"Sudah ku katakan namaku Sarah bukan sarang! " seru Sarah pada polisi yang membawanya itu.
Meski belum fasih bahasa korea, tapi dia mengucapkan dengan jelas apa yang dia katakan.
Dia masih saja harus menjelaskan pembetulan ejaan namanya pada mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shikacikiri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
33
Sarah masuk dan naik ke lantai 15, bertemu dengan beberapa orang yang jelas menatapnya dengan tatapan tak biasa.
Dalam pikiran Sarah, jelas mereka merasa aneh dengan keberadaannya. Mungkin dari wajah pun dia sudah berbeda, ditambah sebagian dari mereka tau kalau dia adalah pelayan di kedai belakang kantor.
Pintu lift terbuka, Sarah keluar dan mencari ruangan yang petugas keamanan itu maksud.
Dia menemukannya, lalu mengetuk pintu.
"Selamat pagi, aku Sarah" ucapnya.
Wanita itu langsung mengangkat kedua alisnya, namanya sudah diberitahukan akan datang menemuinya hari itu.
"Duduklah! " ucapnya seraya menunjuk ke kursi di depannya.
Sarah duduk.
"Ini..... dan.... ini.... isi dengan hangul dan yang ini isi dengan english" ucapnya.
"Ok" Sarah menarik kertas kertasnya dan pulpen yang diberikan.
Dia mulai menulis, Song Aera memperhatikannya.
"Kau.... "
Sarah menatap.
"...tidak... tidak jadi" ucap Aera.
Sarah kembali menulis meski heran dengan sikapnya.
"Ahhh... tapi aku penasaran, bagaimana kau bisa mengenal Go He Jin? " tanya Aera.
"Ahhh... itu.... aku menjual cerita ku, dia suka, lalu jadi begini" jawabnya singkat.
"Film baru? " tanyanya.
"Hmmm" angguk Sarah sembari menulis.
Aera mengerutkan dahinya.
"Selesai, ada lagi? " tanya Sarah.
"Tidak ada, selesai" jawab Aera kemudian memasukkannya dalam amplop besar.
Sarah bangun dari kursi sembari memperhatikan, merasa aneh berkasnya dimasukkan ke amplop bukan map dan di simpan.
Sarah kembali ke ruangan Go He Jin, Nu Ri melihatnya.
"Pak Go bilang pilih aktrisnya, kamu bisa pilih di buku ini, atau kamu punya rekomendasi sendiri, nanti rapatnya malam setelah Ki Yong kembali dari syuting" ucap Nu Ri.
Sarah mengambil map kemudian duduk.
"Semua ini.... "
"Ya, talent dari agensi Star TV, tadi ku dengar Ki Yong pikir kamu punya rekomendasi aktris lain" ucap Nu ri.
"Belum, aku belum berpikir sampai sana. Aku benar-benar masih terkejut dengan pekerjaan ini" ucap Sarah.
"Sarang... " Nu Ri penasaran.
"Sarah" Sarah memperbaiki.
"Ah.. ya.. Sarah" Nu Ri meralat.
"Kenapa? " tanya Sarah kemudian menatap.
"Apa benar semua itu terjadi padamu? " tanya Nu Ri.
Sarah menebak Nu ri sudah membaca ceritanya.
"Pak Go memintaku membacanya, dan menilai" Nu Ri ragu merasa seperti senior untuk orang yang lebih tua darinya.
"Bagaimana? Apa tulisan ku bagus? " tanya Sarah yang seolah sangat membutuhkan saran.
"Bagus... bagus sekali, kau menggambarkan dengan apik dan kiasan mu juga bagus" jawab Nu ri memuji, tapi dia masih penasaran.
Sarah tersenyum senang tulisannya di puji.
"Tapi... apa itu benar-benar terjadi padamu? " tanya Nu Ri.
Sarah mengangguk pelan.
"Astaga... kau pasti sangat ketakutan saat itu" ucap Nu ri.
"Ya, sangat takut. Aku masih belum bisa menatap mata Ki Yong dengan seksama karena hal itu" ucap Sarah.
"Ki Yong? " Nu ri tak paham mengapa jadi bicara tentang Ki Yong.
"Iya... Ki Yong aktor untuk peran Jin Hyuk, aku memilihnya karena sorotan matanya sama" Sarah menunjuk kedua matanya dengan dua jarinya.
Nu ri mengangkat kedua alisnya.
"Ohhh.. begitu! " ucapnya baru paham.
Sarah membuka komputer sambil memeriksa talent.
"Ya sudah, selamat bekerja" ucap Nu Ri.
"Ya, terimakasih" jawab Sarah.
***
Di ruang rias.
