NovelToon NovelToon
Second Chance

Second Chance

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Barat
Popularitas:8.9k
Nilai: 5
Nama Author: Claudia Diaz

Giovanni El Nino adalah seorang pemuda yang berprofesi sebagai pekerja seni di dunia hiburan, namun karena kepribadiannya yang angkuh dan tak acuh terhadap sesamanya membuat sang ayah terpaksa menjadikannya seorang guru di SMA Harapan Bangsa dengan harapan anaknya mengalami perubahan sikap yang lebih baik.

Akan tetapi tetap saja, kepribadian Nino tidak juga berubah, justru ia menjadi guru yang dibenci oleh murid-muridnya.



*****




Rhodophyta Algavian seorang pemuda yang lugu namun cerdas, selalu menjadi bahan perundungan teman-temannya di SMA Harapan Bangsa.

****

Suatu ketika hal besar menimpa Nino, ia mengalami kecelakaan hebat dan diberikan kesempatan oleh malaikat untuk memperbaiki hidupnya dan berbuat baik dengan masuk ke dalam tubuh Vian dan mengubah hidup pemuda tersebut.


Apakah Nino akan berhasil membantu Vian?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Claudia Diaz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Vian POV (Anna Kesilla Oryza)

“Maaf, Vian. Aku tak bisa, lebih baik kita menjadi sahabat saja."

Kata-kata itu. Ya, kata-kata itu terus terngiang-ngiang di kepalaku. Kata-kata yang mampu membuatku diam mematung dan kehabisan kata-kata.

Anna Kesilla Oryza, gadis biasa namun memiliki magnet yang mampu menarikmu seakan mencari tahu lebih dalam.

Gadis itu berbeda, polos dan apa adanya, tidak mengacuhkan pandangan dan komentar seseorang tentangnya. Tak perlu memasang topeng agar disukai oleh banyak orang, seperti gadis kebanyakan.

Jika aku flashback mengingat pertemuan pertama kami, aku rasa tak ada yang berkesan. Mengingat ia sangat cuek, dan berwatak dingin.

Semuanya di mulai saat kami masih menjadi murid tahun ajaran baru, kala mengikuti masa orientasi siswa, banyak siswa maupun siswi yang bergerombol membentuk kelompok masing-masing saat itu, mungkin mereka adalah sahabat saat masih di bangku menengah pertama.

Jika saat itu aku kebingungan untuk memilih kelompok mana yang sekiranya bisa menerimaku dengan tangan terbuka, lain halnya dengan dia, yang seperti enggan masuk kelompok siswa. Bahkan wajahnya tampak ogah-ogahan saat itu.

Jika saja panitia masa orientasi tidak memaksanya untuk segera masuk kelompok, mungkin ia akan menyendiri dan terlalu asyik dengan dunianya.

Di dalam kelompok pun, dia adalah gadis pendiam dan tidak banyak bicara, lebih suka menjadi penonton daripada menjadi pemeran.

Tidak hanya itu, gadis itu hanya menjawab singkat saja jika ada yang bertanya pada dirinya, seperti Hem, ya, dan tidak. Benar-benar irit bicara, padahal bicara langsung, kan tidak menggunakan kuota, tapi kenapa dia irit sekali?

Penampilannya yang seperti laki-laki hanya saja rambutnya masih panjang seperti wanita, membuat siswa lain enggan berinteraksi dengannya, jangankan berinteraksi, berada di dekat Anna pun mereka seakan mati membeku saking takutnya.

Tatapan Anna yang tajam menusuk, membuat mereka seakan membuat mereka mati berdiri tak bisa bernapas, kata-kata yang akan diucapkan pun seperti tersendat di tenggorokan.

Sampai akhirnya kami resmi menjadi siswa kelas X saat itu, di mana anak kelas X biasanya sering menjadi korban kejahilan dan bullying kakak kelas kami, Anna pun pernah mengalaminya. Sekali menjadi sasaran pembullyan dia masih diam, dua kali masih aman. Akan tetapi yang ketiga kalinya kudengar dia menunjukkan taringnya.

Ya, dari kabar yang kudengar ia menghajar kakak kelas kami yang sempat merundungnya bahkan sampai masuk rumah sakit.

Seperti biasa jika ada kabar yang kurang menyenangkan pasti akan lebih cepat menyebar seperti virus daripada kabar yang memuat hal baik.

Anak kelas X?

Membantai kakak kelasnya, itu sungguh hal yang mengejutkan. Terlebih ia seorang perempuan dan yang merundungnya adalah siswa laki-laki, sungguh luar biasa?!

Sejak peristiwa itu tak ada yang berani menganggunya, kakak kelas yang merundungnya pun malah menjadi anak buahnya, ck.. ck.. ck..

