NovelToon NovelToon
The Pursuit Of Love

The Pursuit Of Love

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Contest / Militer / Romansa / Cintapertama / Identitas Tersembunyi
Popularitas:2.7M
Nilai: 4.6
Nama Author: Ornies

Pertemuan yang tidak terduga membuat gadis tersebut menatapnya. getara-getaran cinta tumbuh di hati Davira. meski susah tapi dia berjalan terus kearahnya.

Arka tidak mudah untuk di dekati. dia menghindari semua wanita. memandang wanita sebagai masalah yang harus hilang dari hidupnya. tapi hanya untuk sekarang dia berusaha untuk fokus untuk studynya.

perbedaan umur itu tidak masalah. cinta, sedikit demi sedikit akan berkembang.

[Novel Ongoing 106420 Kata]

•••

Cerita ini murni karya sendiri dan semua karakter serta latar yang digunakan berasal dari imajinasi author sendiri dan tidak ada dalam sejarah manapun.

Jika ada kesamaan nama tokoh atau alur cerita itu hanyalah suatu kebetulan semata.

(Kalau ada yang aneh dari perbabnya, karena ada perbaikan kata dan kalimat dalam novelnya. Jadi mohon pengertiannya)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ornies, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

14| Pesan Terpendam yang Terucap (Bagian 2)

Dia sudah ada di depan pintu Apertemennya. Davira merapihkan bajunya yang sudah berantakan. Menarik napasnya dalam-dalam dia mulai mengetik enam digit password. dia masuk dengan muka tegang. Ngimana engga tegang tiba-tiba saja mama udah ada di Apartemennya. Davira berjalan menuju ruang tegah.

"Mah ngapain sih kesini?" Dia langsung bertanya langsung tanpa basa basi. Mamanya melihat anaknnya mulai duduk di samping.

"Emang mama engga boleh kesini?" Dia sambil mengambil kotak kue dan di taro di meja depan.

"Bukannya engga boleh, kasih tau dahulu aku kalau mama mau kesini," dia memasang wajah sebal. Momen indahnya terpotong dengan kedatangan mama.

"Ahh iya papah engga bisa dateng untuk merayakan ulang tahun ini. Ada urusan keluar kota." mengeluarkan kue yang ada di bungkusnya. Mata Davira langsung fokus ke kue yang mamanya bawa.

"Aku lupa kalau hari ini ulang tahunku" dia menggaruk rambunya yang tidak gatal.

Sselamat ulang tahun sayang. Semoga panjang umur, sehat selalu . apa yang kamu impikan akan terwujud satu persatu sering berjalannya waktu. Jangan lupa sering sering pulang kerumah. Mama kesepian semenjak kamu ingin tinggal sendiri," kata mamanya sambil menatap anaknya.

"Iya mah," dia tersenyum lebar ke mama. "aku tiup nih lilinnya." Mamanya mengangguk tan dia menutup matannya dan mulai minta permohonan sebelum meniup lilin.

'keinginan punya pacar udah terkabul. Aku hanya ingin selalu bahagia dengan Arka sampai tua nanti. Lancar semua urusan kampus dan juga masalah percintaanku' dia membuka mata dan meniup lilinya.

"mama ambil pisau kue dahulu di dapur" dia berjalan menuju dapur dan mengambil pisau kue, piring dan juga sendok.

Dia meletakan di atas meja. Davira memotong kuenya dan makan dengan lahap. dia hanya berbincang dengan mamanya hal yang lucu saat dia masih kecil. Waktu berputar dengan cepat menunjukkan pukul sebelas malam.

"mah engga pulang?" dia melihat jam dalam ponselnya. Mereka berdua masih duduk di sofa.

"mama nginep malam ini. Biasanya juga kamu minta mamah buat nemenin kamu tidur pas hari ulang tahun. Itukan udah runitisan kita sayang" kata mamanya sambil melihat Davira.

"tetapi mah..." dia berbicara dengan suara yang sangat pelan. 'Arka gimana? Ahh... aku udah janji bakal balik lagi. tetapi mama engga bisa aku bantah. Mudah-mudahan dia udah tidur' dia melihat layar ponselnya yang tidak ada pesan dari Arka.

"ohhh.. iya gimana kabar Arka sayang? Kalau bukan karena dia mama tidak akan mengijinkan kau tinggal sendiri di sini" mamanya berubah topik pembicaraan.

