Tak pernah ku sangka kisah cintaku akan serumit ini. Impianku menikah dengan pria mapan serta pria yang sudah dewasa pupus seketika. Andaikan malam itu aku tidak berteduh di sebuah rumah kosong bersama murid ku, mungkin pernikahan konyol ini tidak akan pernah terjadi.
Kezra seorang guru di salah satu SMA favorit terpaksa harus menikah dengan muridnya hanya karena kesalahpahaman yang terjadi. Ia harus menjalani pernikahan yang tak pernah di harapkan sepanjang hidupnya. Hidup bersama murid super menyebalkan yang selalu membuatnya kesal dan segala sifat jahil yang di tunjukkan.
Akankah cinta hadir di antara guru dan murid yang di satukan tanpa sengaja dalam sebuah ikatan pernikahan?
Bagaimana Kezra menjalani hari-harinya bersama suami berondong yang menikahinya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Republik Septy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
DUGIL (duda Gila)
"Ah capek banget," Kezra menghempaskan tubuhnya yang lelah ke sofa berukuran sedang di ruang tamu yang tak begitu luas itu.
Ia melirik pada Keanu yang sedang asyik bermain game. Pria itu duduk di lantai tak jauh dari sofa tempatnya menghilangkan rasa lelah akibat membersihkan rumah baru mereka. Rumah ini pemberian paman Keanu, tak terlalu besar dan tidak terlalu kecil. Cukup luas jika di tempati berdua.
"Kamu itu kenapa sih main game terus? Kenapa nggak mau bantuin saya?" Kezra mengungkapkan kekesalannya pada Keanu yang tak bergerak ataupun menoleh padanya.
Pria muda itu asyik dengan ponselnya, tak mempedulikan istri plus gurunya yang sedang menatapnya dengan tajam.
"Hei! Kamu dengar nggak? Saya sedang berbicara dengan kamu!" teriak Kezra marah. Keanu hanya melirik sedikit dengan ekor matanya. Lalu manik hitam itu kembali fokus pada benda pipih yang di dalam genggamannya.
"Astaga ini anak. Pengen banget di getok kepalanya. Orang ngomong malah di cuekin!"
"Kan semuanya salah Ibu sendiri. Tadi sok-sokan nolak pas mau di bawain pelayan sama paman. Sok-sokan bisa beberes sendiri, masak sendiri. Sok mandiri, sok punya harga diri. Ih taunya nggak bisa sendiri, minta bantuin sama suami." cibir Keanu tanpa mengalihkan pandangannya pada layar ponsel. Hal itu membuat Kezra geram dan semakin kesal. Ia menggertakkan gigi dan mengepalkan kedua tangannya.
"Kamu itu benar-benar, ya!"
"Benar-benar apa? Benar-benar ganteng ya?"
Ledek pria itu seraya terkekeh.
"Kamu itu benar-benar menyebalkan! Ganteng dari mana? Dari Hongkong?" sahut Kezra sengit.
"Jauh amat dari Hongkong."
"Lalu dari mana? Dari Afrika?"
"Dari sini, sayang. Ganteng - ganteng begini suami Ibu Loh."
"Idih amit-amit." Kezra bergidik.
"Dih, tidak bisa di pungkiri saya itu suami Ibu. Sudah sah di mata hukum dan agama."
"Ya ya ya ... ya. Terserah kamu. Entah mimpi apa saya bisa punya suami seperti kamu. Tingkat menyebalkannya level seratus! Baru sehari aja sudah bikin saya darah tinggi. Gimana kalau seumur hidup. Bisa-bisa mati muda saya!" Wanita itu tak berhenti menggerutu. Sementara yang membuat wanita itu kesal hanya terkekeh tanpa dosa seraya memainkan game yang ada di handphone nya.
"Jangan mati dulu dong, Bu. Masak umur saya belum genap sembilan belas tahun sudah jadi duda? Pemecah rekor dong saya."
"Iya jadi DUGIL!"
Keanu menoleh sebentar,
"Apaan tuh DUGIL?"
"DUDA GILA!"
"Nah loh, kok duda gila sih? Yang ada saya itu bakal jadi duren!"
"Duren duren. Yang ada kamu itu bakal jadi duda gila!"
"Dih. Saya pasti bakal jadi duren, Bu. Duda keren. Pasti bakal di kejar-kejar sama para cewek-cewek cantik."
"Iya, di kejar karena kamu itu meresahkan. Jadi mereka mau bawa kamu ke RSJ."
"Astaga itu mulut lemes amat. Masak saya mau di bawa ke Rumah sakit jiwa."
"Ya karena kamu memang pantas di masukin ke rumah sakit jiwa! Coba deh pikir, mana ada murid yang berani nikahin gurunya sendiri?"
"Ada sayang ada,"
"Dih! Sayang-sayang! Kepala kamu pegang!"
"Bu, manggil sayang ke istri itu pahala tau."
