NovelToon NovelToon
Target Transmigrasi: Berhenti Jadi Istri Durhaka Sang CEO Bucin!

Target Transmigrasi: Berhenti Jadi Istri Durhaka Sang CEO Bucin!

Status: tamat
Genre:Menikah Karena Anak / Transmigrasi ke Dalam Novel / CEO / Anak Genius / Fantasi Wanita / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:90.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

​"Jangan pakai namaku untuk karakter mati tragis, Elodie!"
​Peringatan Blair diabaikan. Ia justru terbangun sebagai Charlotte Lauren Blair, istri durhaka dan ibu kejam dalam novel sahabatnya. Di naskah asli, ia akan mati mengenaskan dikhianati selingkuhannya, Andreas.
​Misi Blair hanya satu: Batalkan Kematian!
​Namun, rencananya terhambat oleh suaminya, Ralph Liam Alexander. CEO dingin yang ditakuti dunia itu selalu menatapnya tajam. Tapi tunggu... kenapa Blair bisa mendengar suara hati suaminya yang sangat berisik?
​Liam (Dingin): "Jangan harap kau bisa bercerai dariku!"
Suara Hati Liam (Bucin): [Tolong jangan pergi... Aku mencintaimu sampai mau gila. Satu langkah kau menjauh, aku akan mengurungmu di kamar selamanya!]
​Ternyata, sang "Monster" adalah simp kelas berat yang takut kehilangan dirinya! Bisakah Blair mengubah alur tragis ini, meluluhkan hati putranya yang membencinya, dan bertahan dari obsesi gila sang suami?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22: Ketegasan Sang Penguasa

"Adeline, kemasi barang-barangmu sekarang juga. Mobil jemputan sudah menunggumu di depan gerbang."

Suara Liam menggema di ruang makan pagi itu, dingin dan tak terbantah. Ia berdiri tegak di kepala meja, bahkan belum menyentuh kopi hitamnya. Sorot matanya yang tajam tertuju lurus pada Adeline yang baru saja akan duduk dengan gaun floral cantiknya, siap untuk menebar pesona seperti kemarin.

Adeline membeku, tangannya yang memegang serbet gemetar. "K-Kak Ralph? Apa maksudnya? Tante Lily bilang aku boleh tinggal di sini seminggu lagi untuk menemani beliau..."

[Seminggu? Satu detik saja kau di sini, aku akan kehilangan istri dan anakku selamanya! Aku tidak peduli jika Mama pingsan karena marah, tapi aku tidak bisa membiarkan Blair menatapku dengan mata sedingin es itu lagi. Pergilah! Pergi sebelum aku benar-benar kehilangan akal!]

"Aku tidak butuh izin siapa pun untuk memutuskan siapa yang boleh berada di rumahku sendiri," Liam melirik Lily yang duduk di sampingnya. Wajah ibunya itu sudah berubah menjadi merah padam, siap meledak.

"Ralph! Kau berani mengusir tamu Mama?!" Lily menggebrak meja makan hingga cangkir porselennya berdenting keras. "Adeline tidak akan pergi ke mana-mana! Dia adalah teman bicara Mama satu-satunya di rumah yang penuh dengan orang-orang tidak beradab ini!"

Lily menunjuk ke arahku dengan jari yang bergetar. Aku hanya duduk tenang di seberangnya, menyesap teh melatiku seolah-olah drama di depanku ini hanyalah siaran berita pagi yang membosankan.

"Kalau begitu, silakan Nyonya Lily ikut bersamanya," sahutku pelan, namun nadanya menusuk. "Jika Nona Adeline adalah satu-satunya teman bicara Anda, mungkin Anda akan lebih nyaman tinggal di hotel bintang lima bersama beliau. Liam yang akan membayar semua tagihannya, bukan?"

"Kau... kau jalang tidak tahu diuntung!" Lily berteriak histeris.

"Mama, cukup!" Liam membentak, suaranya menggelegar hingga para pelayan di sudut ruangan menunduk ketakutan. "Jika Mama terus menghina Blair, aku akan menyiapkan rumah pribadi untuk Mama di pinggiran kota. Mama bisa tinggal di sana dengan tenang, tapi Mama tidak akan pernah melihat Axelle lagi."

Lily terengah-engah, dadanya naik turun. Ancaman tentang Axelle adalah satu-satunya hal yang bisa membungkamnya. Ia tahu, Axelle adalah pewaris tunggal dan satu-satunya cucunya.

[Dia diam... Bagus. Akhirnya dia diam. Sekarang, aku harus memastikan Blair melihat kalau aku sungguh-sungguh. Blair, lihatlah aku... Aku melakukan ini untukmu. Tolong, jangan berpaling lagi dariku.]

Adeline mulai menangis, air mata buayanya mengalir deras. "Kak Ralph... aku benar-benar tidak tahu kalau kehadiranku membuat Kakak dan Blair bertengkar. Aku akan pergi... hiks... aku tidak mau menjadi perusak rumah tangga orang."

"Bagus kalau kau sadar," ucap Axelle yang baru saja turun tangga. Ia berdiri di sampingku, menyilangkan tangan di dada. "Sopir sudah memasukkan kopermu ke bagasi. Jangan ada yang tertinggal, terutama anting murahanmu yang kau tinggal di kamar mandi Papa kemarin."

