"Salahmu sendiri terus menggodaku, jangan salahkan aku kalau sampai hilang kendali dan melepas paksa pakaian mu"
~~Ares Reindart Darmaji~~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fafacho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14.
"wow boleh nih gabung.. " ucap Flo saat dua security rumahnya dan juga para ajudan tengah membakar ayam.
mereka di buat kaget dengan kedatangan Flo, bagaimana tidak. Flo tidak biasanya bergabung dengan mereka, tidak seperti kedua adiknya yang lain yang selalu gabung. apalagi Ares tak kalah terkejut, dia beberapa hari ini menghindari Flo dan bahkan sejak kejadian di gudang belakang waktu itu ia cuti. Tapi sekarang perempuan itu malah asal duduk di sebelah nya dengan tangan memegang pahanya.
"mbak, mbak Flo mau.. mau gabung sama kita" ucap Yeris, pria berkulit agak gelap salah satu security di depan.
"iya kenapa nggak boleh, gue kan juga pengen makan enak. masa kalian bakar ayam gue nggak" jawab Flo sambil melihat Ares di samping nya. pria itu berusaha menyingkirkan tangan Flo yang berkali-kali memegang pahanya.
"bo.. boleh kok mbak. Tapi mbak Flo nunggu lama nggak pa-pa kan, ini belum mateng" ucap Cahyo security satunya yang tengah membakar ayam.
"nggak pa-pa santai aja, kalian berdua gugup amat ada gue. biasa aja kayak bang Gofar dong" seru Flo karena Topan dan dua security tampak gugup karena kedatangannya.
"saya ambil jagung dulu di kulkas" ucap Ares tiba-tiba berdiri dari duduknya. dia langsung pergi meninggalkan Flo.
Flo juga ikut berdiri, dia lalu menyusul Area yang berjalan menuju tempat para ajudan tidur. Di sana memang ada ruangan khusus ajudan seperti layaknya rumah, ada dapur dan kulkasnya juga. tapi dapur itu jarang di gunakan karena makanan selalu dimasakkan oleh mbok Jah. Dapur mereka hanya di gunakan untuk membuat minum atau makanan yang ingin mereka makan saja.
Ares sudah berada di dapur tempat ajudan, dia membuka kulkas tapi pintu kulkas di tahan oleh Flo.
"sebegitu inginnya menghindar dariku tuan, kenapa? canggung ya ketemu denganku. masa masih canggung sih.. kan sudah aku beri waktu beberapa hari buat menghindar masa sekarang mau ngehindar lagi" ucap Flo.
"bisa minggir, saya mau ambil jagung"
"nggak, sampai jawab pertanyaan aku. "
"apa yang harus aku jawab, "
"kenapa menghindar? " Tanya Flo.
"saya nggak ngehindar"
"masa, tapi kalau nggak menghindar kenapa menghilang beberapa hari ini. " Flo mendorong pelan Ares menjauh dari kulkas.
"kamu mau apa? "
"kamu malu karena sudah menciumku waktu itu, atau kamu menyesal" ucap Flo sambil meraba dada Ares, dia berjalan maju sedangkan Ares perlahan mundur.
"kenapa harus malu sayang, wajar kok kalau kamu menciumku. aku juga nggak marah, aku kan terlalu cantik dan bibirku seksi" Flo mendekatkan wajahnya ke Ares. dia menghimpit Ares yang sudah tak bisa mundur lagi karena di belakangnya tembok.
"itu sebuah kesalahan, jadi tidak usah terlalu kamu anggap serius. Tolong minggir sekarang" ucap Ares dan meminta Flo untuk minggir.
"sebuah kesalahan? tapi aku nggak lihat kalau itu sebuah kesalahan kau tampak menikmati" ucap Flo tak mau kalah.
"saya tidak menikmati nya, itu bukan sesuatu yang menarik untuk di nikmati. lagipula saya hanya terbawa su.. "
belum sempat Ares bicara, bibirnya sudah di bungkam dengan bibir Flo. Ares diam saja tak membalas tapi bibirnya di gigit oleh Flo sehingga membuat mulutnya terbuka sehingga lidah Flo bebas masuk. Flo terus melumat bibir Ares,
Ares mulai terbawa nafsu, dia membalas lumayan Flo padanya. Bahkan ciuman nya lebih ganas dari Flo, dia lalu membalik posisi mereka. Kini ia yang mengapit Flo ketembok, dia terus menciumi Flo. Bahkan ciumannya itu turun keleher.
"arghhh.. " erang Flo.
"argghh.. "
ciuman mereka semakin panas, bahkan Flo menarik rambut Ares. Tapi ciuman mereka terpaksa berhenti saat suara benda keras terjatuh, dan mereka berdua menatap kearah pintu.
"tidak ada orang, ayo lanjutkan" ucap Flo, dia memegang wajah Ares. Tapi Ares melepaskan nya.
"sudah cukup, dan saya peringatkan jangan menggoda saya lagi. Saya tidak tahu apa yang terjadi nantinya. " tukas Ares lalu dia pergi begitu saja, jujur dia gugup takut ada orang lain yang melihatnya tadi.
Flo malah tersenyum tipis dengan peringatan Ares itu,
"kau semakin melarangku, malah membuatku semakin tertantang kapten" ucap Flo, lalu dia berjalan keluar menyusul Ares.
...........
"kau tadi melihat saya dengan Flo kan? saya minta jangan bilang pada siapapun soal apa yang kau lihat" ucap Ares pada Topan yang kini berdiri di depannya.
"hemm, bang Ares pacaran sama mbak Flo. mantab abis bang" ucap Topan malah menggoda.
tatapan Ares berubah tajam,
"paham dengan ucapan saya tadi? kalau sampai ada yang mendengar atau membicarakan saya berarti sumbernya dari kamu" tegas Ares dengan wajah serius.
"siap tidak bang, " Topan langsung serius, ia tak memberikan tatapan menggoda lagi pada Ares. Setelah mengatakan itu Ares langsung pergi.
"wow, rahasia apalagi ini? saya kok banyak menyimpan rahasia ya" ucap Topan bangga dengan diri nya sendiri yang banyak tahu rahasia.
dia lalu ikut menyusul Ares yang sudah pergi untuk bergabung dengan yang lain.
°°°
kok pas di mall kemaren Ares g negur si Farah kan mereka sempet ketemu Thor??
😄😄😄
hehehehhe...
lanjut ya
hahhahaha
kita tunggu kegilaan apa yg bakal kalau lakukan flo???
lanjut lagi donk....
mama tiri berusaha JD peri atau penyihir nih🤔🤔🤔