Dua wanita cantik yang memiliki paket lengkap dan komplit bikin pusing kepala
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queenvyy27, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Apakah Murid Baru
Brakkkk
" Di sini siapa yang namanya Audy!! " teriak sah satu siswi memasuki kelas XI Ips 4.
" Woiiiii lo Tuli yaaa!!!. " teriak teman satu nya.
" Maaf kak, dia lagi ada di toilet sama teman teman nya. " ujar salah satu siswi kelas itu, tanpa banyak kata mereka beranjak dari sana dan segera bergegas menuju toilet.
" Huhhh gila tuh Audy baru juga murid baru tapi udah berurusan sama Ara cs." gerutu salah siswi tadi yang menjawab.
Kini Ara cs memasuki toilet yang berada satu lantai dengan kelas Audy cs yaitu Xl ips 4.
" Keluar lo semua!!! Kecuali Audy sama dua sayang nya!!. " teriak jihan.
" Woiiii Tuli ya lo pada!!!. " sambung yosi, dan mereka pun segera keluar dari dalam toilet. Kecuali Audy cs yang justru menatap Ara cs tak suka.
" Ada urusan apa lo sama gue dan teman teman gue?."_ tanya Audy angkuh sambil bersedekah dada.
" Ooh jadi lo ?? Ckckck. " sinis Ara memandang remeh Audy.
"Jaga ya mata lo ! Gak usah natap gue kaya gini!!. " ucap Audy.
" Lili yosi keluar lo ! Biar gak di bilang modal patungan. " titah Ara, yosi dan lili pun menunggu di luar toilet.
" Welll ? Sekarang seimbang. "senyum smirk Ara.
Tanpa aba aba Ara menjambak rambut Audy.
" Wehh an*ing ya lo !!! Lo ada masalah apa sama gue ban*sat !! Aaarrrhhh lepasss an*ing. "_teriak Audy, Ketika cici dan friska ingin membantu nya dengan cepat jihan dan yosi segera menendang perut cici dan friska hingga tersungkur.
"Jangan coba coba lo bantu ja\*ang itu!. " ancam jihan menatap friska dan cici dengan tajam.
" An*ing lo!!. " teriak Audy friska dan cici bersamaan ketika Audi menyiram mereka dengan air.
" Ini belum seberapa bit*h!!! Gue peringatkan buat lo lo semua! Jangan pernah ganggu Rian, kiki areksa darren!!! Kalau gue sampai tahu lo masih berani deketin mereka habis lo !! Bahkan ini belum seberapa bit*h!!! "_ancam Ara.
Sreeeekkkkk
" Argh apa ya lo lakuin ban*sat!!!!"_teriak Audy ketika baju nya di tarik oleh Audi hingga semua kancing seragam Audy terlepas semua.
" Woooowwwww!!!!! Anj*rr ternyata lo kotor juga bit*h!! Iyu uhhh. " jijik jihan melihat tubuh Audrey penuh tanda kiss mark.
" Ban*sat!. " teriak Audy.
Pllakkkkkk
" Yuk girls... Cabut!. " ucap Ara setelah menampar pipi Audy dan pergi berlalu begitu saja.
" Argh bangsat tuh orang!. " marah Audy.
" Ahhh sekarang kita semua basah Gimana dong. " rengek cici.
" Iyaaa gimana ini. " sambung friska.
" Kalian mending basah doang!! Liat gue kancing nya lepas semua, bang*at tuh orang!!."_geram Audy.
" Kita ke loker aja yuk buat ambil baju, pasti sekarang sepi.. Gak ada orang.. Semua ada di dalam kelas. " usul cici
" Yakin lo ?. " friska memastikan, Dan cici pun mengangguk.
" Terus gue gimana???. " ucap frustasi Audy.
" Udah ikut aja lagian gak ada orang ini kok. " jawab cici yang diangguki friska.
Setelah memastikan keadaan aman, mereka bertiga pun segera bergegas menuju ruang loker.
Bruhkkkh
" Aw shhh. " rintih Audy.
" Shit. " umpat Kenzo yang tak sengaja melihat tubuh Audy yang penuh dengan bercak merah, kenzo pun segera memalingkan wajah nya dan pergi berlalu begitu saja tanpa mengucap apa pun bahkan membantunya saja tidak.
" Ken Kenzoooo. " lirih Audy
" Aaarrgggh bang*at!! Pasti Kenzo udah liat!! Arghhh sial!!. " histeris Audy.
" Udah buruan dy.. Nanti kita urus Kenzo setelah ganti baju dulu, Udah dingin nih gue." ajak cici, friska pun mengangguk.
