Xiao Lung, gadis cantik, pandai dan baik hati terpaksa harus menjalani pernikahan dengan seorang Komandan Pasukan Kerajaan Ming bernama Souji yang terkenal kejam dan haus darah.
Mampukah Xiao Lung menjalani takdirnya, atau berusaha melepaskan diri dari benang takdir yang melilitnya?
Ini kisah cinta dua manusia yang berbeda sifat dan kepribadian yang harus menyatu dalam suatu pernikahan yang di atur oleh penguasa. Apakah wanita di zaman itu ditakdirkan hidup hanya untuk menjadi pemuas nafsu dan mesin pembuat anak semata?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nova Shi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 14 : Kisah Kedatangan Ming Feng
Kenyataan bahwa Chin Ming adalah pangeran dari Kerajaan Ming adalah sesuatu yang sangat mengejutkan untuk Xiao Lung. Dia masih belum bisa percaya dengan kenyataan yang baru dia ketahui.
"Nama ku sebenarnya adalah Ming Chin. Ibu meminta ku untuk membalikkan namaku agar menyamarkan identitas ku. Kami selama ini hidup di daerah asal Ibuku. Sebuah desa kecil di sebelah selatan kerajaan ini. Sudah dua tahun aku bekerja sebagai buruh perkebunan kerajaan" tutur Chin Ming.
"Ya Tuhan..." desah Xiao Lung.
"Orang yang di kurung ini adalah Zhang Lao. Dia adalah penasehat utama kerajaan di masa kepemimpinan Kaisar Ming Han. Dia memiliki kesaktian. Dia tidak bisa meninggal dengan cara di bunuh. Karena itu Kaisar Ming Feng mengurung dan menyiksanya. Berharap dia mati secara perlahan-lahan"
Xiao Lung menatap iba pada Zhang Lao.
"Sebenarnya saat ini seluruh rakyat tengah menyusun sebuah rencana pemberontakan! Kami sudah menggalang kekuatan untuk melakukan kudeta dan menggulingkan kekuasaan Kaisar Ming Feng. Rakyat sudah terlalu lelah hidup di dalam penindasan! Apalagi para kepala suku mereka sudah tahu jati diriku yang sebenarnya. Mereka meminta ku untuk memimpin penyerangan terhadap istana! Xiao Lung, kau mau kan ikut membantu ku?! Kau juga ingin bebas dari istana ini kan?! Kau hanya kakak angkat dari Putri Ming Shuan!" tutur Chin Ming lagi dan akhirnya meminta Xiao Lung untuk mendukungnya.
"Chin Ming adalah seorang pangeran? Dia anak kandung dari Kaisar Ming Han! Zhang Lao adalah penasehat utama dari Kerajaan Ming! Dan kini rakyat Kerajaan Ming sedang menyusun siasat untuk bisa menggulingkan pemerintahan Kaisar Ming Feng!" batin Xiao Lung. Fakta-fakta tersebut begitu mengagetkan Xiao Lung dan membuatnya tak bisa bicara apa-apa. Semua ini terlalu mengejutkan baginya!
"Terima kasih Xiao Lung, kau sudah mempertemukan aku dengan Pangeran Ming Chin! Kau telah menghidupkan kembali harapan ku yang hampir padam! Kau persis seperti apa yang ada dalam penglihatan semedi ku selama ini! Kau bersama Ming Chin yang kelak akan bersatu untuk duduk di atas tahta Kerajaan Ming! Sebagai Kaisar dan Permaisuri!" tutur Zhang Lao.
Mata Xiao Lung membelalak! "Tidak mungkin! Aku adalah istri dari Komandan Souji! Tuhan tidak mungkin sudah salah menakdirkan aku untuk berjodoh dengan Komandan Souji!" batin Xiao Lung tercekat!
Sementara Chin Ming hanya tersenyum kikuk seraya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Sebaiknya kalian berdua segera pergi dari sini! Aku takut nanti pengawal melihat kalian!" kata Zhang Lao.
"Baiklah Zhang Lao, kau bersabarlah dulu. Tunggu aku bersama rakyat Kerajaan Ming! Aku akan segera membebaskan mu dari tempat ini!" kata Chin Ming.
"Pergilah Pangeran Ming Chin! Doa ku akan selalu menyertai mu!"
Chin Ming menarik tangan Xiao Lung. "Xiao Lung, ayo kita segera pergi dari sini!"
"Iya" kata Xiao Lung.
"Tunggu dulu Xiao Lung"
"Ada apa?"
"Kata mu, Putri dari Kaisar Hang ada juga di penjara bawah tanah ini? Bisakah kita menemui nya sebentar saja?"
"Kau mengenal nya? Aku juga ingin sekali menemui nya"
"Kalau begitu ayo kita temui dia sebentar saja!"
