WARNING!!
JANGAN LUPA FOLLOW DAN BERIKAN BANYAK DUKUNGANNYA UNTUK SETIAP CERITA AUTHOR 💚
hai-hai sebelum nya terima kasih karena telah menyempatkan untuk singgah di cerita aku :). sekedar info cerita ini pernah aku publish di wattpad dengan user @juwitaapr dan telah aku hapus. jadi cerita ini sekarang hanya ada di mangatoon.
Bagaimana perasaan kalian jika bertemu kembali dengan orang yang paling kaliann hindari.dia ariella harus bertemu kembali Dengan bryan Ceo nya di perusahaan marshwan.
Hidup ariella yang semulanya tenang menjadi kacau karena bryan.
WARNING !!!! typo bertebaran dimana-mana.:)
Salampelukbantal:)
JuwitaApr
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon juwitaapr_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MWMB#13
"Sekali lagi aku minta maaf ed" ujar ariella mengakhiri panggilan dengan eden.ia menelpon eden karena membatalkan makan siang mereka.sebenarnya ariella sangat tidak enak membatalkan janji makan siang berasama namun apa yang mau dikata berkas-berkas menumpuk dan harus ditandatangi oleh bryan hari ini juga.
bryan tersenyum penuh makna ketika ariella menelpon Eden membatalkan acara makan siang mereka.sebenarnya berkas-berkas yang menumpuk diatas meja ariella adalah ulahnya agar ariella tidak makan bersama.
dan ya usahanya berhasil.
bryan bangkit dari kursi kepemimpinanya lalu berjalan menuju meja khusus ariella.
"ayo makan siang" ajaknya setelah mengucapkan kata-kata itu bryan berjalan mendahului ariella.
'ck ! mentang-mentang bos seenaknya saja' batin ariella kesal lalu kembali memahami isi berkas-berkas,sesekali ia melihat jam didinding.
kurang lebih lima menit bryan sudah sampai di lobby tapi ariella tidak juga muncul.karena tidak mau menunggu lama bryan kembali kelantai 40 menghampiri ariella.
brakk
bryan membuka kasar pintu ruangan membuat ariella yang sedang fokus menoleh sebentar ke arah bryan lalu mata kembali lagi fokus pada berkas-berkas.
"kenapa kau tidak ikut" ujar bryan setengah berteriak.
"ikut?"
"astaga,memangnya kau tidak makan hah?kau mau magh mu kambuh karena tidak makan?" ujar bryan benar-benar berteriak mengeluarkan emosinya.
"kau makan saja dulu sir,aku masih sibuk" jawab ariella santai.
"kau ikut aku sekarang ini perintah" ujar bryan mutlak tak terbantahkan.
"sekarang ariel" geram bryan menarik ariella menuju lift.
'ck dia pikir ini karena siapa?' gerutu ariella yang masih bisa didengar oleh bryan.
''berhenti la menggerutu ariel tidak ada yang lebih penting dari pada perutmu" ujar bryan.
ariella diam tidak menjawab.
ting
ketika mereka keluar dari lift semua mata karyawan yang sudah kembali bekerja menatap penasaran kearah mereka.
"sir lepas" bisik ariella berusaha melepaskan tangan bryan yang menyeretnya.
"sir,anda tidak lihat banyak yang melihat" ujar ariella lagi.
"Biarkan saja" jawab bryan santai.
****
Setelah sampai tujuan bryan mendudukan ariella dikursi resto.salah satu pelayan mendatangi mereka.
"Kau pesan lah apa yang mau kau makan" ujar bryan pada ariella.
"Come here please" ujar ariella menyuruh pelayan itu mendekat kearahnya.
"Aku pesan ini,lalu..ini juga,em ini...aku juga pesan ini,dan minumnya yang ini.." pesan ariella yang diangguki oleh pelayan itu.
"Astaga bahasa apa itu tadi" ujar ariella melipat tangannya diatas meja
Bryan terkekeh ariella memang seperti ini susah sekali belajar bahasa china walaupun ia tidak tahu apa yang ditulis dimenu itu ariella tetap akan memesan makanan.
"Jangan tersenyum seperti itu" ujar ariella setengah ngeri
"Kenapa?"
"Bukan apa-apa" jawab ariella cuek.
Mata ariella berbinar ketika pesanan nya datang.
"Selamat makan" ujar ariella tanpa sadar membuat bryan tersenyum lebar.ariella nya masih sama marahnya akan hilang jika memakan makanan yang banyak.seperti saat ini marah ariella hilang karena diseret paksa dan dilihat oleh orang-orang kantor tadi.
***