Dan terpaksa Audy pun bangkit dan menuju loker.
Niat hati Kenzo ingin menuju kelas nya, namun urung ketika mood nya hancur dalam sekejap.
Tap
Tap
" Ngapain lo di sini!. " tanya kenzo menatap datar seseorang di depan nya.
"Jamkos. " Kenzo pun duduk bersandar di sofa rooftop itu dengan mengeluarkan benda keramat sejuta kaum adam, apalagi kalo bukan rokok.
Huuuffh
Kenzo pun mengepulkan asapnya di udara.
" Ada masalah lo!. " seketika Kenzo menoleh ke arah nya.
" Emang keliatan?." bukan nya menjawab kini kenzo justru balik bertanya,Seseorang itu pun mengangguk.
" Huuffttt, bodoh banget gue!. " gumam kenzo menghembuskan nafas nya dengan kasar.
" Emang. " celetuk nya, membuat Kenzo mendelik.
" Lo ngatain gue??. "
" Lah kan lo sendiri yang ngomong, gue cuma membenarkan. " jawab nya tak mau kalah.
" Bangke lo jadi cewek!. " celetuk Kenzo, membuat nya mendelik tak terima.
" Anjir lo! Mulut lo noh bau bangke! " ucap nya tak mau kalah.
" Diem deh lo! Gue lagi males debat sama lo"
" Yeee lo kira lo lagi debat capres??"
"Serah lo deh"
" Lah ya emang serah gue mulut mulut gue"
" RANIA !. " tekan kenzo, mendadak Rania pun mengatupkan mulut nya rapat rapat.
Kini keadaan mulai hening dengan kenzo yang asik dengan rokok nya, dan Rania yang asik merebahkan diri di ayunan dan tangan nya berselancar dengan layar ponselnya.
Uhukk
Uhukkk
" Ehhh gila ya lo!!!." pekik Rania.
Bugh!
" Sadar ban*sat!!! Segalau apa sih lo sampe lo ngabisin dua bungkus rokok? Mau mati lo??? Sana cari tempat lain jangan di sini!." ucap Rani setelah memberi bogeman mentah di wajah Kenzo.
Kenzo pun mematung dengan pandangan yang kosong tapi mata pria itu memerah.
" Kalau mau nangis nangis aja jangan di tahan! Cowok juga punya hati bray pasti ada saat nya rapuh, Kalo emang dengan lo yang nangis bisa bikin lo lega, lo nangis aja tumpah kan semua nya hari ini setelah itu lo bangkit dari keterpurukan lo bukan nya lo diem diri di dalam kubangan. " nasehat Rani mampu membuat tangis Kenzo pecah, Kenzo pun menyembunyikan wajah nya di kedua lutut nya yang di Tekuk ke atas.
Rania yang melihat nya pun tak tega, dia pun mendekat ke Kenzo mengelus punggung kenzo, kenzo pun tersentak kaget ketika ada usapan lembut di punggung nya.
"G gu gue boleh peluk lo?. " izin Kenzo, Rania pun mengangguk.
Grep
Kenzo memeluk tubuh Rania dengan erat.
" Inget! Ini terakhir nya lo kaya gini, Tapi buat besok lo harus bangkit!. " Kenzo pun mengangguk.
Selang berapa menit kenzo pun melerai pelukan nya.
". Sorry baju lo jadi basah. " ucap Kenzo memperhatikan baju Rani yang lembab.
" Santai. " jawab Rania dan tangan nya bergerak menghapus jejak sisa air mata di wajah Kenzo dan merapihkan rambut Kenzo, kenzo pun terdiam terpaku dengan tindakan Rania , terlebih melihat wajah Rania dengan jarang yang sangat dekat.
"Jelek lo!. " cibir Rania menarik hidung mancung kenzo.
" Sakit Ege!. " Rania pun acuh dan duduk bersandar di sofa.
" Mabar kuyy." ajak Rania, Kenzo pun mengangguk mengeluarkan ponsel nya.
" Jangan nob lo. " titah kenzo
" Anjir lo ! Gue bukan Farel asal lo tau. " jawab Rani tak mau kalah dengan fokus di layar ponsel nya.
"Lo kenapa ada di sini. " tanya kenzo di sela aktivitas nya.
" JAM KOS bt gue! Buntut lo ribut mulu".
"An*ir buntut.." Rania pun hanya terkekeh.
Tak jauh berbeda dengan
kelas Rania yang tidak ada gurunya, sama halnya kini di kelas rian yang sedang jam kos juga.