Xiao Lung pun mengantar Chin Ming untuk menemui Hang Qin yang sampai saat itu masih di tawan di penjara bawah tanah.
Begitu bertemu, Hang Qin tampak kaget melihat kedatangan Xiao Lung bersama Chin Ming! "Kakak Chin! Ya Tuhan! Apakah kau benar-benar Kakak Chin?! Kau masih hidup?!" seru Hang Qin seraya berlari ke arah pintu besi berjeruji yang memisahkan nya dengan Xiao Lung dan Chin Ming.
Chin Ming mengelus kepala Hang Qin dengan penuh kasih sayang. Xiao Lung sesaat teringat kembali pada Souji yang dengan kejam nya menendang kepala Hang Qin. Sangat berbeda dengan Chin Ming yang mengelus kepala Hang Qin dengan penuh kasih sayang! Keduanya benar-benar berbeda!
Sama tampan tapi jauh sikap dan kepribadian! Xiao Lung menarik nafas dalam-dalam. "Kenapa aku harus kembali membandingkan keduanya?!" fikirnya.
"Iya Hang Qin! Aku masih hidup!" kata Chin Ming.
"Ya Tuhan, Kakak Chin! Kau dimana saja selama ini? Syukurlah kalau kau masih hidup! Ayah ku begitu khawatir. Sejak kematian Kaisar Ming Han, kau menghilang bersama Ibumu" kata Hang Qin.
"Ya! Aku dan Ibuku sudah tahu konspirasi besar Ming Feng dan Jendral Shan Bo! Kaisar, Permaisuri dan Kakak-kakak ku pasti meninggal karena di beri racun! Ibuku melihat bagaimana saat malam kematian Kaisar Ming Han, Jendral Shan Bo dan Nyonya Zhu Ying memasukan sesuatu kedalam minuman teh mereka! Lalu Ibu mengajakku pergi setelah keesokan harinya Kaisar Ming Han di temukan telah meninggal dunia"
"Biadab sekali! Dasar binatang!"
"Kalian berdua benar-benar saling mengenal?" tanya Xiao Lung heran.
"Kakak Lung! Kakak Chin ini adalah Pangeran muda Kerajaan Ming! Sewaktu aku masih sangat kecil, Ayah sering mengajakku ke istana Kerajaan Ming. Disanalah aku mengenal Kakak Chin. Seperti yang pernah ku katakan sebelumnya, dulu antara Kerajaan Ming dan Kerajaan Hang terjalin hubungan yang sangat baik!" tutur Hang Qin.
"Itu benar! Dulu semuanya terasa damai! Hingga akhirnya suatu hari datanglah Ming Feng beserta keluarganya ke istana dalam keadaan yang terpuruk karena kekayaan mereka telah habis. Mereka kemudian menumpang hidup pada Ayahku, Kaisar Ming Han. Ayah menerimanya karena sayang dan kasihan pada adiknya itu. Tapi air susu di balas dengan air tuba! Rupanya Ming Feng berhasil menghasut Jendral Shan Bo untuk bersama-sama menggulingkan pemerintahan Ayahku! Jendral Shan Bo pun tergiur karena memiliki ambisi yang sama dengan Ming Feng yaitu mendirikan pusat pembuatan senjata yang awalnya sangat di tentang keras oleh Ayahku" tutur Chin Ming.
"Sejak saat itu, di mulailah penindasan atas rakyat Kerajaan Ming oleh kaisar baru yang bernama Ming Feng! Jendral Shan Bo dan Komandan Souji adalah tangan kanan dan tangan kiri nya! Mereka bertiga sama kejamnya! Apalagi Komandan Souji! Anak angkat Jendral Shan Bo yang wataknya lebih keji dari binatang liar! Baginya membunuh bukan hanya sekedar menghabisi nyawa seseorang! Tapi juga adalah sebuah permainan dan perburuan! Pembunuh maniak!" rutuk Hang Qin geram!
"Betul sekali! Aku dengar Kaisar Hang gugur di tangan Komandan Souji?" tanya Chin Ming.
"Benar Kakak Chin! Itu adalah kerangka Ayahku! Jasadnya di seret dengan kuda oleh Komandan biadab itu sampai kesini!" Hang Qin menunjukkan satu kerangka manusia yang memang adalah kerangka ayahnya.
"Komandan keji! Dia sudah menghabisi teman dekat Ayahku itu!" kata Chin Ming geram!
"Ehm!" Xiao Lung berdehem. Hatinya mendadak merasa tidak enak terus-terusan mendengarkan Chin Ming dan Hang Qin membicarakan keburukan Souji!
Apakah karena Souji adalah suaminya sendiri? Karena itu Xiao Lung sebagai seorang istri mau tidak mau merasa tidak enak?