"Jangan panggil sayang! Saya geli."
"Halah, nanti juga ketagihan."
"Memangnya makanan?"
"Anggap aja begitu. Apalagi yang manggil sayang itu saya." Keanu mengangkat sebelah alisnya ke atas.
"Astaga level pede kamu tingkat dewa!"
"Hahaha ... Cibir aja teruuss ... Nanti bucin baru tahu rasa."
"Nggak akan pernah! Amit-amit bucin sama bocah ingusan kayak kamu."
"Bu, jangan galak-galak. Ibu tambah cantik kalau marah."
"Astaga! Tauk ah gelap. Saya mau mandi!"
"Dah sayang. Jangan lama-lama ya di kamar mandi, nanti saya rindu."
"Rindu ... Rindu dengkulmu!" Kezra segera beranjak dari sofa dan pergi ke kamar mandi. Berdebat dengan Keanu seolah tak ada habisnya. Ia segera mengguyur tubuhnya yang lelah dengan shower. Ia memang sengaja menolak tawaran paman Keanu untuk membawa pelayan dari mansion itu. Kezra sudah biasa mengerjakan semua pekerjaan rumah sendiri.
"Ah segar sekali. Setelah ini aku harus membaca novel untuk menghilangkan penat dan stres!" ujarnya di bawah guyuran air shower yang sangat menyegarkan.
🌸🌸🌸
Keanu menyandarkan punggungnya ke sofa yang tadi di duduki oleh Kezra. Ia tersenyum tipis mengingat perdebatannya dengan gurunya yang kini menjadi istrinya itu. Sungguh ia tak pernah membayangkan hal luar biasa ini terjadi dalam hidupnya. Bisa menikahi guru favoritnya, hidup bersama di bawah atas yang sama. Ini semua masih terasa seperti mimpi baginya. Sebenarnya dirinya memang sudah lama memperhatikan Kezra, bukan sekedar hubungan antara guru dan murid, tapi lebih ke perasaan pribadi. Entahlah, ia juga tak mengerti mengapa ada rasa ketertarikan pada guru muda itu. Meski usianya beberapa tahun di atasnya, tapi sejujurnya ia memiliki rasa pada guru itu.
Hingga malam ketika ia di nikahkan paksa, ia tidak bisa menolak. Sebenarnya bisa saja ia menolak pernikahan itu, tapi hatinya tak bisa menolak. Bisa saja ia membujuk pamannya untuk memberikan uang atau pun menggunakan kekuasaannya pada pak RT serta lembaga adat setempat. Tapi entah mengapa ia tidak bisa. Jujur ia juga menginginkan gurunya, bukan untuk memberikan ilmu padanya tapi untuk hidup bersamanya.
"Kezra. Aku tidak akan melepaskan kamu. Kamu akan menjadi milikku selamanya, apapun yang terjadi." pria itu kembali tersenyum kala mengingat wajah cantik guru yang kini menjadi istrinya itu.
Ia teringat dengan ucapan istrinya tadi.
"Duda gila. Haha ... bisa aja."
"Tapi ada benarnya sih. Aku pasti akan gila bila kehilangan kamu, Bu Kezra. Nggak tahu bakal jadi apa kalau aku benar-benar kehilangan kamu."
Pria itu merebahkan kepalanya ke sofa, meletakkan ponsel yang sedari tadi di pegangnya ke atas meja. Sebenarnya ia sengaja iseng pada Kezra, sengaja menjahili guru cantik itu.
"Kamu itu cantik, aku beruntung sudah memiliki kamu walaupun belum sepenuhnya. Ku harap suatu saat nanti kamu juga merasakan hal yang sama, Bu. Aku berjanji, akan membuatmu mencintaiku." Pria itu kembali tersenyum. Ia merasa benar-benar jatuh cinta pada wanita yang baru di nikahinya empat puluh delapan jam yang lalu. Keanu memejamkan matanya sejenak, wajahnya begitu cerah dengan senyum yang selalu terbingkai di wajahnya.
ending nya terlalu buru buru... Mungkin 1 sampai 3 episode lagi baru d bilang the end...
maaf Thor ini cuman masukan dri aku loh.. Tapi jujur Cerita nya Menarik banget . maksh y Thor
Kezra ini seorang guru. digambarkan pribadinya baik. wanita baik2.
seharusnya dia bs bersikap seperti seusianya. apalagi dia guru
walaupun dia dinikahkan terpaksa, ttp aja dia udh bersuami. pergi maen pergi aja sampe dicariin suami ampe segitunya.
ini karakternya guru dewasa apaa abage labil ga jelas?
malam pertama pun ada kalee nanya ke anak umur 18th .. sakit ga? 😂😂
srius
dia dewasa. Keanu 18th.
tapi malah dibuat kek sebaya bahkan yg 18th lbh masuk karakternya dibanding seorang guru ini *tepukjidat