Namun bukan itu masalah nya, melainkan Raisa yang bolos dari pelajaran biologi dan melipir ke kelas Rian.
" Ngapain lo ke sini Ri." tanya Rian ketika Raisa memasuki kelas nya dan menuju meja Rian.
" Eh eh eh anjirr! Sepupu lo Rian! " ucap darren ketika Raisa menarik darren yang sedang duduk di kursi nya, lalu Raisa mengambil alih kursi darren.
" Heh ngapain lo ! Dateng dateng bikin rusuh aja lo Ri. " tegur rian.
" Ngantuk gue An, Sssttt jangan berisik." ucap Raisa mengambil hoodie milik Raka dan di jadikan nya bantal untuk meletakkan kepala dia di atas meja.
" Gak belajar lo?." tanya kiki yang berada di samping nya.
" Biologi, males gue bikin ngantuk. " ucapnya dengan mata terpejam.
" Anjir nih cewek! Bolos mulu kerjaan nya heran gue! " gerutu darren.
" Eh la, lo tar mau ikut gue ke rumah gak? Mamih nanyain lo sama rara noh. "tanya Rian.
" Ri. " panggil rian karena Raisa tak kunjung menjawab nya.
" Pantesan kagak nyaut, orang udah molor dia. " ucap kiki yang menyibak kan rambut Raisa yang menutupi wajah nya.
" Gila nih cewek diem kalo lagi tidur doang. "celetuk kiki.
"Hahaha kalo hidup pusing gue." saut Rian.
Kini memasuki pergantian jam pelajaran.
Tap
Tap
" Sstt Ris, Bangun Ris ada guru laaa woii. " bisik kiki ketika guru itu sudah memasuki kelas nya.
" Gimana ki? Bangun belum. " tanya rian cemas.
" Susah bangunin ni cewek cuy. " jawab kiki.
" Coba sekali lagi " titah Raka.
" Tetep. "ucap kiki membangunkan Raisa yang tak kunjung bangun
"Darren!! Kenapa kamu masih berdiri! Duduk! " titah guru itu.
Darren pun segera mendudukkan diri nya di bangku seorang cewek duduk sendiri.
Pelajaran pun berjalan dengan baik guru pun menerangkan hingga selesai.
Brakkkkk
" Ban**at! "_umpat Raisa terlonjak kaget ketika meja nya di gebrak.
" Mampus gue! "_lirih Rian pelan sambil menepuk jidatnya.
" Astaga Risa. " gumam Raka pelan.
" Aduh. " gumam kiki.
"Anjir si Ais Ais. " gerutu Darren.
Kini semua seisi kelas menoleh ke arah Raisa.
" Heheheh maaf Bu ketiduran. " cengir Raisa dengan menggaruk pelipis nya yang tak gatal.
" Maju ke depan kerjakan soal di papan tulis. " titah guru itu.
"Tapi bu dia... "_
" Apa Rian!!! Kamu mau gantiin dia ngisi soal di depan? Rian pun menggeleng.
" Gimana An, gue takut kalo Raisa kena hukuman tuh guru. " bisik kiki pelan Kini seisi kelas memperhatikan Raisa yang sedang mencoret coret papan tulis nya di depan.
" Nih udah bu. " ucap Raisa memberikan spidol itu dan langsung lari keluar dari kelas Rian itu.
" Heyyy mau kemana kamuuu!!!." teriak guru itu, Lu dia pu memeriksa jawaban yang di selesaikan oleh Raisa tadi.
" Siapa perempuan itu?? Apa dia murid baru kelas ini. "semua murid menggeleng. Membuat guru itu mengernyit.
" Cepat panggil perempuan tadi "
"Maaf Bu emang nya kenapa ya? Jawabannya apa salah bu??? Lagi pula yang tadi itu adik kelas bu sepupu saya.. Maaf Bu." ucap Rian menjelaskan.
" Apa??? Adik kelas????? Bagaimana bisa? "
" Iya bu, dia murid baru di kelas XI ipa 3." lanjut kiki.
" Kalau jawaban nya salah saya aja bu yang ngerjain. " tawar Raka.
" Ah... Tidak tidak justru saya kaget, jawaban dia semuanya benar. "ungkap guru itu membuat seisi kelas tercengang.
" Gilaa otak nya boleh juga tuh cewek. " gumam Darren.
" Anjir gue pikir tuh cewek IQ rendah... Gak taunya istimewa ahhhh. "heboh kiki yang langsung di toyor oleh ria dari belakang, karena meja kiki berada di depan meja Rian.