NovelToon NovelToon
PESONA MANTAN ISTRI

PESONA MANTAN ISTRI

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda
Popularitas:228.9k
Nilai: 5
Nama Author: Al-Humaira

Menikah karena perjodohan, membuat Shera meminta perceraian setelah dua tahun menikah.


Begitu juga dengan Daren yang menuruti, lantaran keduanya tidak memiliki ketertarikan dan tidak adanya benih cinta yang tumbuh.


Namun semua terasa berbeda setelah tiga tahun perceraian itu.

apakah keduanya akan memiliki ketertarikan dan cinta setelah bertemu kembali???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Al-Humaira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PMI_BAB 14

"Jadi dari siang dia yang tungguin kamu." Joli duduk di kursi yang tadi di tempati Daren.

Wanita itu menatap sahabatnya dengan penasaran.

Shera menganggukkan kepalanya, tiba-tiba pipinya bersemu dengan senyum malu. Membuat Joli tersenyum jahil.

Setelah yakin jika Joli adalah sosok wanita, membuat Daren akhirnya bisa lega. Jo yang dia pikir seorang laki. Daren meninggalkan Shera bersama Joli, banyak pekerjaan yang harus dia urus oleh kerena itu Daren menitipkan Shera.

"Bisa-bisa rujuk nih." Katanya dengan suara khasnya, Joli belajar bahasa Indonesia dengan Shera, dan suaranya yang khas tak bisa menutupi jika dirinya berkebangsaan luar.

"Ish...Ya nggak gitu, kami sudah lama berpisah, orang seperti kak Daren mana mungkin tidak memiliki calon." Terang Shera dengan bibir cemberut.

Joli mengangguk setuju, "Ya, meskipun itu mungkin. Tapi siapa yang tahu takdir akan membawa kalian kembali bersama."

***

Setelah dirawat semalam, akhirnya Shera bisa pulang, Joli tentu yang menemani, bahkan Shera tak memberi kabar pada Daren jika dirinya sudah boleh pulang.

Shera duduk di ruang kelurga, menatap layar televisi dengan toples cemilan di pangkuan.

"Kamu sibuk Jo?" Tanya Shera yang fokus ke televisi, sedangkan Joli sibuk dengan laptopnya.

"Em.. persentase terakhir untuk bisa masuk ke perusahaan." Terang Joli yang masih fokus dengan laptop.

Shera hanya mengangguk, dia tidak tahu perusahaan apa Joli melamar kerja, wanita itu juga tidak memberi tahu.

Cukup lama mereka berada di sana, hingga suara bel pintu membuat Shera beranjak dari duduknya.

"Siapa malam-malam begini," Gumamnya sambil menaruh toples yang dia pegang, langkah kakinya menuju pintu. Dan saat membukanya Shera terpaku di tempat.

"K-kak Daren." Gumam Shera yang melihat Daren berdiri didepannya.

**

Shera duduk dengan kaku, sedangkan Joli memilih untuk masuk kamar seteleh melihat kedatangan Daren.

"Ibu nitip ini, tadi saya ke rumah sakit, tapi ternyata kamu sudah pulang." Ucap Daren sambil membuka makanan yang ia bawa.

Sata dibuka aroma sup iga yang harum dan masih panas itu menguar di ruangan itu. Shera terharu, mantan Ibu mertuanya masih mengingat masakan kesukaannya.

"Ibu belum bisa jenguk, masih ada acara." Terang Daren lagi.

Daren menatap kesekeliling dapur, mereka berada di ruang makan.

Mengerti apa yang Daren cari, Shera berdiri dari duduknya, megambil piring dan sendok.

Daren menaikkan alisnya saat melihat piring kosong didepanya yang hanya berisi sendok.

"Ada apa?" Tanya Shera yang melihat Daren diam saja.

"Seharian saya tidak makan, bayak pekerjaan yang tidak bisa di tinggal." Terang Daren dengan helaian napas.

Shera mengembuskan napas kasar, "Bilang aja pake nasi." Gumam Shera yang kembali megambil piring Daren untuk di isi nasi.

Keduanya sama-sama makan dalam diam, bedanya Shera tida memakai nasi karena tadi dia bersama Joli sudah makan.

Shera melirik Daren yang makan dengan tenang, bahkan nasi yang cukup lumayan banyak ia ambilkan tadi hampir habis. Shera pikir Daren akan berkomentar dengan jumlah nasi yang dia ambil, tapi ternyata pria itu diam dan sedang menikmati.

Sedangkan Daren sendiri, merasa perutnya sudah penuh, meskipun seharian tidak sempat makan, tapi dia juga bukan kuli yang memiliki selera makan banyak.

"Kalau bukan dari tangan kamu, mana mungkin saya habiskan ini. Meskipun dengan terpaksa."

Daren mengusap bibirnya dengan tisu, setelah menghabiskan makanannya tanpa sisa, kecuali tulang iga.

"Bagaimana keadaan kamu?" Tanyanya setelah beberapa saat.

"Sudah baik, besok bisa bekerja." Shera menatap Daren.

"Ambil cuti dulu jika masih sakit. Saya akan bilang ke asisten Erik." Daren beranjak dari kursinya, di ikuti dengan Shera.

"Nggak perlu kak, besok ada pekerjaan yang harus aku selesaikan. Kalau boleh aku mau ke bagian desain." Shera menatap Daren dengan permohonan.

