NovelToon NovelToon
I'M A Billionaire

I'M A Billionaire

Status: tamat
Genre:Bullying di Tempat Kerja / Identitas Tersembunyi / Kebangkitan pecundang / Konglomerat berpura-pura miskin / Tamat
Popularitas:425.8k
Nilai: 4.6
Nama Author: Maciba

Aksara Kaisar hidup di desa kecil sebagai masyarakat biasa sejak lima tahun yang lalu karena suatu alasan. Dia menikahi seorang kembang desa, Ajeng seorang wanita cantik dan berhati lembut, bekerja sebagai perawat.

Sejak menikah hidupnya tidak pernah tenang, masalah selalu datang silih berganti. Aksa kerap mendapat perlakuan buruk dari keluarga istrinya, direndahkan, dihina bahkan tidak dihargai semua orang adalah makanan sehari-hari. Sebab pekerjaan Aksa tidak sebanding dengan Ajeng. Mertua menganggap Aksa hanya menjadi benalu dan bukan sosok suami idaman.

Sampai suatu hari Aksa diusir karena terjebak dalam rencana licik mertuanya.
Tidak ada seorang pun yang menolong Aksa, termasuk istrinya.

Tanpa diduga Aksara Kaisar adalah sang pewaris yang hilang. Dengan kekayaan dan kecerdasan yang dimiliki, Aksa mampu membalik keadaan. Hingga mereka yang merendahkannya bungkam dan bertekuk lutut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maciba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14 - Penghinaan Murahan

Usai mengantar Ajeng ke rumah sakit, seperti biasa Aksa melakukan kegiatan yang menemaninya belakangan ini. Bekerja di salah satu rumah besar hanya untuk menghabiskan waktu hingga sore. Memuakkan jika di rumah sepanjang hari, pasti ibu mertuanya itu bersuara seperti knalpot racing.

Untung Aksa menyukai tanaman, jadi tidak risih melakukan pekerjaan kasar ini, salah satu pelanggan VIP restoran yang menyukai Aksa, memintanya merawat seluruh tanaman hias tiga kali dalam seminggu.

Aksa yang tengah fokus membasmi hama larva mendapat pesan dari seseorang.

“Aksa, kenapa belum datang? Branch Manager menunggumu, selagi posisi analis di sana kosong.”

Sebelum membalas pesan, pria ini duduk di kursi taman. Membaca dengan teliti satu persatu kata yang dikirimkan. Branch Manager apa? Analis di perusahan pengolahan ikan, begitu kah maksudnya?

Teleponnya bergetar, nama orang itu tertulis di sana tentu saja menggunakan kata samaran, agar Ajeng tidak curiga.

“Apa?” tanya Aksa malas, bantuan macam apa yang dimintanya, tidak sesuai.

“Branch Manager menunggumu Aksa. Aku carikan posisinya dekat rumah sakit istrimu kerja. Cepatlah ke sana! Mereka menghubungimu kemarin kan?”

“Perusahaan ikan kaleng? Tidak ada panggilan lain selain itu.” Sahut Aksa menengadahkan pandangan melihat rimbunnya pepohonan, ditambah semilir angin menyejukkan raga dan pikiran

“Bank, kapan aku minta sekretaris merekomendasikan perusahaan ikan? Eh sebentar.”

Cukup lama Aksa menunggu, hanya mendengar dialog antara pria dan wanita. Jelas sekali bahwa ada kesalahan, seharusnya pihak Bank yang menghubungi tetapi malah perusahaan lain. Semua karena kesalahpahaman memberi informasi.

“He … Maaf Aksa, tapi sebaiknya kamu datanglah masih ada waktu. Kamu menolak semua debit card sih jadi susah kan, dan terima kasih atas pemberian mobilnya. Kapan lagi aku bisa mendapatkan kendaraan itu secara gratis.”

“Lalu surat pengalihan nama toko yang aku minta mana? Kamu mengirim salinannya kan?” selidik Aksa, sampai hari ini tidak juga menerima apapun. Di rumah masih aman dan damai, artinya Maya ataupun Danang belum mengetahui isi surat itu.

“Sudah Aksa, kamu benar-benar bawel. Aku ingin tahu reaksi mertuamu. Hahaha. Jangan terlambat Aksa satu jam dari sekarang kamu harus sudah sampai.”

Percakapan dua orang itu berakhir, Aksa segera merapikan perkakas taman, membuang semua sampah dan pamit undur diri pada sang pemilik rumah.

Pukul satu siang Aksa kembali ke rumah mertuanya, sepi. Itulah kondisi saat ini, biasanya Maya duduk santai, tapi sama sekali tidak ada, namun rumah tidak terkunci. Mungkin saja ibu mertua itu ada di belakang rumah.