"itu...Kak Arka baik ko mah. Dia sering nganter jemput juga kalau aku lagi kuliah. Emang ada apa mah tumben banget nanya Kak Arka?" mamanya tidak tau kalau Arka tinggalnya bersebelahan dengan anak kesayangannya.

"engga apa-apa ko. Mama hanya ingin tau kabar dia aja. Udah sebulan ini dia tidak ngabarin mama. Mama bawa album foto waktu kecil kamu" dia mengeluarkan album foto dari tasnya. dia memberikanya ke pada Davira.

"udah lama banget aku engga liat foto album. Terakhir aku liat waktu smp kelas dua" dia membuka fotonya satu persatu. Mulai foto dia masih kecil sampai dia duduk di bangku sekolah dasar ada di foto tersebut.

Mama selalu ngambil momen penting dalam hidupnya. Itu yang dapat mamanya melakukan hal yang dia tau bahwa dia tidak banyak waktu bermain dengan Davira. dia selalu sibuk dengan urusan kantor dan sesekali menyempatkan diri untuk menghadiri kegiatan yang Davira lakukan.

Dia melihat foto yang belum dia lihat sebelumnya. Foto Davira sedang berdiri dengan seorang anak cowok umurnya sembilan tahun dan dia masih umur empat tahun dalam foto tersebut. Di foto itu dia berfoto sambil bergandeng tangan dan juga sambil tersenyum malu-malu. Latar fotonya di tempat yang tidak asing yaitu halaman belakang rumahnya sendiri.

"ini aku foto sama siapa sih? Ko aku baru tau kalau ada foto ini?" dia menunjuk foto yang dia lihat.

"foto ini mama baru melihat di kamera lama mama. Pas mama lihat ada foto tersebut dan mama cetak fotonya. Tau engga anak cowok ini siapa?" mereka berdua memandang foto tersebut.

"mana aku tau dia siapa. Umur segitu aku udah lupalah. Engga akan inget juga" kata Davira.

"kamu tau ko orangnya. Untuk pertama kali kamu bertemu sama dia kau menempel terus kaya lem. Kalau mama inget waktu dahulu kalian Cuma bertemu satu hari itu aja karena kumpul urusan bisnis papah"

dia mencoba mengingatnya tetapi dia tidak punya ingatan itu. dia terus memandangi foto tersebut tanpa berkedip.

"ahh... siapa sih aku tidak ingat" dia menggerutu sendiri smabil melihat ke album foto.

"Anak cowok itu Arka sayang" dia menunjuk foto anak cowok tersebut.

"ehh..." dia melihat ke mamanya "bohong mama bohongkan?" dia menatap fotonya yang tidak mirip sekali dengan Arka. dia pake kacamata dengan kulit sawo matang.

"berarti mama selama ini udah kenal sama Arka?" dia menatap mamanya dengan pandangan penasaran.

"waktu mama bertemu sama Arka, mama tidak tau kalau dia anak pak Dirga. dia memperkenalkan diri kalau dia pernah bertemu dengan mama. Kalau mama engga kenal sama Arka, mama tidak mengijinkan kamu tinggal di sini" kata mamanya.

"mamah..." dia memeluk mamahnya.

"Kenapa?" dia memebalas pelukan Davira.

"engga ko aku hanya ingin peluk mama" untuk saat ini dia tidak perlu bilang kalau dia punya hubungan khusus dengan Arka. dia akan memberi tahukan di waktu yang tepat. Davira melepakan pelukanya.

"mah aku ambil foto ini ya" dia mengambil fotonya dari album.

"ambil aja mama masih ada salinan fotonya"

Davira berpikir kalau dunia itu sempit. Ternyata selama ini dia dan Arka sudah saling bertemu. Walaupun Davira tidak ingat.

Mama jadi menginap di apartemennya. mamanya sudah tidur duluan. dia tidak bisa tidur memikirkan Arka. dia berpikir untuk menyelinap keluar dari sini. Sesekali dia melirik kemamanya yang sudah tidur. dia melambaikan tangan nya di atas matanya mengecek apa mamanya udah tidur.

Davira turun hati-hati dari tempat tidur dan mengendap-ngendap keluar dari Apartemennya. dia mengetik enam tigit password Apartemen Arka.

"aku kembali" dia berbicara sambil melihat kearah Arka yang sedang berdiri di depannya.

