NovelToon NovelToon
Menikahi Pria Asing (Married With Stranger)

Menikahi Pria Asing (Married With Stranger)

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Misteri / Tamat
Popularitas:12.8M
Nilai: 5
Nama Author: mufli cha

Zevanya terpilih menjadi lulusan terbaik di kota ini, masa depan yang cemerlang serta paras cantik membuatnya menjadi wanita yang nyaris sempurna, namun secara mengejutkan ia mengalami kecelakaan fatal yang mengubahnya menjadi seorang wanita buta, hingga harus dikirim keluar negeri untuk menjalani perawatan.

Tapi saat kepulangannya, ia tiba-tiba diculik dan dipaksa menikah dengan Aezar, pria yang sama sekali tidak ia kenal.

Keluarganya telah bangkrut secara tragis, ayahnya dipenjara, dan dikabarkan orang yang menghancurkan keluarganya adalah suaminya sendiri, begitu banyak hal yang terjadi membuatnya bingung.

Siapa sebenarnya pria ini? apa motif sebenarnya menikahi Zevanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mufli cha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 14

Sementara itu disudut bar yang sepi, dua pasangan duduk berdampingan, lampu kekuningan yang suram seakan menggenapi perasaan melankolis seseorang.

"Aku kan sudah bilang itu pasti ulah Aezar" suara Devi yang nyaring membuat beberapa orang disekitarnya berbisik, meski begitu ia tidak peduli.

"Tapi tetap saja, mereka sudah menikah. Mereka pasti pernah melakukan itu" Darren meneguk whisky di meja dengan cepat, sudah hampir sebotol penuh yang ia tenggak selama berjam-jam,

Suara-suara desahan menjijikan itu terus menerus berdengung di telinganya, sakit di hatinya membuat semua kewarasan yang ia punya lenyap.

Devi sekali lagi hanya bisa mendesah, ia menyesal telah memberikan jepit rambut itu kepada Zevanya, harusnya ia sadar Aezar tidak mungkin sebodoh itu, sekarang yang harus menerima hukumannya adalah Devi, menemani Darren mabuk di bar seharian.

Darren telah uring-uringan sepanjang hari, semua jadwal photoshoot nya bahkan telah dibatalkan, karena pria itu menangis sambil mabuk disini, mungkin mereka baru bisa keluar setelah pria ini overdosis alkohol dan diopname.

"huuu... apa yang harus kulakukan? haruskah aku melajang seumur hidup?" Darren menggosok wajahnya di lengan Devi yang sudah setengah basah karena air matanya sendiri, merengek seperti balita.

Devi menggeram jengkel sambil menarik lengannya, namun ia tidak dapat mengusir lintah ini sama sekali, tidak ada yang tahu kebiasaan pria ini adalah menangis keras seperti anak umur 5 tahun saat mabuk, siapa yang bilang Darren adalah model yang tampan dan cool, ia hanya bedebah sialan yang cengeng.

"Melajang saja sana, kau fikir ada yang mau hidup bersama dengan anak-anak sepertimu" ujarnya melotot pada pria mabuk didepannya.

Darren memandangi wajah Devi sambil cemberut, matanya merah dan berair karena ia begadang sejak menerima telfon sialan itu.

"Aku bukan anak-anak" tegasnya kesal,

"Ya, kau anak-anak.. Tidak ada pria dewasa yang menangis keras sepertimu didepan umum"

Lelaki itu tidak menyahut, menundukan kepalanya mirip anjing yang dimarahi tuannya, "Tapi aku sedih, apakah pria tidak boleh menangis saat sedih?" mengusap air mata di pipinya, ia bergumam dengan pelan.

Demi tuhan, Devi ingin sekali menendang pria ini sekarang juga!

Ia sudah terbiasa mendapat pandangan aneh dari orang di sekelilingnya saat Darren mabuk, dan tentu saja hampir sembilan puluh sembilan persen alasan Darren mabuk adalah Zevanya.

Apakah dia menyebabkan kehancuran di kehidupan sebelumnya, hingga ia harus menjadi teman mereka berdua?

Menarik tisu ia mulai membersihkan lengannya yang basah sambil menggerutu, sementara Darren tidak bereaksi, pria itu sepertinya kehabisan tenaga sekarang.

"Disini juga" Darren menunjuk wajahnya sendiri yang kini sudah tergeletak di meja, terlihat menyedihkan.

"Apa?" Devi menyahut galak.

"Disini juga basah, tolong hapus" kata Darren pelan, sekali lagi menunjuk kearah wajahnya yang basah karena air mata.

Gadis itu membeku sejenak, jika membunuh orang bukanlah kejahatan ia pasti sudah mencekik pria ini sampai mati, kenapa sih tingkah menjijikan ini malah membuatnya gemas dan jengkel bersamaan?

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Berbeda dengan Aezar, yang harus tertahan dirumah karena Zevanya melarangnya berangkat ke kantor sampai pulih, karena itu sekarang ia sedang sibuk di ruang kerja dilantai dua, tapi menyadari bahwa istrinya khawatir membuatnya ingin tersenyum sepanjang hari.

Ponselnya berdering, melihat nama ibu muncul dilayar, sontak ia mengerutkan kening.

"Halo bu," sapanya datar.

"Ezar!! apakah kau benar-benar melupakan ibu setelah bertemu dengan gadis itu? ibu sakit, kau bahkan tidak mengunjungi ibu?" suara serak seorang wanita terdengar menyedihkan diujung sana,

"Aku akan kesana bu"

"Kapan? kau hanya bilang begitu tiap kali di telfon tapi tak pernah datang" kali ini suara itu disertai batuk-batuk.

"Kau tega melihat ibumu mati karena merindukan anak ibu satu-satunya?" tambahnya kemudian.

