NovelToon NovelToon
Jangan, Dia Datang!

Jangan, Dia Datang!

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Kutukan / Misteri
Popularitas:7k
Nilai: 5
Nama Author: Rain (angg_rainy)

Naja Belial muncul saat keadilan gagal. Dia tidak datang untuk menyelamatkan, tapi untuk memastikan dosamu dibayar lunas.

Saat hukum bisa dibeli.
Saat kebenaran dimanipulasi.
Saat manusia saling menghancurkan demi kepentingan sendiri…

Entitas urban legend itu akan datang.

Ada yang menganggapnya penyelamat.
Ada pula yang menyebutnya kutukan.

Lalu, apakah keadilan yang dipaksakan benar-benar lebih baik daripada kehancuran yang dibiarkan?

Story by Instagram & Tiktok @penulis_rain

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rain (angg_rainy), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 24 : Andre Manipulatif

Hari itu, Andre seperti biasa datang ke sekolah. Tidak ada yang aneh. Suasana pagi ini cukup sejuk dan indah. Saat ia memasuki ruang guru, semua guru sibuk dengan pekerjaan masing-masing.

"Pak Rahmat, boleh saya pinjam tipe-x?" pinta Andre karena penghapusnya tidak sengaja jatuh.

Rahmat hanya diam, pria itu sama sekali tidak menoleh pada Andre dan sibuk memperhatikan layar laptopnya. Melihat itu, Andre menjadi kesal. Namun, dia berusaha tenang.

Andre berusaha meminjam ke guru lain tapi jawabannya sama-sama cuek. Pria itu terpaksa mengotori lembar tugasnya dengan coretan bolpoin. Setelah itu, dia pun bergegas menuju kelas yang akan dia ajar tanpa berkata apa-apa pada guru-guru yang masih ada di ruangan.

Diam-diam, para guru membicarakan Andre saat pria itu sudah keluar ruangan. Mereka tidak lagi diam fokus pada pekerjaan. Pak Rahmat menatap tajam pada salah satu guru.

"Aku heran kenapa Andre bisa jadi guru. Dia itu punya masa lalu yang buruk pernah bully orang," bisik pak Rahmat, suaranya terdengar sinis.

Ucapan itu diangguki oleh beberapa guru yang ada di sana.

"Iya apalagi aku dengar dari murid kita, Andre juga suka pilih kasih waktu mengajar," timpal guru yang lain.

Pak Rahmat menghela napas sambil menggelengkan kepala. Dia mengusap wajahnya kasar. "Semoga Andre cepat dikasi hukuman sama Naja," gumamnya.

“Iya, aku sih nggak pernah ketemu ya. Tapi dari rumor yang beredar itu, Naja suka menghukum orang jahat.”

Guru yang sedari tadi sibuk memakai lipstik ikut nimbrung, “bener Pak, tetangga saya jadi begal tiba-tiba lengannya busuk. Dia bilang karena Naja.”

“Oh, sama itu dengan ketua RT saya. Perutnya meledak karena korupsi sumbangan warga. Katanya sih ketemu Naja.”

Sejak Naja mendengar kejelasan Satria tentang Andre, Naja pun mulai melakukan sesuatu untuk membuat pria itu tidak berani menunjukkan muka. Dia diam-diam menunjukkan rekaman aib Andre yang suka membuli dan memukul orang pada guru-guru yang lain di sekolah. Selain itu, dia juga menunjukkan rekaman itu di depan kepala sekolah yang baru.

Tidak seperti guru-guru yang cuek dan sinis pada Andre, kepala sekolah jauh lebih netral. Beliau tetap menyapa Andre seperti biasa, bahkan tersenyum. Andre tidak tahu, di balik tatapan lembutnya dia sedang merencanakan sesuatu untuk menghukum guru tersebut. Karena bagi beliau, tindakan bully apalagi dari seorang guru merupakan hal tercela dan harus mendapat ganjaran.

