NovelToon NovelToon
Sebening Cinta Aisyah

Sebening Cinta Aisyah

Status: tamat
Genre:Teen / Komedi / Perjodohan / Dosen / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Delia Septiani

Aisyah Safitri, menerima pinangan dari Hanif, seorang dosen yang terkenal soleh dan baik hati.

Awal pernikahan mereka, memang terlihat seperti rumah tangga orang lain pada umumnya, yang bergitu romantis dan harmonis.

Tapi siapa sangka, dibalik keharmonisannya itu, tersimpan sebuah rahasia, yang membuat rumah tangga mereka berada di ujung tanduk.

Akankah perceraian terjadi di antara keduanya? Dan mampukah, Aisyah mempertahankan rumah tangganya? Apa sih rahasia penyebab itu semua?

Yang penasaran, yuk lanjut baca aja.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delia Septiani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gairah Seminggu

Sore harinya, di kampus Hanif tengah bersiap untuk segera pulang ke rumah, menemui Aisyah. Sedikit penyesalan akibat kejadian kemarin, membuat ia merasa bersalah kepada Aisyah, makanya sore ini, ia terlihat begitu bersemangat untuk pulang.

Sebelum sampai di rumah, Hanif membelokkan terlebih dahulu mobilnya, ke toko bunga langganannya, ia memesan satu buket bunga lily yang di campur dengan bunga tulip dan mawar.

Setelah selesai dengan pesanannya, Hanif segera mengambil buket bunga yang sudah dibuat oleh petugas toko itu di kasir, dan ia segera membayarnya. Kemudian berlalu, dan kembali menaiki mobilnya.

"Aisyah pasti senang dengan bunga ini," gumam Hanif, sambil fokus menyetir.

Sesampainya di rumah, Hanif memarkirkan mobilnya tepat di garasi rumahnya. Ia segera turun dari mobil dengan membawa bunga di tangan dan disembunyikan dibalik punggungnya.

Dan ketika Hanif hendak mengetuk pintu, tiba-tiba pintu dibuka lebar oleh Aisyah. Tampak raut wajah bahagia terpancar dari wajah cantik Aisyah.

"Uda sudah pulang?" tanya Aisyah, seakan begitu senang. Hanif menganggukkan kepalanya pelan sambil melebarkan senyumannya.

"Uda sedang apa? Kenapa tangannya di sembunyikan?" tanya Aisyah, begitu heran.

"Em ...." Hanif mematung, seakan gugup. Ia memandang lekat kedua bola mata Aisyah, yang terlihat begitu indah.

"U-Uda membelikan ini untuk Aisyah," ucapnya sedikit gugup, sambil menyodorkan satu buket bunga yang begitu mewah kepada Aisyah.

Aisyah begitu terkejut, terheran-heran, dan tak menyangka, akan pemberian dari suaminya itu. Entah angin apa yang membuatnya, melakukan semua ini.

"Bunga?" Aisyah seakan tercengang.

"Untuk Aisyah?" tanya Aisyah, gugup, menunjukkan telunjuknya ke dadanya sendiri. Hanif mengiyakan dan menganggukkan kepalanya.

"Maa syaa allah, ada apa dengan Uda, kenapa tiba-tiba bisa seromantis ini?" batin Aisyah, terheran-heran.

"Apa, ini pertanda ... Uda mulai menyukai Aisyah?"

"Bukankah, memberi bunga, merupakan tanda suka?" Pikir Aisyah, yang begitu polos akan hal seperti ini. Yang ia tahu di film-film India, jika memberi bunga, ialah pertanda seseorang sedang jatuh cinta. Sungguh, sepolos ini pemikiran Aisyah.

"Kenapa diam saja? Apa Aisyah tidak suka?" tanya Hanif, memperhatikan Aisyah, yang terlihat sedang melamun.

"Hah? ... Suka, Aisyah suka," ucapnya, sambil mengambil alih buket bunga itu.

"Terima kasih Uda, Aisyah tidak menyangka ternyata Uda orangnya romantis," ucap Aisyah, sambil menunduk malu, menatap buket bunga. Kini terlihat jelas, pipi Aisyah, yang sudah bersemu kemerahan, menahan rasa malu dan senang yang ia rasakan.

Ah... rasanya Aisyah ingin berteriak, mengekspresikan betapa bahagia hatinya saat ini. Kalau saja, sedang berada di ruang kedap suara, mungkin ia sudah menjerit dengan begitu bahagianya.

Kini mereka pun segera masuk ke dalam rumah. Sebenarnya, kepulangan Hanif yang begitu cepat pun, sudah membuat Aisyah begitu bahagia, apalagi di bawakan bunga seperti tadi. Sungguh hari ini benar-benar akan menjadi hari yang istimewa bagi Aisyah.