Wajah Adeline memerah karena malu yang luar biasa. Rahasianya dibongkar secara publik oleh seorang remaja berusia enam belas tahun.

"Pergilah, Adeline. Sebelum aku kehilangan kesabaranku sepenuhnya," ucap Liam tanpa emosi.

Dengan isak tangis yang dibuat-buat, Adeline berlari keluar dari ruang makan, diikuti oleh Lily yang mengejarnya sambil terus memaki namaku.

Suasana meja makan kembali sunyi. Liam menghela napas panjang, bahunya yang tegap tampak sedikit merosot. Ia menatapku dengan tatapan memohon, mencari pengakuan di mataku.

"Sudah dilakukan, Blair. Dia sudah pergi," bisik Liam parau.

Aku berdiri dari kursi, merapikan blazer kerjaku. "Terima kasih, Liam. Tapi ingat, pengusiran satu orang tidak menghapus fakta bahwa ibumu masih ingin menghancurkanku. Aku ada rapat desain pagi ini. Axelle, ayo Mama antar ke sekolah."

"Siap, Ma," jawab Axelle dengan semangat.

Liam tertegun di tempatnya.

[Dia tidak memelukku? Dia tidak bilang 'terima kasih'? Dia hanya pergi begitu saja? Ya Tuhan, apa aku terlambat melakukannya? Kenapa hatiku rasanya semakin kosong? Blair... kumohon, beri aku satu senyum saja. Satu senyum yang tulus seperti dulu.]

Aku melangkah melewati Liam tanpa menoleh. Aku bisa merasakan batinnya yang hancur, namun aku harus tetap pada rencana. Strategi tarik ulur ini harus dilakukan sampai Liam benar-benar menyadari bahwa ia tidak bisa membiarkan siapa pun—bahkan ibunya—menginjak-injak harga diriku.

"Hati-hati di jalan, Liam. Jangan lupa tanda tangani dokumen audit yang kuberikan semalam," ucapku di ambang pintu sebelum benar-benar pergi.

Liam hanya bisa menatap punggungku dengan tatapan hampa. Ia menyadari satu hal yang menakutkan: memenangkan hati Blair yang 'baru' ini jauh lebih sulit daripada mengakuisisi sepuluh perusahaan raksasa sekaligus.

1
Rina Rina
udh tamat?
Ariska Kamisa: betul kak 🙏
terimakasih banyak sudah mampir ♥️♥️♥️
total 1 replies
Aulia Patauddin
ini tuh mc cwo nya banyak omong doang dalam hati,gada tindakan samsek,di kembangkan lagi yak thor semangat
Ariska Kamisa: siap kak... terimakasih🙏🙏🙏
total 1 replies
Sulati Cus
banyak nya rahasia yg bikin menarik
Ariska Kamisa: terimakasih banyak kak🙏🙏🙏
total 1 replies
Nessa
thanks thor untuk ceritanya sukses selalu 😊
Ariska Kamisa: terimakasih banyak kak♥️♥️♥️♥️
total 1 replies
Ellasama
gak heran sih yg kasih like makin dikit orang alurnya gini/NosePick/
Ariska Kamisa: maaf ya kak kalo jadi ngalor ngidul🤭🤭🤭
total 1 replies
Ellasama
Stooopp Hati zomblo ini sudah tidak kuat/Awkward/
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Ellasama
Terlalu kaku kak kalau pakai kata AKU apalagi saat di beberapa bagian seolah olah si fl itu bukan Blair y walaupun emang bukan tp kan sudah transmigrasi kak/Bye-Bye/
Ariska Kamisa: iyah ya, maaf ya kalo rancu... 🤭
terimakasih koreksinya 🙏
nanti aku perbaiki🙏🙏🙏
total 1 replies
Ellasama
jangan pakai kata AKU donggg jadinya terlalu kaku/Scream/
Ariska Kamisa: terimakasih sarannya kakak🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Ellasama
GILAAAA, KARAKTER NYA ITULOH IDUP BGT BKN greget sampai kebawa suasana gua
Ariska Kamisa: terimakasih banyak 🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
falea sezi
saking takut d tinggal ya Liam sampe nerobos wkt di jabanin
Ariska Kamisa: ♥️♥️♥️♥️♥️
total 1 replies
falea sezi
sweet amat pak liam
Ariska Kamisa: bucin 🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Aisyah Suyuti
menarik
Ariska Kamisa: terimakasih banyak kak 🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
aditya rian
gasss....
Ariska Kamisa: 💨💨💨💨💨
total 1 replies
aditya rian
👍👍👍👍👍
Ariska Kamisa: terimakasih jempolnya
total 1 replies
aditya rian
🤸🤸🤸🤸🤸🤸
Ariska Kamisa: kenapa jungkir balik kak🤣
total 1 replies
aditya rian
datang ke dunia nyata liamnya??
Ariska Kamisa: yeess
total 1 replies
aditya rian
/Shy//Shy//Shy//Shy//Shy/
aditya rian
semangat blair💪💪
Ariska Kamisa: 💪💪💪💪💪💪💪
total 1 replies
aditya rian
👣👣👣👣👣
Ariska Kamisa: terimakasih jejak nya🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
aditya rian
👍👍👍👍👍👍👍👍
Ariska Kamisa: terimakasih jempolnya 🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!