NovelToon NovelToon
Sepasang Antagonis

Sepasang Antagonis

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Transmigrasi
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: Najmu Laila

Velica seorang artis terkenal yang iseng membaca novel bertema " Gadis seindah musim semi " yang sedang booming dengan banyak sanjungan banyak orang. Bukannya menyanjung, Velica justru mengkritik tokoh utama novel tersebut yang menurutnya terlalu menganiaya sang antagonis.

‎"Kasihan sekali Clarissa ini, Padahal Robert itu tunangannya, Tetapi mengapa ia harus di benci karna marah ketika tunangannya berselingkuh." Ujarnya kesal.

‎"Padahal Clarissa punya segalanya, Ia juga melakukan semuanya untuk Robert, Robert itu lah yang tidak tahu diri. Sudah di bantu dia malah menyukai anak dari seorang pelayan, Sih Nadia itu!"

‎"Jika aku menjadi Clarissa, Sudah ku buat kedua orang itu kehilangan wajahnya di muka umum, Beraninya dia yang seorang pemuda miskin memperlakukan Clarissa begini!" Velica melempar novel itu dengan kesal.

‎Tak lama, Novel itu terbuka sendiri...membuat Velica masuk ke dalam nya. Jika penasaran cuss langsung baca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Najmu Laila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 16 - Perasaan terabaikan

...Chapter 16...

...----------------...

Clarissa menghela nafas lega, Untuk melerai pertengkaran yang terjadi. Jadilah ia memisah keberadaan pria dan wanita dalam dua tempat berbeda. Ini salahnya karna membiarkan para gadis itu mengundang seseorang.

"Ini jadi melegakan, Nona Clarissa tidak apa-apakan bila anda berjauhan dengan tuan muda Alexion?" Tanya Riana.

"Tidak apa, Lagipula dia juga tidak sendirian sekarang, Jadi ayo kita mulai saja pembahasan kita kembali."Ucap Clarissa tersenyum,

"Maafkan aku semuanya, Gara-gara kakak-ku dan aku. Kalian jadi merasa tidak enak." Ucap Mia meminta maaf, Gadis itu sudah merasa lebih tenang sekarang.

"Tidak apa nona Mia, Lagipula kami senang dengan kejadian tadi. Meskipun ribut tetapi terasa seperti lebih hidup. Ada hal lucunya." Ucap Riana tertawa kecil. Mia semakin cemberut, Ia malu sekarang.

"Iya nona Mia, Nanti ajari kami yaa cara menarik rambut sekuat itu." Ucap Nasya.

"Jangan meledek-ku terus." Kesal Mia.

"Iya tuh, Kalian jangan meledeknya meskipun aku ingin sekali melihatnya ribut lagi." Ucap rosely ikut tertawa.

"Anda juga?!" Mia mulai mengunyah macaron dengan cepat membuatnya malah terlihat lucu.

"Sudah-sudah, Ayo kita mulai menikmati teh di sore hari, Hari ini juga aku menyiapkan jus buah mangga. Semoga kalian suka." Ucap Clarissa, Para gadis itu pun kembali ke rutinitasnya.

...--------------------------------...

"Tak ku sangka kau juga menyukai hewan seperti itu." Luzkay menatap Axion yang kini menggendong dua ekor kelinci betina dan jantan. Mereka memang di pisahkan oleh Clarissa, Mereka menempati ruang tamu sebelah kanan, Dekat tempat Clarissa memelihara hewan-hewan lucu itu.

"Aku baru tau tuan muda Alexion menyukai hewan." Ucap Tora tersenyum, Walaupun senyumannya terlihat palsu di mata Axion.

"Aku tidak menyukai hewan, Ini kan milik Clarissa." Ucap Axion dengan datar.

"Apa nona Clarissa sangat suka kelinci?" Tanya Tora ia ikut berjongkok mengelus kelinci hitam yang berada di tangan Axion.

" Ya dia sangat suka yang warna hitam, Yang jantan ini." Ucap Axion tersenyum.

