"Ini adalah novel khairin yang ke tiga ya,
Sempatkan juga baca novel khairin yang pertama yang berjudul" ( sang penakluk)
-"Dan novel khairin yang ke dua yang berjudul" ( putri yang kesepian) di tunggu ya kritik dan saran & juga jangan lupa beri bintang lima, serta tingalkan like dan komen ya terima kasih
Nama ku keyla Hans berusia 17 tahun terlahir di keluarga bangsawan namun karna sebuah kesalahan! membuat ku harus menikahi CEO play boy bernama Martin Kwang. . yang selalu berganti wanita tiap satu mingu sekali awalnya aku sangat membencinya tapi seiring berjalanya waktu aku malah jatuh hati padanya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khairin Nisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bercengkrama
Jordan menyuruh pelayan, membawa Ferdi ke meja makan, karna ingin mengenal laki laki yang berhasil meluluhkan hati anak bungsunya tersebut. Keyla hanya menundukkan pandanganya karna rasa canggung dan hati berdebar tak karuan, dengan keringat berlahan mulai jatuh ke pipinya, Jeni yang melirik ke arah Keyla sedari tadi, kembali ingin mengoda adiknya yang sedang kasmaran tersebut! Jeni berbisik lembut di telinga Keyla.
"Tenanglah sayang, aku tak akan merebut kekasih mu, kamu tak perlu takut sampai berkeringat dingin!" Bisik Jeni sembari menyeka keringat Keyla yang perlahan jatuh pelan membasahi pipinya, namun Keyla tak menggubris kata-kata yang keluar dari mulut Jeni dan menggenggam ke dua tangan nya. karna takut Jordan akan marah pada Ferdi namun tak di sangka Jordan malah bersikap lembut pada Ferdi.
"Duduklah terlebih dahulu nak, dan kita sarapan bersama," sapa Jordan sembari menatap Ferdi, dan Ferdi segera duduk di salah satu kursi yang masih kosong, ketika Ferdi hendak menjatuhkan tubuhnya di samping Jeni namun segera di hentika oleh Jeni
"Tunggu biar aku duduk di sana, kau duduklah di samping Keyla!" Ucap Jeni sembari beranjak berdiri dan menjatuhkan tubuhnya kembali di kursi yang hendak di duduki oleh Ferdi. Ferdi duduk di samping Keyla sembari menyungingkan senyuman manisnya pada gadis yang sudah menghuni hatinya beberapa tahun yang lalu.
Ferdi segera mengambil nasi dan lauk, karna memang Ferdi belum sarapan di rumah. setelah selesai sarapan pagi Jordan memulai perbincangan.
"Nak siapa nama mu? Karna baru kali ini kami melihat Keyla memiliki teman laki laki!" Tutur Jordan sembari menatap ke arah Ferdi dan Ferdi menjawab pertanyaan Jordan.
"Nama saya Ferdi Om! Saya sudah lama berteman dengan Key." Jawab Ferdi sembari balik menatap ke arah Jordan.
Namun Keyla hanya diam dengan jantung semakin berdetak kencang, tanpa sepengetahuan Keyla Ferdi diam diam melirik ke arah Keyla beberapa kali, sembari kembali tersenyum kecil karna melihat raut wajah Keyla yang terlihat gugup tersebut, namun lagi lagi senyum jahil terlintas di pikiran Jeni
"Pa lihatlah Key, sangat serasi bila bersanding dengan Ferdi!" Ucap Jeni sembari menyungingkan senyuman nya pada Ferdi. dan Ferdi membalas senyuman Jeni setelah lama berbincang bincang suasana canggung tersebut mulai perlahan hilang, bak seperti keluarga besar mereka semua berbincang-bincang dan tak jarang sesekali mereka tertawa di sela sela perbincangan, namun waktu menunjukkan pukul 06.30 Keyla dan Ferdi pamit untuk berangkat sekolah. sebelum berangkat Keyla terlebih dulu berpamitan pada Jordan dan Sinta dengan bergantian mencium pipi kedua orang tuanya tersebut. dan ketika Keyla hendak berpamitan pada Jeni, Jeni kembali menggodanya dan Ferdi yang melihat tingkah kakak beradik tersebut hanya bisa tersenyum kecil. Setelah berpamitan pada Jeni Keyla menekuk mukanya dan berjalan mendahului Ferdi.
Kedua orang tua Keyla hanya bisa menghela nafas panjang, melihat sikap Jeni yang selalu mengoda Keyla.
Ketika Keyla hendak tiba di depan mobil, Ferdi segera mempercepat langkahnya mendahului Keyla, dan membukakan pintu mobil tersebut, dengan suasana hati masih jengkel Keyla pun memaksakan senyumnya pada Ferdi, namun Ferdi malah menahan tawanya melihat tingkah lagu gadis pujaannya tersebut. karna baru kali ini Ferdi mengenal Keyla lebih dekat.
jangan lupa like. . saya sangat berterimakasih dan tingalkan keritik dan saran agar saya bisa menulis lebih baik lagi.