Antara Arkananta Pradipta dan Leana Anastasya.
pertemuan kembali setelah belasan tahun berpisah mengungkap berbagai rahasia.
sepasang mantan suami istri yg sama-sama msih mendendam cinta dulu adalah pasangan muda yang menikah muda di usia mereka baru 16 tahun dan mereka berpisah karena pertentangan dari orang tua masing-masing...
yang mau tau cerita selengkapnya nya di baca☺️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon #kupunyacerita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 7 masih flashback part 3
Note: flashback ini ada beberapa bab.
Arkan dan Leana sekarang sedang duduk berdampingan yang cuma berjarak beberapa centi saja di bawah pohon rindang yang besar untuk menjaga mereka dari panasnya matahari dan duduk menghadap ke danau.
"Lea" panggil Arkan.
Lea melirik ke arah Arkan tanda ia mendengar panggilan itu.
"Le, apa Lo senang berteman sama gue?" tanya Arkan basa basi.
" ko Lo nanya gitu sih, Lo ngeraguin persahabatan yang udah 3 tahun ini ya!!!" kesal Lea melipat tangan ke dada sambil menatap ke arah Arkan.
" bukan gitu Le, gue cuma mau mastiin aja gitu, jangan salah paham ya, dan lo harus tahu kalau gue senang bisa kenal sama lo?!" kata Arkan yang membuat Lea tersenyum.
Ar, lo tau gak kalau gue bersyukur pake banget bisa berteman sama Lo.
lo datang di saat gue terjebak karena pembulian, Lo bantu gue dia saat orang-orang bulli gue, di saat tidak ada yang mau berteman gue, Lo mensuport gue untuk menjadi kuat dan tidak muda di tindas.Trus apa si yang membuat gue tidak senang."jawab Lea tulus dan meyakinkan kan.
"lagian siapa juga yang mau nolak temenan sama orang kaya, tajir + cakep kayak Arkan Pradipta!"Lanjut Lea sambil terkekeh geli dengan katanya sendiri. Arkan tidak peduli dengan ucapan Lea, walaupun di manfaatin oleh Lea pun tidak apa, dia senang bisa berteman dan bisa dekat dengan Leana Anastasya.
"tapi gue gak mau berteman sama Lo." kata Arkan yang membuat Leana kaget.
"Ar" gumam Lea dia sudah ingin menangis. Sebelum sebuah ucapan dari Arkan yang membuat Leana tidak lagi ingin menangis tapi kaget.
"Gue gak mau jadi teman Lo, tapi gue mau jadi pacar Lo Lea, dan Lo harus terima gue jadi pacar Lo!." kata uangkapan dan sekaligus pakasaan untuk menerima cintanya yang membuat Leana bengong seketika.
"Le, lo dengar gue kan? Tanya Arkan sambil menggoyangkan bahu Lea.
"eh,, Lo bilang apa tadi? Lo nembak gue Ar?Lo suka sma gue Ar? Apa gak sal Ar? pertanyaan beruntung keluar dari mulut Leana.
"iya Leana Anastasya, gue serius pokoknya Lo gak boleh nolak gue!!"paksa Arkan agar Lea tidak menolak ajakan pacaran nya.
"OMG Arkannn, kita itu masih remaja puber gak boleh pacaran tau!!, kita baru lulus SMA, ih gak ahh kita temenan aja deh, nanti ibu gue marah lagi kalau gue pacaran. Gak Ar nggak" tolak Leana.
"Lo nolak gue le?"Lea kita pacaran diam diam aja jangan sampe ibu Lo tahu kan bisa Lea?." Arkan kesal sama Lea tapi dia juga gak nyerah untuk ngajakin Lea pacaran.
"Lea, kita itu pacaran di sekolah aja, kita pacaran gak akan aneh2 Lea, jadi ibu Lo gak bakalan tau, mau ya le, gue gak mau hanya sekedar teman, dan lagian ya le kalau lo jadi pacar gue tuh nanti gak akan ada kesempatan lagi buat gue deketin cewe lain." Arkan masih berusaha meyakinkan Leana dengan kata-kata nya panjang kali lebar itu.
"emang bisa kayak gitu ya?" tanya Lea polos "eh tapi kan kita bisa dekat tanpa pacaran Arkan!!" sambungan nya lagi.
"*Lea, kalau kita cuma temenan, bisa saja gue nanti cari pacar dan bakal sibuk sama pacar gue dan lupa sama lo, coba deh Lo pikir!!.kata Arkan dengan pikirannya yang seperti orang dewasa saja, padahal baru menjadi remaja puber, tapi serius mengatakan itu dan benar ingin Lea menjadi pacar*nya.
Leana mulai goyah."iya juga ya"gumam Lea. Tpi dia sudah berjanji kepada ibunya untuk tidak pacaran. tapi dia juga takut kalau Arkan punya pacar dan bakal lupa sama Lea."gak apa-apa kali pacaran sembunyi, toh kata Arkan kita cuma pacarannya di sekolah aja, gak ketemuan di luar, kalau gitu ibu gak akan tau juga kan?!" kata Lea membatin dan berpikir untuk menerima Arkan untuk pacaran.
"Le, gimana?" tanya Arkan harap harap cemas menunggu jawaban.
"iya Arkan iya gue mau.Tapi kita gak akan ketemuan di luar kita hanya pacaran di sekolah aja ya?"
"iya, dan lewat hp juga ya!!" kata Arkan menambah cara pacaran melalui media sosial seperti saling chatan atau Video call gitu.
"iya deh lewat hp juga" kata Lea menyetujui permintaan Arkan.
"yeee, berarti kita dah resmi pacaran kan, dan kita panggil aku kamu ya Le itu tanda kita semakin dekat". ucap Arkan semangat dan nampak sekali Arkan sangat bahagia di hari itu. Mereka tidak tau dampak dari pacaran dini di usia yang baru beranjak remaja ini.