"lama" Cuma kata itu yang keluar dari mulutnya. dia sudah menunggunya cukup lama sampai Arka merasa mengantuk. Gimana tidak mengantuk ini udah tengah malam.

"ahh... maaf mamaku tiba-tiba menginap di sini" dia berjalan sambil memegang tangan Arka. "ini juga aku menunggu mamaku tidur dahulu baru aku bisa ke sini" dia memandang wajah Arka yang cemberut.

"jangan cemberut dong kan aku sekarang udah di sini" dia memandang mukanya. Seketika dia menarik Davira kedalam pelukanya.

"kangen" kata Arka sambil memeluk Davira dengan erat. Entah mengapa dia merasa kalau Arka mulai berubah mulai manja. Tidak seperti Arka sebelumnya yang cuek, dingin. Ngomong ya seadanya.

"aku juga kangen" kata Davira.

Mereka duduk di sofa ruang tengah. Saling berpegang tangan dan juga kepala Davira menumpu ke pundak Arka.

"ka aku ingin tau kamu dahulu sepeti apa?" dia membuka topik pembicaraan. dia masih dengan posisi sama dan melihat kearah depan. dia mendengar setiap hembusan napasnya.

"aku dahulu itu masih culun. Setiap hari pake baju rapi dan juga kacamata" kata Arka

Davira mengeluarkan fotonya dari balik jaketnya "kaya ini?" dia menunjukkan fotonya di depan Arka.

dia tercengang dengan apa yang dia lihat. Foto itu masih ada "dapet dari mana fotonya?" mereka terduduk sambil memandang satu sama lain.

"dari mama" kata Davira. fotonya sudah di pegang sama Arka.

"lucunya kamu" dia menatap fotonya. "jadi inget dahulu kamu pertama kali bertemu aku. Kau nempel terus sama aku. Sampe aku mau wcpun kamu mau ikut"

"masa... bohong itu. masa sampe ke wc" dia memandang Arka. Arka hanya bisa tertawa melihat muka lucunya Davira.

"selama ini kamu tau aku? mengapa engga bilang?"

"aku baru tau akhir-akhir ini pas aku minta izin kemama mu agar kamu bisa tinggal sendiri" dia memegang tangan kanan Davira.

"aku suka dirimu yang sekarang Arka" dia berbicara pelan sambil memendamkan kepalanya di dada Arka. tidak lama dia melepaskan pelukanya.

"aku udah harus balik. Takut mama bangun dan aku engga ada di sampingnya" dia berdiri dan Arka masih duduk memandang kearah Davira.

"baiklah aku ingin ini" dia menunjuk bibirnya. Mata Davira terbuka lebar saat dia minta di cium.

"tadi udah dapet banyak dan minta lagi" kata Davira. dia mencium pipi Arka dengan cepat.

"aku mintanya di bibir bukan di pipi" kata Arka sambil cemberut.

"sama aja Arka.."

"aku balik bye" dia berlari meninggalkan Arka di ruang tamu. tetapi Arka masih dengan posisi duduk. dia mengubah posisinya jadi tidur di sofa dengan tanganya menutupi matanya.

1
Erina Munir
jngn...jngn...ada sesuatuu...kabooorrr../Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Erina Munir
ternyata oh ternyata Arkaaa
Erina Munir
ooohh...punya arka taa
Erina Munir
arka plinplan luuh...masa davira ga boleh ngobrol sama cowo2
Dwi Rikahayu
Akirnya berlanjut lg...
Tia Ovan
senang
Dwi Rikahayu
akirnya berlanjut jg thoor dh sekian lm gk update...semangat thooorr...
BGC
Arkaa, laku namanya
BGC
satu bab pertama
Farayaka Aulia
Aku membuat sebuah karya menarik di MangaToon, mohon dukungannya ya!
Obsessive Love Disorder
by: farayakaaulia
Amelia
❤️❤️❤️👍👍
Dwi Rikahayu
mantap thooorr....
Amelia
salam kenal ❤️❤️❤️
matcha
lanjut thor semangat
Kalvie Asar
Luar biasa
Nat Asya
Biasa
Sri Hartini
ceritanya bagus bgt tp sayang update lama
LaVoitureNoire
......
Rohad™
Waduh, Davira yang diculik 🤦‍♂️
Rohad™
Semoga Arka ketemu, agar alur cerita kembali meningkat 😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!