Rasa dahaga membakar kerongkongan, dirinya melangkah ke dapur. Membuka lemari es, menuangkan air dingin ke dalam gelas. Iris abu-abu Aksa, menangkap ada yang janggal dengan isi kulkas, kenapa hanya ada satu botol minuman?  Kemana jus, kopi, dan susu yang tertata rapi? Mustahil habis dalam satu malam.

Daripada memikirkan isi kulkas yang berubah, Aksa memilih bersiap. Karena kesempatan untuk membawa Ajeng pergi ada dalam genggamannya. Sebelum mengganti pakaian, dia membersihkan diri, tidak mungkin pergi dalam keadaan berkeringat.

Setelah melilitkan handuk di pinggang, kepala Aksa kunang-kunang. Pendar di kedua netra berubah gelap. Tubuhnya pun lemas, semua energi tersedot oleh sesuatu. Hanya sanggup berjalan pelan, sembari menahan bobot tubuh pada dinding.

BRUK

Aksa terjatuh tak sadarkan diri, kepala bagian belakang membentur lantai cukup keras. Ada apa dengan Aksa?

Berselang sepuluh menit, Maya dan suaminya masuk ke kamar, membuka pintu kamar mandi dengan kunci cadangan. Keduanya tersenyum melihat langkah awal menghancurkan Aksa berhasil. Cekatan membawa menantu tak diinginkan ini ke atas ranjang, bahkan dengan jahat Danang menambah dosis obat tidur.

“Bu, cepat hubungi teman ibu. Jangan lama-lama!” titah Danang, menyunggingkan senyum licik. Ini semua memang rencananya dengan Maya. Aji yang masih tergolek di atas brankar rumah sakit mendesak perceraian Ajeng.

Danang tidak punya pilihan lain, semula ia membeli obat perangsang dari salah satu rekan bisnis coffe shop. Namun Maya menolak penggunaan obat itu, sebab Aksa bukan orang yang mudah melampiaskan hasrat ke sembarang wanita, bisa jadi dia setia menunggu Ajeng pulang.

Otak licik Maya berpikir, lalu membeli obat tidur dari apotek, memasukan dalam botol minum di kulkas. Menyingkirkan semua kemasan karton susu dan jus, alhasil Aksa tidak punya pilihan selain meneguk habis air yang tersedia.

“Istri Bapak memang cerdas.” Puji Danang memeluk erat tubuh gempal istrinya. Mereka membagi tugas, Danang membuka semua penutup di badan menantu, sedangkan Maya menunggu kedatangan seseorang. Membayar cukup mahal untuk penjebakan ini, menguras tabungan Maya.

.

.

Sore harinya Ajeng pulang dalam keadaan kesal, Aksa janji menjemput di persimpangan, tapi sampai satu jam tidak bisa dihubungi. Wanita ini mendengus sebal sebab pintu pagar dan rumah terkunci. Belum lagi melihat dua unit kendaraan bermotor, satu diantaranya begitu asing.

Dilanda rasa curiga, Ajeng berlari ke dalam, rumahnya pun sepi. Segera melangkah melewati anak tangga dan membuka pintu kamar.

DEG

Jantung Rahajeng Prameswari berhenti berdetak, suaminya tidur dengan wanita lain di kamar mereka. Tidak ... bukan hanya tidur, lihat semua pakaian berserakan di atas lantai, lalu ada baju tidur miliknya tepat di sisi ranjang.

“Aksa” lirih Ajeng tertahan di bibir. Seketika manik jernihnya berkilat marah, kecewa dan lelah melebur jadi satu.

Menarik perempuan murahan yang bercinta dengan suaminya, ya ini nyata. Ajeng melirik alat kontrasepsi di samping kepala Aksa.

“Kurang ajar, kalian beraninya. Kamu … pe***** bangun, pergi dari sini sekarang juga.” Bentak Ajeng, suaranya melengking macam lady rocker.

Aksa mengerjapkan kedua mata, beberapa detik diam mencerna semua keadaan. Suara tamparan menyadarkannya, dia melihat belahan jiwanya memukuli wanita lain di sudut ruangan.

Sebentar, wanita itu tanpa sehelai pakaian, dan Aksa memeriksa tubuhnya, sama polos hanya tertutupi selimut. Gegas menyambar kaos dan celana yang berserakan, melekatkan dengan cepat.

“Ajeng tunggu, kamu bisa membunuhnya. Ada apa ini?” Aksa menahan kedua tangan Ajeng, namun dianggap membela selingkuhannya.

“Kamu memang tidak tahu diri Aksa, sudah menumpang, jadi benalu, sekarang berani selingkuh. Kamu membela dia? Kalian sama-sama menjijikan.” Sangar Ajeng tidak bisa dikendalikan.

