NovelToon NovelToon
Lelah Berharap

Lelah Berharap

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Diam-Diam Cinta / Idola sekolah
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: vita no

tiga tahun sudah pernikahan kita...Dipaksa menikah di usia muda ketika kita masih duduk di bangku SMA..
Tak ada kontak fisik. Di rumah seperti orang asing. Aku tahu Aksa memiliki ke kasih tapi apa salah ku. Hingga batas kesabaran ku hilang juga.

"Kak Aksa aku ingin gomong".
"Kalau ngomong ya ngomong aja Bintang".
"Kak mari kita berpisah".

Apa Aksa mengabulkan permintaan Bintang. Atau mempertahankan pernikahannya ???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vita no, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bicara Empat Mata

Kami duduk di ruang private room. Disini suasananya kenapa tegang kali ya. Aku merasa seperti akan dieksekusi aja.

"Kamu mau pesan apa. Sebelum kita bicara, mending kita makan dulu. Kebetulan aku belum makan."

"Nggak usah kak. Aku tadi sudah makan. Mending katakan aja, kakak mau bicara apa ?"

"Kenapa kamu buru buru kali. Apa kamu ada acara lain."

"Nggak kak." Ucapku sambil menunduk. Aku tak mau memandangi wajah dan menatap matanya. Aku nggak ingin jatuh pada pesonanya.

"Kenapa kamu bicara nggak natap aku. Emang wajah ku di bawah sana."

"Maaf kak." Akhirnya aku bicara melihat matanya dan menatap wajahnya juga. Ya tapi aku juga mempertahankan sifat cuek ku ini.

"Aku nggak mau kamu sakit hati sama aku Bin. Jadi aku tekan kan sekali lagi. Aku harap kamu nggak akan pernah jatuh cinta sama aku. Aku masih ingin menjalani kehidupan ini dengan keinginan ku sendiri, tanpa ada embel embel orang tua yang ngatur hidup kita. Jadi aku berencana untuk tinggal di apartemen ku. Mau tak mau aku juga harus membawa mu bersama ku. Karena sekarang status mu adalah istri ku. Jadi jika nanti aku mau bicara sama mommy, aku harap kamu bisa mendukung aku."

"Baik kak. Bintang akan ikuti apa kata kakak."

"Bagus. Dan nanti pas kita tinggal di apartemen, kamar kita juga akan terpisah jadi kamu nggak usah takut. Hanya itu yang mau aku ucapkan. Jika kamu nggak makan, ya udah mari kita pulang aja."

Disepanjang jalan aku diam saja. Aku ragu mau bertanya sama kak Aksa. Tapi jika nggak ditanya. Aku akan penasaran juga. Aku kan nggak mau mati penasaran."mmm, kak. Apa aku boleh tanya?"

"Ya."

"Kenapa kita nggak cerai aja kak? Kan aku dengar kakak sudah ada orang yang kakak cinta. Sesuai perjanjian kita, jika salah satu di antara kita sudah ada orang yang kita cintai, kita boleh berpisah dan tak akan menghalangi langkah kedepannya."

"Kalau sekarang kita bercerai, itu sama aja kita mempermainkan pernikahan. Lagian pernikahan kita juga baru menikah tiga bulan. Jika pun mau berpisah, kita tunggu satu tahun dulu."

"Baik lah kak. Bintang ikut kata kakak aja."

Baru kali ini aku dengar kak Aksa bicara panjang kepada diri ku. Ingin rasanya aku menangisi keadaan ini. Tapi aku harus tegar.

"Apa aku lebih baik cari kerja aja ya. Biar ada kegiatan. Sebelum aku naik ke kelas tiga. Aku juga harus ada pemasukan juga kan." Gumam ku.

Sesampai di rumah, aku melihat mommy dan deddy duduk di ruang keluarga. Aku menyalami tangan mertua ku dengan takzim.

"Eh darimana kalian, mommy senang deh lihat kalian bisa nikmati jalan jalan berdua. Kamu harus sering sering ajak Bintang keluar jalan jalan Aksa. Biar kalian bisa dekat."

"Mom, ded, ada yang ingin Aksa sampaikan. Aksa berencana mau ngajak Bintang pindah ke apartemen Aksa. Biar kami bisa saling dekat lagi. Kalau disini mungkin Bintang agak canggung jika kami saling ngomong atau berduaan. Iya kan Bin."

"Aku kaget kak Aksa ngomong itu secara tiba tiba ke orang tuanya. Baru juga dia ngomong tadi sore, eh sekarang dia langsung ngomong. Kak Aksa benar benar gercep."Gumam ku sambil bengong sendiri.

"Iya kan Bin." Tanya kak Aksa sekali lagi.

"Eh iya kak. Benar apa yang diucapkan kak Aksa mom, ded."

"Ya sudah, jika itu keputusan mu Aksa. Deddy akan mendukung mu. Tapi ingat apa yang pernah deddy katakan dan pesankan kepada mu. Dan kamu Bintang, jika Aksa menyakiti kamu baik fisik atau pun bathin, kamu jangan simpan dalam hati dan pendam sendiri. Kamu bisa bicarakan ke deddy atau mommy. Ingat itu pesan deddy ya Bin."

"Iya ded, Bintang akan ingat pesan deddy."

"Ya, sepi lagi nanti rumah ini ded. Baru aja mommy merasakan ada anak perempuan tapi sudah mau dibawa sama suaminya ini. Apa nggak bisa kamu pikirkan lagi Aksa."

"Keputusan Aksa sudah bulat mom, nggak bisa di ganggu lagi. Kemungkinan minggu ini kami akan pindah mom, ded."

