia sengaja berakting bodoh untuk melindungi identitasnya sekaligus memata-matai Arkan.

penasaran dengan cerita mereka jangan lupa mampir yapp🥰🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RAYAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19

Pagi itu, kediaman Knight tidak lagi beraroma lemon segar, melainkan aroma ketegangan yang pekat. Sandra Olivia Dawson, ibu Arkan, berdiri di tengah ruang tamu dengan sarung tangan sutra dan sebuah kaca pembesar di tangan kanannya. Ia baru saja kembali dari perjalanan singkatnya ke Milan dan memutuskan untuk melakukan "inspeksi mendadak" terhadap menantu pilihannya.

Arkan berdiri kaku di samping ibunya, tangannya tidak berhenti menyemprotkan disinfektan ke udara setiap kali Sandra melangkah.

"Mama, sudah kukatakan, Evelyn sedang belajar untuk ujian metodologinya. Jangan ganggu dia dengan urusan debu," protes Arkan, meski matanya sendiri sibuk memindai apakah ada serat kain yang berani jatuh ke karpet mahalnya.

Sandra berbalik, menatap putranya tajam. "Arkan, seorang istri harus bisa menjaga standar kebersihan suaminya. Jika ada satu saja koloni bakteri yang lolos dari pengawasannya, itu artinya dia gagal. Evelyn!"

Evelyn muncul dari arah tangga dengan penampilan yang "sangat meyakinkan". Ia memakai daster motif polkadot warna kuning-ungu yang menabrak logika fashion, kacamata tebal yang diikat tali rafia (karena tali aslinya "putus digigit semut"), dan tangan yang penuh dengan noda tinta pulpen.

"I-iya, Mama Mertua? Eve hadir! Ada apa ya? Apa ada kuman yang sedang demo di ruang tamu?" tanya Evelyn dengan suara cemprengnya.

Sandra mendekati sebuah bingkai foto kristal di sudut ruangan. Ia mengusapkan jari telunjuknya yang berbalut sutra ke atas bingkai itu, lalu menatapnya di bawah kaca pembesar.

"Evelyn," suara Sandra meninggi. "Ada partikel asing di sini. Diameternya sekitar 0,5 mikron. Ini... ini debu dari luar negeri! Kau membiarkan debu asing masuk ke rumah putraku?!"

Arkan langsung menegang. Ia mengeluarkan senter UV dari sakunya dan menyinari bingkai foto itu. "Debu asing? Mama benar. Ini bukan debu lokal. Warnanya sedikit lebih abu-abu kebiruan. Ini debu dari area konstruksi!"

Evelyn menelan ludah. Sial, itu pasti debu dari sepatu tempurku semalam saat aku meledakkan gudang Sebastian, batinnya.

"Hwaaaa! Maafkan Eve, Mama! Tuan Arkan! Mungkin itu debu yang nempel di baju Eve waktu Eve lewat di depan toko bangunan tadi pagi! Eve cuma mau lihat semen, warnanya estetik sekali!" tangis Evelyn pecah, air mata buayanya mengalir deras hingga membasahi kacamatanya.

Lana muncul dari dapur sambil membawa piring berisi roti bakar yang gosong. "Aduh, Mama... Kak Arkan... itu cuma debu. Lagipula, debu konstruksi itu mengandung kalsium, bagus buat tulang rumah kita!"

"Diam, Lana! Ini masalah prinsip!" bentak Arkan. Ia menoleh ke arah Evelyn. "Evelyn, sebagai hukuman karena kecerobohanmu, hari ini kau harus membersihkan seluruh perpustakaan pribadiku. Sendiri. Tanpa bantuan pelayan. Dan aku akan mengawasimu lewat CCTV khusus pendeteksi kuman."

Evelyn mengangguk lemas, padahal di dalam hatinya ia bersorak. Perpustakaan Arkan adalah tempat di mana Arkan menyimpan server cadangan Black Eclipse. Ini adalah kesempatan emas.

Di dalam perpustakaan, Evelyn mulai beraksi. Ia memakai masker medis lima lapis dan penutup kepala plastik agar Arkan yang memantau lewat CCTV merasa puas. Ia mengelap rak buku dengan gerakan yang sangat lambat dan ceroboh, sesekali pura-pura bersin dan meminta maaf pada kamera.

"Ed, masuk ke frekuensi CCTV kamar 4. Bekukan gambarnya selama 30 detik setiap kali aku memberi kode 'Ekh-hem'," bisik Evelyn ke arah kancing dasternya yang merupakan mikrofon tersembunyi.

"Dimengerti, Queen. Arkan sedang di ruang kerjanya, dia sedang makan siang sambil memakai baju pelindung lengkap karena takut nasi yang dia makan terkontaminasi udara ruang tamu tadi," lapor Edward.

Ekh-hem!

Gambar di layar monitor Arkan membeku. Evelyn bergerak secepat kilat. Ia menarik sebuah buku tebal berjudul "The History of Sanitization" yang ternyata adalah tuas rahasia. Sebuah panel kecil terbuka, memperlihatkan lubang USB server.

Evelyn memasangkan alat peretasnya. Data mulai mengalir.