Meski SMA Harapan Bangsa terkenal berprestasi, namun SMA Harapan juga terkenal SMA yang suka mengikuti tawuran antar pelajar. Parahnya Anna selalu ikut serta dalam tawuran tersebut, padahal masih kelas X.

Bicara tentang ekstrakurikuler, Anna adalah anak taekwondo dan sudah meraih sabuk hitam. Beberapa kali ia mengharumkan nama sekolah karena prestasinya di bidang beladiri tersebut, bukan itu saja, Anna juga merupakan anggota tim basket putri, bahkan ia menjabat sebagai kapten.

Prestasi yang ia torehkan dalam bidang olahraga memang tidak kaleng-kaleng, terbukti SMA Harapan Bangsa selalu menyabet gelar juara satu setiap pertandingan.

Awal interaksiku dengannya adalah saat ia sedang latihan basket dan bolanya secara tak sengaja mengenai wajahku.

“Sorry, tak sengaja. Lagipula mengapa juga kau berdiri di sana!?" ujarnya saat itu, ia langsung sigap memberikanku pertolongan pertama karena aku mimisan.

Meskipun harus berdecak dan menggerutu beberapa kali, tangan Anna tetap bekerja menghentikan darah yang keluar dari hidungku.

“Lain kali jangan berdiam diri di lapangan basket, jika sedang digunakan latihan, menyusahkan saja!"

Kata-kata ketus seperti tak pernah absen meluncur dari bibir tipisnya, setelah mengobati diriku, ia keluar dari UKS dan meninggalkanku begitu saja.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Saat memasuki semester kedua kelas X. Dia terpilih menjadi ketua OSIS. Ah, ketua OSIS di sekolah ini agak aneh dalam pemilihannya. Bukan pilihan para siswa, tapi pilihan para guru dan pemilik sekolah ini.

Aturan ini ditetapkan langsung oleh pemilik sekolah, di mana para kandidatnya harus melalui tahap seleksi terlebih dahulu sebelum akhirnya terpilih.

Katanya, jika para siswa yang memilih langsung dinilai terlalu subjektif. Mereka akan memilih siswa hanya berdasarkan popularitas bukan berdasarkan bobot dan jiwa kepemimpinan serta tanggung jawab.

Memang jika dilihat dari beberapa event sekolah selalu sukses karena sikap kepemimpinan Anna yang dinilai tegas terhadap para pengurus maupun anggota.

Non akademik sudah, tentang berorganisasi juga sudah, kali ini bicara mengenai soal akademik. Anna merupakan siswi terpandai yang kukenal. Dia selalu berada di belakangku, setiap hasil ujian keluar. Ya, dia selalu menempati peringkat kedua satu sekolah, kami selalu mengikuti olimpiade bersama.

Meski begitu, tidak membuat kami akrab satu sama lain meski sudah sering bersama. Dia tetap dingin padaku, tidak hanya padaku, sih, tapi pada semua orang.

Di kelas pun ia sering tidur jika jam pelajaran kosong, bahkan ia sangat malas berdiskusi untuk keperluan kelas.

Anna adalah generasi malas gerak, dan tidak suka berurusan dengan hal-hal rumit. Menjadi ketua OSIS saja, dia terpaksa menjalani, untungnya Anna tetap profesional, meski malas.

Bagiku Anna adalah gadis cantik dan menarik, kalau saja ia mau memoles sedikit wajahnya dengan barang yang penting kaum hawa yang disebut makeup itu, dan penampilannya bisa sedikit lebih anggun, tidak seperti preman pasar, aku yakin pasti akan banyak pria yang bertekuk lutut dihadapannya.

Akan tetapi, kalimat sialan yang diucapkan Anna membuat imajinasiku tentangnya sirna secara perlahan. Ah, aku pernah merasakan yang namanya patah hati, tapi tidak pernah sesakit ini.

Di saat aku sudah menjadi pangeran sekolah yang dipuja oleh banyak siswi, bahkan sampai mantan kekasihku kembali memujaku, dia justru menolakku.

“Sombongnya muridku satu ini, padahal aku yang menyuruhnya untuk merubah penampilannya yang sangat ketinggalan zaman itu," gumam Pak Nino.

Aku berjalan menuju ke depan cermin. Bisa kulihat ekspresi pada bayanganku berubah, terlihat angkuh.

Nah, jika seperti ini, sebenarnya siapa yang angkuh di antara kami?

“Pak, aku baru saja ditolak oleh gadis pujaanku," curhatku dengan Pak Nino.

“Karena kau sangat payah," gumamnya meledek, ya aku bisa melihat gerakan mulutku sendiri di cermin. Aku payah katanya, apa dia tidak salah bicara?