“Selingkuh apa sayang? Aku tidak pernah …” kalimat Aksa terpotong dengan hadirnya ratu dan raja drama.

“Apa-apaan ini semua?”

“Aksa kamu membawa perempuan lain ke rumah saya, menantu gembel keterlaluan.”

Mertuanya datang seolah tidak mengetahui apapun, mereka pura-pura terkejut melihat Aksa, detik itu juga Aksara di seret keluar rumah.

Sekuat tenaga, Danang dan Maya mendorong Aksa sampai ke halaman depan. Dia diusir hanya dengan tas buluk miliknya, dilarang untuk datang ke rumah.

Sama halnya dengan wanita itu, penampilannya berantakan, dan gilanya lagi menunjukkan bukti bahwa Aksa memang menjalin hubungan dengannya.

“Pergi kamu Aksa, bisanya hanya membuat putriku  menderita.” Teriak Maya sembari memeluk Ajeng yang meraung sejak tadi, syok berat mendapati suaminya berbuat hal menjijikan.

“Ini salah Jeng, Ajeng ini tipuan. Kamu harus percaya, aku akan buktikan.” Aksa tidak terima dituduh dengan hina dan jebakan murahan.

Di saat bersamaan, Rayana datang memperkeruh keadaan. Menambah buruk penilaian terhadap Aksa. Rayana menyampaikan bahwa Aksa dipecat dari restoran karena menggelapkan sejumlah uang.

“Kamu pasti menggunakan uang itu untuk bersenang-senang iya kan? Pura-pura baik tapi kamu seorang yang busuk Aksa.” Teriakan Rayana mengundang para tetangga, semua kasak kusuk hanya untuk mencari tahu apa yang terjadi.

“Maksudmu apa Rayana? Jangan bicara tanpa bukti.” Bentak Aksa, saat ini benar-benar tersudut dengan permainan licik mertua dan ipar.

“Bukti? Buktinya kamu dipecat.” Rayana sangat senang akan situasi ini. “Asal kalian tahu, Aksa tidur dengan wanita lain di kamar Ajeng, nekat bawa selingkuhan ke rumah mertua dalam keadaan sepi. Dia juga korupsi di tempat kerjanya.” Lanjut Rayana menghasut warga komplek, mengeluarkan air mata palsu, sedih akan nasib adik satu-satunya.

“B1@*** kamu , kalau tidak mampu sewa hotel jangan ke rumah mertua.” Teriak para pemuda turut mencibir Aksara. Mereka ramai-ramai mengusir Aksa dari perumahan.

TBC

***

Tekan jempol dan komentarnya ditunggu

Terima kasih 🙏

1
Anonim
Author setan….
Choky Ritonga
cerita sampah 😁
nacl di Goodnovel: waduh sampah apaan nih kak?
total 1 replies
Omah Tien
sm kaka nya aja
Omah Tien
semoga kembar ya
Omah Tien
ada duet abang sayang g ad duet abang melayang
Omah Tien
heran ounya ibu mata duetan
Omah Tien
saya suka suami g suka main cewe syg istri
Omah Tien
harus nya tehas sebagai suami jg mau di tindas
Omah Tien
saya sukajg cerita kaya gini cuma jg pjg bisa bosen apa lg sampairatusan
Ayu
smg catlin berjodoh sm elang ya thor
Ayu
thor.. knp ajeng panggil suami nya aksa2 trs. tk de kah panggilan syg buat suami nya. panggil nm nya aja kyk nya keg sopan deh.
Ayu
Alhamdullillah elang bkn penghianat tapi cm pura2 aja. tapi kshn elang jdi terluka. smg slmt ya elang
Ayu
elang.. btl kah kamu berkhianat. smg cm sandiwara mu sj ya. kashn aksa
Ayu
si elang kan shbt jg asisten pribadi aska. smpai ht klau smpai berkhianat. smg cm sandiwara aja supaya dpt menjebak andreas ya thor
Syamsu Rizal
Luar biasa
nacl di Goodnovel: makasih Kak
total 1 replies
Edy Sulaiman
,T B C apa sih thor,!?..
Edy Sulaiman
satu kata utk mc kita" BENGAK alias BODOH' bin OON...
Edy Sulaiman
gk dibongkar tuh aksa atas klakuan mertuo lu yg mnjebak sama perempuan malam dan gmana klarifikasi lho sama Ajeng..
Edy Sulaiman
kok gini ceritanya thor gak dirubah tuh alur ceritanya, sungguh terlalu...
Edy Sulaiman
tuh kan aksa kalau yu lemah terus istri mu aja mintak cerai, .....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!