100.000 tahun yang lalu, dunia ini telah ditaklukkan oleh sebuah sekte bernama Sekte Sang Raja! Pemimpinnya dijuluki Huang atau Sang Penjaga. Huang telah menjelajahi dunia dan menciptakan legendanya sendiri.
Hingga suatu saat ia pergi dari dunia untuk menjelajahi dunia lain. Sebelum kepergiannya, ia mewariskan posisinya kepada para muridnya yang ia pilih. Selama 10.000 setelah kepergiannya, dunia masih baik-baik saja.
Hingga pada tahun 10.001 setelah kepergiannya, portal raksasa terbuka diberbagai penjuru dunia, makhluk-makhluk aneh dan menyeramkan keluar dari portal itu, membunuh dan membantai apapun yang mereka lihat. Orang-orang menyebutnya, RAS IBLIS!
Sejak saat itu, dunia yang dulunya damai dan tentram, kini kembali kedalam kekacauan, demi melindungi dunia sekte Sang Raja jatuh hingga titik terendah dan memaksanya untuk menutup diri. Kini 90.000 tahun lagi telah berlalu, dunia hampir sepenuhnya dikuasai oleh ras iblis.
Huang kembali, tapi orang sudah hampir lupa dengannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Abdullah Perwira Ginting, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14 "Penjara Abadi & Bai Laohu"
"Penjara abadi buka untukku!"
Wuunggg!!
Sebuah menara sembilan lantai dihadapan Huang saat ini bergetar hebat. Pintu baru yang dipenuhi oleh tulisan-tulisan kuno aneh, bercahaya terang dan perlahan membuka pintu batu itu.
"Wooaaahhh!!"
Xu Feng berseru kagum. Bocah itu tidak pernah tahu kalau dibawah sekte Sang Raja tersembunyi sebuah menara raksasa dengan sembilan lantai. Sebenarnya itu wajar karena ibunya sendiri tidak pernah membawanya kemari.
Huang hanya terkekeh geli melihat ekspresi putranya itu.
"Ayo, ikuti ayah."
Xu Feng buru-buru keluar dari kekagumannya dan mengekori ayahnya dari belakang. Sesampainya di lantai pertama menara itu, Xu Feng lumayan ketakutan dengan apa yang ia lihat.
"Grrrrrr!!!"
Berbagai macam binatang spiritual yang tingkatannya tidaklah rendah, terpenjara di balik jeruji besi dan rantai kuat yang mengikat dilehernya. Binatang-binatang itu menggeram dalam menatap kearah Huang dan Xu Feng, seolah-olah kedua orang itu adalah mangsa bagi mereka.
Mata Xu Feng terpaku pada seekor singa merah dengan buku tebal di lehernya dan dikelilingi oleh api merah.
"Roaaarrrr!!!"
Singa merah itu mengaum dan menghantam jeruji besi, seperti ia hendak menerkam Xu Feng.
"Huwaaaa..."
Xu Feng sangat terkejut dan mendelik ketakutan, dengan reflek dia memeluk kaki ayahnya dan menyembunyikan wajahnya.
"Ayah, aku takut..." Katanya.
Wajah Huang berubah muram, ia meledakkan auranya, tekanan tinggi menghantam semua binatang spiritual disana dengan keras sampai terpaku ketanah dan tidak bisa bergerak. Niat membunuhnya bocor keluar sangat pekat.
"Sekali lagi kau mencoba menakuti putraku, akan ku kirim kau ke penjara lantai sembilan!" Ucap Huang sambil membuka topengnya.
Semua binatang spiritual itu langsung ketakutan dan merinding. Mereka sama sekali tidak tahu jika orang didepannya adalah orang yang memenjarakan mereka! Mereka pikir orang ini sudah pergi ke dunia lain atau bahkan sudah tiada.
"M-maafkan saya tuan Huang! Saya tidak tahu kalau itu adalah anda dan putra anda! Tolong jangan kirim saya ke menara lantai sembilan!"
Singa merah itu terlihat sangat ketakutan hingga membenturkan kepalanya kelantai sampai berdarah. Bagaimana dia tidak takut? Di lantai sembilan menara ini adalah penjara yang sangat mengerikan yang pernah ada bagi mereka. Penyiksaan di penjara lantai sembilan sangatlah tidak manusiawi, bagi siapa saja yang dipenjarakan disana maka jiwanya seperti dicabik-cabik dan dirobek perlahan. Setiap kali hampir mati, kekuatan aneh akan menyembuhkan mereka dan kembali disisiksa, hal itu terus berulang-ulang tanpa akhir.
Mau memberontak pun tidak bisa, karena semua kekuatan dan tingkat kultivasi mereka disegel. Sampai sekarang, hanya ada dua mahluk yang dipenjarakan disana. Siapa itu? Sebentar lagi kita akan tahu.
"Hemph!"
Huang hanya mendengus melihat permintaan maaf itu.
"Feng'er jangan takut, selama ada ayah tidak akan ada yang bisa menyakitimu." Ucap Huang lembut sambil membelai rambut panjang putranya itu.
Xu Feng memberanikan diri dan mendongak, pandangannya menyapu sekeliling. Menatap satu-persatu binatang spiritual disana. Kemudian ia mengikuti ayahnya dan kembali berjalan.
