Claire diminta oleh orangtuanya untuk mengantarkan sebuah lukisan karya salah satu seniman terkenal dari Jerman ke kediaman teman mereka, Liam dan Ameera! Niat baiknya itu justru menjadi malapetaka tersendiri bagi Claire.
Kediaman Liam dan Ameera pada malam itu sangat ramai karena putra satu-satunya Liam dan Ameera yang bernama Mateo, tengah mengadakan pesta besar-besaran bersama teman-teman kuliahnya!
Entah apa yang terjadi saat Claire masuk kedalam kediaman Mateo, karena tiba-tiba dipagi harinya Claire dan Mateo dikejutkan dengan keadaan keduanya yang tidur dalam satu ranjang dan tanpa menggunakan sehelai benangpun.
Malapetaka itu tidak cukup sampai disitu saja, karena satu bulan berlalu Claire dinyatakan hamil dan orangtua Mateo juga orangtua Claire sepakat menikahkan keduanya, semua dilakukan demi anak yang tengah dikandung oleh Claire.
Lalu sebenarnya, siapa laki-laki yang telah menghamili Claire? Dan kenapa bisa Mateo dan Claire bisa tidur satu ranjang?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sopi_sopiah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14
Kedua orangtua Mateo pun tidak tau lagi harus berbicara bagaimana dengan anaknya itu agar bisa lebih saling memahami dan saling mengerti dalam berumah tangga, Mateo terlihat sudah putus asa dengan Claire dan begitu sebaliknya.
Saat Mateo masuk kedalam kamar pun, Claire langsung tidur membelakanginya membuat Mateo segera berganti pakaian dan mengambil kunci mobilnya.
Malam ini Mateo ingin menghilangkan seluruh penatnya dengan beras di club' malam bersama dengan teman-temannya!
Padahal setelah menikah dengan Claire, Mateo sebenarnya sudah tidak pernah lagi nongkrong-nongkrong dengan teman-temannya! Apalagi mabuk-mabukan di club' malam, tapi rasa kecewanya terhadap pernikahan yang tidak sesuai harapan membuat Mateo kembali ke stelan dulunya.
Melihat Mateo melengos pergi tengah malam begini dengan berpakaian rapih, Claire sudah bisa menduga jika dia pasti pergi ke club malam untuk mabuk-mabukan. Claire semakin yakin apa yang bisa dia harapkan dari seorang Mateo?
Setibanya di club malam, teman-teman kampus Mateo menyambut kedatangan Mateo dengan keceriaan! Mereka sangat gembira karena Mateo balik kembali nongkrong dan bersenang-senang dengan mereka.
Di sana juga ada Tom yang sudah sampai duluan.
"Tom," panggil Mateo.
"Ya bro, ada apa?"
"Besok kau ke rumahku ya, ada seseorang yang ingin bertanya tentang sesuatu padamu!"
"Siapa? Apa aku ketinggalan berita?"
"Udah datang saja dan jawab sesuai yang kau tau,"
"Oke, kalau begitu,"
Tidak ada satupun teman-teman Mateo yang mengetahui jika sebenarnya Mateo sudah menikah, termasuk juga Tom.
Pukul 04.00 dini hari setempat, Mateo pulang dalam keadaan mabuk kemudian segera menjatuhkan dirinya keatas ranjang! Padahal Claire saat ini sedang duduk bersandar diheadboard karena tidak bisa tidur.
Mateo sama sekali tidak sadar jika Claire tengah memperhatikan dirinya yang pulang dalam keadaan mabuk parah.
"Sepertinya aku memang harus mengambil sikap setelah bayi ini lahir," gumam Claire sambil menatap Mateo yang mulai memejamkan kedua matanya.
Karena semalaman suntuk tidak bisa tidur, Claire pun ikut ketiduran pada saat Mateo tidur dalam keadaan mabuk! Hingga pagi harinya tidurnya itu terlalu nyenyak, Claire belum juga bangun padahal Mateo sudah bangun dari tidurnya dan sadar dari kondisi mabuknya.
Akan tetapi ada hal yang tidak bisa membuatnya turun dari atas ranjang, Mateo lebih memilih membiarkan saja hal tersebut sampai Claire bangun tidur dan melihat'lnya sendiri.
Claire yang akhirnya terbangun dari tidurnya, merasakan ada sesuatu yang tangannya genggam, semacam benda keras dan juga besar! Saat menoleh, Claire mendapati Mateo sudah bangun namun hanya terlentang saja disampingnya.
Pada sat Claire menatap kearah bawah Mateo, dilihatnya tangan kiri Claire tengah menggenggam milik Mateo yang biasanya jika pagi-pagi begini suka ikutan terbangun seperti empunya.
Apalagi saat tidur Mateo melepaskan celana jeans-nya dan saat tidur hanya mengenakan celana segitanya saja, membuat Claire bisa dengan jelas melihat benda tersebut yang saat ini berada dalam genggamannya.
"Nyenyaknya ya, tidur sambil megangngin terus?" tanya Mateo.
"Ih, jorok-jorok!" kata Claire.
Lalu buru-buru beringsut turun dari ranjang untuk mencuci tangannya, bahkan saat berada didalam kamar mandi pun Claire masih terbayang-bayang saat tangannya itu memegangi milik Mateo.
Ada segenggaman tangannya dan itu bentuk yang sangat besar menurut Claire.
"Sudah pegang-pegang malah ditinggal tanpa penyelesaian," kata Mateo.
Saat Claire masih berada didalam kamar mandi, Mateo pun ikut masuk kedalam kamar mandi.
"Teo, ngapain masuk kesini! Sana keluar, tunggu aku selesai dulu!"
"Gimana rasanya tidur sambil pegangin, gantian ya lain kali,"
Ucapan Mateo dipagi hari itu sukses membuat Claire bergidik ngeri.
"Jangan harap ya!"
"Engga berharap tapi pasti dilakukan kok, udah dipegangi terus udah bangun malah engga tanggungjawab,"
Membuat Claire kembali menatap kearah bawah Mateo yang masih hanya mengenakan celana segitanya itu! Buru-buru Claire memalingkan pandangannya.
"Kau itu memang tidak bisa pakai celana tidur gitu? Sudah seperti bintang film saja,"
"Iya nih cita-citaku jadi bintang film, kau ya kak yang jadi lawan mainnya,"
"Enak saja, sudah aku mau keluar dulu!"
Diraihnya tangan Claire oleh Mateo hingga Claire pun menatap kearahnya.
"Nanti Tom akan datang ke rumah,"
Mendengar nama Tom disebut Claire jadi mengingat kembali peristiwa malam itu, bahkan Claire masih ingat saat miliknya merasakan perih namun pelaku itu tetap menghentakkan miliknya kedalam.