9%... 45%... 80%...

Tiba-tiba, suara langkah kaki terdengar dari balik pintu. Srak! Srak! Srak! Suara itu adalah suara langkah kaki orang yang memakai sepatu bot karet yang selalu disemprot alkohol. Arkan!

Evelyn mencabut alatnya, menutup panel, dan kembali ke posisi mengelap rak hanya dalam waktu tiga detik.

Ceklek!

Arkan masuk dengan membawa botol semprotan raksasa di punggungnya. "Evelyn! Berhenti!"

Evelyn tersentak, hampir menjatuhkan kemocengnya. "T-tuan Arkan? Ada apa? Apa ada bakteri raksasa yang masuk lewat ventilasi?"

Arkan mendekati rak buku tempat Evelyn berdiri. Ia menatap Evelyn dengan mata menyipit. "Aku melihat sesuatu yang aneh di monitor. Kau... kau bergerak terlalu cepat di area rak sejarah. Apa kau mencoba mencuri ilmuku tentang sanitasi?"

"Bukan, Tuan! Tadi ada kecoa yang pakai kacamata hitam lewat di sana! Eve kejar pakai kemoceng, tapi dia hilang di balik buku sejarah!" jawab Evelyn panik.

Arkan mundur tiga langkah dengan wajah pucat. "Kecoa? Memakai kacamata hitam? Itu artinya kecoa itu sudah bermutasi! Samuel! Panggil tim pembasmi hama level militer sekarang!"

Arkan menarik tangan Evelyn (tentu saja menggunakan tisu sebagai pembatas) dan membawanya keluar dari perpustakaan. "Jangan masuk ke sana lagi sampai area itu dinyatakan bersih dari mutan!"

Malam harinya, di bawah selimut, Evelyn membuka laptop rahasianya. Data yang ia ambil dari server Arkan sangat mengejutkan. Arkan ternyata tidak hanya mencari Sebastian Black, tapi ia sedang melacak identitas "Queen EVG" melalui pola pembelian deterjen antiseptik di seluruh dunia.

"Dia gila," gumam Evelyn. "Dia mencariku berdasarkan merk sabun yang kugunakan?"

"Queen, ada satu data lagi," potong Edward. "Arkan memesan tes DNA khusus. Dia mengambil sampel rambut yang tertinggal di jaket kulit yang kau pakai di mall kemarin. Hasilnya akan keluar besok pagi."

Evelyn membeku. Rambut itu... itu rambut aslinya, bukan rambut wig yang biasa ia pakai untuk penyamaran nerdy.

"Sial. Kalau DNA itu cocok dengan data medis Evelyn Grant di rumah sakit universitas, penyamaranku berakhir."

Evelyn segera berdiri. Ia harus menyusup ke laboratorium pribadi Arkan di lantai bawah tanah malam ini juga. Namun, saat ia membuka pintu kamarnya, ia mendapati Arkan sudah berdiri di sana, hanya mengenakan kaus putih polos (yang tentu saja sudah disterilkan 10 kali) dan celana tidur satin.

Arkan membawa sebuah baki berisi susu hangat dan... sebuah sisir.

"Evelyn," suara Arkan melembut, tapi ada nada interogasi di sana. "Rambutmu... terlihat sangat berantakan. Biar aku yang menyisirnya. Aku ingin memastikan tidak ada kutu atau debu konstruksi yang tersisa di sana."

Evelyn menelan ludah. Jika Arkan menyisir rambutnya, dia akan menyadari tekstur rambutnya yang asli sangat halus, bukan kasar seperti yang selama ini ia tunjukkan.

"E-eh... tidak usah, Tuan! Rambut Eve sensitif kalau kena sisir, nanti dia nangis!"

Arkan melangkah maju, melewati garis radius satu meter. Ia memojokkan Evelyn ke dinding. "Jangan bohong padaku, My Nerdy Wife. Kau punya terlalu banyak rahasia di balik kacamata ini."

Tangan Arkan perlahan meraih kacamata Evelyn. Jantung Evelyn berdegup kencang. Apakah malam ini adalah akhir dari sang Queen Mafia? Ataukah Arkan hanya ingin memastikan kacamatanya bebas dari sidik jari?

"Tuan... kacamata itu kotor..." bisik Evelyn, mencoba menggunakan kartu terakhirnya.

"Justru itu," jawab Arkan, wajahnya kini hanya berjarak beberapa senti dari wajah Evelyn. "Aku ingin melihat matamu tanpa noda sedikit pun."

Tepat saat kacamata itu hendak terlepas, suara ledakan kecil terdengar dari arah dapur, diikuti teriakan Lana.

"KAK ARKAN! KOMPORNYA BERSIN DARAH! TOLOOOONG!"

Arkan langsung melepaskan Evelyn dan berlari menuju dapur dengan botol disinfektan terhunus. Evelyn menghela napas lega, namun ia tahu, waktu penyamarannya semakin menipis.

"Lana, kau menyelamatkanku kali ini," bisik Evelyn sambil segera mengambil peralatan infiltrasinya. "Tapi besok, perang DNA akan dimulai."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!