Memangnya dia pikir dia bisa menaklukkan wanita, sombong sekali?!

Ah, Anna bagaimana kau bisa membuatku gila seperti ini?

Cerdas, cantik, tegas, dan mandiri, semuanya kutemukan dalam dirimu.

Bagaimana ini. Mama rasanya hatiku sakit sekali.

“Vian!" panggil Mamaku.

“Iya, Ma!" jawabku sambil berseru.

“Turunlah, makan malam sudah siap!"

“Iya!" mendengar suara Mama menyuruh makan malam, aku segera melangkahkan kakiku untuk turun.

Kami makan bersama, Papa juga sudah pulang dari kantornya.

“Ada apa dengan wajahmu, Nak. Mengapa lesu sekali?" tanya papaku.

“Vian sedang patah hati, Pa."

Papaku tersenyum teduh, “Gadis mana yang berani menolak jagoan Papa dan Mama?"

Ini yang aku sukai dari mereka, mereka selalu bisa menjadi tempat curhatku, dan aku beruntung memiliki orang tua seperti mereka.

“Anna menolakku, Pa," aduku.

“Gadis yang dekat denganmu beberapa hari ini?" tanya Mama. Aku mengangguk.

“Hidup tidak hanya berkutat tentang cinta, Nak. Sekarang kau boleh merasa patah hati, tapi jangan sampai terlalu berlarut-larut," nasehat papaku.

“Akan tetapi kalian masih berteman, bukan?" tanya Mama. Aku mengangguk mengiyakan. Papa benar aku tidak boleh merasa terpuruk berlarut-larut karena patah hati. Aku harus bangkit lagi.

Usai makan malam aku kembali ke kamar untuk belajar lagi.

1
🎧✏📖
hadir😁
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🍫⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ●⑅⃝ᷟ◌ͩαяℓєт
Oalah kirain bertukar roh.. ternyata masih dalam tubuh masing-masing semoga semuanya baik baik aja dan menjadi pribadi yang lebih baik lagi
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🍫⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ●⑅⃝ᷟ◌ͩαяℓєт
pada akhirnya roh Nino yang masuk ke dalam tubuh Vian .. lalu bagaimana dengan roh Vian.. apa nanti yang akan terjadi
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🍫⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ●⑅⃝ᷟ◌ͩαяℓєт
lah .. siapa yang menabrak vian apakah dia akan baik baik saja dan gimana dengan yang menabrak nya apakah mau menolong Vian
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🍫⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ●⑅⃝ᷟ◌ͩαяℓєт
wah .. beruntung tuh masih di kasih kesempatan kehidupan baru yang lebih baik.. manfaatkan semuanya itu dengan baik jangan di sia siakan
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🍫⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ●⑅⃝ᷟ◌ͩαяℓєт
Astaga Nino harusnya kamu itu bisa buat contoh dan panutan tp beneran kelakuan mu gk pantas untuk di tiru, jangan terlalu sombong
New Spirit
tobatlah qmu wahai kawan yg beriman😌 kalo mau smua kembali normal maka jalanmu akan di permudahkan
New Spirit
kalo di kasih kesempatan seharusnya bisa cerna lah napa kamu bisa digituin sma murid mu, ada aja lah kalo giniin🙄
New Spirit
wah di hdup kan kembali rupanya atau kualifikasi nih🤔agak lain sih. tapi ga apalah yg penting dia bisa berubah nya lagi.
New Spirit
lagi pengen ke alam barzahhhh ini si Nino nya
dah ga kuat hdup di dunia makanya buat ulah dulu sebelum ke alam lain
agak lain nih anak
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©ᶦⁿ꙳❂͜͡✯🏡s⃝ᴿ●⑅⃝ᷟ◌📴
astaga Nino Nino wkwkkw 🤣
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©ᶦⁿ꙳❂͜͡✯🏡s⃝ᴿ●⑅⃝ᷟ◌📴
lah kamu aja sering bikin muridmu kesell😒
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©ᶦⁿ꙳❂͜͡✯🏡s⃝ᴿ●⑅⃝ᷟ◌📴
mau nyolong nih pasti 🤣
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©ᶦⁿ꙳❂͜͡✯🏡s⃝ᴿ●⑅⃝ᷟ◌📴
mother is wonder Woman 🤣🤣
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©ᶦⁿ꙳❂͜͡✯🏡s⃝ᴿ●⑅⃝ᷟ◌📴
julukan nya bagus pangeran tapi ada malas nya jadi anuu 🤣🤣
gapapa sih kalau mau😭🙊🙊🙊
wkwkwkwkk pede banget Nino🙊👩‍🦯
mulai sadar dan berpikir ya👩‍🦯
saling merindukan 😭😭😭
nah ini lho, bukan cuma buat yang sakit😌
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!