NovelToon NovelToon
TEBUSAN RANJANG ( Kontrak Pernikahan 1 Tahun )

TEBUSAN RANJANG ( Kontrak Pernikahan 1 Tahun )

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Nikah Kontrak
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Five Vee

*Novel dengan Alur Sat Set dan Bab Pendek.*


Junee tidak pernah menyangka akan bertemu lagi dengan Ben Pratama.

Anak culun yang dulu ia tolak di SMA, sekarang jadi CEO muda yang dingin dan sukses. Ketika panti asuhan tempat Junee mengabdi terancam digusur, satu-satunya jalan keluar adalah menerima tawaran Ben: Menjadi istri kontraknya selama satu tahun. Tidak ada cinta. Hanya kesepakatan.


Begitu pikir Junee. Tapi tinggal serumah dengan Ben ternyata tidak sesederhana itu. Setiap tatapannya penuh teka-teki. Setiap sikapnya seperti menyimpan amarah yang belum selesai.


Junee mulai bertanya: Apakah Ben benar-benar membencinya? Atau selama ini, ia salah paham tentang alasan penolakan itu? Satu tahun. Satu kontrak. Satu kesempatan untuk memperbaiki masa lalu. Pertanyaannya… apakah hati mereka masih bisa diperbaiki?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Five Vee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

20. Kemenangan Ben dan Junee.

Sementara itu, di penthousenya Lisa Hartono

Wanita itu sedang menonton siaran langsung sebuah acara berita.

Ben baru saja merilis video CCTV depan pintu gerbang panti asuhan.

Masyrakat mulai berbalik arah. Tagar #WeStandWithJunee kini telah naik.

“Jadi si Ben lebih percaya guru panti asuhan itu.” Geram Lisa.

Ponsel wanita itu kemudian berdering. Nama Vania tertera pada layarnya.

Lisa dengan segera menjawab panggilan itu.

“Bu Lisa, kita ketahuan. Arga mau menjadi saksi di pengadilan.” Suara Vania terdengar panik.

Lisa melempar remote TVnya.

“Bodoh! Saya membayar kamu bukan untuk ke pengadilan!” Teriaknya.

“Tenang Bu. Saya masih punya satu kartu lagi.” Ucap Vania dari seberang panggilan.

“Rekaman suara Junee waktu dia ngobrol sama mbak Rina di kantin kantor. Dia mengatakan ‘ aku menikah dengan Ben, agar panti tidak di gusur.’ Saya sudah memootongnya, jadi terdengar seperti dia hanya mau uangnya Ben.” Imbuh Vania lagi.

Lisa tersenyum penuh kemenangan.

“Kirim sekarang juga.” Perintahnya.

Setelah mendapat kiriman rekaman suara Junee, malam harinya Lisa melakukan siaran langsung pada salah satu akun media sosialnya.

Ada 80 ribu orang yang nonton.

Lisa pun berpura - pura menangis. Namun dalam hatinya tersenyum senang.

“Saya cuma ingin keadilan, guys. Saya dikhianati. Proyek saya dibatalkan oleh Ben Pratama hanya karena istrinya cemburu. Padahal dia hanya dimanfaatkan oleh wanita itu. Menikah hanya supaya panti asuhan tidak di gusur.” Ucap Lisa sembari mengusap air matanya.

“Kalau kalian tidak percaya. Saya memiliki rekaman ucapan istri Ben Pratama itu.”

Lisa pun memutar rekaman suara Junee yang telah di potong oleh Vania.

“Aku menikah dengan Ben, agar panti tidak di gusur, mbak.”

Itu memang suara Junee. Tetapi, percakapan aslinya tidak seperti itu. Vania sudah memotongnya.

Para penonton pun langsung berkomentar.

“Benar - benar matre!”

“Pasti cuma alasan. Dia hanya ingin hidup mewah.”

“Anak panti asuhan dijadikan alasan biar bisa menjadi istri CEO.”

“Apa dia tidak takut dengan karma? Membawa - bawa anak yatim piatu, supaya bisa hidup mewah?”