"Apa yang sebenarnya terjadi ayah, kenapa ayah memenjarakan mereka semua?" Xu Feng bertanya penasaran.
"Mereka semua adalah binatang buas yang telah banyak merugikan banyak orang dan membunuh banyak orang tak bersalah. Ayah memenjarakan mereka karena kematian terlalu mudah bagi mereka."
Mulut Xu Feng membentuk huruf O mendengar penjelasan ayahnya. Tentu saja itu hanyalah sebagian dari alasan Huang, dia masih punya alasan lainnya tapi dia terlalu malas menjelaskan dan merasa ini belum waktunya.
Ketika hendak menaiki tangga ke lantai dua, mata Xu Feng menangkap seekor Harimau putih dengan mata biru dan bertubuh besar. Setidaknya tinggi harimau itu mencapai dua puluh meter.
Harimau putih itu terbaring lemah, pandangannya sayu seolah tidak memiliki jiwa. Entah kenapa Xu Feng merasa iba melihatnya tidak berdaya seperti itu. Huang menyadari itu pun berhenti dan ikut menatap harimau itu.
Harimau putih itu juga menyadari keberadaan tuannya yang sedang memperhatikannya, ia berusaha berdiri meskipun terasa sangat sulit. Luka ditubuhnya menganga lebar, namun tidak ada darah yang keluar.
"T-tuan..." Harimau itu berkata lemah.
Xu Feng mengangkat alisnya, hewan ini juga bisa bicara? Begitulah pikirnya. Tentu saja semua hewan disini bisa bicara.
"Ayah, kasihan sekali dia." Ucap Xu Feng prihatin.
"Harimau ini namanya adalah Bai Laohu, salah satu binatang tunggangan ayah yang sangat ayah percaya dimasa lalu."
"Terus kenapa ayah menghukumnya?" Xu Feng menjadi penasaran.
Dengan tangan terkepal erat, Huang mengingat masa lalu.
"Dulu ayah punya anak angkat. Anak angkat ayah mati di tangan harimau tidak tahu diuntung ini."
Xu Feng terdiam, fakta baru saja diungkap bahwa Xu Feng memiliki kakak angkat yang mati di tangan hewan tunggangan ayahnya.
"Jadi dia mengkhianati ayah?"
Harimau putih itu buru-buru mendekat kearah jeruji besi dan bicara dengan tergesa-gesa.
"Tuan, sudah berapa kali saya menjelaskan. Saya tidak pernah berkhianat! Tolong percaya dengan saya tuan!"
Xu Feng menjadi bingung dan bertanya-tanya dalam hati.
"Namun faktanya putra angkatku mati ditanganmu." Ucap Huang dingin.
"Waktu itu saya hanya..."
"Hanya karena kau baru tahu fakta bahwa putra angkatku memiliki darah iblis, dan waktu itu putra angkatku kehilangan kendali atas darah iblisnya. Dengan alasan itu kau membunuhnya?" Potong Huang dengan cepat membuat Bai Laohu terdiam.
"Kau tahu kalau dia adalah putraku! Aku membesarkannya dengan darahku!"
Benar, Huang memberi makan putra iblisnya dengan darahnya sendiri waktu itu. Tapi dia punya alasan sendiri mengapa melakukan itu, sampai-sampai ia mengangkatnya menjadi anaknya.
Bai Laohu tertunduk sambil menitihkan air mata.
"Tuan, saya tahu saya salah. Dahulu saya pikir, dari pada tuan muda hilang kendali sepenuhnya dan membunuh banyak orang tak bersalah, saya memutuskan untuk membunuhnya."
Sebenarnya Bai Laohu sudah tahu apa konsekuensinya jika melakukan itu, tapi ia tetap melakukannya. Sekarang ia benar-benar mendapatkan konsekuensinya dan dibenci oleh tuannya. Dia sudah bersiap akan hal itu, tapi kenapa dia masih merasa sangat sakit? Seolah dia tidak menerima hal ini.
"Laohu, kita sudah melalui banyak situasi hidup dan mati bersama. Oleh karena itu aku hanya memenjarakan mu di lantai pertama, karena jika tidak aku pasti akan memenjarakan mu di lantai sembilan."
Bai Laohu terdiam, di mundur perlahan dan kembali menidurkan diri. Dia tahu, dia sangat tahu dan mengerti. Sejujurnya hukumannya adalah yang teringan disini, itu karena tuannya tidak tega membunuhnya setelah mengalami situasi hidup dan mati yang tak terhitung jumlahnya.
Sementara Shen Long yang melingkar di leher Huang, menatap Bai Laohu dengan kasihan. Mau menyelamatkan tapi dia juga tidak berdaya, bisa-bisa dia sendiri yang akan dikirim oleh Huang ke penjara lantai sembilan oleh Huang. Karena dia tahu, jika Huang mudah mengamuk jika sudah menyangkut orang-orang disekitarnya..
Ditengah keputusasaan Bai Laohu yang merasa mustahil merasakan dunia luar lagi, Xu Feng tiba-tiba mengatakan sesuatu yang bahkan Huang sendiri terkejut mendengarnya.
.........
BERSAMBUNG ...
Maaf ya kalau author lambat up nya. Kegiatan Author lumayan banyak, apalagi author hanya orang yang bisa dibilang 'tidak mampu' Untuk update pun harus pinjam hp kawan. Sekali lagi maaf banget ya🙏🙏