Andreas, sosok mafia berdarah dingin yang bergelar duda tampan dan kaya raya. Dia sudah bercerai sebanyak tiga kali karena ulah putra semata wayangnya. Hingga suatu hari, dia bertemu dengan seorang penari striptis di sebuah club malam. Andreas pun memutuskan untuk menikahinya secara kontrak.
Di satu sisi, Sophia juga sosok single mom yang pekerja keras. Sophia bekerja sebagai penari striptis di sebuah club malam. Pertemuannya dengan Andreas mendatangkan masalah baginya, hingga Sophia memilih menerima segala skenario yang dijalankan oleh Andreas dengan menjadi istri kontraknya.
Lantas apa yang membuat Andreas ingin menikah kontrak dengan Sophia, sosok penari striptis!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alif Irma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14
"Wow, Siapa gerangan wanita cantik ini. Bolehkah saya berkenalan dengannya" ucap Mr Ben sembari bertepuk tangan berjalan mendekat kearah Sophia.
"Urus dia, aku harus segera pergi." ucap Andreas acuh lalu melangkah tergesa-gesa keluar dari rumah mewahnya. Urusan bisnisnya jauh lebih penting daripada harus meladeni wanita penari tersebut.
Para bodyguard Andreas berbondong-bondong menutup gerbang dan seluruh pintu kediaman mewah sang bos mafia. Semua itu demi keselamatan tuan mudanya.
Kejadian seperti ini selalu terjadi setiap kali Andreas melakukan perjalanan bisnis ke luar negeri dan orang yang selalu dia percayakan menjaga putranya adalah Mr Ben, sosok pria paruh baya yang sudah lama bekerja di keluarganya, bisa dikatakan orang kepercayaan mendiang ayahnya.
Selama menjadi pemimpin kelompok Mafia The Cartel JXX, begitu banyak musuh berdatangan untuk menghancurkan keluarganya, termasuk mengincar putra semata wayangnya. Sehingga Andreas tidak mudah mempercayai orang-orang disekelilingnya.
Tampak Sophia mengerutkan keningnya melihat sosok pria paruh baya tersebut dan terlihat sangat ramah, namun dia memilih tidak menimpali ucapannya.
"Hai nona cantik, kenapa malah bengong?" tanya Mr Ben dengan senyuman menghiasi wajahnya yang semakin menua.
Kenzo segera mendekat kearah Sophia lalu menggenggam tangan ibu sambungnya dengan erat. Tidak ada yang boleh mendekati ibu sambungnya.
"Mr Ben tidak boleh dekat-dekat sama mommy Kenzo!" ucap Kenzo sambil menunjuk kearah pria paruh baya tersebut.
"Ha ha ha...Baiklah jika itu keinginanmu tuan muda. Tapi, bisakah saya berkenalan terlebih dahulu kepada nyonya? sebelum kita membahas pelajaran hari ini." ucap Mr Ben dengan santainya sambil melipat kedua tangannya di depan dada.
"Tidak boleh!. Kenzo, tidak mau belajar sama Mr Ben. Kenzo tetap pengen ke sekolah, titik!!!!" ucap Kenzo dengan suara meninggi dan terlihat lebih berani melawan Mr Ben.
"Tak masalah tuan muda, tapi saya tidak bisa melanggar perintah tuan." ucap Mr Ben tersenyum jenaka. "Jadi tuan muda...."
"Maaf tuan, saya menyela ucapan anda. Saya hanyalah orang baru di rumah ini, saya sungguh tidak tahu permasalahan di keluarga ini, jika saya membuat kesalahan mohon dimaklumi dan saya sangat butuh kerjasama anda kedepannya." ucap Sophia yang sudah mampu menangkap segala ucapan pria paruh baya tersebut.
"Baik nyonya....." Mr Ben menggantung ucapannya.
"Sophia, anda tidak perlu memanggil saya dengan embel-embel nyonya." ucap Sophia dengan tegasnya.
"Mommy, orang ini orang jahat, jangan percaya ucapannya!" teriak Kenzo dan terlihat begitu kesal melihat Mr Ben, seolah pria paruh baya itu adalah musuh bebuyutannya.
"Ken, bagaimana pun Mr Ben adalah guru kamu. Jadi hargai dia dan berbicaralah secara sopan. Mommy tidak suka kalau Kenzo bicara dengan cara teriak-teriak di depan orang tua." ucap Sophia lemah lembut dan terpaksa menegurnya.
"Tapi, mommy..." Sophia lekas berjongkok dan mensejajarkan tubuhnya dengan tinggi badan anak sambungnya itu.
"Sayang, sedari kecil kita diajarkan adab dan tata krama dalam lingkungan keluarga. Kita diajarkan saling menghargai sesama dan menghormati orang yang lebih tua. Jika Kenzo belum pernah belajar hal demikian, mulai sekarang mommy siap mengajarkan semuanya kalau perlu mommy menjadi mentor buat Kenzo, supaya Kenzo menjadi anak yang berbakti dan membanggakan orang tua." ucap Sophia dengan tatapan penuh kasih.
Kenzo sendiri hanya terdiam mendengar ucapan ibu sambungnya. Sementara Mr Ben tampak tersenyum mendengar ucapan Sophia. Pria paruh baya itu tidak menyangka tuannya bisa menemukan sosok wanita cantik yang baik hati dan berhati malaikat.
Saya yakin kehadiran nona Sophia di keluarga Paxton bisa memberikan warna baru bagi kehidupan tuan Andreas dan tuan muda Kenzo kedepannya. Batin Mr Ben tersenyum dalam hati.