Lisa tersenyum puas. “Lihat, Junee. Apa kamu bisa tidur nyenyak malam ini?”

---

Sementara itu, di penthouse Ben Holding.

Ben dan Junee sedang menonton dan mendengar rekaman itu.

Tangan Junee pun kembali gemetar.

“Ben…itu memang suara aku. Tapi kalimatnya sudah dipotong.

Waktu itu, aku sedang mengobrol dengan mbak Rina, awal mula kita menikah.” Junee menjeda ucapannya, sembari menghela nafas pelan.

“Aku mengatakan, ‘Awalnya aku menikah dengan Ben, agar panti tidak di gusur, mbak. Tetapi, kami sudah saling mengenal sejak 10 tahun yang lalu. Dan ada kesalahpahaman yang terjadi diantara kami. Dan sekarang, semuanya sudah jelas. Tidak ada lagi kesalahpahaman diantara kami.” Imbuh Junee kemudian.

Ben menggenggam tangan sang istri.

“Aku percaya sama kamu, Junee. Pasti Vania yang memberikan rekaman itu. Kita akan lawan mereka di pengadilan nanti.” Ucap pria itu.

Junee menatap sang suami.

“Ben, aku lelah. Setiap kali kita maju satu langkah, mereka mendorong kita dua langkah ke belakang.”

Ben memeluk wanita itu.

“Jangan khawatir, kita sudah dekat dengan garis finish, Junee.

Mereka sebenarnya takut kalah. Makanya mereka main kotor.”

Junee menganggukkan kepalanya. Ia mempercayakan semuanya pada sang suami.

Ben pasti melakukan yang terbaik untuk membela dirinya.

Ponsel Ben berdering, nama mbak Rina tertera pada layar. Pria itu pun menjawabnya.

“Pak.. saya memiliki rekaman percakapan lengkap waktu di kantin itu. Yang di unggah Bu Lisa tidaklah benar.” Ucap mbak Rina.

“Bagus. Berikan rekaman itu sama pak Bayu. Dan mbak Rina datang nanti sebagai saksi saat persidangan.” Ucap Ben.

“Baik, pak.”

Panggilan pun berakhir.

“Kamu dengar. Mbak Rina punya percakapan lengkapnya. Kebenaran pasti akan selalu menang, Junee.” Ucap Ben pada sang istri.

“Iya, Ben.”

Pukul 21.00, saat Junee hendak tidur. Ibu Patricia mengirim rekaman suara anak - anak panti padanya.

Suara Dika terdengar pertama kali.

“Kak Junee tidak matre! Kak Junee setiap hari mengajar di panti tanpa dibayar. Kak Junee tidak jahat. Dia menyayangi kami, dan tidak mau kami kehilangan rumah.”

Junee menangis mendengar kalimat itu.

“Kami sayang kak Junee. Kak Junee orang baik. Selalu mengutamakan kami di panti asuhan.” Imbuh anak panti yang lain.

Ben mendekap tubuh sang istri dari samping.

“Semuanya akan baik - baik saja. Ada aku dan anak - anak yang selalu mendukung dan percaya sama kamu, Junee.” Ucap Ben menenangkan wanita itu.

“Terima kasih, Ben. Karena kamu selalu ada untuk aku.” Balas Junee.

Sekarang, ia tidak takut lagi menghadapi orang - orang di luar sana.

---

1 minggu kemudian.

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Hari ini, sidang gugatan atas pencemaran nama baik di gelar.

Lisa dan Vania datang dengan santai. Seolah mereka telah menang. Mereka tersenyum remeh, ketika melihat Ben dan Junee masuk ke ruangan sidang. Bersama tim pengacara mereka.

Tak lama kemudian, Arga dan mbak Rina datang sebagai saksi.

Sidang pun di mulai.

Lisa kembali memutar rekaman editan itu. Kemudian tersenyum remeh ke arah Junee.

Junee tidak memperdulikan. Ia hanya menatap ke arah sang suami.

Kini giliran Tim Ben.

Pak Bayu memutar rekaman asli tanpa dipotong. Kalimat lengkap Junee dan terdengar sangat jelas.

