NovelToon NovelToon
Upstage My Heart

Upstage My Heart

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Teen / Romansa / Showbiz / Slice of Life / Cintapertama
Popularitas:490
Nilai: 5
Nama Author: meongming

Kisah Lyla, seorang make-up artist muda yang menjalin hubungan diam-diam dengan Noah, aktor teater berbakat. Ketika Noah direkrut oleh agensi besar dan menjadi aktor profesional, mereka terpaksa berpisah dengan janji manis untuk bertemu kembali. Namun, penantian Lyla berubah menjadi luka Noah menghilang tanpa kabar. Bertahun-tahun kemudian, takdir mempertemukan mereka lagi. Lyla yang telah meninggalkan mimpinya sebagai make-up artist, justru terseret kembali ke dunia itu dunia tempat Noah berada.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meongming, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14: Kemenangan Kita

"PENGUMUMAN!"

Teriakan guru pembina dari atas panggung memecah keramaian backstage.

Seluruh anak-anak mulai berkumpul, wajah mereka masih berkeringat, riasan sebagian sudah luntur tapi tawa mereka masih pecah-pecah bahagia. Juliet langsung menarik lengan Noah dan Lyla bergabung.

"Anak-anak, kalian tampil luar biasa! Dan… ada kabar baik!"

Guru pembina mengangkat satu lembar surat.

"Dari hasil penilaian, kita… JUARA SATU dalam kompetisi teater antar sekolah tahun ini!!"

Sorakan meledak lebih keras daripada suara speaker sekolah.

"KITA JUARAAA!!"

"AKHIRNYAAA!!!"

Saling peluk, saling lompat, bahkan ada yang jatuh duduk karena terlalu semangat.

Lyla sampai harus mundur beberapa langkah agar kotak makeup-nya gak terlempar kena selebrasi liar. Tapi dia tertawa—karena Noah juga ikut diseret anak-anak.

Juliet memeluk semua orang, bahkan sempat nangis sesenggukan.

"Kita berhasil, padahal aku udah pasrah! Tadi latihan terakhir kan parah banget!"

Lyla berdiri sambil menahan tawa melihat teman-temannya

Di tengah kegaduhan itu, Noah kembali ke samping Lyla, masih terengah tapi senyum lebar, lalu menggenggam tangan Lyla.

"Gak ada yang sadar, kan?"

"Sadar apa?" Lyla pura-pura polos.

"Kalau kita..." Noah melirik tangan mereka

Lyla ikut menatap, lalu keduanya tertawa pelan.

**

Setelah berganti pakaian dan melewati hari yang panjang penuh emosi dan tepuk tangan penonton, mereka berkumpul di depan gedung pertunjukan.

Juliet berdiri paling depan, masih dengan semangat tak terkalahkan.

“Dengar! Kita akan makan daging hari ini!!!” teriaknya penuh semangat.

Semua bersorak serentak, lelah seketika lenyap terganti kegembiraan.

Lyla tertawa kecil melihat teman-temannya berteriak heboh. Di sampingnya, Noah memasukkan tangan ke saku jaket, sesekali melirik Lyla yang terlihat lebih santai.

“Akhirnya kita bisa makan tenang,” gumam Noah.

“Setelah akting dan deg-degan sepanjang hari, kamu pantas dapat sepiring besar daging,” jawab Lyla sambil tersenyum.

“Kalau bisa duduk dekat kamu, aku makin kenyang.”

Lyla menoleh cepat, “Noah!”

“Apa?” Noah mengangkat alis polos. “Aku lapar, tapi aku juga pengen ngobrol sama kamu.”

Lyla tertawa gugup, pipinya merona tipis.

**

Di dalam restoran, meja panjang sudah tertata. Daging mulai dipanggang di tengah meja, aroma menggiurkan menyelimuti udara. Semua anak duduk dengan wajah berseri, bahkan guru pembimbing ikut tertawa-tawa mendengar cerita lucu dari pertunjukan tadi.

Juliet berdiri dan mengangkat gelas berisi soda, “Untuk kita! Untuk malam ini! Untuk masa muda yang masih lama menuju dewasa!”

“Tapi jangan terlalu lama juga ya, Juliet!” celetuk salah satu temannya disambut tawa riuh.

Lyla dan Noah duduk bersebelahan, saling curi pandang di tengah riuhnya suara. Tanpa berkata-kata, Noah diam-diam meraih tangan Lyla di bawah meja.

Malam itu mereka makan, tertawa, saling mengolok penuh kasih. Tak ada yang tahu masa depan seperti apa yang menanti, tapi malam itu... semuanya terasa cukup, cinta pertama, mimpi yang perlahan tumbuh, dan kebersamaan yang akan dikenang selamanya.

Bus malam perlahan melaju di jalanan yang lengang. Lampu-lampu jalan melewati jendela satu per satu, menyinari wajah-wajah lelah para pemain teater yang kini tertidur pulas. Suara mesin bus menjadi pengiring sunyi.

Lyla duduk di dekat jendela, matanya masih segar, menatap ke luar sejenak sebelum menoleh ke samping. Di sana, Noah duduk dengan kepala sedikit tertunduk, matanya nyaris terpejam. Nafasnya panjang, tanda kelelahan yang baru saja menyusul setelah semua semangat mereda.

“Noah...” panggil Lyla pelan.

Noah membuka mata sedikit dan menoleh.

“Kalau kamu lelah... tidur aja,” lanjut Lyla sambil menepuk pelan bahunya sendiri. “bahuku cukup kok buat jadi bantal.”

Noah menatapnya sejenak—seperti menahan senyum—lalu menggeleng pelan.

“ kenapa?” tanya Lyla heran.

Noah tersenyum, lalu mengusap rambut Lyla dengan lembut.

“Kalau kamu memaksa... ya, apa boleh buat.”

Ia lalu menyandarkan kepalanya ke bahu Lyla perlahan. Lyla menegang sebentar, tapi tak bergeming. Senyum kecil muncul di wajahnya. Dari balik jendela, pantulan mereka berdua tampak seperti potongan cerita yang indah.

1
StellaY
semangat terus thor💪
meongming: yesss💪💪
total 1 replies
StellaY
uwu banget😍😍
meongming: seneng ada yang suka 🤩 makasih dukungan mu
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!