***

Setelah selesai makan malam, Aisyah dan Hanif duduk berdua di ruang TV, Hanif yang sibuk dengan laptop yang dipangkunya, dan Aisyah yang diam, membaca buku fiqih mengenai wanita.

"Oh iya, Aisyah kan belum memberitahu Uda, kalau ponsel Aisyah sudah di benarkan," gumamnya, begitu pelan.

Aisyah segera berlalu ke kemar, untuk mengambil ponselnya, dan kembali menghampiri Hanif.

"Habis apa Aisyah?" tanya Hanif, yang baru menyadari kalau Aisyah tadi sempat pergi.

"I-ini, ngambil ponsel. Oh ya Uda, tadi siang Aisyah pergi ke toko servis untuk mengambil ponsel Aisyah, Alhamdulillah sekarang ponsel Aisyah sudah bagus lagi," ujar Aisyah.

Hanif menganggukkan kepalanya, "Coba sini, Uda lihat," pinta Hanif. Aisyah segera menyodorkan ponselnya kepada Hanif.

Sedikit Hanif mengotak-atik, ponsel Aisyah, ia pun menyimpan nomornya di handphone Aisyah.

"Nomor Uda, sudah disimpan dikontak Aisyah," ucap Hanif, menyodorkan handphone itu kepada Aisyah. Aisyah, mengambil alih, dan ia tersenyum, saat melihat satu kontak tersimpan dengan nama 'Jauziku'.

"Terima kasih Uda."

*

Setelah selesai dengan pekerjaannya, Hanif mengajak Aisyah, untuk segera tidur. Mereka pun pergi ke dalam kamar.

Sebelum tidur, Aisyah selalu membiasakan diri untuk wudu terlebih dahulu. Setelah itu ia pun baru berbaring di tempat tidur bersama Hanif.

Hanif mematikan lampu kamar, dan sejenak ia melihat ke arah Aisyah, yang sedang meringkuk membelakanginya. Hanif mendekati Aisyah, dan memeluknya dari belakang.

Ia mengeratkan tangannya, memeluk tubuh Aisyah, sembari menenggelamkan wajahnya di leher Aisyah, mencium dan memberi beberapa kissmark di leher istrinya itu, sehingga membuat Aisyah, menggulir tubuhnya, menghadap Hanif.

Mungkin sudah satu minggu lebih mereka tidak melakukan hubungan, dan malam ini pun, rasanya Hanif begitu merindukan belaian kasih sayang dari Aisyah. Ia sudah tak bisa menahan birahinya lagi.

Perlahan Hanif mulai mengecup bibir manis Aisyah, bahkan kini tangan Hanif sudah tak bisa di kondisikan lagi, satu persatu, ia membuka kancing piyama Aisyah, dan segera menyentuh segala yang bisa ia sentuh di tubuh Istrinya itu. Hingga pada akhirnya mereka saling memadu kasih satu sama lain, di keheningan malam yang dingin ini.

***

1
Nani Sumarni
masih me nyimak alur ceritanya
Vivi Bidadari
Wanita siluman berwajah manusia ga terima ditinggal nikah eehhh mau merebut pula suami org... haduhhh beginian mau jadi dosen gimana mahsiswa/i yg diajar ya minus akhlak..

Mau menyamakan. Aisyah ya beda level lah Nara kamu mah ga ada apa apanya
Vivi Bidadari
Suami macam apa kamu Hanif lebih mementingkkan wanita lain dari istri Mu sendiri ...

Kamu selingkuh Hanif

Biar Aisyah sama Adam aja
Kasna Wati
lanjut jangan lama2 x
Annie Caem
lanjut dink cerita x rme bnget
Samsidar Mnk
lanjut
Muna Muna
lalnjut
Tetty Manik
lanjut
Siti Sarfiah
movelx seru bangat, lanjutkn
NuryamahFatmah
Thor...apa Hanif pacaran sama Nara?
NuryamahFatmah
thorr..kalo panggilan nya Abang lebih mesra deh
Ros Diana
kasihan aisyah dibohongi.
Nurdaidah
ga suka sama hanif. alim tp pegang tangan nara. dasar oon
Nurdaidah
kalau hanif alim ga spt itu. g pernah lht org alim ketempat paxar hehe
Alenia Askiya
katay tamat kok menggangtung....
Alenia Askiya
kok g ada lanjutannya...
Fitrah Fitrah
tlong klo nara mau Hanif
minta ke Aisah baik2
jngan pake cra yg keji , jahat
Novi Handayani
Lanjut
Andi Wati Mallaniung
sama adam aja,hanaf kan ada pacarx.
Rita Handayani
tetap Hanif aja...kasih hati Hanif untuk Aisyah Thor... kasihan Aisya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!