Hakim mengerutkan keningnya. Sementara, Lisa dan Vania membulatkan matanya.

Para saksi pun di minta ke depan. Arga maju lebih dulu.

Pria itu mengaku disuruh Vania untuk datang ke panti asuhan. Sama seperti yang ia katakan pada Ben waktu itu.

Arga juga meminta maaf kepada Junee langsung di ruang sidang.

Setelah itu, giliran mbak Rina.

Ia mengatakan memang sengaja merekam percakapan mereka saat di kantin, karena melihat gelagat mencurigakan dari salah satu karyawan yang duduk di belakang Junee.

Dan benar saja. Ternyata ada yang merekam percakapan mereka juga, lalu mengirim pada Vania. Untung saja, mbak Rina tanggap lebih dulu.

Hakim pun ketok palu.

“Gugatan dikabulkan. Terdakwa Lisa Hartono dan Vania Lestari terbukti melakukan pencemaran nama baik.

Hukuman denda 2 miliar dan permintaan maaf di publik selama 7 hari untuk saudari Lisa Hartono. Dan hukuman kurungan penjara selama 8 bulan untuk saudari Vania Lestari.”

Tok tok tok!!

Sidang berakhir.

Vania pun ditahan oleh pihak berwajib atas tuntutan dalang pencemaran nama baik dan membocorkan kontrak pernikahan Ben dan Junee yang bersifat rahasia.

“Kamu lihat. Kita pasti menang, Junee.” Ucap Ben.

Junee pun menganggukkan kepalanya.

Lisa keluar dari ruang sidang dengan menutup wajahnya.

Banyak wartawan yang menunggu di depan ruang sidang. Dan memberondongnya dengan banyak pertanyaan.

Junee dan Ben mengikuti dari belakang. Kali ini, wartawan tidak ada lagi meremehkan Junee.

Mereka bahkan memberikan selamat karena Ben dan Junee telah memenangkan gugatan.

Junee membalas dengan senyuman dan ucapan terima kasih.

Ben mengajak Junee pulang ke panti asuhan.

Anak - anak dan pengurus panti berkumpul di halaman. Mereka ada yang membawa balon, ada pula yang memegang setangkai bunga mawar merah.

Dika melangkah maju. Kemudian menyerahkan bunga mawar di tangannya untuk Junee dan memberikan balon pada Ben.

“Selamat, kak Junee dan Om Ben. Kami sayang kalian.” Ucap bocah berusia 10 tahun itu.

Junee mengusap kepala Dika dengan lembut.

“Kalian bukan beban. Kalian adalah alasan kakak untuk tidak menyerah.

Terima kasih sudah percaya sama kakak, saat orang - orang di luar sana menghujat kakak.”

Anak-anak yang lain pun berteriak “Kami sayang Kak Junee!”

Ben merasa terharu dengan kasih sayang di panti asuhan itu.

Sekarang Ben sadar, kekayaan bukanlah hal yang bisa membuat kita tenang. Melainkan kepercayaan dari orang - orang yang menyayangi kita.

---

1
ardiana dili
lanjut kak
ardiana dili
lanjut
Naufal Affiq
lanjut thor
ardiana dili
lanjut kak
ardiana dili
lanjut
Naufal Affiq
lanjut thor
ardiana dili
lanjut kak
ardiana dili
lanjut
Naufal Affiq
lanjut kak
ardiana dili
lanjut
Hennyy exo
wow awal yg bagus thor
Naufal Affiq
gak usah dengar ocehan si arga ini ya jun,ingat jun ada ben yang selalu mencintaimu
ardiana dili
lanjut
Naufal Affiq
jangan di ingat masa lalu yang penyakit kan,entar timbul masalah baru ben,ingat ben masa depan lebih indah dari pada masa lalu
ardiana dili
lanjut
Naufal Affiq
semoga kedepan nya hubungan mu dengan suami mu lebih baik lagi ya junee
merry yuliana
crazy up ya kak
Author Amatir🍒: Satu bab lagi masih nyangkut kak..
total 1 replies
ardiana dili
lanjut
Naufal Affiq
lanjut thor seru ceritanya
ardiana dili
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!