Aezar mendesah, jelas sekali jika wanita yang ia panggil ibu ini hanya berpura-pura sakit, tuntuk menyuruhnya pulang

"bu... baiklah aku pulang malam ini," jawabnya terpaksa

"Ajak juga istrimu"

"Tidak" ucapnya tegas.

"Kenapa? dia menantuku, kenapa kau tidak memperbolehkannya bertemu dengan ibumu sendiri?"

"Kau hanya penasaran dengannya, jika kau sudah menerimanya aku pasti akan membawanya untuk menyapa mu. Aku akan pulang malam ini"

bip

panggilan itu terputus bersamaan dengan suara ponsel yang terbanting di meja.

Aezar menghela nafas berat, sambil menggosok wajahnya frustasi, meski semua beban seakan bertumpu di pundaknya, namun tekadnya untuk melindungi Zevanya tidak akan pernah surut.

Ia bangkit setelah menjernihkan fikirannya sejenak, turun untuk mencari istrinya di teras belakang.

Sementara di taman belakang..

Zevanya tengah termenung seorang diri, harusnya sekarang ia sudah membenci pria itu kan? Aezar telah menyusahkan keluarganya bahkan memasukkan ayahnya ke penjara, namun sampai sekarang ia masih duduk tenang disini seperti seorang pengkhianat.

Merasa gelisah, Zevanya bertekad akan meminta penjelasan yang sebenar-benarnya malam ini, hati kecilnya tahu pria itu tidak akan melakukan sesuatu tanpa alasan.

Tapi apa alasannya? berapa lama pun ia mencoba untuk memikirkan ini, otaknya tidak pernah bisa mencerna semuanya.

"Vanya" suara Aezar membuyarkan lamunannya, ia menarik bahu Zevanya kedalam pelukannya sebelum duduk disampingnya dengan tenang

"Aku akan pergi sebentar malam ini, mungkin akan pulang larut malam" Aezar sedang berfikir bagaimana menjelaskan situasinya pada gadis ini.

"Kau tidak boleh bepergian sebelum sembuh" jawab Zevanya singkat.

"Tapi ini urusan pekerjaan yang sangat penting" pinta Aezar sekali lagi.

"Kau masih belum sembuh, lagipula kau bisa kerja dari rumah, kenapa harus pergi keluar?"

Pria itu menghela nafas,

"Begini saja, jika kau izinkan aku pergi malam ini dan kau boleh bertemu Devi besok, bagaimana?" bujuk Aezar pantang menyerah, bagaimanapun caranya ia harus pulang atau ibunya pasti akan membuat keributan lebih banyak.

Zevanya terdiam sejenak, sebenarnya masih banyak hal yang harus ia bicarakan dengan Devi, informasi yang ia dapatkan kemarin terlalu rancu dan terburu-buru, mungkin ini kesempatan yang tepat untuk membicarakannya kembali.

gadis itu berdeham beberapa menit kemudian,

"Oke. Tapi itu benar-benar urusan penting kan? "

Aezar tersenyum lebar mendengar pertanyaan gadis itu, tidak bisa menahan diri untuk mencium keningnya dengan gemas. Kenapa istrinya bisa seimut ini?

"Kau takut aku pergi selingkuh?" bisiknya menggelitik, membuat wajah Zevanya terasa panas.

Jarak wajah mereka hanya satu inci, Zevanya bahkan bisa mencium bau mint yang familiar.

"Siapa yang tahu, bukankah kemarin kau juga pergi liburan dengan wanita lain?" sahut Zevanya gugup,

Tidak ada jawaban, sebaliknya ia merasakan Aezar mencium bibirnya dengan lembut, berusaha memasukan lidahnya lebih dalam hingga membuatnya hampir tersedak,

Ini berbeda dari kecupan singkat kemarin, kali ini Aezar jelas ingin menjelajahi seluruh isi mulutnya, hanya setelah Zevanya kehabisan nafas Aezar akhirnya melepaskan pagutannya.

"Itu hanya klienku, Aku akan pulang terlambat, jangan menungguku dan pergi tidur lebih cepat" Aezar berkata dengan lembut.

Tangannya mengacak-acak rambut Zevanya sebelum meninggalkan gadis itu, yang masih diam membeku, seolah kesurupan Zevanya merasakan kakinya lemas bagai jeli.

Ini adalah ciuman pertamanya dengan Aezar.

Tidak, ini bahkan ciuman pertamanya seumur hidup.

Kemarin Aezar mengecup bibirnya, hari ini mencium, besok apa yang akan dilakukan pria itu padanya?

Zevanya memeluk dirinya sendiri dengan ngeri, seluruh tubuhnya bahkan merinding..

.

.

.

Minta vote nya dong.. maaciww

1
Reni Setia
makasih author untuk novelnya
ione
Luar biasa
Yogya Gudeg
mencintai dgn ugal2an kyk gn ini 😂
Rina Sadiawati
ceritanya seru bikin gemezz
Yogya Gudeg
terlalu bagus untuk dilewatkan menunggu season 2 nya yaa thor
Siti Nur Alijah
mungkin ayah kandung Vanya kali ya
Syaiful Anwar
Luar biasa
@Najwa❣️
♥️♥️♥️🥰
Magdalena Widyastuti
ini lucu banget ..tapi romantis ..ceritanya menarik Thor...keren
Suci Yati
Lumayan
Suci Yati
Kecewa
Yogya Gudeg
ngekek
Laili Putri
semangat thor
🌜melody 🌛
gimana mau panik klo orgnya aja ga tau klo diculik🤭
Nunung Khodizh
ok
Yogya Gudeg
hahahahaha makjleb bgt
mini
oh,,, nice
Yogya Gudeg
hahahhahahaha
rehulina surbakti
😂
Raid
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!