"Ia harus suka, Karna ini kan diriku." Batin axion tersenyum licik.

"Boleh aku menggendongnya?" Tanya Tora ia jadi penasaran, Alexion memberikan pada Tora kelinci hitam itu. Selagi bukan yang putih, Ia tak masalah.

"Ku rasa yang putih ini mirip dengan nona Clarissa, sangat angkuh." Ucap Luzkay menatap kelinci putih itu dengan seksama. Ia juga menggendongnya.

"Beraninya kau menggendongnya!" Axion tiba-tiba berteriak, Kevian dan Felix yang sedang memberi makan burung dara putih di sebelahnya itu langsung terperanjat kaget.

"Apa salahnya, Mengapa kau sewot sekali sih. Toh nona Clarissa sukanya yang hitam." Ucap Luzkay dengan wajah datarnya.

"Pokoknya kau tidak boleh menyentuh yang putih ini." Axion mengambil kelinci putih itu dengan cepat, Wajahnya menunjukan ke-tidak terima-an.

"Kau mirip dengan adik-ku, Sangat tempramental." Hina Luzkay pada axion.

Axion tak menanggapinya, Ia fokus menggendong Luna di dalam pelukannya. Tora menatap hal itu dengan ekspresi yang sulit di artikan.

"Para tuan muda, Mari silahkan nikmati hidangannya. Nona Clarissa meminta saya untuk memberikan ini." Ucap Sera tersenyum, Ia tak menyangka para tuan muda itu sedang berada di area belakang, Tempat hewan peliharaan milik Clarissa.

"Iyaa, Terima kasih Bi." Ucap Kevian, Para tuan muda itu masuk dan duduk seperti semula, Seolah tak pernah bermain hewan bersama. Hanya ada dentingan sendok dan garpu yang bergesekan. Mereka mulai menikmati hidangan yang tersaji di meja.

"Hidangan di keluarga bellen lumayan, Mungkin aku akan sering ke sini." Ucap Luzkay, Lagi-lagi mendapatkan tatapan tajam Axion.

"Memangnya untuk apa anda sering ke sini?" Tanya Tora tersenyum seperti biasa.

"Tentu saja menemani adik-ku memangnya apalagi? Jangan berpikir aneh-aneh ya." Ucap Luzkay menatap tajam Alexion yang menatapnya juga.

"Ku pikir anda tertarik dengan nona Clarissa." Ucap Felix, Keempat pemuda itu menatap pemuda berusia 16 tahun itu dengan tajam. Sepertinya anak kecil itu sudah salah berbicara.

"Jika butuh sesuatu lagi, Tolong bilang saja." Ucap Sera, Ia keluar dengan wajah canggung. Bagaimana tidak canggung, Semuanya terlihat diam tetapi sekali ribut, Jadi sangat ribut.

"Oh ya aku ingin bertanya, Pemuda yang tadi berada di depan nona Clarissa itu siapa ya?" Tanya Tora setelah beberapa menit suasana hening.

"Itu Robert, Musuh bebuyutan adik-ku." Jawab Luzkay yang sudah tau siapa yang di maksud Tora.

"Mengapa dia seenaknya memanggil nona Clarissa? Memangnya mereka sedekat itu ya?" Tanya Kevian yang penasaran.

"Dia itu anak seorang pelayan, Dia tinggal di mess belakang Mansion keluarga bellen, Ibunya sudah lama berkerja di sini. Jadi dia selalu bermain bersama nona Clarissa sejak kecil." Ucap Luzkay menjelaskan. Ia tahu karna Mia selalu menceritakan semua kekesalannya pada Robert padanya.

"Apa nona Clarissa juga menyukainya?" Tanya Tora dengan wajah sok santainya sambil memakan steak yang di sajikan.

"Dulu sih iya, Sekarang aku tidak tahu." Ucap Luzkay mengedikan bahu.