Kepala Daren mengangguk, "Mulai besok kamu tidak perlu menjadi sekertaris, kamu fokus pada pekerjaan mu."

Shera mengangguk dan tersenyum, "Terima kasih kak, kalau begitu sampaikan salam ku untuk ibu." Shera hendak berjalan, namun melihat Daren berhenti membuat Shera bingung.

"Kamu mengusirku?" Pertanyaan Daren membuat Shera menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

**

Shera masuk kedalam kamar satu jam kemudian, wanita itu langsung menghempaskan tubuhnya di atas ranjang, Joli yang tadi sempat mengintip di jendela tampak tersenyum menggoda.

"Jantung aman kah?" Tanyanya dengan godaan.

Shera menutup wajahnya, rona merah menghiasi wajahnya yang putih.

"Jantung ku berasa mau lompat Jo." Ucap Shera yang masih menutup wajahnya.

Joli meraih tangan Shera membuat Joli tertawa keras melihat bagaimana perubahan wajah Shera yang tampak seperti kepiting rebus.

"Puas kamu ngetawain aku!" Shera melempar bantal ke Joli dengan bibir mengerucut kesal.

Sedangkan Joli berusaha menghentikan tawanya, "Aku nggak nyangka pak duda senekat itu." Joli masih dengan sisa tawanya.

Shera terlihat kesal, menatap Joli dengan tatapan musuh, namun mengingat kejadian tadi di luar membuat Shera tak bisa menyembunyikan senyumnya.

"Apa selama berpisah dia geger otak ya?" Shera tampak berfikir sambil menaruh jari telunjuknya di dagu. "Dulu dia seperti kanebo kering, bahkan aku bisa menghitung berapa kali kami terlibat obrolan." Terang Shera.

"Bisa jadi.." Balas Joli. "Tapi yang aku lihat dari tatapan pak Daren, dia seperti sudah menaruh perasaan lama sama kamu."

Keduanya saling tatap, Shera tampak berfikir, namun kemudian kepalanya menggeleng. "Mana mungkin, dulu dia melihat wajah ku saja enggan." Balas Shera dengan bibir cemberut.

Namun ucapkan Joli tak membuat Shera justru berfikir, memang sifat Daren dulu dan sekarang jauh sekali berubahnya, sekarang Daren tampak terlihat seperti manusia pada umumnya, berbeda dengan dulu, di mana Daren sangat irit bicara dan bahkan tidak pernah tersenyum.

"Tapi mana mungkin dia tertarik padaku, di matanya aku hanya wanita yang tak menarik."

**

Seperti biasa, Shera berangkat dengan kendaraan pribadinya, namun tadi siapa yang menduga jika mobilnya mogok. Dan berakhir Shera yang mendapat tumpangan mobil Daren yang kebetulan lewat.

"Terima kasih pak." Shera menundukkan wajahnya, tersenyum.

"Pulang tunggu saja di ruangan ku," Ucapan Daren membuat Shera mendongak.

"Saya bisa naik taksi." Balas Shera yang memang tak ingin merepotkan atau lebih tepatnya terlalu dekat dengan mantan suaminya, karena itu sungguh tidak aman untuk kesehatan jantungnya.

"Ibu ingin kamu kerumah, saya tidak bisa menolak." Daren menatap Shera dengan datar.

Sedangkan Shera tampak lemas, jika menyangkut ibu mertuanya, tentu saja dirinya tidak bisa menolak.

Mengingat itu Shera lama-lama tidak bisa menahan perasaannya sendiri jika keduanya selalu terlibat bersama.

Dulu Shera memang yang meminta cerai, tidak ada permusuhan diantara keduanya, hanya saja Shera merasa jika pernikahan mereka tidak sejalan, meskipun dengan perjodohan, tapi pernikahan itu tetap suci. Saat itu Shera hanya berfikir untuk mengejar cita-citanya, dan setelah semua ia raih. Kini justru kembali terlibat dengan mantan suaminya, dan bahkan bisa dibilang dekat setelah semua yang sudah mereka alami bersama.

"Aku tidak tahu apakah perasaan ini semakin tumbuh, atau hanya sesaat." Shera.

1
sutiasih kasih
kok lama bgt g update thor???
melita indra wijaya
sudah tamat kah
Adelia Permata Sari
ko blm up* si thor, udh gk sabar nihhh🤣
Lilik Juhariah
kalau banpak dholim gitu boleh gak kita putus hubungan
Nia nurhayati
pasti pria itu darenn yaa yang ngintip
Nia nurhayati
mampir thorr
melita indra wijaya
lanjooooooot
Septi
👍🏻
Ipehmom Rianrafa
lnjuut💪💪💪
Hesty
lbh bnyk lagibthooor
ardiana dili
lanjut
sutiasih kasih
setelah ini.... putus hubungan sja dgn bapak sialanmu rindu....🙄🙄
Dinda Putri
lanjut thor🔥🔥🔥🔥
Nety Dina Andriyani
jangan lama2 up nya kak 😍
Septi
Baron kaya hantu ada dimana mana 😩
Septi
heuleuh ternyata bapaknya rindu suka Judi... jadi berhutang bukan karena biaya berobat istrinya tapi berjudi😤
Uthie
Wahhh.. ada tua bangkot datang 😏
Ipehmom Rianrafa
lnjuut💪💪💪
Hesty
up nya lebih byk thoor
sutiasih kasih
pak beni... tak sadar diri & tak tau diri....
ekonomi pas"an tpi gila sm judi....
bner" g waras....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!