NovelToon NovelToon
Pesona Sang Pelintrik

Pesona Sang Pelintrik

Status: tamat
Genre:Pelakor / Tamat
Popularitas:128.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Al Orchida

IG : al_orchida66

Tiga tahun lalu, Irma pernah diramal oleh seseorang kalau ia akan kehilangan suaminya. Namun, siapa sangka dengan cara yang tidak pernah terbayangkan?

Suami Irma terpikat oleh pesona dukun lintrik. Pria itu bahkan tak segan menceraikan Irma demi bersama wanita jahat yang memiliki jaringan paranormal di ujung timur Pulau Jawa.

Sanggupkah Irma mempertahankan pernikahan yang sudah terbina selama delapan tahun di tengah badai asmara suaminya dan wanita pelintrik?

Sementara keselamatan dirinya terancam oleh santet dari paguyuban paranormal tempat Sang Pelintrik bersarang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Al Orchida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Air Doa

Irma terus bergumam seperti harimau mendengkur, posisi duduknya tak terlihat nyaman. “Gggrrr, haum … haum, hauummmrrrr!”

Istri Pak Dulah datang membawa air yang sudah disiapkan dalam tujuh cangkir kecil. Pak Dulah mengambil satu cangkir, mencelupkan tangan kanannya dan mengusapkan ke wajah Irma.

Pada usapan ketiga, Irma menggeram sangat keras, “Gggrrrr … hauummmrrrr!”

Tangan Pak Dulah disentak hingga cangkir dalam pegangan jatuh. Irma merangkak menjauhi Pak Dulah. Tapi baru bergerak sedikit, Irma merasakan ada air panas kembali dipercikkan ke tubuhnya. Ia marah, tapi hanya bisa menggeram keras sambil mencakar karpet dengan kedua tangan.

Dewi seketika mundur sampai dekat pintu, khawatir, takut dan juga tak tega melihat Irma yang berubah seperti harimau murka yang siap menerkam.

“Keluar kamu dari tubuh Bu Irma!” perintah Pak Dulah sambil memercikkan air beberapa kali.

Tubuh Irma sontak bergetar hebat, ia meraung karena kepanasan dan kesakitan. Air yang diciptakan Pak Dulah seperti peluru panas yang menembus tubuhnya. Gerakan Irma berubah, tidak lagi menjauhi Pak Dulah, tapi justru merangkak mendekati dan membuat gerakan mencakar-cakar.

Pak Dulah berkelit, berkomat-kamit, lalu meniup air dari cangkir ketiga dan menyiramkan air tersebut ke tubuh Irma. Seketika, Irma meraung-raung dan kejang. Menggelepar sesaat, lalu bangun lagi sambil berteriak minta belas kasihan, “Aduh sakit, tolong … panas, Pak! Panas!”

“Siapa kamu?” tanya Pak Dulah. Ia sudah memegang cangkir keempat dan memerciki wajah Irma dengan air doa.

Suara Irma mendadak berubah parau seperti kakek-kakek ketika menjawab dengan ejekan dan tawa, “Hehehe …!”

“Siapa kamu?” tanya Pak Dulah mengulangi. Ia berdiri tenang meski Irma juga berdiri di depannya dengan kuda-kuda seperti orang yang akan berkelahi. Makhluk gaib dalam tubuh Irma sedang menantang Pak Dulah.

“Aku dukun paling sakti dari Gunung Gangsir! Jangan berani macam-macam denganku! Kamu akan celaka jika berani menantangku!” Irma berbicara cepat. Kakinya maju mendekati Pak Dulah, tangannya memukul dengan gerakan sangat kaku, sehingga Pak Dulah bisa menghindar dengan mudah.

Pak Dulah menangkap tangan Irma yang sedang melayangkan tinju untuk kesekian kalinya, mengalirkan tenaga dalam, lalu memaksa Irma untuk duduk berlutut. Air doa cangkir berikutnya kembali dipercikkan.

Irma menjerit minta ampun, ia tidak bisa menahan rasa sakit akibat energi Pak Dulah yang masuk ke dalam tubuhnya. Irma kembali menggelepar, tersungkur dan lunglai di atas karpet.

"Pergi!" usir Pak Dulah.

Dua detik berikutnya, Irma merasa ada sesuatu seperti angin keluar dari tubuhnya. Ia membuat gerakan menyembah Pak Dulah, “Ampun, Pak! Ampuni aku, ampun!”

Irma masih belum bisa menguasai tubuhnya. Ia memang tidak lagi mengaum seperti harimau. Tapi tidak juga bisa berbicara. Irma justru merasa sebagian dirinya dibawa terbang ke tempat yang tinggi dan diajak hinggap di atas pucuk pohon. “Keak … keak, keak!”