Sebelum kepala sekolah baru itu menghukum Andre, Naja sempat berpesan supaya Andre didiamkan saja. Dia ingin memberi kesadaran untuk pria itu. Alhasil, mereka pun berkompromi untuk menjebak pria tersebut.

***

Saat Andre datang ke kelas yang dia ajar, kelas tersebut tampak hening. Para murid memang sudah ada di bangku masing-masing. Akan tetapi, pandangan mereka terlihat kosong. Bulu kuduk Andre sedikit merinding tapi dia berusaha tenang.

"Selamat pagi, anak-anak. Bagaimana kabar kalian?" tanya Andre dengan ceria, berusaha menghidupkan kelas agar tidak sunyi.

Hening.

Tidak ada jawaban sama sekali dari para muridnya di kelas. Semua pada diam dan menatap kosong ke arahnya. Melihat itu, senyum hangat di wajah Andre memudar. Pria itu terdiam dan memilih mendekat ke bangkunya yang ada di dekat papan tulis.

"Baik anak-anak, coba buka buku paket halaman 46," perintah Andre dengan suara tegas. Namun tidak ada sahutan sama sekali dari murid-murid.

Saat dia menoleh ke depan, mereka semua diam mematung. Tidak berbicara tapi juga tidak melakukan apa yang dia perintahkan. Andre pun geram dan dia memukul meja dengan kasar karena kesal.

"Apa kalian bisu? Kenapa diam saja dari tadi?" tegur Andre.

Para murid masih tidak menjawab. Mereka masih diam dengan tatapan kosong. Wajah mereka semua tampak pucat. Perlahan-lahan, mata mereka terlihat putih kosong dan mengeluarkan darah dari kelopak mata. Jantung Andre seperti mau lepas, dia terperanjat kaget.

Di sekitar ruangan, sarang laba-laba terlihat berantakan mengotori jendela kelas. Langit dari balik jendela mulai mendung. Petir bergemuruh membuat suasana menjadi terasa dingin dan mencekam.

"Sebenarnya apa yang sedang terjadi?" tanya Andre pada dirinya sendiri. Dia beberapa kali memukul papan tulis untuk menyadarkan murid-muridnya yang seperti kerasukan.

Tiba-tiba di saat Andre sedang merasa cemas dan kesal, terdengar suara tawa yang nyaring. Dia pun menoleh ke belakang sambil menghela napas. Mata pria itu membelalak melihat sosok perempuan sedang menyeringai ke arahnya dengan tatapan tajam.

Sosok perempuan itu tidak asing di mata Andre. Wajah perempuan yang masa mudanya selalu dia tindas sampai mati. Jantung Andre berdebar sangat kencang seperti mau copot. Bulu kuduknya merinding. Sosok itu memiringkan kepala menatap Andre dengan seringai. Darah yang ada di kain putihnya terus mengotori lantai putih yang ada di kelas.

"Kenapa, Andre? Kamu takut ya? Jangan sampai kencing di celana yah?" tanya Naja yang baru saja datang sambil tertawa mengejek.

Andre menoleh, dia mengerutkan kening menatap Naja yang terlihat aneh. Sosoknya datang dalam wujud setengah malaikat setengah iblis.

"Si .. siapa kamu?" tanya Andre penasaran dengan sedikit curiga.

Naja tersenyum kecil. "Bisa malaikat bisa juga iblis. Tergantung, berapa banyak dosa atau kebaikan yang sudah kamu perbuat," jawabnya dengan suara tajam.

Andre mengangguk. Dia tahu siapa Naja saat ini. Pria itu selama ini hanya mendengar sosok Naja yang suka menghakimi orang berdosa. Banyak yang menyangkal mereka berbuat dosa, tapi mereka juga tidak luput dari hukuman Naja. Berbeda dengan orang-orang yang menyangkal, Andre justru menganggukkan kepala.