"Sekarang dia sudah tidak suka, Clarissa akan menjadi menantu di keluarga William."Ucap Axion dengan tegas.

Uhukk!

Tora terbatuk beberapa kali, Felix yang kebetulan berada di seberangnya langsung menuangkan air. Kevian menatap Tora dengan curiga, Karna sejak awal ia seakan menunjukkan ketertarikannya pada Clarissa.

"Oh yaa, Jangan berbicara seolah-olah kau mengetahui semuanya tentang Clarissa, Dia itu calon tunanganku." Ucap Axion menatap tajam Luzkay.

"Siapa yang mengira bahwa kau seorang pria dengan hati sempit, Clarissa tidak akan betah di sampingmu." Hina Luzkay lagi, Axion lagi-lagi menatapnya tajam, Hampir saja pisau yang ia pegang itu melayang.

...--------------------------------...

"Tidak, Kau lebih baik seribu kali darinya"

"Ada apa Robert?" Robert menatap ibunya dengan wajah gusar, Kata-kata spontan milik Clarissa membuatnya gelisah dan dilema. Bukankah selama ini apapun yang di lakukan Clarissa ia tak peduli?

"Bu...Apa akhir-akhir ini Clarissa mencari-ku?" Tanya Robert,

"Mengapa kau bertanya seperti itu, Apa kau bertengkar dengan nona Clarissa?" Tanya ibunya merasa heran

"Tidak, Tetapi Clarissa terlihat menjauhiku." Ucap Robert, Ibunya tersenyum dan mengusap lembut rambut Robert.

"Robert, Itu memang sudah seharusnya terjadi. Ibu ini hanya seorang pelayan Robert, Seharusnya kau tidak harus berada di dekat nona Clarissa." Ucap Amanda, Pelayan berusia 40 tahun, Khusus melayani amrita.

"Tidak, Clarissa itu suka padaku ibu. Dia bahkan tidak peduli siapa diriku. Suatu saat, Dia akan tetap menerima semua kekuranganku." Ucap Robert menolak perkataan sang ibu.

"Tetapi kau bukankah selalu mengeluh tentangnya yang bersikap manja padamu saat kecil. Kau bahkan pernah meminta ibu memarahi nona Clarissa." Ucap Amanda merasa heran.

"Itu karna dia selalu saja ingin aku berada di sampingnya, Dia menganggap aku peliharaannya ibu." Ucap Robert tak terima.

"Robert dengarkan ibu, Kita ini bukanlah siapa-siapa tanpa keluarga bellen, Ibu senang kau berteman baik dengan nona Clarissa, Tetapi ibu tidak mau kau berharap lebih dari apa yang seharusnya kau dapat." Ucap Amanda menasehati putranya.

"Aku memang menginginkan kehancuran keluarga bellen, tetapi sifat acuh Clarissa yang menatapku seolah aku tak berarti lagi, Membuat perasaanku kacau. Bukankah aku hanya ingin hidup lebih layak bersama Nadia?" Batin Robert.

"Bu...Aku paham." Ucap Robert, Ia berjalan menuju kamarnya. Amanda menatap pundak putranya dengan khawatir. Lalu Ia bergegas kembali untuk melanjutkan pekerjaannya.

Robert menatap handphonenya yang berada di tas, Ia segera mengambil dan terlihat menelpon seseorang.

"Nona, Kakak-mu mulai menampakan dirinya di hadapan Clarissa." Ucap Robert dengan datar. Teriakan murka seseorang di seberang sana tak membuat Robert merasa takut.

TBC

like dan komen.

1
Laura Xaviera 💕
yuhuuuu/Determined/
Iruma-chan
semangat nulisnya, aku suka cerita transmigrasi.
Anissa Rahma
ceritanya menarik kak
Putri Amalia
halo kak, aku dah liat novelnya menarik bgt. rajin up yah jg smpe Hiatus 👀
Author hidup: Wah terima kasih, Aku akan berusaha up tepat waktu. Bantu like dan komen ya🙏😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!