Irma ingin menjerit minta tolong, tapi ia justru bersuara layaknya gagak. Dalam kondisi aneh, Irma bisa melihat kalau dirinya ada di dalam ruangan khusus rumah Pak Dulah. Tapi di saat yang sama, Irma merasa kalau dirinya adalah gagak yang sedang mencari mangsa, yaitu Pak Dulah.

Di dalam ruang pengobatan, kedua tangan Irma merentang ke samping dan mengepak seperti sayap, terus seperti itu sembari mengeluarkan suara gagak dan lengkingan aneh. Dalam pikiran anehnya, ia ingin sekali mematuk kepala dukun songong yang menyiksanya dengan air doa.

“Keluar kamu!” Pak Dulah kembali mencipratkan air doa dari cangkir berikutnya untuk mengusir makhluk yang berdiam di dalam tubuh Irma. Makhluk gaib yang mengaum seperti harimau sudah pergi entah kemana, meninggalkan gagak aneh yang terus berkeak dengan mulut Irma tanpa henti.

Irma menjawab dengan suara berat, “Hahaha … aku tidak mau keluar, ini rumahku. Seseorang memberikan tempat untukku di dalam sini. Kamu siapa berani mengusikku?”

Pak Dulah tidak menjawab, tapi menangkap tangan Irma yang terus saja bergerak seperti sayap burung yang sedang terbang. “Keluar! Aku akan menyiksamu dengan api jika tidak mau keluar!”

“Jangan! Panas, ampun! Panas …,” desis Irma di antara suara gagak berkeak dan dirinya sendiri. Mulutnya peot tak terkontrol, kadang miring, kadang maju ke depan membentuk paruh. Kemudian, Irma berguling-guling dan berteriak histeris. Tak lama, ia berdiri lagi untuk menantang Pak Dulah. Hal itu terjadi sampai tiga kali.

Pak Dulah menghabiskan air dalam cangkir terakhir untuk menyembur Irma. Tujuh air dalam cangkir yang melambangkan jumlah hari itu akhirnya habis. Air doa berjumlah tujuh dimaksudkan untuk mengunci tubuh Irma setiap hari, agar makhluk halus pengganggu tidak bisa masuk lagi setelah dikeluarkan.

“Pergi!” usir Pak Dulah pada makhluk gaib yang masih mendekam dalam tubuh Irma. Dengan kekuatan rohaniahnya, Pak Dulah menekan ujung jari kelingking Irma sekuat tenaga.

“Ampun …!” jerit Irma untuk yang terakhir kali. "Sudah, Pak! Ini aku, Irma!"

***

1
🌸
makan ati punya lakik kek benny, tapi nggak sepenuhnya salah sih, kna dia spt itu bkn pure kna dari hati dia tapi ada sebabnya.
🌸
gaya ngomong beny kok kek si onoh ya
𝖓𝕯o🕷
cerita senyata nyatanya ini...
Diana Dwiari
tar yang ga kuat beni....mungkin seperti dalam ramalan elz...beni akan hilang
beni rahman
amazing
Satrya Oy
Luar biasa
ᴇʟꜱʜᴀᴅᴀʏ-②①L: thanks🙏
total 1 replies
Romi Tama
istimewa

sukaa
Ita Andriyani
karyamu selalu keren kk
sukses selalu dengan karya-karya indahnya 💪💪💪👍👍👍
ᴇʟꜱʜᴀᴅᴀʏ-②①L: terima kasih 🙏
total 1 replies
Muchamad Ikbal
Luar biasa
Hulatus Sundusiyah
beni .. beni..
semakin jauh melangkah..

makasih othor...
semangat berkarya...
Hulatus Sundusiyah
nanya ke suzan.. ya ngeles 😆
Hulatus Sundusiyah
elz.. apa sodaramya Al?
ᴇʟꜱʜᴀᴅᴀʏ-②①L: kisah El ada di fiezzo kak, judulnya sistem kekayaan dukuun mileenial
total 1 replies
Hulatus Sundusiyah
agak agak mikir juga akhirnya si bendoll
Hulatus Sundusiyah
elz kah?😃
Hulatus Sundusiyah
hayoo looo ben..
nyasar ni yeee
Hulatus Sundusiyah
cepet sadar ya bendool...
Hulatus Sundusiyah
modus😁
Hulatus Sundusiyah
madam ke banyuwangi ngunjungi dukunnya kah Thor ?
Hulatus Sundusiyah
kamu harus tahu penderitaan irma, bendooolll
Hulatus Sundusiyah
njuut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!