"Iya, aku sudah banyak berbuat dosa. Aku sedang berusaha memperbaiki diri," ujar Andre sedikit jujur tapi juga sedikit manipulatif. Suaranya lembut dan tenang, sedikit merasa bersalah.

Naja mengerutkan kening. "Berusaha memperbaiki diri?" Dia bertanya tak percaya.

Sosok Naja itu menghadap ke depan, memandang murid-murid yang sedang terdiam seperti patung. Dengan petikan jari, dia berhasil membuat semua murid sadar. Dia tersenyum menatap murid-murid tersebut.

"Anak-anak, apa kalian nyaman diajar sama pak Andre sebagai guru kalian?" tanya Naja lembut pada semua murid.

Semua murid sontak menggelengkan kepala. Beberapa bahkan ada yang meringkuk ketakutan melihat Andre. Sepertinya, banyak perbuatan jahat yang dilakukan pria itu selama ada di sekolah. Tidak peduli saat masih jadi siswa maupun jadi guru.

"Sudah lihat ‘kan tanggapan mereka?" Naja tersenyum melihat Andre yang mulai panik.

"Kamu sudah banyak merusak hidup orang-orang di sini. Sama seperti teman tercintamu itu, si Rehan. Koruptor pembangunan sekolah yang sekarang cacat," sindir Naja sambil berjalan mendekati Andre.

Andre terdiam ketakutan. Dia tidak bisa berpikir jernih. Saat ia melihat sebuah penghapus yang ada di mejanya, dia segera mengambil dan melemparnya kasar ke arah Naja. Saat Naja sedikit terdorong oleh lemparan itu, dia memanfaatkan waktu untuk melarikan diri. Namun, tiba-tiba saja kakinya seperti tidak bisa digerakkan.

Naja yang dari tadi tersenyum seketika menjadi murka saat Andre berusaha melawannya. Dia pun mengejarnya dengan secepat cahaya. Andre yang panik berusaha menghindar dan beberapa kali melukai Naja dengan melempar barang yang ada di sekitar. Ruangan menjadi berantakan tak karuan.

"Heh! Berhenti, Andre!" teriak Naja sambil meniupkan bola api membuat pria itu tampak gosong.

1
SuryaNingsih
tuh kann ini tu tanah mereka tapi mau di rampas gitu
SuryaNingsih
Mau digusur demi bangun mall? ga ad hati klian ni
SuryaNingsih
Manaa🤣🤣
SuryaNingsih
naja itu santai tapi ngeselin tapi lucu🤣
SuryaNingsih
ooh si Naja nya mah udah tau ya🤣 cuma bru gentayangin aja
SuryaNingsih
sempet ketawa sama tepuk tangan🤣 lucu bgt ya🤣🤣
SuryaNingsih
jalur kakaen di desa penari kali ni andre🤭
SuryaNingsih
ramah pas ada maunya
SuryaNingsih
Lah yo si Andre dlu nganu 😡
Rosalina Ayyaee
Enak bgt jd Naja? dia smacem utusan tuhan ya?
Rosalina Ayyaee
Hadehh pak kepala dinasnya malah ky gt
Rosalina Ayyaee
Berhati lembut🤣 dia abis bunbun org🤣🤣
Rosalina Ayyaee
dia ngga mau kasus evan keulang lg salah tangkep
Rosalina Ayyaee
Hmm kek nya pembangunannya di tanah ilegal ya😡
Rosalina Ayyaee
seperti biasa mba Naja ini ngeselin tingkahnya🤣 tp bner sih kan yg di bully ya cewe itu
Rosalina Ayyaee
ooh semacem urban legend gt ya thor jd dy bales smua org gk cuma yg dsklh ini sj
Rosalina Ayyaee
Masih bgitu ya cuma dpn org dy pura2 pncitraan doang
Rosalina Ayyaee
Ya ampun andre kaya gitu dulunya😡
Rosalina Ayyaee
ya pasti wong korupsi kok
Wulandarry
Lhaa mala lari dy🤣 sukur dh d ksi sangsi sosial😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!