Kenzo dengan terpaksa menuruti ucapan Mr Ben, dia pun mulai mengikuti segala pelajaran yang diajarkan Mr Ben. Padahal biasanya dia selalu menghindari Mr Ben, bahkan lebih suka menyendiri seorang diri di dalam kamarnya demi menyusun sebuah rencana untuk kabur dari rumah.
Bagaimana tidak, setiap kali ayahnya melakukan perjalanan bisnis ke luar negeri, Kenzo selalu terkurung di kediaman mewahnya sampai ayahnya benar-benar pulang ke rumah. Semua itu demi kebaikannya dan keselamatan nya sendiri dan orang yang selalu menjaga alias mengawasinya adalah Mr Ben.
Karena itulah, Kenzo tipikal menjadi anak pembangkang dan terkadang menjadi anak pendiam yang hobi menyendiri jika sudah terjebak dalam permainannya sendiri.
Sementara itu, Sophia terus mondar-mandir di depan pintu utama yang terkunci. Sedari tadi dia meminta kepada penjaga ataupun bodyguard Andreas untuk membukakan pintu untuknya. Namun mereka semua seolah tuli dan membiarkannya terus terkurung dalam mansion mewah tersebut.
"Ya Tuhan, aku harus bagaimana. Kenapa pria brengsek itu harus mengurung kami di rumah ini. Bahkan Mr Ben tidak berani melanggar perintah tuannya..aaaahh." gumam Sophia dengan kesalnya dan tampak kelelahan, karena sedari tadi dia mencari jalan untuk keluar dari rumah mewah Andreas, bahkan sampai mendobrak pintu segala.
"Aku sungguh mengkhawatirkan anakku, Noah maafin mommy ya nak. Mommy, janji akan segera menemui mu." ucap Sophia dengan mata berkaca-kaca.
"Sial, bahkan jaringan telepon seluler ku diputus, ini pasti ulah pria kejam itu." teriak Sophia dengan kesalnya.
🍁🍁🍁🍁
Sementara di rumah sakit......
Noah terlihat tak bersemangat pagi ini, terdapat lingkaran hitam dibawah kantung matanya, itu menandakan anak laki-laki itu kurang tidur semalam.
Bagaimana tidak, semalaman Noah terus menunggu kedatangan ibunya, namun ibunya tak kunjung datang menemuinya. Padahal setiap malam ibunya selalu membacakan dongeng pengantar tidur sebelum dirinya tidur. Tapi sayangnya, semalam dia sungguh merasa takut dan kesepian tanpa sosok ibunya.
"Apa mommy tidak sayang lagi ya sama Noah, karena mommy sudah punya keluarga baru." gumam Noah dengan pemikirannya.
Sementara perawat yang menjaganya hanya diam di kursinya dan sudah lelah membujuk Noah untuk meminum obatnya. Karena Noah selalu menolak dan tak henti-hentinya mengatakan akan minum obat setelah ibunya datang. Tapi sampai sekarang ibunya tak kunjung datang.
“Mommy, Noah sangat rindu mommy. Kenapa mommy tidak datang menemui Noah.” ucap Noah dengan mata berkaca-kaca hingga tanpa sadar air matanya berhasil lolos membasahi pipinya yang tirus.
Sosok perawat yang menjaganya terlihat sedih melihatnya, namun perawat wanita itu tidak bisa berbuat apa-apa.
Hingga terdengar suara pintu terbuka, dengan semangatnya Noah mengalihkan pandangannya kearah pintu, namun sayangnya bukan sosok orang yang ditunggu kedatangannya yang datang. Tapi melainkan dokter Jimmy yang menanganinya selama ini.
"Selamat siang Noah?" sapa dokter Jimmy dengan senyuman menghiasi wajah tampannya.
"Selamat siang dok" balas Noah dengan raut wajah murung.
"Apa yang terjadi? Kenapa anak jagoan dokter tidak mau minum obat?" tanya dokter Jimmy setelah mendengar langsung penyampaian dari perawat yang bertugas menjaga Noah.
Noah hanya diam tanpa menimpali ucapan dokter Jimmy, biasanya anak laki-laki itu selalu terlihat ceria, namun hari ini begitu berbeda.
"Coba cerita sama dokter, apa yang sedang kamu alami nak, atau kamu sedang ada masalah?. Dokter siap menjadi pendengar yang baik untuk mu dan siap memberikan solusi terbaik untukmu." ucap Dokter Jimmy dengan perhatiannya.
"Dokter tampan, Noah mau tanya. Kalau Noah punya saudara, apakah mommy sudah tidak sayang lagi sama Noah ya?" tanya Noah dengan pandangan tertunduk yang sedang menyembunyikan kesedihannya.
Dokter Jimmy mengerutkan keningnya mendengar ucapan anak wanita yang disukainya selama ini.
"Noah kan tidak punya saudara, berarti Noah tetap kesayangan mommy." ucap Dokter Jimmy tersenyum.
"Noah punya saudara dok" sahut Noah cepat.
"Apa! sejak kapan?" tanya dokter Jimmy tampak terkejut dengan mata membulat sempurna.
"Sejak kemarin dok, mommy sudah mengabulkan permintaan Noah untuk punya Daddy baru dan Noah juga punya saudara tiri. Tapi, Noah merasa takut kalau mommy sudah tidak sayang lagi sama Noah, karena mommy sudah punya keluarga baru." ucap Noah sambil meneteskan air matanya.
Lagi-lagi Dokter Jimmy terkejut dan tampak syok mendengar ucapan Noah, dokter tampan itu sungguh tidak bisa berkata-kata lagi.