So Hee melotot mendengar cerita Yi Kyung, asistennya tentang rumor Sarah yang beredar.
"Jadi dia itu sebenarnya apa? narasumber atau penulis? " tanya So Hee.
"Keduanya, pak Go jatuh cinta pada tulisannya. Dia memutuskan untuk menjadikan tulisannya jadi film, membayar semua pengeluaran untuk semuanya" jelas Yi Kyung.
So Hee menelan salivanya.
"Ini seperti kejadian 8 tahun yang lalu" ucap Yi Kyung mengingat.
So Hee mendengarkan.
"Kau pikir sendiri, pak Go tidak pernah sebersemangat ini lagi. Ini seperti..... " Yi Kyung mengingat-ingat.
So Hee mendelik.
"Black Rose? " ucapnya menebak.
"Haa.... betul Black Rose" Yi Kyung senang mendapatkan jawabannya.
So Hee menghela.
"Jelas semua orang ingat dengan film itu, meski bukan film terlaris, tapi Black Rose termasuk pada film terbaik 3 tahun berturut-turut" ucap So Hee.
"Benar... tapi apa kau ingat credit nya? Penulis di tuliskan sebagai anonim, meski kita semua tau kalau Ki Yong yang terus bekerjasama dengan Pak Go saat itu" Yi Kyung sangat detail.
So Hee menghela, dia mengingat wajah Sarah yang manis.
"Usianya berapa? " tanya So Hee.
"Siapa? " tanya Yi Kyung merasa pertanyaan So Hee terlalu tiba-tiba.
"Dia" So Hee menyapu wajahnya.
"Kurasa, 30 tahun ke atas" jawab Yi Kyung.
"Seumuran dengan Ki Yong" ucap So Hee.
Yi Kyung mendelik.
"Hey... kau bertanya tentang dia bukan karena cemburu kan? Kau sudah punya Seo Joon" Yi Kyung mengingatkan.
"Aku tahu, hanya saja... kenapa Ki Yong sangat dekat dengannya? Dia bukan orang Korea, kalau aku perhatikan juga biasa saja, bukan artis" So Hee mengusap rambutnya.
"Ya, mungkin saja dia merasa iba, ku dengar ceritanya sangat menakutkan" Yi Kyung membuat kutip dengan dua tangannya.
"Aku jadi penasaran, ceritanya seperti apa" ucap So Hee.
***
Sarah menandai orang-orang yang dia pilih, kemudian dia mencari beberap orang dari talent baru dan belum pernah main film.
"Karena aku orang Indonesia, jadi... dia saja" gumamnya.
Tak terasa, sibuk memilih dan menimbang, hari sudah sore. He Jin datang sembari marah-marah. Suaranya terdengar sampai ke dalam.
"AKU TIDAK MAU TAU, SEMUANYA HARUS SELESAI HARI INI. TITIK"
Sarah menatap pintu lalu berhitung.
"Satu... dua.... tiga" gumamnya.
He Jin masuk dengan wajah marahnya.
Sarah menatap komputernya saja, seolah tak menghiraukan kedatangannya.
"Waahh..... kau mengabaikan ku? " ucap He Jin menyindir Sarah.
"Aku tidak bicara dengan orang yang sedang marah" jawab Sarah.
"Benarkah? " He Jin menancapkan kedua tangannya di pinggang.
"Benar" jawab Sarah kemudian menatapnya.
He Jin menurunkan tangannya, dia duduk di kursinya tanpa bicara lagi.
Tak berapa lama, Jun Guk datang dan langsung mendekati Sarah.
"Anyeong Sarah! " ucapnya menopang dagunya dengan kedua tangannya sendiri di depan Sarah.
Sarah tak menatapnya, malah melirik Ki Yong yang datang dan tak mengatakan apapun.
"Wahhh..... aku sampai terkagum-kagum dengan sarapan yang kamu berikan, ennnnaaakkk sekali" puji Jin Guk.
He Jin melirik.
"Dia membuatkan mu sarapan? " tanyanya.
"Untukku dan Ki Yong" jawab Jin Guk kemudian bercerita panjang lebar.
Sementara itu, Sarah masih memperhatikan Ki Yong yang masih diam.
"Ok! " He Jin malas mendengar cerita Jin Guk, dia berdiri dan menepuk tangannya sekali namun mampu membuat Ki Yong dan Sarah memperhatikan dirinya.
Jin Guk mendelik.
"Kau boleh pergi, ini meeting kami bertiga" ucap He Jin pada Jin Guk.
"Wahhh... pak Go, aku juga bagian dari film ini. Aku akan jadi salah satu gangster yang berkelahi nanti" ucap Jin Guk dengan gaya tinjunya.
...****************...