"Kenapa cepat kali sih Aksa."

"Sudah mom, jangan halangi Aksa mengambil keputusan tentang rumah tangga mereka. Sekarang Aksa adalah kepala keluarganya."

"Uh baiklah ded. Mommy akan sangat merindukan mu nanti Bin. Ingat ya Bin, nanti kamu harus sering sering main ke rumah ini ya."

"Baik mom. Bintang pasti merindukan mommy juga nantinya."

Akhirnya aku masuk ke kamar ku buat bersih-bersih dulu. Sebelum jam makan malam datang. Dan di belakang ku ada kak Aksa juga menuju ke kamarnya. Aku hanya diam dan cuek aja, seakan akan kak Aksa nggak ada dibelakang ku.

"Ini anak kenapa sih, sifatnya jadi cuek gini. Sejak Tiara datang, dia lebih suka cuekin aku. Apa dia cemburu. Aku harap dia nggak pernah jatuh cinta sama aku. Karena aku nggak mau buat dia sakit hati."ucap ku dalam hati.

Makan malam berlalu seperti biasa. Seperti tidak ada pembicaraan yang serius yang kami bicarakan tadinya. Dan seperti biasa, setelah makan malam kami berkumpul di ruang keluarga. Dan aku dengar ada orang datang malam-malam begini.

"Malam mba Ratna, mas Rayyan. Maaf kami malam malam kesini. Kami ingin minta bantu, kami ingin titip Tiara dua malam ini disini. Soalnya aku dan mas Surya mau ke luar kota malam ini. Kami takut membiarkan Tia di rumah sendirian. Karena pembantu di rumah lagi izin pulang kampung, anak nya mau nikahan. Apakah bisa mba Ratna?"

"Oh tentu saja jeng Sekar. Ayuk masuk dan duduk dulu. Nggak enak ngomong sambil berdiri."

"Nggak usah mba Ratna, ini kebetulan jadwal pesawatnya mepet kali mba."

"Ya sudah, nggak apa apa. Biar Tia nginap disini dua hari. Kami akan jaga Tia jeng Sekar."

"Makasih sekali lagi ya mba, maaf merepot kan mba Ratna dan mas Rayyan."

"Iya jeng."

Dan akhirnya malam ini bertambah anggota yang ngumpul di ruang keluarga.

"Malam kak Aksa. Kak apa sudah buat tugas Matematika nggak kak. Bisa bantu ajarkan Tia, soalnya Tia nggak ngerti soal nomor 5 dan 9 kak."

"Mmm, boleh. Mana buku kamu?"

"Disini ya kak, kita belajarnya?"

"Iya."

"Oo." Kenapa kak Aksa nggak ngajak ke kamarnya kek atau tempat lain yang hanya kita berdua. Kalau gina kan aku canggung jadinya. Harapan hanya berdua aja dengan kak Aksa jadi nggak terwujud dong."ungkapan kata hati Tiara.

"Ini kak soalnya."

Aku lihat kak Aksa ngajar Tia dengan tenang. Tapi aku lihat Tia yang di ajar kak Aksa kok salting ( salah tingkah ) gitu. Fix, Tia cinta kak Aksa tapi nggak tahu dengan kak Aksa apa dia juga cinta sama dia. "Ah...apa sih yang akau pikirkan." Ucap ku dalam hati sambil geleng geleng kepala ku.

"Kamu kenapa Bin. Kenapa geleng geleng kepala gitu."

"Ha...nggak kok mom. Bintang hanya ngantuk mom. Apa boleh Bintang ke atas mom, Bintang mau tidur dulu."

"Ya sudah, kamu naik aja ke atas buat tidur Bin. Deddy juga mau keruang kerja bentar mom."

"Ya ded. Kalau gitu, mommy disini aja dulu sambil nonton tv. Kamu juga nggak apa Bin, tidur aja duluan. Tapi tugas sekolah kamu sudah siap kan?"

"Sudah dong mom. Selamat malam mom, ded, kak Aksa, Tia." Ucap ku sambil berpamitan kepada mereka. Dan aku menuju ke atas tanpa menoleh lagi ke belakang.

1
partini
ortu egois,,tuh si Aska yg ga serius masa kaya gitu ga ngehh kalian par ortu busettt dah bego bngt
partini
para ortu happy tapi anknya nyesek ortu buta ga bisa lihat apa pura" lihat
partini
ngmng ke ke mertua diem"Bae aihhh nanti ada yg deketin jalan barang setatus kamu masih istri Aska ya kamu selingkuh
partini
ajukan perceraian aja kan bisa dari pihak wanita,iya kalau dia pulang masih sendiri kalau udah berdua kamunya macam mana be smart don't be stupid Bin ,ngmng ke mertua toh mertua kamu tau apa yg terjadi di jangn buta karena cinta
partini
seandainya bintang ada temen cowok yg care Banggt bisa buat pelipur lara nantinya pas Aska di sana udah ada cem ceman
partini
enak bener si Aska ini ya udah bin kan dia ngmng kaya gitu moga aja pas dia diluar negri ada cowok ganteng paripurna cinta kamu ga salah dong kan itu yg Aska mau kalian juga ortu Bege
partini
kapan bintang minta pisah Thor ,secara Aska udah mau ke luar negeri
Dewi Puspitasari
k yg banyak up episode 🤭
Bunda Ning
cerita menarik tidak bertele tele
Dewi Puspitasari
k cepetan abdet episode yg banyak
May Maya
mampir Thor semoga karya nya bgus n GK berhenti d tengah jln 🤭 harus sampai tamat ya Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!